NovelToon NovelToon
Kau Milikku! Saudara Tiriku

Kau Milikku! Saudara Tiriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / BXB
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: zean amora

sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 34

Zean berjalan linglung menuju rumahnya.. ia terus menundukkan kepalanya, hanya tanah dan debu yang bisa ia lihat sekarang.

Arine yang melihat Zean dari kejauhan, ia berlari menghampiri Zean. dia sudah merasakan perasaan tidak enak dari yang ia lihat kondisi Zean sekarang berantakan.

"Zean, ada apa? dimana dia? " tanya Arine dengan berhati-hati.

hiks, Zean tak menjawab ia menangis. Arine mendekatinya, dan saat Zean mendongak. deh,... ia melihat Zean hancur lagi..

dengan lembut, ia memeluk Zean.

"Zean, tenanglah.. " ucapnya. tetapi bukan tenang, Zean semakin hancur. ia menangis..

Arine seakan ikut merasakan sesaknya Zean sekarang, ia pun ikut menangis..

"aku tak bisa membawanya Arine. dia bersama dengan putranya sekarang" racaw Zean.

Arine yang mendengar nya, kini mengerti keadaannya sekarang sekacau apa.

...

sore harinya...

angin berhembus,.. menyapa wajah Zean yang sedang duduk di sebuah kursi, memperhatikan rumahnya yang hancur separuh.

"Arine" mamanya Arine memanggilnya.

"apa yang terjadi? kenapa rumahnya-" tanyanya.

Arine hanya menggelengkan kepalanya. mamanya yang paham itu, ia menghampiri Zean.

sambil menepuk bahunya ia berkata

"Nak, bersabarlah. jangan seperti ini. bibi yakin pasti ada jalan keluarnya" ucapnya. tapi nihil, Zean hanya diam tak berniat menjawab.

bibi itu kemudian menangis, ia sakit melihat anak seramah dan sebaik Zean kini harus mengalami hal seperti ini dan dirinya tak bisa membantu. sekarang, anak itu tak lagi tersenyum ataupun tertawa saat di sapanya.

tak tega, mamanya masuk dan pergi memasak. Arine yang melihat itu, dia menjadi sedihh... kenapa harus dialami oleh dirinya. belum sempat ia tenang atas perginya ayahnya, sekarang ia harus mengurus hal ini.

saat akan menghampiri Zean, Faris dari kejauhan berlari menghampiri Zean lebih dulu.

ia mengatakan,

"Zean, besok kata kepsek lu diharapkan masuk sekolah. ada yang harus ia bicarakan denganmu katanya. (Zean tak merespon) ada ap-" setelah mengikuti arah pandang Zean, Faris terkejut. ia shock melihat rumahnya separuhnya hancur.

"ia tak datang" ucap Arine. Faris menoleh ke arah Arine. pantas saja Arine ia tak masuk sekolah dan di telpon juga tak bisa. setelah itu, ia melihat Zean. dia diam dan berantakan sekarang.

melihat keadaan Zean, ia memeluknya memberi ketenangan padanya.

Arine hanya melihat mereka...

...

setelah makan malam, Arine dan mamanya pamit untuk pulang. karena Zean yang menyuruhnya. ia sudah mulai tenang.

"kami pulang dulu. kamu yakin tak ingin menginap dirumah ku? " ucap Arine. tapi Zean menolak ia ingin bermalam di rumahnya ini untuk terakhir kalinya. jika besok rumahnya benar-benar tak bisa ia pertahankan.

gep! Arine memeluk dan menyalurkan ketenangan untuk Zean.

"Aku yakin Zean, dibalik semua ini pasti akan ada kebahagiaan yang menunggumu nanti.. " setelah mengatakan itu,

Arine dan mamanya pergi...

Disisi lain,

seseorang makan malam sendirian di meja makan sambil menghubungi seseorang dari seberang.

"Kau tak akan kesini? gue makan malam sendirian disini" ucap Gavin disalah satu kursi. dengan 4 pelayan yang mengelilingi nya, tetapi menunduk. soalnya ia memakai piyama yang agak terbuka. dan Gavin bilang dia benci jika ia ditatap, apalagi pelayannya perempuan.

"haha. nanti, setelah aku selesai mengurus masalah disini. " jawab dari seberang.

"sok sibuk" ketus Gavin.

"haha. Siapa yang sibuk dan siapa yang santai hm? kemarilah dan kerjakan pekerjaan mu. " ucapnya.

"gue ga bisa kayak lu. udah urus lu aja perusahaan papi" jawab Gavin.

"huhhh (menghela nafas) jangan banyak berulah Gavin. kau itu pewaris om. belajarlah dari sekarang mengurus perusahaan nya" ucapnya.

Gavin tak mendengarkan ia sibuk makan.

hm, ya. hanya itu yang ia ucapkan.

setelah berbicara cukup lama, ia mematikan sambungannya.

ia berhenti, dan melihat makanan yang sedang ia makan sekarang

"Heh. lebih baik tinggal sendirian seperti ini" ucapnya, setelah itu ia kemudian pergi menuju kamarnya.

