NovelToon NovelToon
Cintaku Kalah Sama Dupa

Cintaku Kalah Sama Dupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Misteri
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Attalla Faza

Raya lemes ketika pacar yang sudah menemaninya saat miskin maupun sugih, saat waras maupun lagi nggak eling, saat susah maupun senang, kini hilang tidak ada kabar. Padahal Jaka sempat ajak Raya ke bazar kuliner sebelum menghilang.

Raya dan Jaka adalah pasangan seiya sekata senada dan seirama sejak 3 tahun lalu. Dulu Raya ketemu sama Jack saat lagi razia dagangan yang digelar depan panti jompo.

Raya suka ikut membantu bibinya jualan kembang kuburan dan aksesoris pemakaman, komisinya lumayan buat beli seblak bojrot. Apesnya hari ini sedang ada operasi gabungan sapu bersih dari tim Satpol PP.

" Ya Allah Pak, itu air mawar dan kendi-kendinya jangan dihancurin ya. Saya nggak punya modal lagi buat jualan kembang " mohon Bi Nur

Tiba-tiba ditengah kekacauan itu, muncullah pangeran tampan yang bikin hati Raya geter-geter kayak kena gempa. Lelaki yang baru turun dari truck Satpol PP itu adalah Jaka, ternyata dia adalah anak dari Komandan Pasukan yang bernama Pak Zaki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attalla Faza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Foto Inisial J

Dua bulan berlalu, Raya tetap setia pada rutinitas barunya. Setiap hari, ia selalu menyempatkan diri untuk bangun disepertiga malam. Ia membentangkan sajadahnya, lalu menundukkan kepala dalam sujud panjang yang penuh harap.

Dzikirnya tak pernah putus. Tasbih kayu yang biasa dipakai Mamah Yana kini berpindah tangan ke Raya, butir demi butir ia hitung sambil melafalkan istighfar, shalawat, dan doa-doa yang ia hafal. Ia percaya, seburuk apa pun keadaan yang sedang dihadapi Jack di luar sana, doa yang tulus akan menembus jarak dan waktu.

Perlahan kesedihan yang dulu begitu menguasai hatinya kini berubah menjadi ketenangan. Bukan karena ia sudah tak lagi merindu, melainkan karena ia belajar menyerahkan semuanya pada Yang Maha Membolak-balikkan hati. Raya juga makin rajin ke kampus, skripsinya sudah masuk bab empat, dosen pembimbingnya bahkan sempat memuji progresnya yang tiba-tiba melesat.

"Kayaknya lo kena berkah galau produktif ya, Ray." celetuk Dasha suatu siang sambil menyodorkan draft revisian miliknya yang masih penuh coretan merah.

"Aamiin, mudah-mudahan skripsi gue juga ikut dilancarkan bareng doa buat Aa." jawab Raya sambil tersenyum tipis.

" Orang bilang, kalau seseorang udah 100 hari ngilang, orang itu beneran pergi dari hidup kita. Si Jack cuma punya jatah 1 bulan lagi buat kasih signal, kalau sampai 100 hari dia nggak ada kabar, waktunya lo buat ikhlas. " ujar Ara.

" Anggap aja itu adalah masa iddah, Ray. Setelah 100 hari si Jack ngga ada kabar, lo harus moveon dan melanjutkan hidup. " ujar Dasha dengan teori-nya.

" Berarti gue harus optimistis selama 1 bulan 10 hari ya? " tanya Raya ragu.

"Iyaaa Rayaaaaaa! "

******

Di malam yang dingin itu, Raya rebahan di kasur sambil menggulir linimasa Twitter. Jarinya menggulir pelan, sesekali berhenti membaca cuitan receh mahasiswa yang mengeluh soal skripsi, harga cabai naik, atau prediksi siapa yang bakal jadi lurah Cipeundeuy wetan selanjutnya.

Sampai tiba-tiba, sebuah unggahan dari akun asing tak sengaja muncul di beranda karena banyak yang me-retweet. Unggahan itu membuat jantung Raya seketika berhenti berdetak.

Sebuah foto!

