NovelToon NovelToon
Dinikahi Anak Juragan

Dinikahi Anak Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Selama lima tahun Diyah Melati percaya bahwa cintanya akan berakhir di pelaminan. Namun, ketika sang kekasih pulang dari perantauan, harapan yang selama ini dia rajut justru hancur dalam sekejap. Alih-alih membawa cincin lamaran, pria itu justru memilih mengakhiri hubungan.

Di usianya yang telah menginjak kepala tiga, Diyah tak hanya harus menanggung patah hati, tetapi juga menghadapi cibiran sebagai "Perawan Tua" yang terus menghantuinya. Meski terluka, Diyah bertekad bangkit dan menyembuhkan hatinya tanpa bergantung pada siapa pun.

Namun, saat Diyah mulai menata kembali hidupnya, sebuah lamaran tak terduga datang dari seorang juragan terpandang di desanya. Tawaran perjodohan itu sontak mengusik ketenangan yang baru saja ia bangun. Di balik niat baik tersebut, tersimpan sosok yang sama sekali tak pernah ia bayangkan.

Akankah Diyah membuka kembali pintu hatinya dan menerima perjodohan itu? Ataukah luka masa lalu membuatnya memilih berjalan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Seni Menaklukkan Wanita

Menjelang makan siang, Diyah membantu pelayan untuk membawa beberapa hidangan menuju ruang makan. Padahal dia sudah dilarang untuk mengerjakan pekerjaan rumah, tapi dasarnya Diyah adalah wanita yang tak bisa diam, jadi dia tak menggubris semua larangan itu. Saat berbelok di lorong rumah, dia hampir bertabrakan dengan seseorang.

"Aduh maaf," ucap Diyah dengan reflek, dia mengangkat wajah dan melihat wajah Januar yang datar. Pria itu hanya menatap sekilas.

"Aku minta maaf karena kurang fokus," ulang Diyah, melihat sedikit kuah memercik ke lantai dan kaki adik iparnya.

"Iya," jawab Januar begitu datar.

Diyah mencoba tersenyum.

"Mari makan bersama," ajaknya dengan ramah. Namun, lagi-lagi respon Januar tak sesuai ekspektasinya.

"Nanti saja, aku belum lapar!"

Tanpa menunggu jawaban, Januar langsung berjalan melewatinya. Dia bicara dengan Mbok Sum, dari nadanya terdengar sangat berbeda.

'Apakah dia juga tidak menyukaiku? Tapi karena apa, aku berbuat salah apa padanya?'

Diyah berdiri mematung. Sikap dingin itu terasa sangat kentara. Tidak seperti sambutan hangat keluarga lainnya.

Pun saat makan siang, karena dipaksa akhirnya Januar bergabung di meja makan, tetapi pria itu lebih banyak diam. Kalau pun berbicara, hanya kepada Juragan Marta atau Mbok Sum. Diyah sama sekali tak diajak berbincang.

Biyakta yang menyadari perubahan sikap adiknya hanya memandang sebentar. Dia belum mengetahui bahwa beberapa hari terakhir, pikiran Januar telah dipenuhi ucapan-ucapan budenya.

Padahal sebelumnya, hubungan mereka sebagai kakak-adik sangat akrab.

Diyah dan Biyakta tak sengaja saling tatap, mereka seakan tahu apa yang ada di dalam pikiran masing-masing.

"Habiskan, setelah ini aku akan mengajakmu ke kebun," ujar Biyakta untuk menghibur hati istrinya, dan Diyah langsung mengangguk, berusaha secepat mungkin menghabiskan makanannya.

'Sepertinya ada yang mulai musuhan.' batin Laksmi tersenyum puas.

***

Sementara itu di rumah keluarga Diyah, Damar yang beberapa bulan terakhir menganggur mencari keberadaan orang tuanya. Dia berteriak-teriak, dan membuat suasana rumah yang semula sepi menjadi gaduh.

"Pak, Bu!"

Pria itu sambil mondar-mandir ke ruangan yang biasa ditempati Nuni dan Jaya. Akan tetapi Damar tak mendapati batang hidung mereka.

"Ck, mereka ke mana sih? Mana nggak ada makanan, udah tahu orang laper. PAK, BU! teriaknya lebih keras, hingga membangunkan Sarmila yang sedang tidur siang.

"Ada apa sih, Kak, teriak-teriak terus. Udah tahu cuaca lagi panas, berisik tahu!" omel Sarmila setelah membuka pintu kamarnya dengan kasar. Seharian ini tak ada jadwal manggung, jadi dia hanya berdiam diri di rumah sekalian memulihkan tenaga.

"Bapak sama ibu ke mana?" tanya Damar tanpa menggubris amarah adiknya.

