NovelToon NovelToon
MAMAKU RATU MAFIA

MAMAKU RATU MAFIA

Status: tamat
Genre:Mafia / Single Mom / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:123.9k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Alya adalah Ratu mafia yang memimpin sebuah organisasi Order Tabir Hitam dengan nama First Order.

Tapi sayangnya ia mencintai pria kantor biasa saat ia sering menjelajahi tempat yang akan menjadi misinya.

Dan saat itulah ia memutuskan untuk keluar dari dunia hitam dan membuang mahkotanya ke dalam lumpur demi bisa menjalani hidup bahagia bersama sang suami.

Sayangnya pernikahan itu tidak berlangsung lama, mertua tidak menyukainya, dan suaminya menikah dengan manager di tempat kerjanya.

Pembalasan di mulai, Alya kembali mengambil mahkotanya dan menjadi Ratu Mafia kembali dan membawa putri kecilnya menjadi orang ternama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Pria berjas itu membungkuk dalam-dalam di hadapan Alya di depan mata seluruh warga gang.

"Selamat pagi, Madam Alya," sapa pengacara itu penuh penghormatan, membuat para tetangga membelalak kaget mendengar panggilan 'Madam'.

"Ada apa, Pak Hendra?" tanya Alya tenang.

"Saya membawa seluruh dokumen sertifikat kepemilikan tanah dan bangunan untuk area gang ini, Madam. Sesuai perintah Anda kemarin sore, seluruh kawasan kontrakan ini telah resmi dibeli dan dibaliknamakan atas nama Yayasan Alisya," kata pengacara itu dengan suara lantang yang sengaja didengar oleh semua orang.

DEG!

Ibu bersanggul dan tetangga-tetangga di sekitarnya mendadak kaku bak patung. Napas mereka seolah tertahan di tenggorokan.

"A-apa?! Dibeli?!" pekik ibu bersanggul itu tak percaya, matanya melotot menatap map kulit yang dipegang sang pengacara.

Pengacara itu membalikkan badan, menatap tegas ke arah para tetangga.

"Iya, Ibu-ibu sekalian," kata Pak Hendra bernada dingin. "Ibu Kontrakan yang lama sudah menjual seluruh hak tanah ini kepada Madam Alya. Mulai hari ini, Madam Alya adalah pemilik tunggal dan sah dari tanah serta seluruh bangunan yang kalian tinggali saat ini."

Seketika itu juga, wajah para tetangga berubah pucat pasi bak mayat.

Rasa malu, takut, dan tidak percaya bercampur aduk di hati mereka.

Alya melangkah satu langkah lebih dekat ke arah ibu bersanggul yang tadi paling keras memfitnahnya.

"Kemarin... Ibu bilang pernah menyuruh Ibu Kontrakan untuk mengusir saya dari sini karena dianggap menyusahkan, kan?" bisik Alya pelan, namun setiap katanya menancap seperti belati.

Ibu bersanggul itu gemetar hebat, kakinya mendadak lemas. "A-Alya... m-maksud saya... saya cuma..."

"Tapi sekarang," potong Alya dingin, "saya adalah pemilik tempat ini. Dan saya tidak suka memiliki penyewa yang suka mencampuri urusan orang lain dan menyebarkan fitnah."

Alya menoleh pada pengacaranya. "Pak Hendra."

"Iya, Madam Alya?"

"Beri mereka waktu sampai besok pagi untuk membereskan barang-barang mereka," kata Alya datar tanpa rasa iba sedikit pun. "Batalkan seluruh kontrak sewa untuk orang-orang yang suka bergosip ini. Saya ingin lingkungan ini bersih dan tenang untuk Alisya."

"Baik, Madam! Surat pengosongan lahan akan saya bagikan sore ini juga," jawab Pak Hendra sigap.

"Alya! Tolong Alya! Jangan usir kami!" jerit ibu bersanggul itu seketika berlutut, memegangi tangan Alya dengan air mata ketakutan yang menetes deras. "Kami minta maaf, Alya! Kami khilaf! Kami nggak tahu kalau kamu orang berada! Tolong kasihanilah kami!"

"Iya Alya, maafkan kami! Kami janji nggak akan ngomongin kamu lagi!" ratap tetangga yang lain ikut ketakutan setengah mati karena bingung harus pindah ke mana dalam waktu singkat.

Alya menarik tangannya pelan, menatap mereka dari atas ke bawah dengan dingin.

"Dulu, saat saya dan Alisya dihina dan kesulitan, tidak ada satu pun dari kalian yang punya rasa kasihan," kata Alya tegas. "Kata-kata kalian adalah racun. Dan sekarang, kalian hanya sedang meminum racun yang kalian buat sendiri."

Alya berbalik, memutar kunci pintu rumah kontrakannya, dan melangkah masuk tanpa menoleh lagi.

Brak!

Pintu kayu itu tertutup rapat. Di luar, suara tangisan dan penyesalan dari para tetangga terus bergema di lorong gang.

Hanya kontrakan itu yang murah sementara di tempat lain mahal-mahal.

...⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️...

1
Inisial M
next...di tunggu kelanjutannya...
Alra
anjay mafia
Maria Mariati
hehhhh bodoh masa quen macua anak nya ga di jaga malah jagain bodyguard labil itu 😁😁😁😁, kan kan di bawa pergi
Maria Mariati
kira kira di apain si bapak tua yakk
Maria Mariati
helleh anak siapa ituuuu, siap2 papa nya bangkrut😁😁😁
Maria Lina
msk vk ada 1 pyn sih thor jodoh klo kn mau nengok romantis nya hade
less22: besok lah, masih jauh perjalanannya🤣
total 1 replies
Maria Lina
msk vk ada 1 pyn sih thor jodoh klo kn mau nengok romantis nya hadeh
Maria Mariati
meskipun sakit hati dia tetep bapak nya anak kamu alya, ga mau bantu langusng liwat orang aja, mungkin itu bisa jdi jalan mereka bertobat di kemudian hari, kasihan amat yakk
Les Tary
Emang ga ada adab Julian waktu sekarat ditolong Alya eh malah ngacam lwt anaknya
Maria Mariati
iyuuuuu 1 queen mafia 3 jendral perang wouuuu
Maria Lina
klo blh tau siapa jodoh nya alya ya thor ksh. ocoran donk thor ya
less22: masih lama🤣🤣
total 1 replies
Maria Mariati
yang satu menjaga keselamatan bukan untuk. cari perhatian, yang satu terlihat jelas hanya untuk cari perhatian
Queen AL
masa meninggalkan dunia mafianya hartanya juga habis... gak ada gitu tabungannya. gak masuk akal banget
Les Tary
ed dah setelah jadi gembel baru inget Alya sama anaknya
Les Tary
lanjut thor
Les Tary
keren Alya😍😍
Ambu Rinddiany Thea
udahlah andi mening cari tambang aja buat gantung diri d poon toge
Ambu Rinddiany Thea
s julian mah nyari mati , orang mah nyari aman dia mah malah nyari mati , mampus aja kou lah Julian ga guna juga sekalian ma s Andi
Les Tary
dimana kesombonganmu Andi
Les Tary
Julian kyknya ga ada etikat baik pdhl pernah ditolong Alya pas saat sekarat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!