Seorang wanita cantik berpose menyender di bahu seorang pria. Wajah pria itu sengaja ditutup dengan stiker emoji tertawa besar berwarna kuning, seolah sedang dijaga privasinya. Namun bukan wajah itu yang membuat Raya terpaku.

Baju itu...

Kemeja warna abu tua dengan bordir kecil huruf "J" di bagian dada sebelah kiri.

Raya kenal betul baju itu. Sangat kenal, bahkan.

Itu kemeja yang ia beli dari hasil jualan kembang kuburan selama dua bulan. Itu kado ulang tahun Jack yang ia berikan tahun lalu.

Raya sengaja memesan bordir custom nama depan Jack di konveksi kecil dekat kosan Ara, dengan alasan romantis "biar Aa selalu inget sama Neng kalau pakai baju ini."

Jantung Raya berdegup kencang, tangannya gemetar hebat memegang ponsel. Ia perbesar foto itu berkali-kali, memastikan matanya tidak salah lihat. Namun semakin ia perbesar, semakin jelas pula detail bordir itu terlihat.

Itu memang bajunya. Baju yang ia berikan untuk Jack yang ia pesan custom.

Dengan jari yang masih gemetar, Raya mengetuk nama akun yang mengunggah foto itu.

@ManduL_Cantiq

Bio akun itu sederhana: "SPG Otomotif 🚗✨ | Sukabungah | DM open buat kerjasama."

Foto profilnya menampilkan seorang wanita berusia sekitar 25 tahunan, cantik dengan riasan tebal khas SPG mobil, dan senyumnya lebar penuh percaya diri.

Raya menggulir unggahan-unggahan sebelumnya. Ternyata wanita itu memang kerap membagikan momen kesehariannya, mulai dari foto saat bertugas di pameran otomotif, review skincare, sampai curhatan singkat soal kehidupan asmaranya yang menurutnya "so sweet banget belakangan ini."

Salah satu cuitan yang membuat Raya makin merasa sesak berbunyi:

"Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga sosok yang treat me like princess. Makasih ya, sayang, udah selalu ada 🥰 #couplegoals"

Diunggah dua minggu lalu.

Raya menatap layar ponselnya lama sekali, dadanya naik turun menahan gemuruh yang begitu besar. Bibirnya bergetar, matanya panas menahan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata.

"Ini mirip sama Aa Jack, aku tau banget posturnya. " gumamnya lirih, suaranya nyaris tak terdengar sendiri.

Ia mencoba menenangkan diri, mencoba berpikir jernih. Bisa saja ini hanya kebetulan, atau ada baju serupa yang dijual di pasaran, bordir nama "J" juga bukan sesuatu yang eksklusif hanya untuk Jack seorang. Bisa Jajang, Juned, Jupri atau Jaenudin.

Tapi hati kecilnya menolak semua kemungkinan logis itu. Posisi bordirnya terlalu presisi untuk sekadar disebut kkebetulan Dan yang paling membuat dadanya semakin sesak adalah lokasi yang tertera di bio akun itu.

Sukabungah.

Tempat yang sama persis dengan lokasi "pelatihan" yang menurut Kang Hadi, menjadi alasan kenapa Jack menghilang selama ini.

Raya segera bangkit dari kasurnya, jantungnya berdegup begitu kencang hingga terasa menyakitkan. Ia meraih ponsel erat-erat, jarinya bergerak cepat mengetikkan pesan ke grup chat sahabatnya.

[Raya: Guys, kalian masih bangun?]

Balasan pertama datang dari Ara yang memang terkenal jadi burung hantu karena jarang tidur cepat.

[Ara: Gue masih melek Ray, lagi lanjutin drakoran, kenapa?]

[Yasmin: Masih ready, ada apa? kok jam segini chat?]

Raya menghela napas panjang, mencoba menata jarinya yang masih gemetar sebelum mengirimkan tangkapan layar foto itu ke grup.

[Raya: Ini... baju yang dipakai cowok di foto ini. Itu baju yang gue kasih ke Jack tahun lalu. Bordirannya sama persis yang gue custom di tukang bordir dekat kost Ara]

Hening sejenak. Raya bisa membayangkan ketiga sahabatnya itu sedang terdiam menatap layar dengan wajah kaget.

