NovelToon NovelToon
GADIS BAHU LAWEYAN

GADIS BAHU LAWEYAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Kutukan
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Jangan lupa baca novel Sihir Tafriq dan Misteri Desa Getih, biar gak bingung.

Kasih adalah seorang gadis cantik dan juga baik hati. namun di balik kecantikannya, ia memikul sebuah kutukan. dimana siapapun yang menikahinya, maka tidak akan pernah selamat.

Semua pria akan mati sebelum dapat merasakan malam pertama mereka...

Siapakah Kasih... dan kutukan apa.yang sedang di pikulnya.

ikuti kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bapak Salah Arah—2

Nafasnya semakin berat, saat ia melihat Hendra melangkah maju ke arahnya.

Kali ini, tatapannya bukan sebagai seorang ayah yang melindungi. Melainkan tentang bagaimana seorang binatang buas yang siap menerkamnya.

"Kasih... Papa sudah tidak tahan lagi untuk menunggu masa ini. Tolong papa..." ia melangkah dengan pelan ke arah Kasih yang berjalan mundur.

Deeeegh!

Jantung Kasih seolah berhenti berdetak. "Papa mau apa?" tanyanya dengan nada gemetar.

Hendra semakin melangkah me dekat. Membuat Kasih terpojok di tepian ranjang. Hal itu semakin memperkuat Hendra dalam penguasaannya.

"Papa hanya ingin kehangatan di ranjang. Papa ingin tau, kamu masih perwan atau sudah rusak. Sebab anak zaman sekarang sangat sulit di cari yang perawan." ucap Hendra, tanpa batasan yang melanggar norma.

Kasih semakin ketakutan. Ia ingin berteriak, tetapi suaranya seolah tercekat di tenggorokannya.

"Jangan, Pa. Ingat, aku ini anakmu, puterimu," Kasih mencoba mengingatkan Hendra yang berada di luar kendali.

"Hehehehehe..." Hendra terkekeh. "Siapa bilang kamu anakku?" Hendra sudah berjarak sangat dekat. "Kau hanyalah anak pungut. Kau ku adopsi dari Panti Asuhan Kasih Bunda. Jadi kita todak ada hubungan apapun, dan kau harus berbakti,"

Duuuuuaar!

Kasih merasakan duanianya terhenti. Ia seperti di sambar petir. Pantas saja Hendra memperlakukannya berbeda, ternyata ia hanya seorang anak pungut.

"Dengar, Kasih. Biaya yang aku keluarkan untuk merawatmu bukanlah sedikit. Maka kau harus membayarnya. Lagipula, gadis zaman sekarang sudah terbiasa tanpa perawan. Apa salahnya kau memberikannya pada papa yang sudah merawatmu!" Hendra mulai menekan nada bicaranya.

"Aku akan mengganti biayanya setelah lulus sekolah, dan aku akan bekerja," jawab Kasih dengan hati yang hancur.

Rasa perih di hatinya kian bertambah, sebab bukan kenyataan jati dirinya siapa saat ini, tetapi Hendra yang meminta balas jasa dengan ingin merenggut kesuciannya.

"Banyak omong!" Hendra tak lagi dapat menahan. Ia menerkam Kasih hingga terpental.ke atas ranjang, dan memaksa gadis itu melayaninya.

Tubuh Hendra yang berat, membuatnya kesulitan untuk melepaskan diri.

Tangannya meraih apapun yang dapat ia raih. Hingga saatnya ia meraih sebuah lampu tidur.

Taaaak!

Kasih memukulkannya dengan cukup kuat kekepala Hendra.

Pria itu kliyengan. Dan itu di manfaatkan Kasih untuk melepaskan diri.

Ia berlari ke arah pintu, dan Hendra tak ingin melepaskannya begitu saja.

Pria itu mengejarnya.

Saat Kasih meraih handle pintu, Hendra mendapatkan pinggangnya.

Tak!

Pintu terbuka...

Santi berdiri di depan pintu. Melihat sang suami memeluk Kasih dengan tangan yang erat, dan bahkan salah satu tangannya sudah di semangka sebelah kiri milik Kasih.

Santi diam terpaku. Dunianya tak kalah runtuh.

Sedangkan Hendra berhenti dengan aksinya.