"Kayak baru tinggal di rumah ini deh. Udah jelas Bapak sama Ibu ya di sawah, emang kerjaan mereka apa?" balas Sarmila sambil merongos.

"Kalau begitu aku pinjem uangmu deh. Aku mau makan," kata Damar. Sarmila langsung berdecak. Malas sekali kalau sudah meladeni Damar yang kerjaannya suka marah-marah dan minta uang.

"Nggak, aku nggak punya uang!" tandasnya tak mau dimanfaatkan.

"Nggak mungkin, kamu kan banyak job manggung bulan ini. Nanti kalau Bapak sama ibu sudah pulang aku balikin," ujar Damar berusaha melobi Sarmila. Namun, wanita itu sudah muak mendengarnya, karena sekali pun tak ada uangnya yang diganti.

"Nggak! Mending Kakak geledah aja tuh kamar Kak Diyah, cari barang berharganya terus jual, Kakak dapet duit deh," balas Sarmila, memberi ide pada Damar.

Mendengar itu Damar tak langsung menolak, karena dia merasa ada benarnya apa yang dikatakan Sarmila.

"Tapi awas kalo nggak ada, kamu harus kasih duitnya!" tukas Damar tak ingin rugi.

"Ck, iya-iya," pungkas Sarmila, lalu kembali ke kamarnya. Sedangkan Damar mulai membuka pintu kamar Diyah yang terkunci, dia menggeledah ruangan itu untuk mencari barang-barang yang bisa menghasilkan uang.

Namun, sampai setengah jam berlalu, dan kamar itu berubah seperti kapal pecah. Damar sama sekali tak menemukan benda berharga milik Diyah. Karena sepertinya semua itu sudah dibawa ke rumah Biyakta.

"Sial, pintar juga si Diyah!" makinya dengan wajah yang dipenuhi keringat.

Akhirnya dia keluar, beralih menggedor pintu kamar Sarmila. Wanita yang ada di dalam sana sampai terlonjak dan langsung terduduk.

"Ya ampun, apalagi sih?!" sentak Sarmila dengan kedua alis yang bertaut.

"Di kamar Diyah nggak ada apa-apa. Sini uangnya," ujar Damar sambil menyodorkan tangan. Sarmila berdecak keras, padahal dia sudah yakin Diyah meninggalkan beberapa benda seperti emas atau uang tabungan.

Mau tak mau Sarmila pun meraih dompetnya dan memberikan uang pada Damar, hingga pria itu tersenyum sumringah.

"Nah gitu dong, sekalian ya beresin kamar Diyah, agak berantakan," kata Damar, lantas melenggang pergi begitu saja.

"Ish, Kak Damar," umpat Sarmila geregetan sambil mengeratkan kepalan tangannya.

****

Karena sudah tak bekerja di KUA, jadwal harian Biyakta sedikit berubah. Tak hanya pergi ke kebun dan sawah, tapi dia juga mengantarkan Diyah ke kantor RW sebab ada jadwal posyandu.

"Turun di sini saja, Mas," ujar Diyah yang tak ingin membuat geger satu desa, karena ke posyandu saja harus diantar pakai mobil.

Firman yang menyetir langsung menghentikan mobilnya dengan reflek. Biyakta yang mengerti pun tak membantah.

"Ya sudah, kalau sudah selesai telepon saja nanti aku jemput lagi," balas Biyakta.

"Nggak usah, Mas, nanti aku bisa dianter sama Anjani naik motor kok," tolak Diyah. Wajah Biyakta sedikit berubah, karena Diyah ini suka sekali menolak perintahnya.

"Hem," katanya singkat. Diyah sama sekali tak menyadari perubahan itu, dia malah buru-buru menyalimi tangan suaminya dan turun dari mobil.

"Kenapa dia tidak pernah peka?" rutuk Biyakta sambil memperhatikan istrinya yang sudah berjalan jauh. Sementara dia masih tetap membuka kaca mobilnya.

Di depan Firman sedikit mengulas senyum.

"Menaklukkan wanita itu seni, Den," ujarnya tanpa sengaja, hingga membuat Biyakta menoleh.

"Seni? Tapi bahkan aku dan dia baru saling mengenal. Dan dia suka sekali tebak-tebakan, suka nggak mau jujur," papar Biyakta, sesuai dengan pengalaman hidupnya dengan Diyah setelah menikah.

"Nah, itulah seninya," timpal Firman lagi, karena untuk yang satu ini dia memang lebih berpengalaman.

"Begitu ya?" balas Biyakta sambil mengusap-usap dagunya.

Tiba-tiba tatapannya beralih pada botol minum milik Diyah yang tertinggal dalam mobil. Akhirnya dia memutuskan untuk turun, menghampiri istrinya yang sedang bertugas di bagian pencatatan.

