NovelToon NovelToon
SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dokter Ajaib / Tamat
Popularitas:218.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Bima Aditya, seorang dokter magang yang diremehkan dan dicampakkan kekasihnya demi pria kaya, tiba-tiba mendapatkan keajaiban setelah mengalami kecelakaan tragis. Ia membangkitkan Sistem Medis Super yang memberinya kemampuan bedah tingkat dewa, mata-X, dan pengetahuan medis puluhan tahun, dengan syarat ia harus terus menyelamatkan nyawa pasien di lapangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Brummm.

Mobil SUV hitam itu memasuki gerbang kediaman utama keluarga Pratama dengan kecepatan tinggi.

Bima Aditya melompat turun dari mobil bahkan sebelum kendaraan itu berhenti sempurna.

Di tangannya terdapat sebuah tas pendingin baja yang berisi masa depan Kiara.

"Siapkan ruang fasilitas medis VIP di sayap kiri sekarang juga," perintah Bima pada kepala pelayan yang menyambutnya.

"Pastikan tidak ada satu pun orang yang masuk tanpa izinku."

Kepala pelayan itu mengangguk cepat dan langsung berlari memberikan instruksi pada staf lainnya.

Bima berjalan menyusuri lorong mewah itu dengan langkah lebar.

Kakek Darma yang mendengar keributan segera keluar dari ruang kerjanya.

"Bima, kau sudah kembali."

"Apakah operasimu di markas sindikat itu berjalan lancar?" tanya pria tua itu dengan wajah penuh harap.

Bima menghentikan langkahnya sejenak dan menatap Kakek Darma.

"Markas mereka sudah rata dengan tanah, Kakek Darma."

"Dan saya sudah membawa kunci untuk menyembuhkan penyakit Nona Kiara."

Mendengar hal itu, mata Kakek Darma berkaca-kaca menahan haru.

"Lakukan apa pun yang harus kau lakukan, Bima."

"Seluruh sumber daya keluarga Pratama ada di bawah kendalimu malam ini."

Bima mengangguk mantap dan kembali melanjutkan langkahnya.

Sesampainya di fasilitas medis pribadi keluarga Pratama, Bima langsung mengunci pintu dari dalam.

Cklek.

Ruangan itu memiliki peralatan bedah dan laboratorium yang bahkan lebih canggih dari rumah sakit pusat.

Bima meletakkan tas pendingin itu di atas meja stainless steel.

Dia memakai jas lab bersih dan sarung tangan bedah khusus.

"Sistem, aktifkan panduan Prosedur Penyembuhan Genetik sekarang," batin Bima.

[Prosedur Penyembuhan Genetik diaktifkan.]

[Ekstraksi RNA dari parasit mutan akan dimulai.]

[Host harus mengekstrak cairan sumsum tulang belakang parasit tanpa membunuhnya terlebih dahulu.]

Bima membuka tas pendingin dan mengeluarkan tabung kaca berisi parasit hitam tersebut.

Parasit itu menggeliat ganas saat merasakan perubahan suhu.

Bima mengambil sebuah jarum suntik mikro yang sangat tipis.

Tangannya tidak bergetar sedikit pun berkat peningkatan ketangkasan jarinya.

Dia membuka tutup tabung dan menjepit tubuh parasit licin itu menggunakan pinset perak.

"Diamlah, makhluk menjijikkan," gumam Bima pelan.

Jleb.

Jarum mikro itu menembus tepat di bagian pangkal saraf utama parasit tersebut.

Bima menarik tuas suntikan dengan sangat perlahan dan hati-hati.

Setetes cairan berwarna biru terang berhasil ditarik masuk ke dalam tabung suntik.

Setelah mendapatkan ekstrak itu, Bima memasukkan kembali parasit yang kini melemah ke dalam tabung asalnya.

[Ekstraksi berhasil.]

[Campurkan cairan biru tersebut dengan plasma darah pasien untuk membentuk serum genetik.]

Bima segera mengambil kantong plasma darah Kiara yang sudah disiapkan sebelumnya.

Dia mencampurkan tetesan biru itu ke dalam plasma darah dan memasukkannya ke dalam mesin sentrifugal.

Wunggg.

Mesin itu berputar dengan kecepatan sangat tinggi selama lima belas menit.