[Dasha: WHAT?! Lo yakin itu si Jaka Sembung?]

[Raya: Yakin banget Sha, gue yang pesenin bordirnya sendiri. Nggak mungkin gue salah]

[Ara: Astagfirullah... itu akun siapa Ray?]

[Raya: SPG mobil, lokasinya di Sukabungah. Sama kayak tempat "pelatihan" Jack]

Pesan-pesan panjang mulai memenuhi grup itu, ketiga sahabatnya sama terkejutnya dengan Raya, saling melempar dugaan dan spekulasi yang membuat kepala Raya makin berdenyut nyeri.

[Yasmin: Sabar dulu Ray, jangan buru-buru ambil kesimpulan. Bisa aja itu kebetulan, jangan keburu napsu ngelabrak]

[Dasha: Tapi kebetulan kok detailnya sampe segitu persis sih? Itu bukan baju yang dijual bebas di pasaran kan Ray?]

[Raya: Enggak Sha, itu request custom. Itu bukan penjahit besar kayak Agus Tailor. ]

[Ara: Bener guys, itu maha karya si Mang Ujang penjahit deket kosan gue, jarang banget yang tau tempat itu kecuali warlok]

Raya merasa dunianya seakan runtuh perlahan. Semua petunjuk yang selama ini ia coba tepis dengan husnuzan, kini seolah menyatu membentuk sebuah kebenaran yang begitu menyakitkan untuk diterima.

Namun di tengah kekacauan pikirannya, sepotong ingatan tiba-tiba melintas. Kata-kata Ceu Kokom yang masih terngiang jelas di telinganya.

"Jangan sampai ketakutan itu justru menjadi makanan bagi demitnya, sebab semakin kita lemah dan putus asa, maka sihir itu semakin kuat."

Raya menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan gejolak dalam dadanya. Ia tidak boleh gegabah. Ia tidak boleh langsung menuduh atau menyimpulkan sesuatu hanya dari sepotong foto tanpa wajah yang jelas.

[Raya: Guys, makasih ya udah dengerin kegalauan gue. Mulai sekarang, gue stalking dan cari petunjuk lewat akun itu]

[Ara : Kalau mau langsung ke Sukabungah, gue siap ngawal]

[Dasha: Lo mau samperin ke Sukabungah?]

[Raya: Itu options terakhir yang bisa gue ambil. Gue harus cari tau sendiri kebenarannya, gelisah banget kalau gue cuma nebak-nebak gini.]

[Yasmin: Kalau butuh temenin bilang aja, kita pasti anter]

[Ara: Iya Ray, jangan pergi sendirian. Nanti kita atur waktu bareng-bareng]

Raya mengetikkan ucapan terima kasih singkat sebelum akhirnya meletakkan ponselnya di atas meja. Ia menatap langit-langit kamarnya yang temaram, hanya diterangi lampu tidur kecil berwarna kuning pudar.

Air matanya akhirnya jatuh juga, membasahi pipinya yang sudah lelah menahan berbagai perasaan sejak berbulan-bulan terakhir. Namun kali ini, tangisnya bukan lagi tangisan penuh keputusasaan seperti dulu, melainkan tangisan seorang perempuan yang tengah berjuang mempertahankan kepercayaannya sendiri.

"Ya Allah, kalau memang ini jalan yang harus aku lalui untuk tau kebenarannya, kuatkan hati hamba Ya Rabb. Kalau memang Aa memang sudah berubah, bukakan mataku selebar-lebarnya. Tapi kalau ini semua cuma fitnah dan kesalahpahaman, tunjukkan jalan supaya semua jadi terang," bisik Raya lirih, suaranya bercampur isak tangis yang tertahan.

Untuk pertama kalinya sejak 2 bulan terakhir, Raya tidak langsung bisa memejamkan mata dengan tenang. Bayangan foto tanpa wajah dengan baju yang begitu ia kenali terus berputar di kepalanya, bercampur dengan rasa takut, marah, dan sisa-sisa harapan yang masih coba ia pertahankan mati-matian.

