NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Bahagia

Pernikahan Tanpa Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.

Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.

Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Sebuah villa mewah terlihat megah. Beberapa pelayan rumah tangga sibuk melakukan pekerjaan mereka.

Di salah satu ruang pribadi, seorang pria bernama Leo Fung sedang duduk sambil membaca buku. Sementara itu, istrinya, Ivy Zhang, berdiri di sampingnya dengan wajah lesu.

“Gugurkan anak itu.”

Ucapan Leo yang keluar tanpa sedikit pun menatap istrinya membuat Ivy hampir tidak percaya.

“Beritahu aku alasannya!” ujar Ivy.

“Karena aku belum siap,” jawab Leo dengan dingin.

“Leo Fung, aku tahu sejak awal kau tidak berniat menikahiku, begitu juga denganku. Walau pernikahan ini terjadi atas permintaan orang tua kita, kau harus tahu anak ini tidak bersalah. Dia hanya datang pada waktu yang tidak tepat. Tapi bukan berarti dia harus dikorbankan hanya karena keegoisanmu” ucap Ivy.

“Aku akan mengatur jadwalnya. Jangan membantah perintahku,” kata Leo.

“Kau bukan atasanku. Aku adalah istrimu. Anak ini ada di dalam rahimku. Jadi aku juga berhak menentukan apakah aku akan melahirkannya atau tidak,” ujar Ivy, lalu hendak pergi dari sana.

“Dia tidak boleh dilahirkan.”

Ucapan Leo membuat langkah Ivy terhenti.

“Karena kau merasa anak ini akan menjadi bebanmu? Kalau begitu, aku sendiri yang akan merawatnya tanpa bantuanmu,” jawab Ivy.

“Aku juga berhak membuat keputusan, Ivy. Kau tidak punya pilihan. Atau keluargamu akan kehilangan dana investasi.”

Nada suara Leo tetap tenang, tetapi ancamannya membuat Ivy mengepalkan tangan.

Ia menoleh menatap suaminya.

“Leo Fung, kau hebat sekali. Selalu saja menggunakan kekuasaanmu untuk mengancamku. Menikah denganku, kau yang memutuskan. Menggugurkan anak ini pun kau yang memutuskan. Kalau begitu, untuk apa kau menikah denganku? Untuk apa? Untuk menyiksaku?”

Suara Ivy bergetar menahan emosi.

“Aku tidak pernah meminta kau menerimaku. Aku juga tahu kau dipaksa menikah denganku saat hatimu masih menjadi milik wanita itu. Tapi, Leo, jangan korbankan nyawa yang tidak berdosa hanya karena kau ingin bersamanya.”

Ivy menarik napas panjang.

“Aku bisa merawat anak ini sendiri dan bercerai denganmu. Kalau itu yang kau inginkan agar kau bisa kembali bersama cinta pertamamu.”

Ivy berbalik dan meninggalkan ruangan.

Leo tetap duduk di tempatnya. Wajahnya tenang seolah percakapan tadi tidak berarti apa-apa.

Ia menutup bukunya, lalu mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.

“Halo, Leo. Ada apa?” terdengar suara seorang pria dari seberang sana.

“Atur jadwal untuk melakukan aborsi terhadap istriku.”

Dokter di seberang sana terdiam sesaat.

“Kau sudah membuat keputusan? Leo, kau tahu risikonya, kan? Kondisi istrimu tidak begitu baik. Prosedur itu bisa membuatnya tidak bisa hamil lagi.”

“Aku tahu apa yang aku lakukan.”

Suara Leo terdengar tegas dan tanpa keraguan.

“Terserah dia menolak. Yang penting, kalian harus melakukannya.”

Tanpa menunggu jawaban, Leo langsung memutuskan panggilan.

Ivy kembali ke kamarnya dan duduk di atas ranjang sambil memeluk bantal erat.

“Tiga tahun pernikahan ternyata tidak berarti sama sekali, Leo Fung. Kenangan kita bersama tidak bisa dibandingkan dengan kebersamaanmu bersama mantanmu. Kau begitu tega mengorbankan anak kita. Apakah kau begitu membenciku sampai tidak menginginkannya?” gumam Ivy dengan suara lirih.

Ia mengeluarkan ponsel dan menekan sebuah nomor.

“Halo, Ivy?” terdengar suara seorang pria dari seberang sana.

“Kak Ferry, tolong siapkan berkas perceraian. Aku ingin bercerai dengan Leo!” kata Ivy.

“Ivy, apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba saja?” tanya Ferry.

