NovelToon NovelToon
PENGANTINKU DIREBUT DIHARI PERNIKAHANKU

PENGANTINKU DIREBUT DIHARI PERNIKAHANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Evolusi dan Mutasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Tiga tahun aku merawat cinta dan membesarkan anak seorang diri di balik bayang-bayang kesibukan perusahaan, sementara tunanganku, Rian, bersiap menyambut hari pernikahan kami. Namun, tepat di altar suci di mana harusnya aku bersumpah setia, ia justru mempermalukanku di hadapan ratusan tamu undangan demi bersanding dengan wanita lain yang dihamirinya.
​Mereka mengira aku akan hancur lebur dan memohon iba. Mereka salah besar. Aku tidak datang ke altar untuk menangis, melainkan untuk mengambil alih seluruh imperium bisnis keluarganya dan membuat pria itu berlutut di lantai kotor tanpa sisa.
​Apakah Rian benar-benar mengira air mataku adalah kelemahan, sebelum aku mencabut seluruh kekuasaannya dalam satu malam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: NYONYA LISTIA BERSIHKAN MUNTAHAN ALESHA

Pukul 08.00 pagi. Vantec Tower lantai 88. Kamar Mandi Eksekutif CEO.

Alesha yang hamil dua bulan dua minggu, mualnya lagi intens. Morning sickness trimester pertama lagi di puncak tidak nyaman.

Ia buru-buru masuk ke kamar mandi pribadi seluas kamar hotel mewah, lantai marmer putih bersih dan wastafel lapis emas.

Uek...

Alesha muntahkan cairan lambung ke wastafel emas itu. Wajahnya pucat pasi. Ini kali kelima ia muntah hebat sejak pagi.

Vion yang setia jaga di balik pintu, langsung nerobos masuk dengan wajah panik, lalu dekap tubuh istrinya erat.

"Ratuku! Panggil dokter! Panggil dokter sekarang!"

Alesha lambaikan tangan lemah. "Tidak usah, Vion... ini wajar... gejala hamil..."

Tepat di luar kamar mandi CEO, dua petugas kebersihan sudah siap siaga bawa ember dan tisu.

Tapi hari ini, salah satu dari dua petugas itu bukan pegawai biasa.

Nyonya Listia.

Setelah tiga pekan jadi staf cuci piring di panti jompo Bogor dengan gaji dua juta, wanita itu mohon boleh balik kerja di Vantec karena tidak tahan bau panti. Alesha luluskan permohonannya, tapi dengan syarat mutlak: ia jadi petugas kebersihan kamar mandi khusus CEO di lantai 88.

Gaji ditawarkan empat juta, lebih tinggi dari kerja sebelumnya di Bogor. Tapi konsekuensinya: ia wajib bersihkan kamar mandi pribadi Alesha tiap hari.

Nyonya Listia, yang dulu ratu sosialita Blok M, yang sempat hina ibu Alesha dengan kata-kata: "Ibu mu bau kampung, jangan berani bawa ayam kampung busuk ke nikahan anak ku!"

Hari ini, ia harus bersihkan sisa muntahan Alesha.

Hendra dorong pintu kamar mandi CEO pelan, lalu ucap dingin, "Listia. Nyonya lagi mual. Bersihkan wastafel itu."

Nyonya Listia melangkah masuk pakai seragam abu-abu kebesaran petugas kebersihan, tenteng ember plastik dan sikat kloset. Rambutnya yang dulu selalu tertata jutaan kini cuma diikat karet gelang murah. Wajah polos tanpa makeup.

Ia lihat wastafel emas yang masih sisa muntahan Alesha.

Aroma asam lambung langsung nusuk hidungnya.

Lambungnya ikut mual. Tapi ia tidak punya celah menolak.

Dulu, ibu Alesha datang dari kampung bawa ayam kampung dan sekeranjang telur segar demi rayakan hari bahagia putrinya, dengan jari yang masih bau bumbu dapur karena masak semalaman. Nyonya Listia usir ibu Alesha dari hotel mewah sambil bentak, "Jangan tularkan bau desa mu ke hotel bintang lima ini!"

Hari ini, ia terpaksa sentuh sisa muntahan Alesha pakai tangan kosong karena sarung tangan karetnya mendadak robek dan tidak sempat ganti.

Nyonya Listia berlutut di depan wastafel emas itu, ambil selembar tisu, lalu mulai bersihkan sisa muntahan itu dengan jari gemetar hebat.

Uek... Tekstur cairan itu terasa pekat di tangannya.

Alesha yang masih sandaran lemas dalam dekapan Vion, tatap ke arah Nyonya Listia yang berlutut bersihkan kotorannya, lalu ucap lirih.

"Nyonya Listia..."

Wanita paruh baya itu dongakkan kepala dengan mata digenang air mata.

"Nyonya Alesha... ampuni saya..."

Alesha elus perutnya yang mual, lalu lanjut dengan suara tenang tapi menghujam tajam.

