NovelToon NovelToon
Ditolak Selama Lima Tahun

Ditolak Selama Lima Tahun

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Selama lima tahun, Vincent Huang tidak pernah berhenti mengejar Stella Mo.
Namun, Stella selalu menolaknya dan memilih menjaga jarak tanpa pernah menjelaskan alasannya.

Ketika rahasia masa lalu Stella akhirnya terungkap, Vincent harus menghadapi pilihan sulit. Tetap menggenggam tangan wanita yang dicintainya, atau menjauh setelah mengetahui luka yang selama ini Stella sembunyikan.

Apakah cinta Vincent cukup kuat untuk menerima seluruh masa lalu Stella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Keesokan harinya.

Vincent perlahan membuka matanya. Ia mengangkat tubuhnya dan duduk di sofa.

"Aku bisa tidur sampai pagi dan ternyata tidurku sangat nyenyak," gumamnya sambil mengusap wajah.

Setelah berdiri, Vincent berjalan menuju meja kerja Stella yang berada di sudut ruangan.

Matanya langsung tertuju pada lembaran kertas besar yang tergeletak di atas meja. Di sana terdapat sebuah rancangan gedung yang terlihat sangat detail dan elegan.

Vincent mengambil kertas itu, kemudian mengamatinya dengan teliti.

"Sebuah karya yang luar biasa," pujinya.

"Sudah bangun?"

Suara Stella terdengar dari arah kamar.

Vincent menoleh dan melihat Stella baru saja keluar dari kamarnya.

"Stella, ini karya barumu? Apakah kau sudah bergabung dengan salah satu perusahaan?" tanya Vincent.

"Belum. Aku hanya menghabiskan waktuku dengan melakukan apa yang aku suka," jawab Stella.

"Bagaimana kalau kau bergabung dengan perusahaan kami?" tawar Vincent.

"Untuk saat ini aku belum mempertimbangkan untuk bergabung dengan perusahaan mana pun. Aku masih ingin beristirahat."

Stella berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.

"Semalaman kau sudah berada di sini. Sekarang pulanglah!"

Vincent meletakkan kembali kertas rancangan itu di atas meja, lalu mengikuti Stella ke dapur.

"Stella, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu."

"Ada apa?" tanya Stella sambil meneguk air putih.

Vincent berdiri beberapa langkah di hadapannya.

"Fran, Jason, dan Lussy tidak akan datang mengganggumu lagi."

Tangan Stella yang memegang gelas berhenti sejenak.

"Aku sudah mengirim mereka ke pertambangan. Di sana, hidup atau mati adalah nasib mereka sendiri."

Stella perlahan menatap Vincent. "Kenapa?"

"Maaf karena aku membuat keputusan tanpa meminta pendapatmu terlebih dahulu."

Vincent menarik napas panjang.

"Aku sudah mengetahui apa yang mereka lakukan kepadamu. Setelah mengetahui semuanya, aku merasa sangat marah dan membenci mereka. Karena itu, aku menghukum mereka dengan caraku sendiri."

Tatapan Vincent berubah serius.

"Kalau Lussy bukan ibumu, mungkin aku sudah mengirimnya ke neraka."

Stella terdiam.

Ia menundukkan kepalanya, tidak tahu harus mengatakan apa.

Vincent kemudian berjalan mendekatinya.

Tanpa diduga, pria itu berlutut di hadapan Stella.

"Vincent?"

Stella terkejut melihatnya.

Vincent mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya. Ia membukanya dan memperlihatkan sebuah cincin.

"Stella..."

Vincent menatapnya dengan penuh kesungguhan.

"Mari kita menikah."

Stella membeku.

"Apa kau sadar dengan apa yang sedang kau lakukan?" tanyanya.

"Sadar."

Vincent tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun.

"Aku tahu siapa dirimu. Aku tahu semua yang telah kau lalui. Dan sekarang aku sedang melamar wanita yang kucintai."

Ia tersenyum tipis.

"Hampir enam tahun kau terus menolakku. Selama hampir enam tahun itu pula, hatiku tidak pernah berpindah kepada wanita lain."

Vincent mengulurkan tangannya yang menggenggam cincin tersebut.

