NovelToon NovelToon
Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:558k
Nilai: 4.6
Nama Author: Yam_zhie

Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.

Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.

Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara 25

"Mas mau apa lagi?" tanya Kiara. Nada suaranya datar, tanpa emosi, bagaikan berbicara dengan orang asing yang menanyakan arah jalan.

"Ra..." Vino mencoba meraih jemari Kiara, namun wanita itu memundurkan langkahnya selangkah, menghindari sentuhan itu seolah-olah kulit Vino melayangkan racun.

"Jangan sentuh aku, Vino," tegur Kiara tegas.

"Ra, maafin Mas... Mas tahu Mas salah! Mas bodoh, Mas tertipu sama Shela!" cerocos Vino panik, air matanya menetes lagi menembus debu di pipinya.

"Mas udah putusin semua akses sama dia! Mas udah maki-maki dia! Papa usir Mas dari rumah, fasilitas Mas dicabut, Mas nggak punya siapa-siapa lagi selain kamu, Ra... Tolong, jangan tinggalkan Mas dalam kondisi kayak gini!"

Kiara menatap Vino dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tidak ada kemarahan di matanya, hanya rasa kasihan yang dingin.

"Kamu kehilangan segalanya bukan karena Shela, Vin. Kamu kehilangan segalanya karena pilihanmu sendiri," sahut Kiara lancar.

"Kamu yang memilih untuk berbohong. Kamu yang memilih mendahulukan manipulasi perempuan lain dibanding tunanganmu sendiri. Dan sekarang, saat konsekuensinya datang, kamu bertindak seolah-olah kamu adalah korbannya?"

"Mas khilaf, Ra! Mas cuma kasihan..."

"Kasihan?" potong Kiara menyindir.

"Kasihan itu diberikan pada orang yang jujur dan membutuhkan, Vin. Bukan dijadikan alasan buat menutupi kebohongan murah di belakang pasanganmu. Kamu menikmati peran jadi pahlawan buat Shela, kan? Nah, sekarang nikmatilah peran itu sampai selesai. Karena kamu juga tak perlu berbohong pasa siapapun lagi setelah ini..."

"Nggak, Ra! Mas cuma cinta sama kamu! Cuma kamu!" raung Vino, mencoba maju mendekati Kiara.

"Cincin ini... Mas masih simpan cincin kita! Tolong kasih Mas kesempatan kedua..."

Ia merogoh saku celananya dan menyodorkan kotak cincin pertunangan mereka yang sudah kumal. Kiara menatap kotak cincin itu sebentar, lalu beralih menatap mata Vino yang hancur.

"Masa berlaku cintaku buat kamu sudah habis sejak kamu mengarang cerita tentang klien luar kota malam itu di rumah sakit, Vin," tutur Kiara pelan namun penekanannya menusuk hingga ke dasar dada Vino.

"Kesempatan kedua sudah aku berikan, dan kamu melanggar dengan kesalahan yang sama. Dan tak ada kesempatan untuk orang seperti itu, orang yang sengaja berjalan ke arah yang salah sambil tersenyum dan berbohong."

"Ra... tolong..." tangis Vino pecah di tengah jalan raya. Beberapa pengendara mulai menatap mereka.

"Pak Sopir, tolong jalankan mobilnya," perintah Kiara pada sopir taksi tanpa mengindahkan rintihan Vino.

Dia kembali masuk ke dalam taksi dan menutup pintunya rapat-rapat. Taksi itu bermanuver memutar, meninggalkan mobil Vino yang melintang di jalan.

Melalui kaca belakang, Kiara melihat Vino yang terduduk lemas di atas aspal dingin, menutupi wajahnya dengan kedua tangan saat deretan kendaraan lain mengklaksonnya dengan marah. Namun, Kiara tidak melirik lagi. Diamenyandarkan kepalanya, menghembuskan napas panjang, dan membiarkan fajar menyapu bersih seluruh kenangan tentang pria itu dari hidupnya. Hari ini, di kota yang baru, kehidupannya yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Taksi melaju menembus jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta. Di dalam kabin yang dingin, Kiara menyandarkan kepalanya ke kaca jendela, memperhatikan pepohonan dan papan reklame yang berkelebat cepat. Ponsel di genggamannya bergetar. Sebuah panggilan masuk dari nomor yang tak dikenal muncul di layar.