"Dulu... ibu saya... datang bawa ayam kampung... buat pesta nikah saya... Ibu saya masak semalaman... sampai jari nya bau bawang... Nyonya usir ibu saya dan caci dia bau kampungan..."

Nyonya Listia isak tersedu-sedu di depan wastafel emas itu, dengan dua tangan berlumur sisa muntahan.

"Saya khilaf... Nyonya... saya terlalu angkuh... saya hina ibu Nyonya... ampuni saya..."

Alesha raih botol air mineral, teguk pelan untuk netralkan tenggorokannya.

"Sekarang... rasakan sendiri... bagaimana rasanya sentuh sesuatu yang bau tidak sedap... demi cari nafkah... persis seperti ibu saya yang korban pegang ayam kampung demi masa depan anaknya..."

Nyonya Listia angguk lemah di sela isakannya, lalu lanjut bersihkan wastafel emas itu. Ia gosok berulang kali, sikat, bilas, sampai lap pakai tisu berkali-kali.

Sampai akhirnya, wastafel emas itu pantulkan kilau jauh lebih bersih dari sebelumnya.

Vion yang lihat adegan itu, bisik di telinga Alesha, "Ratuku, mau aku pecat dia sekarang? Biar pesuruh lain yang ganti."

Alesha geleng pelan.

"Jangan. Biar dia selesaikan tugasnya. Ini bukan penyiksaan. Tapi pelajaran hidup. Agar dia sadar bahwa di dunia ini tidak ada pekerjaan yang pantas direndahkan. Yang pantas dihina adalah sikap arogan yang rendahkan profesi orang lain."

Setelah lima belas menit berlalu, wastafel emas itu sudah bersih sempurna.

Nyonya Listia bangkit berdiri dengan jari yang masih sisa bau asam, lalu nunduk dalam-dalam.

"Sudah... sudah bersih, Nyonya..."

Alesha lepas dari dekapan Vion, raih sehelai tisu bersih, lalu dengan lembut yang luar biasa seka sisa kotoran di tangan Nyonya Listia.

Petugas kebersihan lain yang lihat kejadian itu langsung belalakkan mata tidak percaya.

Sang ratu yang muntahnya dibersihkan malah berinisiatif lap tangan petugas kebersihannya sendiri.

"Nyonya Listia, terima kasih sudah bereskan. Setelah ini, cuci tangan pakai sabun wangi di ruang istirahat. Di sana ada sabun cair aroma stroberi. Pakai, biar bau tidak sedap itu hilang."

Nyonya Listia nangis histeris, kembali jatuh berlutut peluk kaki Alesha.

"Terima kasih, Nyonya... terima kasih... Nyonya sama sekali tidak jijik sama saya..."

Alesha elus lembut kepala Nyonya Listia yang sudah penuh uban.

"Aku tidak pernah rendahkan mu, Nyonya Listia. Aku cuma ingin buat mu paham apa yang dirasakan ibu ku dulu. Dan kini kau sudah rasakan. Sebagai gantinya, gaji bulanan mu resmi naik jadi lima juta. Dan mulai besok, kau diangkat jadi kepala petugas kebersihan lantai 88. Tugas mu bukan lagi bersihin langsung, tapi awasi kebersihannya, sama seperti posisi mu dulu sebagai ketua arisan yang kontrol standar kualitas tempat."

Nyonya Listia angkat wajahnya, air matanya tumpah ruah tidak percaya.

Dari status cuci piring gaji dua juta, naik jadi petugas kebersihan gaji empat juta, sampai kini jadi kepala pengawas gaji lima juta dalam satu bulan.

Itulah cara Alesha balas musuh-musuhnya: ia jatuhkan mereka sampai titik nadir, lalu angkat derajat mereka kembali biar mereka belajar tunduk dan setia.

Malam harinya di penthouse lantai 99, Alesha yang masih sisa mual tampak nikmati buah jeruk segar sambil elus perutnya yang mulai buncit.

"Arka, lihatlah. Mama tidak balas dendam dengan tebasan pedang. Mama balas mereka dengan ubah sosok yang dulu hina nenek mu jadi orang yang dengan ikhlas bersihkan muntahan Mama. Cara itu jauh lebih menyakitkan, sekaligus sembuhkan."

Vion pijat lembut pundak Alesha penuh kasih.

"Kau adalah ratu paling cerdas, Ratuku. Kau sanggup ubah musuh bebuyutan jadi abdi paling patuh. Aku cuma bisa bikin musuh ku bangkrut. Sedangkan kau, bikin mereka bersujud sambil ucap terima kasih."

Sementara itu, jauh di lantai 88, Nyonya Listia cuci bersih dua tangannya pakai sabun aroma stroberi di ruang istirahat pegawai, dengan napas lega yang penuh penyesalan mendalam.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia tidak malu pakai seragam petugas kebersihan. Ia justru bangga, karena wanita agung yang sempat ia hina dulu justru perlakukan dia dengan martabat kemanusiaan yang utuh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!