Plaaak!

Sebuah tamparan mendarat di pipi Kasih, dan itu dilakukan oleh Hendra.

"Lihatlah dia, Sayang." Hendra berlari le.arah Santi sembari memasang wajah manipulatif. Dia memaksaku. Bahkan memintaku untuk menjamahnya dari arah belakang," ia berdusta.

"Binatang!!"

Plaaak!

Sebuah tamparan dari Santi mendarat di pipi Hendra. Dan itu cukup keras. Sehingga membuat bekas merah bergambar lima jari.

"Itu anakmu! Mengapa kau tega melakukannya?!" Pekik Santi dengan bulir bening yang jatuh di sudut matanya.

Hendra memegang pipinya yang terasa panas. Matanya berubah menjadi merah karena sedang menahan amarah.

“BUKAN ANAK KANDUNGKU!” bentaknya. Ludahnya sampai muncrat. “AKU YANG MEMBERINYA MAKAN! AKU YANG SEKOLAHIN! AKU YANG BERHAK ATAS DIRINYA!”

Jawab Hendra tak mau kalah.

“HAK APA? HAK BEJAT BINATANGMU?!”

Gelas bekas minum di genggaman tangannya melayang.

PRAAANK!

Pecah dan berserakan di lantai.

Kasih berjongkok sembari menutup kepalanya. Ia menangis tersedu. Tetapi tanpa mengeluarkan suara. Sebab suaranya sudah serak.

Pertengkaran itu cukup sangat berisik. Bahkan membuat tetangga sampai mengintip dari pagar.

Hingga pukul tiga pagi dini hari, baru mereka meredakan amarah. Itupun karena kelelahan.

Hendra yang kesal mengeluarin koper,, dan menyeret Kasih ke teras.

“Puas kau? Sekarang pergi!” usirnya kepada Kasih. Hasratnya yang tak tersalurkan, dan amarah Santi bertumpuk menjadi satu.

Bagaimanapun, ia tak mungkin berpisah dari Santi, karena semua kekayaan yang ia nikmati adalah milik Santi. Jika ia melepaskan wanita itu, maka alamat ia akan menjadi miskin. Tentu saja ia tak menginginkan itu.

Braaak!

Hendra mendorong Kasih beserta koper yang berisi tiga helai pakaian dan bulu sekolah. Tak lupa sebuah boneka kecil pemberian Santi saat ia masih berumur lima tahun.

“PERGI KAU ANAK HARAM! JANGAN COBA KAU BALIK KERUMAH INI!” hardik Hendra sekali lagi.

Sedangkan Santi hanya menatap Kasih dengan diam. Air matanya mengalir di sudut matanya.Tetapi tak ada niat unruk mencegah kepergiannya.

Kasih menatap wanita yang berdiri tanpa melihatnya. Selama ini, Santi menyayanginya sepenuh hati.

"Bu... Kasih pergi. Terimakasih sudah merawat Kasih selama ini." ucapnya dengan pelan.

Santi tak juga melihatnya. meski hatinya hancur dan tak dapat lagi untuk di sembuhkan.

Kasih menyeret kopernya. Lalu berjalan menuju pagar rumah. Ia masih memliki tabungan meskipun tak seberap, tetapi cukup untuk mengontrak rumah kos, dan bertahan hidup, selama ia mencari pekerjaan dan juga melanjutkan sekolahnya hingga selesai.

Langkahnya cukup lamban. Ia sangat hancur dengan apa yang terjadi padanya malam ini. Semua berubah dalam hitungan jam saja.

Kasih berjalan tanpa arah. Ia juga tidak tau harus kemana.

Sepatu sekolahnya berada di tepian aspal. Dan saat bersamaan, orang-orang di perumahan menatapnya sembari berbisik-bisik.

"Itu anaknya Pak Hendra dan Bu Santi kan? Kok diusir ya?" ucap Bu Tina, tetangga mereka.

"Katanya sih... ya gitu lah. Anak pungut emang nggak tau diri." cibir wanita lainnya. Bahkan mereka men-judge nya tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Laras hanya menundukkan kepalanya. Ia merasa malu saat menjadi tontonan. Bahkan ia akan menjadi korban bullyan Novi dan juga Della, jika sampai kasus ini menyebar.

