Di lima alam kultivasi yang bertingkat — Dunia Fana, Dunia Roh, Dunia Dewa, Dunia Dewa Kuno, hingga Dunia Kekosongan — seorang Kaisar Dewa gagal menembus batas tertinggi dan tubuhnya hancur menjadi debu. Namun jiwanya yang tak pernah mati terlahir kembali ke dunia fana sebagai Ye Hu, anak tertua seorang Marquis yang dicap sampah karena dantian-nya hancur akibat keracunan tiga tahun lalu.
Dengan ingatan ribuan tahun dan pengetahuan alkimia serta teknik kuno yang telah hilang dari dunia, Ye Hu bangkit perlahan. Ia menyembuhkan dantian-nya sendiri, menciptakan pil dengan kemurnian mustahil bagi siapa pun di tingkatnya, dan mengungkap pengkhianatan di dalam keluarganya sendiri —
Ini barulah awal perjalanannya, Selanjutnya dia menemui keturunan dari murid-muridnya sedang menderita di dunia dana ini. Dengan kondisi tubuh yang terbatas, Ye Hu berusaha untuk membantu buyut dari murid-muridnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rick Tur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pangeran Jezeb dan Puteri Zebel
Shen Yuchen menatap muridnya dengan tatapan lembut namun penuh keseriusan. "Muridku Xuan Ling… Ingatkah kau, sewaktu aku meminta inti darahmu dan pecahan rohmu?"
"Tentu saja murid ini mengingatnya," jawab Ye Hu perlahan, meski di dalam hatinya masih ada kebingungan. "Bukankah Guru ingin membuat boneka yang menyerupai murid?"
"Boneka?" Gurunya menggeleng pelan, lalu tersenyum tipis. "Untuk membuat boneka, aku tidak membutuhkan inti darahmu. Inti darahmu itu digunakan untuk menumbuhkan tubuh baru — dimulai dari janin, lalu terbentuk menjadi bayi kecil. Ini bukan sekadar tiruan. Ini seperti kehidupan yang diciptakan kembali. Dan pecahan rohmu… itulah yang memberikan nyawa padanya."
Ye Hu tertegun. Ia mulai tersadarkan, selama berasa di dunia fana, pemahamannya sedikit tumpul. Di dunia dewa, segala hal yang mustahil di mata manusia biasa bisa terjadi termasuk membangun tubuh baru hanya dari inti sel darah — di Spirit Realm saja, tangan yang putus bisa tumbuh kembali, dantian yang hancur bisa dibentuk ulang. Namun ia tidak pernah membayangkan bahwa seseorang bisa dilahirkan kembali dari inti darah dan roh orang lain. Itu seperti jiwa Nascent Soul yang mampu berdiri sendiri dan tumbuh menjadi tubuh yang utuh secara mandiri.
"Tapi Guru…" Ye Hu ragu, menatap gurunya dalam-dalam. "Tubuh asliku dan rohku hancur dalam tribulasi. Mengapa tubuhku yang sekarang masih dapat mengingat dengan jelas rasa sakit petir yang menyambar tubuhku? Bukankah jika pecahan roh sudah dipisah, maka ingatan yang dialami tubuh asli setelah pemisahan tidak akan diketahui oleh yang lain?"
"Hahaha…" Shen Yuchen tertawa renyah, matanya bersinar bangga. "Ada teknik tingkat dewa yang kau belum sempat pelajari dulu. Jika pecahan roh dipisahkan dari tubuh asli, maka ketika tubuh asli hancur, roh aslinya akan ditarik kembali secara otomatis ke arah pecahan roh yang masih utuh. Keduanya menyatu kembali menjadi satu — seperti magnet yang saling menarik. Jadi di dalam tubuhmu saat ini bukanlah sekadar pecahan roh. Itu adalah roh aslimu yang utuh kembali."
