NovelToon NovelToon
Menanti Kebahagiaan

Menanti Kebahagiaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zahira alkhansa

Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

musuh dalam selimut

" oowhh jadi ini anak baru yang sok kecantikan yang jalan sama om om itu?? Berapa tarif mu? " ujar seorang senior cahaya di kampus

Cahaya hanya berjalan melewati sekumpulan senior yang sedang berkumpul.

Karena merasa di cuekin cahaya, membuat para senior marah dan menarik tas cahaya

" eh, kalau orang lagi bicara itu di denger, di jawab, kamu tuli ya?" ucap salah seorang senior yang berambut panjang.

Cahaya pun berhenti, " maaf kak, saya kira kakak tidak bicara dengan saya" ucap cahaya

" eh, orang kampung jelas jelas cuma kamu yang lewat itu berarti aku ngomong sama kamu, kamu itu udah buat malu kampus tau gak. Karena kamu jadi simpanan om om, jadi nama kampus kita itu tercoreng" ucap nya lagi

" maaf kak, tapi aku bukan simpanan om om dan itu berita gak benar" ucap cahaya lagi

" oh iya?? Apa buktinya perek?" sambil menuangkan air minum yang di pegang nya ke atas kepala cahaya.

Lalu mereka pun pergi meninggalkan cahaya yang berdiri dengan rambut dan pakaian nya yang basah.

Di ujung lorong ada yang memperhatikan situasi cahaya, sambil tersenyum sinis melihat cahaya di perlakukan seperti itu.

cahaya pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan bajunya.

" cahaya, kamu gak boleh nangis, kamu harus kuat. Ingat cita cita kamu." cahaya mencoba berbicara ke dirinya sendiri agar bisa kuat. Tetapi semakin cahaya coba, air matanya semakin turun, dan tangis cahaya semakin terisak.

saat cahaya menangis, Rani memasuki kamar mandi.

" cahaya, kamu gak apa apa kan?? Aku tadi liat kakak kelas nyiram air ke kamu, maaf aku gak punya keberanian untuk nolong kamu, karena senior itu anaknya rektor" ucap Rani

" iya gak apa apa koq ran, lagian kalau kamu bela aku nanti kamu juga ikut di bully, aku gak mau itu terjadi ran" ucap cahaya

" ini kamu pakai aja sweater aku, baju kamu basah itu, sampai keliatan dalaman kamu" ucap Rani

" iya ran, terimaksih banyak ya ran" ucap cahaya.

" iya, kamu yang kuat ya, kalau gosip kayak gini juga lama lama pasti hilang koq, kamu gak usah pikirin ya" jawab Rani

Cahaya pun mengangguk

di dalam ruang kelas semua mata tertuju pada cahaya, cahaya tau kalau semua orang memperhatikan nya. Suasana kuliah kali ini benar benar membuat cahaya tidak bisa konsentrasi. rasanya ingin sekali cahaya cepat pulang ke rumah. Tidak ingin menyelesaikan kuliah ini dan tidak ingin datang ke kampus ini.

Saat jam istirahat, cahaya hanya duduk di kursi, tidak berani untuk keluar kelas. Widya dan Rani sudah pergi ke kantin untuk membeli makanan.

handphone cahaya berdering, bu indah yang menelepon. Ada keraguan dalam diri cahaya, apakah foto itu sudah sampai ke Tante indah? Tapi gak ada guna nya juga lari dari kenyataan.

Cahaya pun mengangkat telepon nya

" halo assalamualaikum, iya Bu?

" waalaikumsalam, cahaya kamu lagi kuliah ya?? Tanya Bu indah

" iya Bu, tapi ini lagi istirahat, kenapa ya Bu?" jawab cahaya

" ini, putri kan udah ada temen nya di rumah. Jadi ibu mau kirim gaji kamu, jadi kamu gak usah ngajar private putri lagi. Lagian dia kecapekan katanya belajar sampe malam " ucap bu indah mencari alasan

" owh iya gak apa apa Bu. Cahaya kan cuma sebentar Bu, gak usah di bayar Bu lagian cahaya senang koq Bu bisa nemenin putri" ucap cahaya."