....

keesokan paginya,...

seperti yang diharapkan, mereka kembali datang ke rumah Zean. Zean berdiri disana,seakan menyambut mereka. ia sendirian, karena ia menyuruh Erine untuk sekolah. saat mereka menghampiri nya, Zean memberikan uang muka yang diberikan kemarin.

"Saya tidak ingin uang. saya hanya ingin rumah ini pak" ucapnya.

bapak itu tertegun, bahkan setelah semuanya ia tetap ingin mempertahankan nya.

"Nak. terima saja, dan buat lah rumah baru dari uang ini. kamu tak melihat? rumahmu sudah hampir hancur sepenuhnya" ucapnya.

Zean tak menjawab, ia menatap mereka..

tepat saat akan melanjutkan lagi, Zean ingin mencoba menahan mereka lagi. dan tiba-tiba sebuah suara terdengar dari kejauhan.

"Tunggu"

Zean menoleh ke arah suara itu, ia membeku. itu mamanya, Clara. ia berjalan dengan seorang pengacara disampingnya.

Clara mengedarkan pandangannya, dan berhenti ke beberapa kayu yang hancur. ia membuka kacamatanya dan ia melotot, melihat rumah itu separuhnya hancur.

Clara mengalihkan pandangan nya pada Zean. ia tak menatapnya..

'ia pasti membenciku lagii' batin Clara.

setelahnya, ia menghampiri orang orang itu.

"Mari kita berbicara sekarang" ucap Clara.

mereka yang melihat itu ingin menolak, tapi pengacara Clara memberikan beberapa surat dan akhirnya mereka mau.

Dan disinilah mereka sekarang. diruang tamu rumah Zean yang sudah tak ada atapnya.

Clara menjelaskan dan bernegosiasi dengan mereka. dibantu pengacaranya.

entah apa yang mereka bicarakan, Zean tak memperhatikan.

yang ia tau, bahwa mamanya itu berbicara lantang dan tegas serta sedikit kejam yang bisa ia dengar. itu gaya bicaranya.

pengacara itu berbicara dan memberikan surat serta dokumen pada mereka. Clara hanya memperhatikan. tapi, setelah itu ia menoleh ke arah Zean.

Ia menatap mereka, Clara yang melihat itu menggenggam tangannya dengan tangan kanannya. sontak Zean langsung menoleh ke arahnya.

Clara benar-benar bertatapan dengan Zean dari jarak dekat. mata sembab, tatapan itu...

dan rambut kuning keemasan nya yang memberikan ke dan mewah padanya...

hanya sekejab, Zean menarik tangannya dari Clara dan memutuskan tatapannya.

...

setelah 2 jam bernegosiasi, akhirnya mereka setuju. Clara mengajukan beberapa tanah dengan lokasi strategis untuk menggantikan rumah Zean karena mereka tetap kokoh.

sesuai kesepakatan, mereka juga mengatakan akan memperbaiki kembali rumah Zean. karena Clara berkata akan menuntutnya.

setelah mendapat kan yang mereka inginkan. mereka kemudian pergi....

"terima kasih pak. uangnya sudah saya tf" ucap Clara. pengacara itu mengangguk dan berpamitan untuk pergi lebih dulu.

setelah pengacara itu pergi, Clara menatap Zean.

"Zean" ucap Clara lembut.

"Kenapa masih datang kesini? " tanya Zean

"Huh... maafkan mama Zean. mama kemarin tak datang. mama,... (ada jeda di perkataannya) mama mengurusi beberapa pekerjaan" ucap Clara

Zean tersenyum miris,

'ia bahkan tak mau jujur padaku'

"oh" jawaban singkat dari Zean.

Clara kemudian tersenyum, dan meraih tangan Zean.

"Jadi, kapan kamu akan pindah ke rumah mama?" tanya Clara antusias.

Zean mengerut kan kening nya. owh ya, hampir ia lupa jika Clara mamanya sangat terobsesi membawanya pergi. ia memanfaatkan ketidak berdayaan Zean untuk mencapai keinginannya.

"Setelah rumah ini kembali utuh" ucap Zean. Clara melihat rumah nya yang kini dibangun kembali bagian yang dihancurkan kemarin.

Clara kemudian tersenyum,

"Baiklah. seperti yang kamu mau. " ucapnya. ia memeluk Zean kemudian. Zean terkejut, tapi ia tak berniat membalasnya.

'masalah rumah sudah selesai. walaupun aku harus ikut bersamanya, tidak masalah asalkan rumah ini tak hancur. ' batin Zean. ia kemudian ingat ucapan Faris kemarin,..

'benar. masih ada satu hal yang perlu aku urus. masalah ujian itu'

....

kalau ada typo manteman, bilang ya...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!