NovelToon NovelToon
Anomali Medis 2 : Sebuah Pembuktian

Anomali Medis 2 : Sebuah Pembuktian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Berawal dari Kesialan Hidup, membuat Kevin Sanjaya Bangkit dengan bantuan Meteorit dan buku pemberian Kakeknya "Kitab Medis Surgawi"

Beberapa hal dari hidupnya seketika berubah, tiga wanita cantik, Asosiasi Super Power Nasional, bahkan mendapat Cacing Emas Gu Legendaris untuk memperkuat tubuhnya.

Namun, perjalanan Kevin Massi Panjang. Dan, kali ini dia menjadi target organisasi terkuat dunia 'Demonic' dalam memperebutkan 5 Artifak Medis Legendaris, yang di percaya bisa membuat pemiliknya hidup abadi.

Apa saja yang akan di lewati Kevin Sanjaya, di season 2 kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Pindahkan Mesin ATM!

Ketika Kepala Kepolisian menyadari bahwa wanita di depannya terang-terangan mengabaikannya, amarah yang tak beralasan langsung membara di dalam dadanya.

Bagaimanapun, dia adalah Kepala Kepolisian Kota Jaya yang terhormat. Selama ini, dia tidak pernah terbiasa diperlakukan seperti udara.

"Aku sedang berbicara denganmu! Apa kau tidak dengar?"

Kepala Kepolisian menatap Nona Amel dengan dingin.

"Kau menerobos masuk ke halaman kantor Walikota dengan mobil. Kau telah mengganggu ketertiban dan melanggar hukum. Aku punya hak penuh untuk menangkap dan menginterogasimu!"

"Berisik sekali."

Nona Amel membuka bibirnya. Tatapannya dingin tanpa sedikit pun emosi.

"Turunkan senjatamu. Mungkin aku masih akan membiarkanmu hidup."

Mendengar perkataan itu, kemarahan kepala Kepolisian berubah menjadi tawa tak percaya.

"Membiarkanku hidup? Hahaha, lucu sekali!"

"Karena mengemudi secara sembrono, kau telah mengganggu pekerjaan kami. Apa kau pikir aku tidak berani menarik pelatuk?"

Pada saat itu, tatapan Walikota menjadi tajam.

"Dia jelas bersekongkol dengan Kevin! Kepala Kepolisian, jangan biarkan dia mengalihkan perhatian kita. Kalau dia berani ikut campur, tembak dia!"

Nona Amel hanya menoleh.

Detik berikutnya—

Swoosh!

Tubuhnya menghilang dari tempat semula.

Dalam sekejap, dia sudah muncul tepat di hadapan Walikota!

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Walikota.

Tubuhnya langsung terlempar beberapa meter, sementara pipinya membengkak seketika.

"Berani-beraninya kau memukulku?!"

Walikota memegangi pipinya yang terasa perih. Wajahnya dipenuhi keterkejutan sekaligus kemarahan.

"Kepala Kepolisian, tunggu apa lagi?! Dia adalah teroris yang menyerang pejabat pemerintah! Tangkap dia sekarang!"

Melihat Walikota ditampar hingga terlempar, jantung Kepala Kepolisian serasa diremas.

Kepala Kepolisian menyadari bahwa wanita di hadapannya bukan orang biasa.

Namun dirinya kini berada di perahu yang sama dengan Walikota. Mundur bukan lagi pilihan.

"Bekuk dia! Bawa dia kembali dan lakukan pemeriksaan menyeluruh!"

Kepala Kepolisian berteriak keras.

Beberapa polisi segera maju dengan pistol diarahkan ke kepala Nona Amel. Dua orang bahkan mengulurkan tangan untuk menangkapnya.

Melihat pemandangan itu, Kevin hanya bisa memandang para polisi tersebut dengan rasa kasihan.

Mereka benar-benar berani mengangkat tangan terhadap Kepala Divisi Langit dari Biro Super Nasional, tanpa mengetahui siapa yang sedang mereka hadapi.

Orang-orang ini benar-benar sedang mencari masalah.

Dan benar saja—

Ketika beberapa polisi dengan berani mencoba menyentuh Nona Amel, ekspresinya langsung berubah dingin.

Wuusss!

Tenaga Sejati Es di dalam tubuhnya meledak dalam sekejap!

Polisi yang baru saja mengulurkan tangan tiba-tiba membeku di tempat.

Lapisan es dengan cepat merambat dari pergelangan kaki mereka, naik ke betis, paha, tubuh, hingga kepala.