Kiara menggeser tombol hijau.

"Halo?"

"Kiara... Kiara, tolongin aku..." suara dari seberang sana terdengar panik, diiringi isak tangis yang terdengar begitu dipaksakan.

"Ini aku, Shela, Kiara..."

Khusus untuk nama itu, Kiara bahkan tidak repot-repot mengubah raut wajahnya.

"Mau apa lagi, Shela? Ada punya berapa puluh nomor kamu? Bahkan entah berapa nomor kamu yang sudah aku blokir!"

"Kiara itu tak penting... Mas Vino gila, Kiara! Dia maki-maki aku, dia blokir nomor aku, padahal aku lagi sendirian di rumah sakit!" ratap Shela dari balik telepon dengan nada memelas yang biasa ia gunakan.

"Uang administrasi aku belum dibayar, Kiara. Perawat di sini galak-galak banget. Mas Vino tega banget sama sepupunya sendiri! Kiara bilang pada Mas Vino untuk membayar biaya rumah sakit, atau kalau bisa kamu saja yang bayar dulu. Nanti kamu bisa minta ke Mas..."

"Shela," potong Kiara. Suaranya tenang, dingin, dan begitu berwibawa hingga menghentikan racauan Shela seketika.

"Pertama, saya bukan calon istri Vino lagi. Hubungan kami sudah selesai. Kedua, kamu dan Vino adalah dua orang dewasa yang dewasa secara usia, tapi kekanak-kanakan secara moral. Jadi selesaikan masalah kalian sendiri. Dan silahkan ambil kakak sepupumu itu. Dia sekarang single. Bukankah kamu sangat menginginkan dia? Ambil saja!"

"Tapi Kiara! Aku ini sepupunya! Mas Vino itu kewajibannya bantu aku!" Shela mulai kehilangan topeng lembutnya, suaranya naik satu oktav.

"Kiara kok tega banget sih? jahat banget jadi orang! Cuma gara-gara aku minta tolong dikit malam itu, kamu langsung mutusin Mas Vino dan bikin dia ngamuk ke aku? Kamu sengaja kan bikin keluarga kami bertengkar?!"

Kiara terkekeh pelan, sebuah tawa kecil tanpa rasa humor.

"Shela, denger baik-baik ya," tutur Kiara, setiap kata terucap tajam bagai sembilu.

"Kamu merasa paling menderita di dunia ini hanya karena kamu terbiasa menjual air mata untuk memeras orang lain. Kamu pikir kamu cerdas bisa memanfaatkan rasa iba murahannya Vino? Tidak. Kamu cuma memanfaatkan pria bodoh yang haus dipuji sebagai pahlawan."

"Kiara!" jerit Shela tersinggung.

"Sekarang pahlawanmu sudah bangkrut, Shela. Dia diusir Papanya, semua fasilitasnya dicabut, dan dia tidak punya sepeser pun untuk bayar tagihan rumah sakitmu," lanjut Kiara tanpa ampun.

"Jadi daripada kamu membuang waktu menelepon saya, lebih baik kamu bangun dari ranjang rumah sakit itu, cari kerja, dan bayar sendiri tagihanmu. Jangan pernah hubungi saya lagi."

Tut... tut... tut...

Kiara mematikan panggilan tersebut dan langsung memasukkan nomor itu ke dalam daftar blokir permanen. Ia menghela napas panjang, merasa sebuah beban berat baru saja terangkat sepenuhnya dari pundaknya.

Sementara itu, di sebuah kafe kecil tak jauh dari persimpangan jalan tadi, Vino duduk bersandar di kursi kayu dengan wajah layu. Kemejanya makin kusut, rambutnya berantakan, dan aroma alkohol tipis sisa pelampiasan tadi malam masih tercium dari bajunya. Di hadapannya, Rania adik duduk dengan tangan bersedekap dan pandangan dingin yang tajam.