" gak lah, itu gak kamu ibu gak mau ambil hak kamu. Ibu kirim ke rekening kamu yang biasa ya uang nya" ucap Bu indah

" iya Bu. Terimakasih banyak ya Bu" ucap cahaya

" iya" Bu indah pun langsung mematikan telepon nya

Selang 5 menit kemudian ada mbangking masuk sebesar 2 juta rupiah dari Bu indah.

Cahaya benar benar gak nyangka akan di bayar sebanyak itu.

Di kantin, Widya sengaja mengajak Rani keluar kelas karena da yang ingin di bicarakan berdua dengan Rani.

" Ran, itu kamu kan?" tanya Widya

" maksud nya? " tanya Rani

" yang nyebarin foto foto cahay itu." ucap Widya

" apaan sih, koq kamu nuduh aku?? Buktinya apa? Jawab Rani ketus

" aku ada buktinya, aku dpat info dari Farhan, dia yang pertama nyebarin foto itu, aku udah telusurin itu semua dan Farhan bilang dapat fotonya dari kamu, kamu manfaatin Farhan karena Farhan suka sama kamu. Iya kan" ucap Widya

Rani terdiam" hmm itu.." ucap Rani

" kenapa kamu koq tega sama cahaya? Cahaya itu sahabat kita, kenapa kamu lakuin itu ran?? Kamu tau apa yang di lewati cahaya karena ini??" Ucap widya

" kamu gak tau aja gimana kelakuan si cahaya, di epan kita aja dia sok sok an polos, sok jadi anak kampung yang gak tau apa apa nyatanya, MUNAFIK. kamu tau siapa om om itu?? Dia udah di tolong tapi suami nya juga mau di embat, dan kamu tau bang Arkan? dari awal kita Ospek aku udah naksir bang Arkan, kamu, cahaya, Rasmi tau itu. Tapi apa? Bang Arkan malah naksir dia. Dan kamu tau yang sering antar cahaya dulu yang di jodohkan nya ke Rasmi?? Pura pura aja mau menjodohkan ke Rasmi, nyatanya dia yang nyuruh untuk nolak Rasmi. Apa itu yang namanya sahabat?" tanya Rani

" kamu salah paham ran, itu semua tidak seperti yang kamu bayangkan, apa cahaya tau kalau bang Arkan suka sama cahaya?? Untuk berbincang aja gak pernah cahaya dengan bang Arkan. Kalau bang Arkan sukaa sama cahaya apa itu salah nya cahaya?" Ucap widya

"jadi kamu lebih memilih cahaya dari pada aku karena kamu udah di kasih tempat tinggal dan pekerjaan sama dia, iya??" tanya Rani

" ini gak ada hubungan nya sama itu ran, cahaya teman aku, kamu juga teman aku, aku gak mau persahabatan kita jadi seperti ini" jawab Widya

Tanpa Widya dan Rani sadari, cahaya sedang berdiri di depan pintu kantin dang mendengarkan percakapan mereka.

Hati cahaya rasanya hancur, sahabat yang iya percaya, ternyata mengkhianatinya. Ternyata yang melakukan ini semua Rani. cahaya mencoba bertanya pada dirinya sendiri, apa kesalahan yang sudah iya perbuat ke Rani. Tanpa cahaya sadari air mata cahaya mulai menetes, dan cahaya pun pergi berlari ke kamar mandi.

Di kamar mandi, cahaya menangis terisak Isak, kenapa Rani tega melakukan semua ini padanya. Di usapnya air mata nya, dan cahaya mencuci mukanya. Lalu di buka nya sweater pemberian Rani. cahaya lalu berjalan memasuki ruang kelas. Widya dan Rani sudah duduk di bangku mereka karena sebentar lagi kelas dimulai. Cahaya menghampiri bangku Rani, lalu mengembalikan sweaternya

" thanks ya ran" ucap cahaya lalu pergi meninggalkan bangku Rani

Rani merasa heran dengan cahaya, apa cahaya sudah tau apa yang di lakukan nya? pertanyaan itu mulai menghantui Rani

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!