NovelToon NovelToon
Analepsis

Analepsis

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: aytysz_

Analepsis : Pertemuan yang mendatangkan perpisahan

Ini bukan soal mempertaruhkan waktu di usia muda tuk masa depan. Ini hanya tentang siapapun yang berusaha untuk bertahan hidup jauh lebih baik lagi.

Jika kita bisa sedikit menghargai kehadiran orang lain di hidup kita. Mungkin batin tidak akan merasa perih untuk merasakan penyesalan, karena sulit mempertahankannya tuk tetap menunggu esok hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aytysz_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Analepsis ^ 24

Larangan yang Yumna dapatkan tidak membuat kaki wanita itu berhenti untuk mengurungkan niatnya, menemui seseorang yang beberapa hari ini membuat pikiran Yumna tidak sejernih sebelumnya. Karena Yumna hanya ingin tahu. Kenapa dia melakukan hal itu kepada orang yang tidak bersalah?

Tidak mungkin jika orang itu merasa iri akan kehadiran siapapun di dunia hiburan.

Diam sejenak melihat beberapa nama tulisan yang tertera di setiap atas bangunan, berjejer rapi depan matanya. Hingga satu nama menarik perhatian Yumna, mengangguk kecil . Sebelum melangkah masuk. Yang langsung membuat dadanya merasa sesak. Tempat itu seperti tidak memiliki pasokan untuk oksigen.

Yumna hampir menyerah untuk kembali keluar, dari lambaikan tangan dari seseorang membuat Yumna membuang napas berat. Mau tidak mau berjalan mendekat, dengan senyum paksa yang Yumna ukir di wajah tidak tertariknya dengan tempat itu.

"Apa kau sulit menemukan tempat ini? Aku sudah menunggu mu lebih dari 30 menit." Timpal orang itu menatap Yumna yang benar-benar harus bernapas melalui mulutnya.

"Apa tidak ada tempat lain selain disini? Kenapa kau menyukai hal-hal seperti ini? Apa kau benar orang baik?" Gerutu Yumna, melihat sekelilingnya yang benar-benar membuat kepala Yumna merasa pening.

"Jika kita bertemu di tempat terbuka, itu akan memudahkan mereka untuk menemukan mu. Dan aku bisa pastikan. Rama akan langsung menarik mu pergi, saat dia melihat mu bersamaku." Dengan santainya, kalimat itu keluar dari mulut Natussa. Kini menyeruput minumannya.

Yumna diam, menelan ludahnya. Pengap yang tadi membuat dadanya sesak, kini perlahan menghilang akan satu nama yang Natussa cetuskan. Bagaimana bisa dia menelan saudaranya? "Kau tahu Rama?" Rendah Yumna yang mendapat anggukkan dari Natussa.

"Kita berada di sekolah yang sama. Kita juga satu kelas. Jadi aku sangat mengenalnya." Tanpa ragu, Natussa memberi jawaban. Dengan senyum kecil yang penuh arti.

Dan Yumna sendiri langsung merubah raut wajahnya di bawah sinar lampu yang sangat remang-renang itu. Karena Yumna tidak mau jika Natussa melihatnya sebagai perempuan yang mudah sekali ditipu.

"Tidak hanya Rama, orang-orang yang kau kenal pun aku juga kenal. Tirtha, Tama, Sella. Dan masih banyak lagi orang dalam perusahaan yang kukenal." Tanpa sadar kejujuran dari Natussa membuat perkiraan itu perlahan berubah. Kepercayaan yang sejak awal tidak Yumna libatkan, kini semakin menjauh.

"Jika mereka teman mu. Kenapa kau mengusik perusahaan yang di tengah di perjuangkan teman-teman mu? Bukankah seharusnya kau memberi dukungan pada mereka?" Sekilas Yumna menaikan alisnya. Mengabaikan seorang pria asing yang baru saja meletakkan segelas minuman. Tanpa Yumna ajukan pesanan.

"Aku memang kenal dengan mereka, tapi bukan berarti hubungan pertemanan kita baik." Jawab Natussa dengan senyumannya.

Sebenarnya Yumna ingin berhenti sampai disini, agar pikiran negatif tidak singgah terlalu lama di kepala Yumna. Tapi entah kenapa, satu persatu kata yang Natussa cetuskan itu membuat Yumna tetap tinggal. Telinganya ingin sekali mendengar banyak hal, yang seharusnya tidak Yumna terima.

"Jika kau memiliki masalah pribadi dengan mereka, tidak seharusnya kau melibatkan para artis di perusahaan. Karena mereka tidak tahu apapun masalah mu dengan teman-teman mu." Ada sedikit penekanan, Yumna memberi penuturan yang hanya membuat Natussa tersenyum hambar.

"Aku tidak melibatkan artis mereka dengan masalah pribadi. Aku hanya memposting apa yang mereka kirim padaku. Jadi aku hanya mengikuti apa yang diinginkan para pengikut ku di media." Diam sejenak, Natussa kembali menampilkan senyumannya. "Aku hanya bersenang-senang."