"Stella, aku tidak memintamu menikah denganku karena rasa kasihan atau karena apa yang telah kulakukan untukmu. Aku hanya ingin memberimu kesempatan untuk memilihku... kali ini bukan karena terpaksa, melainkan karena hatimu sendiri."

"Karena kau sudah mengetahui semuanya, kenapa kau masih ingin melamarku? Seharusnya yang kau lakukan adalah menjauh dariku," ujar Stella dengan suara bergetar.

Vincent menatapnya dengan penuh kesungguhan.

"Selama aku berada di luar negeri, aku sudah mencoba melupakanmu. Namun, aku gagal."

Ia tersenyum tipis.

"Ketika kemudian aku mengetahui bahwa kita akan bertemu lagi, aku sangat gembira. Aku berpikir, akhirnya aku bisa melihatmu lagi dan berada di sisimu setiap saat."

Vincent menggenggam cincin di tangannya.

"Kenapa kau tidak pernah memberitahuku kalau mereka telah menyakitimu? Melindungimu seharusnya menjadi tanggung jawabku."

Stella terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berkata dengan suara lirih,

"Aku juga pernah hamil dan mengalami keguguran, Vincent. Jarak antara kita terlalu jauh. Aku tidak seharusnya menjadi wanita yang kau pilih."

"Bagiku, tidak ada jarak di antara kita."

Vincent menatap Stella tanpa ragu.

"Walaupun aku adalah putra tunggal keluarga Huang, aku tetap manusia biasa. Aku juga menginginkan cinta dari wanita yang kucintai."

Mata Stella mulai berkaca-kaca.

"Kau akan menyesal karena memilihku."

Ia menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan,

"Apakah kau tahu kenapa Steve meninggalkanku?"

Vincent terdiam.

"Karena dia mengetahui apa yang terjadi padaku dan merasa malu... bahkan jijik kepadaku."

Vincent berdiri dan mendekatinya.

"Itu karena dia tidak cukup mencintaimu."

Stella menatapnya.

"Kalau dia benar-benar mencintaimu, kenapa dia harus mengancammu malam itu?"

Vincent mengulurkan tangannya kepada Stella.

"Jangan bandingkan dirimu dengan apa yang dilakukan Steve. Apa yang terjadi padamu bukan kesalahanmu."

Suara Vincent terdengar semakin lembut.

"Serahkan hidupmu kepadaku. Biar aku yang menyembuhkan lukamu. Kita lupakan masa lalu dan mulai hidup untuk masa depan."

Ia menggenggam tangan Stella dengan hati-hati.

"Kita bisa membangun keluarga yang bahagia. Kita bisa melakukan apa pun yang kita inginkan. Aku tidak akan pernah menghalangimu melakukan hal yang kau sukai."

Vincent menatap mata Stella dalam-dalam.

"Aku hanya ingin kau bahagia."

Ia kembali berlutut dan mengangkat cincin itu.

"Stella, aku hanya membutuhkanmu."

Suaranya sedikit bergetar.

"Tolong... terima lamaranku."

1
Dian Fitriana
update kelanjutan mnjelang pernikahan ny thor
Dian Fitriana
terima y ...persatukan mereka y thor buat akhir ceritanya Stella dn Vincent bersatu dn bahagia
Kinara Widya
terimalah Stella...Vincent tulus mencintaimu
Kinara Widya
emang sdh d rencanakan sama Vincent sepertinya
Dian Fitriana
update
Maria Mariati
pasti stela mau menerima dirimu Vincent, hanya saja butuh waktu, karena trauma itu masih sakitt di hati stela
Kinara Widya
Frank yg perkosa stella
Dian Fitriana
double up thor...SDH lama nich nunggu up ny
Kinara Widya
lanjut...makin seru
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
bagus kak
Kinara Widya
ada Vincent yg akan membantu Stella diam2..
Maria Mariati
yakin Steve lu, penasaran gimana nasib nya nantii, bodo
Dian Fitriana
double up donk thor
Dian Fitriana
update lg
Dian Fitriana
update
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
gilaaa steve manfaatin stella, ohh tidak bisa
Kinara Widya
apa yg akan d lakukan stella
Dian Fitriana
update
Dian Fitriana
kpn thor update ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!