Namun, niatnya untuk memanggil Diyah terurung, saat mendengar sebuah pertanyaan yang tak layak sekali dilontarkan.

"Gimana Diyah udah hamil belum? Jangan ditunda-tunda lagi, nanti makin tua makin susah lho."

Biyakta mencengkram botol di tangannya dengan erat.

1
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hayolohhh kapokkk! ngeyell sih...mau di jadikan LC kamu tuh. di nasehati diyah kagak mau denger, malah di kira diyah irii. rasainn...pasti kamu kena tipuu. bukannya di jadikan artis malah di jadikan LC
Margaretha Indrayani
dasar sarmila ndableg sudah dicegah malah nekat, ya terima saja akibatny
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
sekarang beda lah, sekarang kan sudah ada istri, ada yang masakin, ngeloninn, ngobati jadi biyakta aura nya makin aur2ran .murah senyum dan selalu bahagia 😆
Margaretha Indrayani
enak ya punya suami pengangguran gitu rani, 👍👍👍👍
rani hamil anaknya cakra apa bevar anaknya cakra?
Radya Arynda
semangaaat diyah,biyahta,,,,tetap ber sama suka duka,,,hancur kan para sengkuni dan antek2 nya...
makanya sarimi jangan sombong dan ber lagu,,,,kan dapat karma....
Dien Elvina
kapok kau Sarmila makanya jadi orang gak usah jahat iri hati yg mala menjerumuskan kan mu ..gak kebayang malunya pas pulkam malah hanya jadi pekerja pabrik 🤪😂
Margaretha Indrayani
januar memang cari masalah terus dengan biyakta gara" komporan laksmi😡😡😡😡😡
Septi
semangat pokonya Dyah 💪🏻
Diah_Kustantie ✨💛
Next
Radya Arynda
semangaaat diya,biyahta,,semogah kalia selalu ber sama dalam suka duka,,,,,
Rasakan karma nya kra cakra,,,,
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kapokkkk! kurma di bayarr kontan. dulu kalian pamerr kemesraan di depan Diyah, tapi nyatanya semua itu hanya sementara saja. di saat rumah tangga kalian penuh prahara, beda dnegan rumah tangga diyah yang banyak di hujani kebahagiaan.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
astagaa manten baru, masak mau mesrah2han di tengah sawah 😆 kayak enggak ada tempat lain saja. lagian kalau dah kebelett mending pulang sono...jangan guling2 di tengah sawah 😆
Dien Elvina
sementara s Cakra seperti hidup d neraka dgn Rani ..jangan² s Rani hami anak orang lain
Dien Elvina
good Dyah s Laksmi harus d lawan jangan mau d tekan s benalu ..lama² juga bakal berhenti sendiri
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
nahhh gitu dong diyah! aku suka perubahan kamu. kamu harus lebih berani dan jangan cuma diam saja, saat orang lain meremehkan atau merundungmu. dengan begini, laksmi enggak bakal berani macam2...karena kamu enggak cuma diam dan pasrah.
Diah_Kustantie ✨💛
Janu sudh mulai terprovokasi kayanya.akang biya udh mulai terdiyah Diyah nih ga malu2 ngumbar kemesraan
Dien Elvina
ihh jahat banget Januar ..pengen liat Biyakta rugi dgn mengganti pupuk biar panen hancur n Biyakta kena Omelan pak Marta ..ini gara² hasutan s Laksmi sang benalu 😡
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hohoho seperti kamu mau ngerjain mas kamu januar, kamu asal ganti pupuk supaya hasil panen hancur dan biyakta kena omel bapak kamu gitu kan? gara2 pengaruh dari laksmi. kamu sampai segitunya sama mas kamu. kamu bakal nyesel, jika tahu kalian sedang di adu dombaa.

mamvusss Sarah 🤣 bisa2nya kagak punya malu, masih pagi kok yaa bertamu ke rumah orang. gitu katanya wanita berpendidikan, tapi enggak punya attitude. malah mau jadi velakorr....bener2 enggak tahu diri.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ: pasangan klop! 😆 januar lebih percaya sama orang lain, daripada sama saudara kandung. di peralat laksmi saja kok yaa mau2nya.
total 2 replies
Mira Hastati
bagus
Radya Arynda
waaah januar sudah ke makan sama hasutan sengkuni,,wanita iblis si lasmi....semogah kamu tidak menyesal saja war januwar...,
Mantap Biyahta,,,jangan ter goda sama perempuan lain,,,jaga selalu diyah dari orang2 sikir dan jahat....sarah,sarah katanya pramugari kok semangaat banget mau jadi pelakor....haduh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!