Ye Hu terdiam. Perlahan semuanya menjadi jelas. Ia dulu terlalu sombong, terlalu yakin dirinya sudah siap menembus ke dunia atas, padahal bekal dan pemahamannya belum cukup. Benar seperti yang dikatakan gurunya dulu — tubuhnya belum siap menghadapi tribulasi langit.
"Setelah tubuh aslimu hancur," lanjut Shen Yuchen pelan, "duplikat tubuhmu sedang tumbuh di dalam rahim buatan — lalu menjadi bayi. Aku membawa bayi itu ke dunia fana ini dan menitipkannya kepada Ye Ba. Tubuh bayi itu tidak dapat hidup di dunia dewa; Karena a Xuan Ling berasal dari dunia fana maka bayi itu harus kembali ke dunia fana, ia harus kembali ke tempat asalnya. Bahkan tubuh pedang yang kau miliki pun tidak ada lagi pada bayi itu. Tubuh pedang itu hancur bersama tubuh aslimu saat petir menyambar. Yang tersisa hanyalah ingatanmu, namun tanpa tubuh istimewa itu, kau tumbuh seperti anak biasa."
Ia menarik napas dalam, lalu melanjutkan. "Setahun kemudian aku datang lagi. Aku meninggalkan pil penyubur kandungan untuk Nyonya Liu karena melihat betapa ia merawatmu dengan tulus. Aku berharap kau akan tumbuh dalam kasih sayang. Siapa sangka… mereka justru ingin membunuhmu."
"Guru…" Ye Hu menatapnya dengan bingung. "Mengapa ingatanku baru muncul belakangan ini? Mengapa tidak sejak kecil?"
"Karena aku menyegelnya," jawab gurunya tegas. "Bayangkan jika seorang bayi memiliki ingatan seorang Dewa — kepala tubuh fana itu akan hancur. Segel itu baru akan terbuka ketika mentalmu sudah cukup kuat untuk menampungnya. Sama seperti seseorang yang baru menjadi dewasa setelah berada di ambang kematian. Bukankah sejak kecil kau selalu terasa berbeda? Kau mudah memahami teknik bertarung, seolah-olah kau sudah melakukannya ribuan kali sebelumnya? Itulah ingatan bawah sadar yang bekerja di balik kesadaranmu. Dan saat segel itu hancur, barulah aku yang berada di Immortal Realm mengetahuinya bahwa kesadaran mu telah kembali. Bahkan jika tubuh Ye Hu matipun aku juga tahu sehingga bisa membalas dendam — Ketika aku tahu Xuan Ling telah kembali. Saat itulah aku turun ke dunia ini untuk menemuimu. Hanya saja… aku tidak dapat menemuimu langsung ketika mengetahui ada orang yang sengaja menghancurkan dantianmu. Aku mencoba mencari tahu dulu siapa yang melakukannya. Tidak menyangka keluargamu berani berbuat jahat padamu."
Shen Yuchen menatapnya tajam. "Saat Aku tahu siapa dalangnya, sengaja tidak kubunuh karena aku ingin kau membunuhnya dengan tanganmu sendiri. Tapi aku sedikit kecewa. satu hal yang harus kau tahu — kau seharusnya membunuh mereka yang menyakitimu. Itulah jalan menuju keabadian. Jangan biarkan lawanmu bertumbuh untuk membalas dendam. Itu seharusnya sudah menjadi sifat Xuan Ling yang aku tahu. "
"Maafkan aku, Guru," ucap Ye Hu pelan. "Mungkin sifat Ye Hu yang tumbuh di dunia fana ini membuatku tidak sekejam dulu."