Ia terus berjalan. Ia ingin menjauh dari orang-orang yang menatapnya dengan sinis. Bahkan tak satupun dari para emak-emak itu yang memberikannya sedikit saja rasa iba.

Saat bersamaan, ia merasakan toh di bagian intimnya berdenyut dan menghangat.

Tanpa Kasih sadari, sesuatu yang berada di dalamnya sedang memperhatikannya.

Kasih terus berjalan, dan ia membuka ponselnya, berniat untuk memesan taksi online.

Ia menggulir layarnya, dan saat bersamaan, dua orang remaja yang melaju memggunakan sepeda motor datang memepetnya, dan menyambar ponselnya.

Taap!

Para pengemudi motor itu melaju kencang, setelah mendapatkan ponselnya.

Kasih terdiam menatap mereka yang sudah menjauh di kegelapan yang masih dini hari.

Kasih terdiam lemah. Kini harapannya satu-satunya untuk mendapatkan taksi dan rumah kos sudah musnah begitu saja. Kasih merasakan dunianya begitu kejam dan tak adil untuknya.

1
FiaNasa
sun...enak kan Ken getok helm kerja😀🤣🤣
FiaNasa
ayo cepat cegah Farhan,,jgn sampai ada korban lagi
FiaNasa
Farhan benar Lo kasih..klau kau mati ditempat proyeknya dia maka yg ada proyeknya terhambat n uangnya gak cair...kamu cari tempat lain yg strategis gitu buat bundir🤣🤣
FiaNasa: nah ..disitu bisa karna bukan wilayah proyek farhan🤣🤣🤣tingkah Farhan absurd nurin siapa sih thor😀😀jgn² ketularan Ara demit ini🤣🤣
total 2 replies
FiaNasa
siapa yg membebaskan Mbah jati ini,,dia kan dikurung dalam peti bersama dg sekutunya,siapa yg buka segelnya itu ya
Hary Nengsih
jangn ada tumbal lg si kasih suruh pake masker biar gak keliatan muka nya
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: di karungi😂
total 1 replies
V3
mandor Karjo awet jg yaaa 🤣
dr ikut Rayyan dan skrg ikut sama Farhan ( anak nya )
Desyi Alawiyah: Dan tidak sombong.. 😁
total 2 replies
Desyi Alawiyah
Iya Kak, nggak papa.. Aku tetap nungguin kok /Chuckle/
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Wah, kayaknya Farhan tertular absurdnya para demit deh.. 🤭
V3
hadeeeeww .... td nya baca mo serius mlh JD ngakak Krn ulah para The Myth's gak 🤣🤣
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👻👻👻👻👻👻
total 1 replies
FiaNasa
udah dua korban masa kasih gak curiga dg dirinya sih
neni nuraeni
semoga aja Farhan suka dan mau menikah dgn kasih agar kutukan itu cepat hilang,, jgn sampai deh kak ada korban lagi ksian ksih
Tini Nurhenti
gercep 👍💪💪
Tini Nurhenti
🤣🤣🤣🤣👍💪💪 the mithe pdo somplak kbe koyok othore eo mak Sit 😁😁🤭
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👻👻👻👻👻
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Semoga berhasil yah.. Kasihan kan para pekerja di proyek yang akan dijadikan tumbal.. 😌
Desyi Alawiyah
Penasaran, tadi si pocong lempar senter ke arah kalajengking pake apa coba? Kan kaki dan tangannya diiket.. 😁
Desyi Alawiyah: Waduh... 🤭😜
total 2 replies
Siti Yatmi
wah....farhan akan ketemu kasih...hemmm....gpp han..kasih cantik ko
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: heeemmmm😍😍😍😍
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Oh gitu.. Jadi kutukannya berakhir jika Kasih menikah sama Farhan... Gitu yah? 😌
Desyi Alawiyah
Kenapa harus Farhan sih.. Apa karena Farhan anaknya Rayyan dan Nawang Wulan? 🤔🧐
Desyi Alawiyah
Ya allah... Kemarin kepleset, sekarang kesandung... Ada-ada aja ulah si Pocong ini 🤭
Desyi Alawiyah
Hardi gimana sih, anaknya meninggal kok malah nggak peduli.. 😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!