Natussa menelan ludahnya, sembari menyandarkan punggung. "Jika aku tidak melakukan apa yang mereka inginkan. Aku bisa kehilangan pengikut ku. Jadi aku harus memanfaatkan hal itu."

"Karena__" sebentar Natussa memainkan bibirnya, sedikit mencondongkan tubuhnya tanpa mengalihkan pandangannya dari Yumna. "Dari sana aku mendapat uang untuk kehidupan ku."

"Aku harus memanfaatkan apa yang ada di depan mataku tanpa peduli jika hal itu menyakiti orang lain. Karena memprioritaskan diri sendiri itu jalan satu-satunya untuk bertahan dari ketidakadilan di muka bumi ini." Jelas Natussa dengan raut wajah seriusnya.

"Kenapa kau tidak bergabung di perusahaan Tirtha? Jika kalian benar teman sekolah, dia akan menerima mu di perusahaannya. Karena setahuku__" bukannya Yumna tidak sanggup menuntaskan perkataannya. Hanya saja suara dari Natussa membuat Yumna menelan kembali perkataannya.

"Kau melupakan perkataan ku tadi?" Begitu rendah. Kalimat yang Natussa cetuskan mampu membuat Yumna menurut rapat mulutnya.

"Tidak ada teman yang benar-benar teman di dunia ini. Jika hadir mu tidak menguntungkan di hidup mereka. Kau akan diabaikan seperti hantu." Diam sejenak Natussa menatap Yumna penuh arti.

"Mereka melihat mu karena kau memiliki saudara seperti Rama. Dan saat ini, adik mu tengah menjadi pusat perhatian. Jadi, keberuntungan ada pada dirimu." Lanjut Natussa, kembali menyandarkan punggungnya, sembari menyeruput minumannya. Melihat ke sembarang arah.

Hingga Natussa tersedak akan sosok familiar yang entah kenapa ada di tempat seperti ini. Natussa dengan segera meletakkan minumannya, sebelum beranjak dari duduknya sembari melekatkan tas tentengnya di pundak kanannya.

Dan hal itu membuat Yumna mengerutkan samar keningnya, melihat sikap Natussa yang benar-benar menbuat Yumna bingung. Karena Natura terlihat seperti cacing kepanasan.

"Ada apa dengan mu?" Tanya Yumna yang masih belum bisa membaca situasinya saat ini.

"Jika kau tidak pergi dari sini secepat mungkin. Kau akan mendapat amukan dari seseorang." Sorot mata Natussa sangat tajam menatap Yumna yang diam mematung melihat kepergian Natussa.

"Aku datang jauh-jauh ketempat ini, tapi dia meninggalkan ku begitu saja." Gerutu Yumna, sembari berdiri dari duduknya. Saat Yumna membalikkan tubuhnya, kedua matanya membulat sempurna saat melihat kehadiran seseorang orang sangat Yumna kenal.

Dengan cepat tanpa berpikir, Yumna kembali membelakangi orang itu. Melangkah ke sembarang arah untuk mencari jalan keluar, agar tidak berpapasan dengan orang itu.

Jika sampai Tirtha tahu dirinya ada disini. Mungkin itu sangat mungkin, Tirtha akan megadu pada Rama. Dan Yumna pasti mendapat peringatan keras dari Rama. Apalagi, Yumna ditemukan di tempat yang seharusnya tidak Yumna datangi.

Sebenarnya tempat itu bukan tempat yang benar-benar buruk. Karena mayoritas pengunjungnya menggunkan kemeja yang digunakan untuk bekerja. Dan Yumna pun sangat yakin, jika mereka juga bukan dari kalangan yang hanya diam menjulurkan tangan mereka untuk meminta uang pada siapapun.

"Mereka datang ke tempat itu hanya menghilangkan stress. Tapi uang yang mereka pertaruhkan. Apa Tirtha kesana juga ingin berjudi?" Gumam Yumna. Kini telah berada diluar tempat itu.

Berjalan sendiri di antara beberapa orang lalang di sekitarnya. Membuang napas berat, sebentar pandangan mata kearah langit malam yang terlihat sangat bersih. Hingga kerlap-kerlip cahaya bintang dapat Yumna lihat secara jelas.

1
Lepidoptera
Penulisannya unik, semangat jugaaaa❤️
najmun_huda
ganba kakak
Storyginal Finger
izin mampir. mau baca cerita kamu ya👍
dilla11
semangat kak 💪
Maru De Hehe
Makasih kakak, saling support, mantap
Agung Khan: ceritanya bagus kak, terimakasih sebelumnya sudah mengunjungi profil saya, mohon bimbingannya ya, saya belajar menulis.🙏
total 1 replies
Adelia Putri
semangat kk,saling support yaaa
yupiana
lanjuttt saling support 💪😍
Kiara Maulida Aizaaa
saling support ya kk💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!