NovelToon NovelToon
The Last Survivors

The Last Survivors

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie / Hari Kiamat / Horor
Popularitas:122
Nilai: 5
Nama Author: Pineapple banana

Wabah misterius meluluhlantakkan peradaban dalam semalam, mengubah manusia menjadi makhluk haus darah yang tak kenal lelah. Di tengah kota yang sunyi dan penuh mayat hidup, sekelompok orang yang tak saling kenal terpaksa bersatu. Mereka bukan hanya harus bertahan dari serangan para mayat hidup, tapi juga menghadapi pengkhianatan, kelaparan, dan kenyataan pahit bahwa mereka mungkin adalah sisa-sisa manusia terakhir di muka bumi. Antara harapan dan keputusasaan, mereka harus memilih: bertahan hidup sendiri, atau mati bersama sebagai satu-satunya harapan umat manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pineapple banana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Asal Usul Terjadi Nya Wabah

Setelah selesai sarapan, mereka semua tetap duduk berkumpul di ruangan itu, tak ada yang beranjak. Toni mulai bercerita—tentang bagaimana ia bisa selamat dari kekacauan yang melanda Jakarta, tentang hari-hari yang mengubah segalanya.

"Aku berhasil lolos dari gedung itu, lalu keluar mencari kendaraan. Satu-satunya hal yang terlintas di kepalaku saat itu hanyalah kau, Rafli... adikku," ucap Toni pelan, matanya melirik hangat ke arah Rafli. "Aku pulang ke rumah mencari keberadaan mu, tapi kau tak ada di sana... Aku hampir putus asa. Dan sekarang... melihatmu masih hidup, di sini bersama kami... aku sungguh bersyukur."

Mata Mega membelalak, penasaran sekaligus cemas. "Gedung apa tempat kau berada saat itu, Ton?"

Toni terdiam sejenak, lalu menjawab dengan suara berat. "Gedung itu... adalah pabrik farmasi yang beroperasi secara ilegal."

Rafli mengangguk pelan, seolah hal itu sudah ia duga sejak lama. "Sudah kuduga kau ada di sana, Kak..."

"Ya. Dan kalian semua harus tahu kebenaran di balik semua ini," lanjut Toni, suaranya mengeras penuh amarah yang tertahan. "Wabah ini... terjadi semata-mata karena kelalaian dan keserakahan mereka. Mereka memproduksi obat-obatan ilegal yang sama sekali belum lulus uji keamanan, namun sudah disebarkan ke masyarakat. Banyak orang meminumnya, bukannya sembuh, justru jatuh sakit parah... dan banyak yang meninggal dunia."

"Jadi... wabah ini bermula dari pabrik itu? Dari obat-obatan itu?" tanya Danu tak percaya.

"Benar. Obat-obatan itu sudah tercemar zat yang tak seharusnya pernah digunakan," jelas Toni, napasnya memburu. "Zat itu mereka ambil dari cairan jenazah korban COVID-19 yang meninggal beberapa tahun lalu. Mereka iseng—mencoba bereksperimen, ingin tahu apakah cairan itu bisa mengubah tubuh manusia menjadi lebih kuat, tak terkalahkan. Tapi hasilnya justru sebaliknya... mereka mengubah manusia menjadi makhluk mengerikan itu—zombie."

Suasana hening seketika. Kengerian yang mereka rasakan selama ini dari wajah—wajah keserakahan dan kebodohan manusia sendiri.

"Mereka sungguh gila..." bisik Mega, matanya berkaca-kaca penuh kemarahan. "Sangat kejam dan jahat... mempertaruhkan nyawa seluruh dunia hanya untuk percobaan konyol mereka."

"Terus... untuk apa kau berada di pabrik itu, Kak?" tanya Rafli memecah keheningan.

Toni menatapnya lurus, napasnya terdengar berat. "Aku dikirim oleh seseorang yang meminta bantuanku untuk memata-matai kegiatan di sana. Dan ya... apa yang mereka lakukan, kini kalian sudah tahu sendiri."

Natalia condong ke depan, rasa ingin tahu bercampur cemas di wajahnya. "Lalu soal kawanan zombie yang kau bilang seolah dikomandoi... apakah kau tahu siapa atau apa yang mengendalikan mereka?"

Toni mengangguk pelan, tatapannya tajam dan serius. "Ya... aku tahu." Ia berhenti sejenak, membiarkan kata-katanya meresap. "Itu adalah kelompok Rio. Jika kalian ingat... kelompok itu menyebar ke seluruh kota. Saat wabah pecah, mereka justru memanfaatkan kekacauan untuk Berkuasa, menindas dan mengambil alih kendali."

Suasana hening seketika. Toni menatap satu per satu wajah mereka. "Dan aku tahu... Rio beserta anak buahnya telah tewas di tangan kalian. Saat aku melewati tempat itu, benteng yang dulu kokoh itu sudah diduduki oleh zombie. Dan di sana... aku melihat anak panah milikmu, Rafli, tertancap di salah satu mayat mereka."

Rafli terdiam, ingatan tentang pertempuran itu kembali melintas. "Jadi kau melacak ku dari sana..."

"Benar," jawab Toni lembut namun tegas. "Tapi masalahnya belum selesai. Sisa-sisa pengikut Rio yang bertahan... mereka yang memegang kendali atas kawanan itu. Mereka belajar cara mengarahkan gerakan para mayat hidup itu, memanfaatkannya sebagai senjata. Dan itu artinya—bahaya yang mendekat ke sini bukan sekadar kerumunan biasa. Itu pasukan yang dipimpin dengan sengaja."

******

Di tempat yang amat jauh dari Lembang dan Bandung, di tengah reruntuhan jalanan yang masih dipenuhi jejak kekacauan, ada seorang wanita yang duduk di sela-sela orang-orang yang baru saja menolongnya. Wanita itu adalah Hilda — ia masih hidup. Ia berhasil lolos dari serangan zombie yang memisahkannya dari kawan-kawannya di jalan tol hari itu.

Hilda diselamatkan oleh sekelompok orang yang mengenakan pakaian serba hitam. Mereka menyebut diri mereka "Black". Kelompok itu tidak membiarkannya sendirian; mereka mengajaknya bergabung, bergerak bersama untuk mencari orang-orang yang masih selamat di tengah wabah yang terus menyebar.

Hilda dan kelompok Black itu tak pernah diam. Mereka menelusuri satu per satu wilayah yang dirasa masih relatif aman. Jika suatu tempat sudah tak lagi memiliki penduduk yang hidup, mereka akan pindah lebih jauh — menuju lokasi yang lebih terpencil, membangun pertahanan dan benteng baru bagi para penyintas, menjauh dari kota yang kini telah menjadi sarang kematian.

Namun kali ini, arah perjalanan mereka berbeda. Kali ini, mereka bergerak menuju Bandung.

Di dalam hati Hilda, harapan perlahan tumbuh kembali. Ia teringat Danu, Natalia, Rafli, dan semua teman-temannya. Ia yakin — jika ada tempat di mana mereka bisa bertahan, itu pasti di sekitar sana.

Tapi pertemuan itu belum tentu seperti yang diharapkan. Apakah kelompok Black akan datang sebagai penyelamat yang menyatukan kembali teman-teman yang terpisah? Atau niat tersembunyi mereka akan mengubah persahabatan yang dulu terjalin menjadi permusuhan?

Akankah mereka bertemu kembali sebagai teman… atau justru sebagai musuh?

Bersambung

1
Abyyasdemons
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!