NovelToon NovelToon
MY IDOL MY SUGAR DADDY

MY IDOL MY SUGAR DADDY

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Binar jingga08

MY IDOL MY SUGAR DADDY Disya Putri, mahasiswi ekonomi yang berjuang menopang hidup dan ibunya, terpaksa menyetujui tawaran tak terduga dari Min Jae—idol papan atas yang dikenal dengan nama panggung Zelo. Hubungan mereka bermula dari perjanjian tanpa cinta: ia melayani, ia dibayar. Namun perlahan transaksi itu berubah menjadi rasa tulus, hingga masa lalu kelam Min Jae kembali hadir. Li Bora, mantan kekasih sekaligus produser yang dulu pergi tanpa penjelasan, kini kembali membawa ancaman dan rahasia besar. Di tengah tekanan publik, penolakan keras ayah Min Jae yang menganggap latar belakang Disya tidak setara, serta bukti perjanjian awal yang dijadikan senjata, mereka diuji hingga ke titik terberat. Di saat yang sama, tersembunyi kebenaran mengapa Li Bora dulu pergi, dan siapa yang sebenarnya mengatur semua ini dari balik layar. Akankah cinta yang tumbuh di antara keterpaksaan mampu bertahan melawan ambisi keluarga, masa lalu yang kelam, dan dunia yang menentang? Atau mereka justru menyadari bahwa pertemuan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan takdir yang telah lama disiapkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binar jingga08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~JANJI YANG TAKKAN PUDAR

Sore itu cahaya matahari meredup berubah jingga lembut, menyinari ruang tamu yang tenang. Jack baru selesai menelepon untuk memastikan keamanan, lalu saat berbalik badan, langkahnya terhenti pelan.

Di sudut ruangan, Disya duduk memeluk lutut erat. Di tangannya tergenggam foto polaroid yang sama—foto dirinya dan Min Jae. Air mata menetes perlahan membasahi pipi pucatnya. Ia tak lagi menyembunyikan tangis, seolah semua kekuatannya sudah habis.

Jack menghela napas panjang, mendekat lalu duduk di sampingnya. Ia tak langsung bicara, hanya membiarkan Disya tahu ia ada di sana. Ia sadar satu hal jelas: sekuat apa pun ia melindungi, seaman apa pun tempat ini, hati gadis itu tak bisa dipaksa berhenti mencintai. Luka tak akan sembuh hanya dengan lari dan bersembunyi.

"Disya," ucapnya pelan, lembut namun tegas. "Kau bisa lari ke mana saja, kau bisa bersembunyi selama apa saja. Tapi selama kau belum berani menghadapi kenyataan, belum berani bicara jujur dan mendengar penjelasannya, rasa sakit ini tak akan pernah hilang."

Disya menoleh perlahan, matanya merah dan bengkak. "Tapi Oppa... aku takut. Takut mendengar kata kasar lagi. Takut ternyata memang aku yang salah dari awal. Takut kalau aku menghadapinya, aku akan hancur lebih parah lagi."

Jack tersenyum sedih, lalu meraih tangan Disya dan menggenggamnya erat.

"Dengar aku baik-baik," katanya sungguh-sungguh. "Aku tak akan pernah memaksamu melakukan apa pun yang kau takutkan. Tapi aku ingin kau tahu: apa pun yang terjadi, apa pun keputusanmu, siapa pun yang kau hadapi nanti, aku akan selalu berdiri di sampingmu. Aku tak akan pergi. Aku tak akan membiarkanmu menghadapi dunia ini sendirian. Aku janji."

Mendengar janji itu, air mata Disya makin deras. Ia memeluk lengan Jack, mencari kekuatan dari sahabatnya yang selalu ada. "Terima kasih... terima kasih banyak, Oppa. Kadang aku merasa kau lebih seperti kakak kandungku sendiri."

Sementara itu di sisi lain kota, Min Jae akhirnya mendapatkan petunjuk yang dicari. Asistennya memberitahu: ada yang melihat Disya di toko buku pinggir pantai, dan jejak terakhirnya mengarah ke kompleks apartemen Jack.

Jantungnya berdegup kencang—campuran lega tahu keberadaan Disya, dan takut luar biasa harus menghadapinya. Ia tahu ia datang bukan menuntut atau marah, tapi meminta maaf, menjelaskan semuanya, dan berjanji tak akan lagi menyakiti gadis itu dengan kata kejam.

Ia menyetir cepat namun hati-hati, pikirannya penuh bayang wajah Disya. Ia sadar: kalau datang terlambat sedikit saja, kesempatan ini mungkin hilang selamanya.

Kembali di apartemen Jack, suasana perlahan hening. Disya mulai tenang, tapi hatinya berdebar tak menentu. Ia tahu selama rahasia ini tersimpan, selama ia masih memilih lari, kebahagiaannya tak akan utuh. Ia harus berani menghadapi kenyataan, sekalipun menyakitkan.

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu.

Bukan keras atau kasar—hanya tiga ketukan pelan namun tegas, seolah orang di balik pintu sudah lama menyiapkan hati untuk datang.

Suasana seketika membeku. Disya menatap pintu mata membelalak, napas tertahan. Jack menatapnya sebentar, lalu kembali menatap pintu tenang. Mereka berdua tahu siapa yang datang. Tak perlu menebak, tak perlu bertanya—hati sudah memberitahu.

Disya menatap Jack bertanya, tangannya gemetar pelan. Jack mengangguk pelan, lalu menggenggam tangan Disya erat sekali.

"Ingat janjiku," bisiknya lembut. "Aku di sini. Di sampingmu. Selalu."

Dengan napas yang diatur perlahan, Jack berdiri berjalan ke pintu. Berhenti sejenak, tarik napas panjang, lalu perlahan memutar gagang pintu.

Pintu terbuka.

Di sana berdiri sosok yang selama ini menghantui pikiran Disya—sosok penuh penyesalan dan rindu terpendam: Min Jae. Matanya langsung tertuju pada Disya di sudut ruangan, dan dalam sekejap, air mata yang tak pernah ia tunjukkan pada siapa pun akhirnya jatuh juga.

1
Eomma'Drakor 01
Alice😡
Eomma'Drakor 01
disya kenapa ga pacaran Ama Jack aj sih?
Eomma'Drakor 01
langkah yang bagus disya nikmatilah semua fasilitas dari min jae oppa😍
Eomma'Drakor 01
langkah yang bagus disya, nikmatilah semua fasilitas dari min jae oppa😍
Tere Rere
keren
Flm Rendom
kisah cinta yg Berawal dari transaksi..
Flm Rendom
kira2 siapa nih yang bakalan melanggar aturan transaksi...
Wae
suka dengan persahabatan Jack dan disya😍 ceritanya bikin baper
Wae
my idol may sugar Daddy 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!