NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN PUTRI TERLUPAKAN

KEBANGKITAN PUTRI TERLUPAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Dijadikan keset kaki, diabaikan oleh ayah kandungnya, hingga dikhianati oleh pria yang berjanji akan menikahinya. Hidup Shen Xianle berakhir tragis di dasar tebing dingin setelah tubuhnya dilemparkan tanpa belas kasihan.

Mereka mengira Xianle telah lenyap dan dilupakan. Namun, mereka salah besar. Sebuah kekuatan kuno membangunkannya dari ranjang salju yang berdarah. Kali ini, tidak ada lagi putri teratai yang lemah lembut. Yang ada hanyalah Shen Xianle yang terlahir kembali dengan hati sedingin es dan tekad membalas dendam yang membara.

Bagaimanakah cara Xianle membalas setiap tetes darah yang pernah mereka tumpahkan? Ikuti kisah pembalasan dendam terdahsyat sang putri yang terlupakan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detak Terakhir Sang Naga

Angin kencang yang bertiup di atas Sungai Naga Tidur membawa serpihan abu panas dan bau mesiu yang terbakar. Di bawah benteng, lautan api masih melahap lambung kapal-kapal armada Naga Hitam, menciptakan latar belakang merah menyala yang mengerikan. Namun, di atas dinding benteng Gerbang Air Selatan, perhatian seluruh dunia seolah terhenti pada pertempuran segitiga yang mematikan.

Tring! Tring! Cring!

Dentingan senjata tajam beradu dengan kecepatan yang hampir tak kasat mata. Shen Chia, yang telah kehilangan seluruh kewarasannya akibat kegagalan rencananya di Pegunungan Terlarang, menyerang dengan kegilaan yang tak terkendali. Pedang tipisnya bergerak meliuk-liuk bagai ular laut yang kelaparan, mengincar setiap titik vital di tubuh Long Junwei dan Shen Xianle secara bergantian.

"Kalian berdua... hanyalah debu di bawah kakiku!" raung Shen Chia, wajahnya yang penuh luka bakar tampak mengerikan di bawah cahaya api. "Takhta Han adalah milikku! Akulah naga sejati dari selatan!"

Long Junwei menangkis tebasan horizontal Shen Chia dengan sapuan pedang kunonya yang berat. Benturan energi internal itu membuat Shen Chia terhuyung mundur tiga langkah, namun dengan kelenturan tubuhnya yang luar biasa, Pangeran Keempat segera memutar tubuhnya di udara dan mengarahkan tusukan kilat ke arah leher Xianle.

Xianle yang telah mengantisipasi gerakan tersebut, tidak mundur. Ia menggunakan teknik Langkah Bayangan Tanpa Jejak untuk bergeser setengah langkah ke samping.

Sret!

Ujung pedang tipis Shen Chia hanya berhasil merobek kain jubah merah darah Xianle. Di saat yang bersamaan, belati perak di tangan kanan Xianle melesat maju, mengincar celah di bawah ketiak zirah biru laut milik kakaknya.

Jleb!

Ujung belati Xianle berhasil menembus zirah kain bagian dalam, menumpahkan darah segar Shen Chia. Namun, Pangeran Keempat seperti sudah tidak merasakan rasa sakit fisik lagi. Ia tertawa ngeri, tangan kirinya bergerak cepat mencengkeram pergelangan tangan Xianle dengan kekuatan yang sangat besar, mengunci gerakan sang putri.

"Aku akan membawamu ke neraka bersamaku, Adikku yang manis!" desis Shen Chia, mengangkat pedangnya untuk memenggal kepala Xianle dari jarak dekat.

"Lepaskan dia!"

Suara raungan Long Junwei menggelegar memecah gemuruh pertempuran. Pangeran Bayangan itu melompat maju dengan pedang kuno yang kini memancarkan pendaran cahaya biru keperakan yang begitu masif hingga menerangi seluruh dinding benteng. Dengan satu tebasan vertikal yang dilapisi seluruh kekuatan internalnya, Junwei menebas lengan kiri Shen Chia yang sedang mencengkeram Xianle.

Crassh!

Jeritan kesakitan yang sangat melengking lolos dari mulut Shen Chia saat lengannya terputus dan jatuh ke lantai benteng. Cengkeramannya terlepas, membuat Xianle terbebas dan langsung melompat mundur ke samping Junwei.

Shen Chia terhuyung mundur hingga punggungnya menabrak pagar pembatas benteng. Darah mengalir deras dari pundak kirinya, membasahi zirah biru lautnya hingga berubah menjadi kehitaman. Sepasang matanya yang sipit kini dipenuhi oleh bayang-bayang kematian, menatap Xianle dan Junwei yang berdiri berdampingan di hadapannya dengan napas terengah-engah.

"Kalian... tidak akan pernah... menang..." bisik Shen Chia, suaranya melemah seiring kesadarannya yang kian menipis. Pria itu kehilangan keseimbangannya dan jatuh telentang, melayang turun dari atas dinding benteng setinggi tiga tombak, langsung tenggelam ke dalam kobaran lautan api di Sungai Naga Tidur bawah sana. Sang Naga Sejati dari Selatan telah binasa di dalam kuali api yang diciptakannya sendiri.

Melihat pangeran mereka telah tewas dan seluruh armada kapal zirah besi mereka tenggelam menjadi abu di sungai, sisa-sisa Pasukan Naga Hitam yang berada di pinggiran sungai segera menjatuhkan senjata mereka dan berlutut menyerah kepada pasukan Barak Barat.

Jenderal Lu mengangkat kapak perangnya tinggi-tinggi ke udara, memimpin sorak-sorai kemenangan yang bergemuruh di sepanjang dinding benteng. "Hidup Maharani Shen Xianle! Dinasti Magnolia Baru telah menang!"

Xianle menyarungkan belati peraknya yang telah berlumur darah. Tubuhnya yang lemas hampir saja ambruk karena kehabisan tenaga internal jika saja Long Junwei tidak dengan cepat menangkap pinggangnya dari belakang.

Kehangatan dari dekapan pria itu meredakan rasa dingin yang sempat merayap di dadanya.

"Semua sudah berakhir, Xianle," bisik Junwei di dekat telinganya, matanya menatap lembut ke arah wajah porselen sang maharani yang kini tampak bersinar di bawah cahaya fajar pagi yang sesungguhnya. "Musuh dari utara telah dihancurkan, dan ular dari selatan telah lenyap. Takhtamu kini benar-benar bersih."

Xianle bersandar pada dada bidang Junwei, menatap ke arah matahari terbit yang perlahan mengusir kegelapan malam di atas ibu kota Kekaisaran Han yang baru. Pengkhianatan Li Feng, kekejaman Shen Meili, tirani Permaisuri, dan kelicikan Shen Chia... semua hutang darah dari masa lalunya di Paviliun Anggrek kini telah dibayar lunas.

Teratai putih yang dulu diinjak-injak di sudut istana yang dingin, kini telah sepenuhnya mekar sebagai penguasa tertinggi di atas singgasana emas, siap menuliskan sejarah baru bagi kedamaian negerinya di samping sang Pangeran Bayangan yang selalu menjadi perisainya.

1
aku
xianle yg berdialog bw pedang aq yg berasa kereennn 😁😁
SRIANA: terima kasih sudah mampir, semoga suka sampai akhir. selamat membaca🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!