Rania sengaja mau menemui kakaknya hanya untuk menyerahkan satu tas ransel berisi pakaian ala kadarnya yang disuruh Papa mereka. Padahal dia masih sangat marah kepada kakaknya yang bo-doh itu.

"Ini baju-baju Mas Vin," kata Rania sambil menggeser tas ransel hitam itu ke meja.

"Papa bilang, Mas gak boleh pulang sampai Mas benar-benar sadar sama kesalahan Mas."

1
Pustanty
Thor.. ini maya apa nadia e.... 😏
maulia
thor, aku akui novel kamu bagus banget, tapi sedikit kekurangannya pada nama tokoh yang selalu berubah² sehingga aku bingung sendiri
syafri yanti
mama Shella itu, Rika atau Salma namanya.
alyssa bunga
mampir thorr
Maryam Renhoran
Alhamdulillah...happy ending
tadinya udah malas lanjut di episode2 awal, tapi paksakan lanjut, akhirnya makin penasaran di setiap episode, hingga tamat...Mksih yaa Thor...🙏😍
Agustiana Sri Rejeki
perasaan waktu itu rumah ortu kiara di kompleks perumahan tor, kok tiba² jadi di daerah pedesaan sih🤭
Cecilia
banyak banget nama ibunya si shela 🤭
Saryanti Yahya
terserah othor sajalah, nama nama pemerannya mau diganti apa aja, baca aja terus
FisyanaLica
Udah dimas jadi heru,, nadia jadi maya,, chintya jd Ratna trus siapa lagi hayooo,,
Ratna Suminar
mass ga bisa lepas dari jeratan Shela?
Anonim
Area sidang kok bisa ada krangkeng besi i i pengarang lagi nglindur
Anonim
Pengarangnya pikun ini nama ibunya shella bs berganti2 dari reni,salma, rita blom kagi shella berubah oeran jadi anak sulungnya pak heru. Klo ngarang cerita yg konsentrasi gitu loh jangan ngasal bikin crita bikin bingung pembaca
Partini Minok Nur Maesa
ppanya vino itu dimas apa heru bikin pusing aja bcanya
Partini Minok Nur Maesa
bukanya shela jg kerja beda divisi sama vino knp gx jd orang baik2 walau gaji sedikit
Partini Minok Nur Maesa
makanya jd orang jgn egois
Partini Minok Nur Maesa
knp manggil mas pdhl baru 2 hari kerja kedengaran aneh gx sich
Endjang Setiawan
Bagus banget ceritanya...makasih kak Thor...😍
Inooy
bintang lima nya bwt usaha othor bikin cerita, karena sejujur nya baru kali ini aq nemuin cerita yg sangat amat amburadul..
d awal cerita udh bagus, alur cerita nya bikin aq pengen terus baca..tapiiii d pertengahan menjelang akhir, cerita jd kluar jalur, susah utk d pahami nya..belum lg banyak penyebutan nama yg ganti2, bikin aq makin bingung...
klimaks nya menjelang akhir, d bagian persidangan..kenapa sepupu mendadak jd anak sulung yg otomatis menjadi kaka tokoh pria nya?? benar2 kacau dn amburadul 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
bagi yg belum baca dn tertarik utk baca,,mudah2an cerita nya udh d revisi..karena sebetul nya cerita nya udh bagus, tp sayang nya banyak yg kluar jalur!!!!

ato mungkin ini sebuah strategi meningkatkan retensi?? karena setau aq dengan banyak nya komentar dr para reader otomatis retensi akan terdongkrak naik,,,klo dugaan ku benar,,ckckckck tega beneeeerr bikin para reader pusing 7 keliling..bukan nya terhibur tp d bikin puyeeeng!!!!
Inooy
kaka reader d bikin makin bingung dengan cerita ini, termasuk aq...😂🙂‍↔️🙂‍↔️🙂‍↔️
Inooy
makin bingung deeehh, sebelum nya d katakan Kiara berhijab..tp kenapa skarang malah merapikan rambut Kiara d dekat telinga nyaa?? hhadeuuuhh,,makin k sini makin d bwt biiingung!!!!!!!!!!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!