Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Pergeseran Hati sang Ratu Es
Sinar matahari pagi menyinari jalanan Kota Donghai, menghapus jejak-jejak kegelapan malam.
Lin Chen melangkah memasuki gerbang kediaman Keluarga Su dengan tenang. Pakaiannya masih rapi, tanpa setetes darah pun yang menempel, sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang baru saja membantai puluhan pembunuh bayaran elit semalam suntuk.
Saat ia membuka pintu utama, aroma kopi dan roti panggang tercium dari arah dapur.
Di ruang makan, Wang Qin, ibu mertuanya, sedang duduk sambil membolak-balik majalah fashion. Begitu mendengar suara pintu, ia menoleh. Melihat Lin Chen yang baru pulang, wajah Wang Qin seketika berubah masam.
"Hebat sekali, Tuan Muda dari Ibukota," sindir Wang Qin dengan nada tinggi yang melengking. "Semalaman tidak pulang, keluyuran entah ke mana. Kau pikir rumah Keluarga Su ini hotel? Jangan mengira karena kau kebetulan punya tenaga kuli dan memukul pengawal Zhao Tian kemarin, kau bisa bersikap sombong di rumah ini!"
Wang Qin melempar majalahnya ke atas meja dengan kasar. "Cepat ke dapur! Pelayan sedang sibuk membersihkan taman. Buatkan aku sarapan sarang burung walet, dan pastikan suhunya pas!"
Lin Chen menghentikan langkahnya. Ia menoleh menatap Wang Qin dengan tatapan datar, tanpa emosi. Di kehidupan masa lalu, rutinitas pagi ini adalah neraka baginya. Namun sekarang, omelan wanita paruh baya ini terdengar seperti dengungan nyamuk yang tidak relevan.
"Aku bukan pelayanmu," jawab Lin Chen singkat, lalu kembali melangkah menuju tangga untuk kembali ke kamarnya.
Wang Qin terbelalak. Wajahnya memerah karena amarah. "Kau berani menjawabku lagi?! Dasar anak haram yang dibuang! Jika bukan karena kemurahan hati Keluarga Su, kau sudah mati kelaparan di jalanan! Kau—"
"Ibu! Cukup!"
Sebuah suara wanita yang tegas dan dingin memotong teriakan Wang Qin dari arah lantai dua.
Su Ruoxue turun dari tangga. Ia masih mengenakan kemeja kerja dari kemarin, wajahnya terlihat sangat lelah dengan kantung mata yang samar, namun sepasang mata indahnya berbinar dengan kegembiraan dan semangat yang belum pernah terlihat sebelumnya. Di tangannya, ia memegang sebuah map berlogo laboratorium pengujian medis.
Wang Qin terkejut melihat putrinya membela Lin Chen. "Ruoxue, apa yang kau bicarakan? Kenapa kau membela anjing cacat ini? Dia keluyuran semalaman—"
"Ibu, jaga ucapanmu," sela Su Ruoxue, melangkah turun dan berdiri tepat di hadapan ibunya, memberikan pandangan peringatan. "Mulai hari ini, tidak boleh ada seorang pun di rumah ini yang memanggil Lin Chen dengan sebutan cacat atau pelayan. Terutama Ibu."
Wang Qin menganga lebar, seolah baru saja mendengar babi bisa terbang. "Ruoxue, kau... apa kau sudah dicuci otaknya?! Dia cuma tameng pernikahanmu!"
Su Ruoxue menarik napas panjang. Ia meletakkan map laboratorium itu di atas meja makan dengan tangan yang masih sedikit bergetar karena euforia.
"Ibu tahu di mana aku semalaman? Aku berada di laboratorium riset perusahaan bersama tim ahli," ucap Su Ruoxue. Matanya beralih menatap Lin Chen yang berdiri diam di dekat tangga.
"Kami melakukan uji klinis semalaman suntuk terhadap formula yang diberikan Lin Chen. Hasilnya... Ibu tahu apa hasilnya?" Suara Su Ruoxue bergetar karena emosi. "Krim itu tidak hanya menyembuhkan luka bakar tingkat tiga tanpa bekas dalam hitungan menit, tapi efek peremajaan selnya mematahkan semua teori dermatologi modern! Ini bukan sekadar kosmetik, ini adalah keajaiban dunia medis!"