Dalam beberapa detik saja—

Mereka berubah menjadi patung es!

Seluruh tubuh mereka terbungkus es dan tidak bisa bergerak sedikit pun.

"Apa... apa ini?!"

Melihat beberapa rekannya berubah menjadi patung es, polisi lainnya langsung ketakutan setengah mati.

Mereka bahkan tidak melihat Nona Amel bergerak!

Namun orang-orang di depan mereka sudah membeku seluruhnya.

Kekuatan seperti ini terlalu mengerikan.

"Siapa sebenarnya kau?"

Pada saat itu, Kepala Kepolisian menatap Nona Amel dengan ketakutan.

Giginya bahkan bergemeletuk tanpa sadar.

Tang!

Pistol di tangannya terlepas dan jatuh ke lantai.

"Suruh mereka menurunkan senjata."

Suara Nona Amel terdengar datar tanpa emosi.

Kepala Kepolisian menelan ludah.

Karena ketakutan, suaranya bahkan bergetar ketika memberikan perintah,

"Semua orang... turunkan senjata!"

Di hadapan Nona Amel, dia merasa benar-benar tidak berdaya.

Wanita itu mampu membekukan beberapa orang tanpa melakukan gerakan yang jelas. Dengan kekuatan seperti itu, apa yang bisa dia lakukan untuk melawannya?

Yang paling menakutkan adalah ketidakmampuan memahami kekuatan lawan.

Dan saat ini, itulah yang dirasakan kepala Kepolisian.

Mendengar perintahnya, para polisi lainnya dengan enggan meletakkan senjata mereka di lantai.

Mereka kemudian mundur perlahan sambil terus mengawasi Nona Amel dengan waspada.

Tidak ada satu pun dari mereka yang ingin berubah menjadi patung es berikutnya.

Setelah situasi terkendali, Heri menatap Kevin dengan kekaguman yang tidak disembunyikan sedikit pun.

"Tuan Muda, aku benar-benar tidak menyangka kau memiliki kemampuan seperti ini. Luar biasa!"

Dia kemudian melirik Nona Amel.

"Tapi Tenaga Es ini... seharusnya merupakan kemampuan khusus, bukan? Apakah Wanita itu berasal dari Biro Super Nasional?"

Organisasi Demonic dan Biro super Nasional sudah lama menjadi musuh bebuyutan, jadi Heri cukup mengenal organisasi tersebut.

"Benar."

Kevin tersenyum tipis.

"Dia bukan hanya agen terbaik Biro Super Nasional, tetapi juga Kepala Divisi Langit."

"Dia Kepala Divisi Langit?!"

Heri menarik napas tajam.

Tatapannya terhadap Nona Amel langsung berubah menjadi semakin penuh hormat.

Sekarang semuanya masuk akal.

Dengan status setinggi itu, tidak mengherankan jika kekuatannya begitu mengerikan.

Namun tiba-tiba sebuah pikiran muncul di benak Heri.

Wajahnya langsung berubah.

"Tuan Muda..."

Dia menatap Kevin dengan gugup.

"Jangan-jangan kau juga berasal dari Biro Super Nasional?"

"Selamat. Tebakanmu benar lagi."

Kevin menyilangkan kedua tangan di dada sambil tersenyum jahil.

"Semua anggota Demonic masuk daftar buronan. Sebagai ahli Tingkat Kaisar Puncak, harga kepalamu kira-kira dua puluh miliar, bukan?"

Kevin menepuk bahu Heri.

"Kau benar-benar mesin ATM berjalan."

Wajah Heri seketika pucat pasi.

"Tuan Muda!"

Dia buru-buru memohon,

"Kesetiaanku kepadamu tidak pernah goyah! Kau tidak boleh menyerahkanku kepada Biro Super Nasional!"

"Kalau aku ditangkap, aku mungkin tidak akan pernah melihat matahari lagi. Aku lebih baik mati!"

Saat itu Heri benar-benar ingin menampar dirinya sendiri.

Bagaimana mungkin dia begitu bodoh?

Kalau sejak awal dia tahu Kevin adalah anggota Biro Super Nasional, bukankah menyerang agen mereka sama saja dengan mencari kematian?

Melihat wajah Heri yang pucat seperti mayat, Kevin langsung menyeringai.

"Tenang, aku hanya bercanda."

"Kalau benar-benar ingin mendapatkan uang dari kepalamu, sejak awal aku tidak akan repot-repot menyembuhkanmu."