“Dia masih belum bisa melupakan mantannya. Dia bahkan tidak ingin aku melahirkan anaknya. Aku lebih rela kehilangan dia daripada kehilangan anakku,” jawab Ivy sambil mengusap air matanya.

“Baiklah, Ivy. Tapi jangan terlalu sedih. Kondisimu tidak sehat. Aku akan mengurus sisanya. Hanya saja, aku tidak yakin Leo akan menyetujuinya,” ujar Ferry.

“Dia tidak menolak karena keluarganya. Yang dia inginkan bukan aku. Terserah apa yang dia pikirkan. Saat ini aku hanya ingin mengutamakan anakku.”

Setelah mengatakan itu, Ivy memutuskan panggilan.

Tengah malam, tepat pukul dua.

Sebuah pesan tiba-tiba masuk ke ponsel Ivy yang tergeletak di meja samping ranjang.

Ivy yang terbangun karena suara notifikasi langsung meraih ponselnya. Ia membuka pesan tersebut dan melihat sebuah foto.

Dalam sekejap, Ivy bangkit dari tempat tidur.

Matanya berkaca-kaca saat melihat foto itu.

Tanpa berpikir panjang, Ivy keluar dari kamarnya dan menuju kamar yang biasa digunakan Leo. Ia membuka pintu, tetapi tidak menemukan siapa pun di dalam.

“Leo Fung...” Suara Ivy bergetar. “Aku sedang mengandung anakmu. Kau bukan hanya tidak peduli padaku dan anak kita, tetapi kau malah bersama wanita lain.”

Air mata Ivy jatuh membasahi pipinya.

Seorang pelayan rumah tangga yang kebetulan lewat langsung menghampirinya.

“Nyonya, sudah malam. Kenapa Anda masih di sini?”

Ivy menoleh.

“Apakah Tuan sering keluar setiap malam?”

Pelayan itu ragu sejenak sebelum menjawab.

“Seminggu sekitar tiga kali, Nyonya. Tuan berpesan agar kami tidak memberitahukannya kepada Anda.”

Ivy kembali melihat pesan yang ia diterima tadi.

Tangannya gemetar ketika membuka pesan itu.

Leo.

Pria itu terlihat sedang berada di kamar mandi, dengan tubuh yang masih basah setelah mandi.

Di bawah foto tersebut, terdapat sebuah pesan.

“Suamimu bersamaku malam ini. Dia memintaku memuaskannya karena kau sedang hamil dan tidak bisa melayaninya.”

Wajah Ivy seketika memucat.

Dadanya terasa semakin sesak. Air matanya kembali mengalir tanpa mampu ia tahan.

Tiba-tiba—

Ponsel di tangannya terlepas dan jatuh ke lantai.

Ivy memegangi perutnya.

Rasa sakit yang tajam tiba-tiba menyerang.

“Ahhh!”

1
karin
thanks author
💝F&N💝
secangkir kopi susu manis hangat untukmu yaaaaaaa
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
💝F&N💝
thor, cerita ini sebenarnya bagus. to sayang up nya cuma satu bab saja.
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏
Dini Anggraini
Ivy kamu dengan Calvin duan saja lebih muda dan tampan.
Dini Anggraini
Kakak author yang baik sekali2 berilah fotonya lengkapnya ivy, Calvin, leo, semua pemain yang ada di novel ini. Terimakasih sebelumnya kak. 👍👍👍🥰🥰🥰
Kinara Widya
jadi s Calvin menyukai Ivi
Rapika Ramie
laki2 penzinah merasa tersakiti..menjijikkan..
Dini Anggraini
Ivy ini benar2 anak kandung apa anak pungut ya kak author masak anak kandung bila pernikahan anaknya gak bahagia malah mendukung 100℅ perceraian anaknya apalagi bila menantu selingkuh langsung di ajak pulang ke rumah ortunya ivy itu. Ini malah mendukung leo si tukang selingkuh heran aku kak. 🥰🥰
Pikachu: kandung kk🤭🤭🤭
total 1 replies
MrHuang Coffe
mantap
karin
Cerita nya bagus thorr. Lanjut thor
sunaryati jarum
Tukang selingkuh jatuhkan saja Ivi
Kinara Widya
Calvin menyukai Ivi sepertinya
sunaryati jarum
Ternyata ada udang di tengah bakwan,Calvin menggunakan jasa Ivy, semoga berhasil
Pikachu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Baru mampir
Kinara Widya
apakah Calvin sebenarnya menyukai Ivy...
Kinara Widya
Leo yg egois
Kinara Widya
tambah kak
Kinara Widya
bagus2 ceritanya
Kinara Widya
lanjut kak
Bu Kus
seorang Leo gak akan pernah berubah tetap gak bisa setia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!