Wang Qin mengerjap bingung. "F-formula? Keajaiban? Apa hubungannya dengan menantu sampah ini?"
"Hubungannya adalah," Su Ruoxue menatap ibunya dengan sangat serius, "Lin Chen telah membeli seluruh saham para direktur pengkhianat kemarin dengan uang tunai puluhan juta Yuan. Saat ini, dia adalah pemegang saham mayoritas dengan 60% kepemilikan. Dia adalah bos besar Grup Su, penyelamat perusahaanku, dan orang yang akan membawa Keluarga Su kita ke puncak provinsi Jiangnan."
Prang!
Cangkir teh di tangan Wang Qin terlepas dan pecah berkeping-keping di lantai. Mulutnya terbuka lebar, matanya menatap Lin Chen dari atas ke bawah seolah melihat hantu.
Puluhan juta Yuan? Pemegang saham mayoritas? Penyelamat perusahaan?
"I-Ini tidak mungkin... rumor di Ibukota bilang dia diusir tanpa membawa sepeser pun..." Wang Qin bergumam dengan kaki gemetar. Jika apa yang dikatakan putrinya benar, ia baru saja menyuruh seorang miliarder untuk memasak sarang burung walet untuknya!
Lin Chen hanya tersenyum tipis melihat wajah pucat ibu mertuanya. Ia tidak tertarik berdebat dengan wanita picik.
"Kerja bagus, Ruoxue," puji Lin Chen pelan. "Pastikan patennya segera didaftarkan atas namamu. Dan rahasiakan komposisi intinya. Cukup bagikan resep pengencerannya ke pabrik."
Su Ruoxue mengangguk cepat. Pipinya yang dingin sedikit merona menerima pujian dari Lin Chen. "Aku sudah mengurus semuanya. Dua hari lagi, Asosiasi Bisnis Jiangnan akan mengadakan Perjamuan Tahunan di Hotel Imperial. Aku berencana meluncurkan produk ini di sana."
"Keputusan yang tepat," Lin Chen mengangguk. "Aku akan menemanimu ke perjamuan itu."
Setelah mengatakan itu, Lin Chen melangkah naik ke lantai dua untuk membersihkan diri, meninggalkan Wang Qin yang masih mematung layaknya patung batu, dan Su Ruoxue yang menatap punggung tegap suaminya dengan perasaan yang sangat campur aduk.
Pria ini... sebenarnya seberapa dalam rahasia yang ia sembunyikan? batin Su Ruoxue. Untuk pertama kalinya, benih rasa kagum mulai tumbuh di dalam hati sang Ratu Es.
Sementara itu, di sebuah rumah mewah bergaya Eropa yang terletak di kawasan elit Kota Donghai.
PLAAAK!
Sebuah tamparan keras menggema di ruang kerja yang luas. Zhao Tian tersungkur ke lantai dengan sudut bibir berdarah. Di depannya, berdiri seorang pria paruh baya dengan raut wajah menyeramkan, memancarkan aura seorang tiran. Dia adalah Zhao Hai, Kepala Keluarga Zhao.
"Bocah bodoh! Idiot tidak berguna!" raung Zhao Hai, dadanya naik turun karena amarah. "Kau mengirim Serigala Hitam dan tiga puluh elit bawah tanah kita hanya untuk mengurus seorang 'menantu buangan', dan hasilnya?! Semuanya hancur! Dantian Serigala Hitam dihancurkan!"
Zhao Tian merangkak bangun dengan tubuh gemetar ketakutan. "A-Ayah, dari mana aku tahu dia menyembunyikan kekuatannya?! Serigala Hitam bilang dia adalah seorang Grandmaster Tahap Bumi! Bukankah intelijen kita bilang meridiannya sudah diputuskan oleh Keluarga Lin di Ibukota?!"
