Dijuluki sosok yang ditakuti bahkan oleh para dewa, ia menghabisi segalanya tanpa emosi selama masa hidupnya yang panjang. Tapi setelah pembantaian besar terakhirnya, sesuatu berubah emosinya yang lama terkubur akhirnya bangkit. Detik berikutnya, ia membuka mata di bumi, dalam tubuh baru, memulai kehidupan yang benar-benar berbeda dari masa lalunya yang kelam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 : SANG PENGUASA
______________________
Saat mendengar suara orang asing, gadis kecil itu pun langsung mundur dengan cepat namun dia ditahan oleh Mahendra dengan segera
“gadis kecil jangan takut.." ucap Mahendra dengan lembut
saat mendengar itu gadis kecil itu pun tiba tiba berhenti bergerak dan dia terlihat melirik Kanan dan kiri dengan mata yang di sudah di tutupi dengan kain putih
Mahendra yang melihat itu pun menghela nafas dan kemudian dia mengusapkan telapak tangan nya, kedepan kain yang digunakan gadis kecil itu, Namun setelah itu dia pun perlahan lahan membuka kedua penutup mata gadis kecil itu
"Gadis kecil coba lah buka mata mu secara perlahan lahan.." ucap Mahendra dengan tenang dan lembut
saat mendengar itu gadis kecil itu pun mengerti dan secara perlahan membuka kedua mata nya
Namun setelah dia membuka matanya dia dapat melihat seorang pria dengan wajah tampan dan asing bagi nya sedang menatap nya dengan tenang
"kakak apa kau yang menyembuhkan Nana..?" tanya gadis kecil itu dengan suara yang polos nya
Mahendra yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan kemudian mengelus kepala gadis kecil itu dengan perlahan
“Baguslah karena kau sudah sembuh, apa Nana bisa memberitahu dimana kedua orang tua nana..?" tanya Mahendra dengan tenang
Saat mendengar itu Nana pun terlihat diam dan sama sekali tidak ingin menjawab apa yang ditanyakan Mahendra
Ding Dong!!
- Nana Mirdad
- umur 5 tahun
- penjelasan, Dijual oleh kedua orang tua nya untuk membayar hutang hutang yang mereka miliki
Mahendra yang melihat itu pun hanya bisa menghela nafas dan kemudian dia pun mengelus kepalanya gadis kecil itu
"Gadis kecil apa kau mau ikut aku ke rumah ku..?" Tanya Mahendra kepada gadis kecil itu
Saat mendengar itu gadis kecil itu pun menatap ke atau Mahendra dengan tatapan polos nya “apa kau mau menjadi ayah angkat ku..?" tanya gadis polos itu dengan mata yang sejernih air
Mahendra yang mendengar itu pun tertegun dan bertanya tanya dari mana gadis sekecil ini mengetahui tentang hal hal itu
"Nana dari mana kau tahu tentang anak angkat..?" tanya Mahendra dengan tenang
Saat mendengar pertanyaan Mahendra gadis kecil itu pun tersenyum dengan bahagia
"ayah dan ibu mengatakan nya sebelum aku diberikan kepada orang lain.." ucap Nana
"Ibu bilang saat aku nanti nya sudah menjadi anak angkat dari orang kaya itu maka aku bisa makan dan bahagia.." ucap Nana dengan wajah yang tiba tiba sedih
"tapi ayah dan ibu bohong, saat itu aku di pukuli dan buang begitu saja saat mereka telah membawa ku ke tempat mereka.." ucap Nana lagi
saat mendengar itu Mahendra pun mengangguk dan setelah itu dia pun berbincang dengan gadis kecil itu, setelah setengah jam berbincang ringan gadis kecil itu pun, kembali bahagia dan telah menjadikan Mahendra sebagai ayah angkat nya
"Jika begitu ayo pergi kita akan pergi ke rumah.." ucap Mahendra dengan lembut
saat itu juga Mahendra pun memilih untuk menutup kembali mata Nana dan dia pun di Gendong oleh Mahendra, Namun saat itu juga dia pun telah tiba di halaman rumah sakit dan bersiap untuk pergi bersama gadis kecil nana
"Ayah angkat apa ini kendaraanmu..?" tanya gadis kecil itu dengan mata yang bersinar saat melihat motor sport milik Mahendra