Namun di tengah kekalutan itu, satu tekad baru tumbuh kuat di dalam dadanya. Ia tidak akan lagi hanya menunggu dan berandai-andai. Kali ini, Raya bertekad untuk mencari kebenaran itu sendiri, apa pun risiko dan rasa sakit yang mungkin akan ia temui di ujung jalan.

Sebab menunggu dalam ketidaktahuan, ternyata jauh lebih menyiksa daripada menghadapi kenyataan itu sendiri, sepahit apa pun kenyataan itu nantinya.

1
gina altira
Manda bener" udah buta hati
Lailatul Qadriah
mantap kan man? belom slsay man..sabar y..masih permulaan🤭
Afsyura Novrianti
Berikan penderitaan paling berat dan menyakitkan untuk wanita berhati iblis itu jangan biarkan hidupnya tenang. Sudah banyak yang menderita karena ulah nafsu durjananya.
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Harusnya bukan dimasukkan ke penjara tapi ke RSJ.. dia tuh udah kena ganguan mental akut.. dia harus kasih sayang kepercayaan perhatian dan validasi dari orang tapi caranya ya gitu ekstrim
rasahaz
puas puas puaaaaas lo rasain rubah betina musang birahi,,, 😡😡
rasahaz
ciiiihh pngen dcintai,, yg da lo cintai sma jin dsar musang birahi,, lo mng pnya raga ny c jaka tpi ngga dgn hati ny,, smua itu palsu😏😏😏😏
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Bu lain kalie konfirmasi dulu sama anaknya or perempuan yg disukai anak bukan asal nelen idup² info yg gak jelas dan dari orang yang gak dikenal 🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️ Haduhhh ngaku orang pinter kok gampang bgt dibodohi

Bakar tuh jimatnya, Bu biar anakmu eling..
Mana ada orang pkk begituan bales dg tulus... Itu mah halusinasi gilamu sendiri.. dasar ulet keket /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Lailatul Qadriah
eh mandot g semua yg kita inginkan itu baik buat kita.hadeuhh Sush KLO punya otak dipke buat nget*t Mulu mh
gina altira
nah lho Manda,, ga da kapoknya dan ga mikir" sih
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
No komen lah.. selama penyakit hati masih bertumbuh sampai kiamat juga masih aja kyk gitu
gina altira
kak Atha,, baru kali ini baca karya kak Atha yang bikin hati dongkol banget. Raya bikin kuat dunk lawan tuh si Manda.
Lailatul Qadriah
nth knp ko aku y kurg sreg SM razqa dn kluarg nya y...semoga raya BS dptin Gus Gus lah gt..yg punya ilmu kebatinan..yg BS jagain raya jg
nurul @zna
Doa Mamah Yana terkabul... Jack gak akan bs punya anak, meskipun dr perempuan yg berbeda... n sepertinya selain kena karma ats perbuatannya si Manda tuh kena ucapan/tulisannya sndiri ya... kan akun sosmednya @Mandul_Cantiq... maksudnya sih mungkin Manda ya tp diplesetin jd Mandul... eh mandul beneran...
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Setiap pilihan pasti ada resikonya.. entah itu jadi kebaikan dan keberkahan or jadi kesakitan dan kerugian yg bisa buat hidup jadi semakin terpuruk hingga akhir
.
Lagian orang waras mikir 1000x duwit segitu banyak habis buat hal gak jelas dan pasti cari cara buat usaha sendiri tanpa capek ikut aturan orang lain dg kejar target
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
wahhhh sukurin tuh jadi aset masa depannya ancur lebur gitu 🙊 Astagfirullahalazim
🔵🙏🏻OFF GC🙏🏻📴𝘠𝘢𝘴𝘮𝘪𝘯
Alhamdulillah dukunnya meninggoy juga.. napa betina jadi² ikutan meninggoyy, Mak 😁
gina altira
Manda gimana rasanya kena sihir sendiri
gina altira
Sudah saatnya Manda ulat Keket itu menerima balasan
rasahaz
puas puas puas loh ,,, 😂😂😂 rasain kau l0nt3,,, 😂😂👍
Lailatul Qadriah
mam mam dah tuh🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!