Bima menatap putaran mesin itu dengan keringat dingin di dahinya.

Waktunya semakin sempit dan dia tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun.

Ting.

Mesin sentrifugal berhenti berputar.

Bima mengeluarkan tabung reaksi dari dalam mesin dan melihat cairan di dalamnya sudah berubah menjadi bening keemasan.

"Ini dia serum penyembuh Kardiomiopati Hipertrofik."

Bima memasukkan serum itu ke dalam alat suntik infus khusus dan membawanya keluar dari laboratorium.

Dia berjalan menuju kamar perawatan Kiara yang berada tepat di sebelah fasilitas medis tersebut.

Di dalam kamar, Kiara terbaring lemas dengan selang oksigen menempel di hidungnya.

Wajah cantiknya terlihat sangat pucat karena obat penstabil sebelumnya mulai kehilangan efeknya.

"Dokter Bima..." panggil Kiara lemah saat melihat Bima masuk.

"Anda kembali dengan selamat."

Bima tersenyum hangat dan duduk di kursi samping ranjang Kiara.

"Tentu saja saya kembali, Nona Kiara."

"Saya sudah membawa obat yang akan mengakhiri semua penderitaan Anda malam ini."

Kiara menatap jarum suntik berisi cairan keemasan di tangan Bima dengan pandangan ragu.

"Apakah ini akan terasa sakit, Dokter?"

Bima menghela napas pelan dan memutuskan untuk berkata jujur.

"Proses ini akan sangat menyakitkan, Nona Kiara."

"Serum ini akan memaksa otot jantung Anda yang menebal untuk meluruh dan menyusut kembali ke ukuran normal."

"Anda mungkin akan kehilangan kesadaran selama prosesnya berlangsung."

Mendengar penjelasan itu, Kiara justru tersenyum dan meraih tangan Bima.

Tangannya terasa sangat dingin dan gemetar.

"Aku percaya padamu, Dokter Bima."

"Lakukanlah sekarang."

Bima mengangguk dan mulai memasang alat suntik itu ke jalur infus di punggung tangan Kiara.

"Aku akan mengawasimu setiap detik."

"Aku tidak akan membiarkan jantungmu berhenti berdetak."

Bima membuka katup infus dan membiarkan cairan keemasan itu mengalir masuk ke pembuluh darah Kiara.

Tetes demi tetes serum genetik mulai menyatu dengan aliran darahnya.

Hanya dalam waktu sepuluh detik, reaksi tubuh Kiara langsung terjadi.

"Ahhh!"

Kiara menjerit keras dan tubuhnya mengejang hebat di atas ranjang.

Tangannya mencengkeram seprai dengan sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

1
Munas Tuti
kasian Bima....ujiannya gak habis2
Munas Tuti
mulai sombong ni dr Bima..
Munas Tuti
beeeeuh aya2 wae virus teh...
Munas Tuti
beeeeuh aya2 wae virus teh...
Munas Tuti
cie..cieee...akhirnya dilamar jg Kiara 😍😍
Sugianto 9
biasanya, bacaan bakal tamat pas adegan mau kawin muncul. 🤩🤩🤩 eh ini mah masih lanjut lagi. karena belon masuk pada oase 'belah duren....'.. 🤣🤣🤣🤩🤩🤩💪💪💪
Sugianto 9
kawin dah buruan... bikin anak yang banyak.. banyak anak banyak rejeki dan ga bakalan kesepian nantinya. 🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩
Munas Tuti
akhirnya hbs jg para penjahat berdasinya...
Munas Tuti
haaaah punternya mbak author bikin cerita 🤣🤣
Munas Tuti
horeeee Bima berhasil 💪👍
Munas Tuti
ikutan pusing akuuu 🤭🤭
Munas Tuti
ada ajhaaa gangguan klo punya niat baik
Munas Tuti
kalau berhasil...Bina bener kerenn
neng ade
wii keren banget 👍
neng ade
hadir thor
Sugianto 9
andai si surya dokter kapret itu menonton acara final itu.... 🤔🤔🤔.. bisa mati berdiri dia. 🤣🤣🤣🤩🤩🤩
Munas Tuti
waaaah kejutan apa yaaa....
Munas Tuti
selamat buat misinya dr Bima
Munas Tuti
beeeeuhh..
Munas Tuti
kerennya Bimaaa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!