Kevin menepuk pundaknya.

"Namun... siapa tahu suatu hari nanti aku benar-benar kekurangan uang. Saat itu mungkin aku akan mempertimbangkan berapa harga kepalamu."

"Tuan Muda..."

Heri merasa sangat menyesal.

Dia benar-benar menyesal pernah berurusan dengan Kevin.

Sementara Heri masih meratapi nasibnya, Kevin sudah berjalan dengan ceria menuju Amel.

"Nona Amel, apa yang membawamu kemari?"

Nona Amel menatap Kevin dan menjawab dengan lembut,

"Jesika melihat sinyal ponselmu tiba-tiba menghilang. Aku curiga sesuatu telah terjadi padamu, jadi aku segera datang."

Dia kemudian menyerahkan sebuah telepon pintar kepada Kevin.

"Ini ponsel terbaru dari Akademi Ilmu Pengetahuan. Perangkat ini bisa terhubung langsung ke satelit. Mulai sekarang, kau tidak perlu khawatir kehilangan sinyal lagi."

Kevin menerima ponsel itu dan melihatnya dengan penuh minat.

"Ini ponsel yang bagus."

Dia tersenyum lebar.

Untung saja sebelumnya dia belum sempat membeli ponsel baru.

Nona Amel kemudian menyapu pandangannya ke seluruh tempat.

"Apa sebenarnya yang terjadi di sini?"

"Tidak ada masalah besar."

Kevin tersenyum getir.

"Walikota adalah orang Demonic. Dia mengejarku karena aku mengetahui identitasnya. Kurang lebih begitulah kejadiannya."

Kevin kemudian melirik Walikota.

Mengingat semua yang telah dilakukan pria itu kepadanya, senyum tipis muncul di wajahnya.

"Kalau melihat apa yang sudah dia lakukan kepadaku..."

Kevin mengangkat bahu dengan santai.

"Kurasa kalau aku membunuhnya, itu juga tidak bisa dianggap berlebihan, kan?"

1
andi widya
cerita yang sangatlah menarik
VirgoRaurus 31Smile
Mentri pertahanan juga tolol... orang bego kok bisa jadi pejabat, kalah wibawa dari walikota... ini pasti yg tolol Author... MEMBAGONGKAN.
Kenjiro Dominic: kenapa Author yang di salahin😭, WalikotaNya aja yg punya bekingan tinggi di pemerintahan.... makanya sekelas Mentri pertahanan nggak mampu lawan Walikota.... tauh Kan Negeri kayak gitu di mana? 🤭🤣😁
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
goblog... kenapa bisa jadi Kapolres kau... orang tolol gak bisa bedain status pejabat kok bisa jadi kepala polisi... ancur negara, Thor...
Kenjiro Dominic: Negara Konoha kedua 🙏🤣😭
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
maling teriak maling...
VirgoRaurus 31Smile
heleh prettt... lama lama ceritanya amburadul... payah... emangnya kedudukan Mentri pertahanan fi bawah Kapolres dan walikota ya Thor... ini yg kampret Mentri pertahanan atau Author sih... MEMBAGONGKAN.
VirgoRaurus 31Smile
Mentri pertahanan gak punya wibawa, kalah dg walikota dan Kapolres... Mentri payah...
VirgoRaurus 31Smile
lho lha menteri pertahanannya tindakannya bagaimana... kok diam aja...
VirgoRaurus 31Smile
jelas pengaruh walikota cuma seujung kuku menteri pertahanan...
VirgoRaurus 31Smile
tendangan apa pukulan Thor...?
Naga Hitam
jir
K4k3k 8¤d¤
👍👍
Hardware Solution
kereeeen abissss
Divka
lama " x update ..pdhal novel ne ckup bgus
Divka
la jut thorr..smg makin smngt menulis😍
Divka
bagus
GEMBONG SAKTI
lanjuuuut
Was pray
gak kelar. kelar kayak gangsing muter2
VirgoRaurus 31Smile: kayaknya Author kehabisan ide... makanya ceritanya jadi ngawur...
total 1 replies
GEMBONG SAKTI
🤣🤣🤣🤣ni mo berantem apa curhat curhatan 🤣🤣🤣🤣🤣
GEMBONG SAKTI
apakah dagumu berkumis?
bibirmu berjenggot?
VirgoRaurus 31Smile
kenapa baru sekarang tingkat kultivasi dijelaskan... pada jilid satu kayaknya belum deh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!