"Apakah itu juga mengubah jalan kultivasimu?" Shen Yuchen menatapnya dalam. "Aku tidak menyangka kau memilih jalan yang berbeda dari Xuan Ling. Kau tidak lagi murni pedang. Dengan jalanmu saat ini memegang pedangpun menjadi tidak berguna. "
"Karena muridmu tidak lagi memiliki tubuh pedang jadi muridmu ini tidak lagi mengandalkan pedang. " jawab Ye Hu jujur. "Dan dalam ingatanku, ada satu teknik yang sangat luar biasa — teknik yang dimiliki seseorang yang hampir mengalahkanku di Immortal Realm. Aku ingin memilikinya. Itulah sebabnya aku memilih Kultivasi Chaos."
"Kultivasi Chaos…" Shen Yuchen mengangguk paham. "Itu milik Pangeran Jezeb dari Ras Demon. Kau membunuhnya dan mengambil ilmunya. Teknik itu memang hebat, tapi harganya menguasai kuktivasi Chaos juga mahal — ia membutuhkan sumber daya yang jauh lebih besar dari pada jalan biasa."
"Murid paham, Guru."
"Baik. Sekarang dengarkan hal yang paling penting," nada suara Shen Yuchen berubah menjadi serius dan berat. "Karena kematian Pangeran Jezeb, sekte kita — Sekte Langit Agung — kini dalam bahaya besar. Pasukan gabungan Ras Naga dan Ras Demon sedang menyerang. Hanya tinggal masalah waktu sebelum sekte kita hancur. Dan yang lebih berbahaya — Puteri Zebel, adik Pangeran Jezeb, mengetahui bahwa kau belum mati. Dia sedang mencarimu ke seluruh penjuru alam semesta untuk membalas dendam."
Ye Hu teringat wajah wanita itu. Puteri Zebel… dia pernah menyukainya, namun kakaknya, Pangeran Jezeb, selalu membenci Xuan Ling. Dulu pertarungan itu tak terelakkan — Xuan Ling menang, namun sekarang adiknya datang menuntut balas. Dan kemungkinan besar, serangan terhadap sekte itu adalah bagian dari dendam itu.
"Aku sudah menyampaikan semuanya," tutup Shen Yuchen. "Hati-hatilah. Bahkan di dunia fana ini, ada iblis yang tidak memiliki darah murni namun tetap memiliki koneksi dengan dunia atas. Mereka bisa saja ada di dekatmu tanpa kau sadari."
Gurunya melangkah mendekat, meletakkan tangan di bahu muridnya untuk terakhir kalinya. "Tubuh boneka ini kuserahkan kepadamu Meskipun boneka ini setingkat dengan Nascent Soul namun ilmu yang gurumu tanam ini adalah teknik dewa. Mungkin saat ini kau belum bisa mengendalikannya karena tingkatanmu masih rendah, namun suatu hari nanti boneka ini akan menjadi pelindungmu yang paling setia."
Perlahan-lahan cahaya di tubuh Shen Yuchen meredup. Matanya yang tadinya hidup dan berbinar menjadi kaku dan dingin. Tubuhnya jatuh tergeletak di lantai kamar — bukan lagi sosok hidup, melainkan boneka buatan tangan dewa yang dibuat dengan sempurna. Perisai kedap suara yang menyelimuti ruangan itu pun perlahan lenyap.
"Guru…?" panggil Ye Hu pelan.
Tidak ada jawaban. Hanya keheningan.
Ye Hu segera mengambil tubuh boneka itu dan menyimpannya dengan hati-hati ke dalam cincin penyimpanannya — benda paling berharga yang pernah ia miliki.
Belum sempat ia menenangkan diri, terdengar ketukan di pintu.
"Tuan Ye Hu?" Itu suara Ru Shun. "Aku mendengar suara teriakan. Apakah ada sesuatu yang terjadi?"
Ye Hu menarik napas panjang, menyembunyikan kesedihannya. Ia membuka pintu dan tersenyum tipis. "Tidak ada. Aku hanya bermimpi buruk. Maaf telah mengganggumu."
Ru Shun melihat matanya yang merah, namun tidak bertanya lebih jauh. "
...****************...