Mahendra yang mendengar itu pun mengangguk dan kemudian dia pun bersama gadis kecil itu langsung mengendarai nya dan menuju ke villa, namun saat Mahendra telah pergi Oktavia yang keluar dengan wajah dingin pun tampak melihat ke arah pergi nya Mahendra barusan
"Kenapa aku sama sekali tidak bisa mengalah kan nya..?, padahal selama sembilan belas tahun ini aku telah berlatih dengan keras namun aku sama sekali tidak bisa menahan satu serangan dari nya.." gumam Oktavia Wilton dengan tangan yang terkepal dengan keras
saat itu juga dia pun hanya bisa menghela nafas dan kemudian dia pun berjalan ke arah mobil sport milik nya dan langsung pergi begitu, saja tanpa berbicara dengan orang orang yang berada di belakang nya
"Apa yang membuat nona begitu marah..?" banyak orang orang yang berada di belakang Oktavia barusan pun langsung bertanya tanya
"Entah lah menurut cerita yang ku dengar nona dikalahkan oleh seseorang di ruangan dokter spesialis mata tadi.." ucap salah satu pria paruh baya di tempat itu
Saat mendengar itu beberapa orang pun menghirup udara dingin dan setelah itu mereka pun dengan cepat pergi dari tempat itu, saat ini Mahendra yang sedang mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi pun tiba tiba melaju dengan kecepatan yang luar biasa
"ingin menghentikan ku..?, aku ingin melihat apa kalian bisa menghentikan ku..?" tanya Mahendra dengan dingin
setelah itu dia pun langsung melaju dengan kecepatan tinggi yang menjadi pusat perhatian di jalan yang begitu luas
"sial bos kita sama sekali tidak bisa mengejar nya.." seorang pria yang mengendarai van hitam pun berkata dengan wajah muram
saat mendengar itu sosok pria dengan tubuh kekar yang berada di dalam Van pun hanya menatap ke arah motor yang semakin cepat dan menjauh dari mereka
"jika begitu cari tahu informasi tentang orang ini dan kita harus melakukan sesuatu yang bisa membuat nya datang ke kita.." ucap sang bos dengan dingin
saat mendengar itu semua bawahan nya itu pun langsung mengangguk dan akan mencari tahu identitas Mahendra, Sedangkan Mahendra sendiri kini sedang berada di villa dan bersama gadis kecil yang terlihat sedang bersemangat lari kesana dan kemari
“ayah angkat rumah mu begitu besar.." ucap Nana dengan suara yang begitu lembut
Mahendra yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan menatap ke arah gadis kecil itu dan di rumah Evelyn tidak ada, namun saat ini ponsel Mahendra pun bergetar dan dia melihat bahwa yang melakukan panggilan adalah istri nya Evelyn
Evelyn: sayang apa kau bisa ke universitas Vonix..?, putri kita sedang dalam masalah dan aku tidak memiliki waktu karna aku harus mengurus perusahaan ku.." ucap Evelyn dengan suara yang begitu tenang dan lembut
Mahendra yang mendengar itu pun langsung menutup telepon nya dan kemudian dia pun langsung berjalan ke arah gadis kecil yang sedang berlari dengan bahagia itu
“Nana ayo kita temui Kakak mu.." ucap Mahendra dengan lembut
Nana yang mendengar itu pun langsung berhenti berlari di ruangan yang luas itu dan menatap dengan mata polos nya
“ayah apa kita akan bertemu dengan para kakak..?" tanya Nana dengan mata yang bersinar dengan terang
Mahendra yang mendengar itu pun mengangguk dan setelah itu kedua orang itu pun langsung berjalan ke garasi bawah tanah, saat itu juga Mahendra pun memilih untuk menggunakan Rolls-Royce phantom dan dengan cepat langsung membawa Nana masuk ke dalam
“ayah mobil mu banyak sekali dan ada juga pesawat di sana..." ucap nana sambil menunjuk ke arah pesawat yang berada sekitar puluhan meter di tempat parkir mobil itu
[0~0]