"Intelijen adalah sekumpulan sampah!" Zhao Hai menendang meja kerjanya. Matanya menyipit tajam bak ular berbisa. "Tahap Bumi... jika usianya baru awal dua puluhan dan dia sudah mencapai Tahap Bumi, potensinya terlalu mengerikan. Kita tidak boleh membiarkannya hidup lebih lama lagi, atau Keluarga Zhao kita benar-benar akan dihapus dari peta."
"L-Lalu apa yang harus kita lakukan, Ayah? Jika dia sekuat itu, tidak ada pembunuh di Donghai yang bisa membunuhnya!" ucap Zhao Tian panik.
Zhao Hai menyalakan cerutu, mengisapnya dalam-dalam untuk menenangkan sarafnya.
"Dunia ini tidak hanya berputar pada tinju dan tendangan, anak bodoh," dengus Zhao Hai dingin. "Seorang seniman bela diri sehebat apa pun tidak akan berani melawan birokrasi dan kekuasaan negara secara terang-terangan. Kudengar Su Ruoxue akan meluncurkan produk medis baru dua hari lagi di Perjamuan Bisnis Jiangnan?"
"Benar, Ayah. Mata-mata kita di Grup Su mengatakan mereka mendapatkan formula baru yang sangat luar biasa," jawab Zhao Tian, matanya berkilat penuh kedengkian.
"Bagus." Zhao Hai tersenyum kejam. "Hubungi Pamanmu di Biro Kesehatan dan Badan Pengawas Obat (BPOM) Provinsi. Beri tahu mereka untuk mencabut semua izin edar Grup Su atas alasan 'bahan berbahaya'. Selain itu, hubungi Kepala Asosiasi Bisnis Jiangnan. Aku ingin Grup Su dipermalukan dan dihancurkan di depan seluruh konglomerat provinsi di perjamuan tersebut!"
Zhao Tian langsung tersenyum lebar, melupakan rasa sakit di wajahnya. "Ide yang luar biasa, Ayah! Lin Chen mungkin bisa bertarung, tapi dia tidak bisa menyelamatkan perusahaan istrinya dari kebangkrutan paksa oleh pemerintah! Saat Su Ruoxue hancur, Lin Chen hanya akan menjadi anjing penjaga tanpa rumah!"
Zhao Hai mengangguk pelan. "Dan untuk berjaga-jaga dari balas dendam fisik... siapkan dana 50 Juta Yuan. Aku akan mengundang seorang Tetua dari Sekte Gunung Hitam untuk mengawal kita di perjamuan. Jika si cacat Lin Chen itu berani unjuk gigi, Tetua Gunung Hitam akan mengubahnya menjadi abu."
Kembali ke kamar Lin Chen.
Pria itu baru saja selesai mandi air hangat dan sedang mengenakan kemeja santai saat suara mekanis yang familiar bergema di benaknya.
[Ding!]
[Peringatan: Deteksi niat bermusuhan tingkat tinggi dari Keluarga Zhao.]
[Misi Utama Terpicu: Penaklukan Perjamuan Jiangnan!]
[Deskripsi: Keluarga Zhao merencanakan sabotase politik dan bisnis untuk menghancurkan Grup Su di Perjamuan Bisnis Jiangnan dua hari lagi. Buktikan kepada mereka bahwa kekuatan absolut tidak bisa dihalangi oleh trik murahan.]
[Tugas: Lindungi peluncuran 'Krim Awet Muda', hancurkan reputasi Keluarga Zhao di depan publik, dan bunuh ahli bela diri utusan mereka.]
[Hadiah Misi: 10.000 Poin Sistem & Item Khusus: 'Token Pengendali Pikiran' (Dapat menanamkan loyalitas absolut pada satu bawahan).]
Lin Chen mengusap handuk ke rambutnya yang basah. Sudut bibirnya perlahan melengkung membentuk senyuman iblis yang membekukan.
"Birokrasi? Sekte Gunung Hitam?" gumam Lin Chen pelan. Ia melirik keluar jendela, menatap ke arah pusat distrik bisnis tempat Keluarga Zhao berkuasa.
"Baiklah. Mari kita lihat, siapa yang akan menjadi abu di perjamuan nanti."