NovelToon NovelToon
MERESET TAKDIR SUAMIKU

MERESET TAKDIR SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Diam-Diam Cinta
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Tepat di hari perceraian mereka, Kirana Zhafira menyaksikan Damar Rafardhan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk demi menyelamatkan cincin pernikahan mereka yang terjatuh. Kirana keliru menilai pernikahan dingin mereka selama dua tahun sebagai tanda ketidakpedulian. Namun, rahasia pilu membubung saat ibu mertuanya menyerahkan dompet Damar yang berisi foto pernikahan mereka dan cincin berlumuran darah kering.

Penyesalan terdalam menghantam Kirana begitu menyadari betapa sang suami sangat mencintainya dalam diam. Di tengah keputusasaan dan rasa sepi yang mencekam, keajaiban waktu terjadi. Kirana terbangun dan mendapati dirinya terlempar ke masa dua minggu sebelum tragedi maut itu merenggut Damar.

Berbekal kesempatan kedua dari semesta, Kirana bertekad meruntuhkan dinding es di antara mereka. Ia bersumpah akan mengejar cinta Damar, mengubah takdir tragis yang mengintai, dan memperjuangkan akhir bahagia yang tertunda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KECEMASAN KIRANA.

Dua hari terlewati terasa begitu singkat. Kini, fajar telah menyingsing, membawa kalender tepat pada tanggal 8 April, hari yang paling ditakuti oleh Kirana. Sejak membuka mata di pagi buta, detak jantung Kirana tidak pernah kembali normal. Pergolakan batinnya memuncak saat mereka berdua berada di area lobi depan rumah.

"Kak, tolong izinkan aku ikut ke kantor hari ini. Aku mohon Kak," desak Kirana dengan tatapan mata yang dipenuhi kilat kepanikan yang pekat.

Damar langsung menatap Kirana. Ia memegang kedua belah bahu istrinya dengan lembut namun tegas. "Kiran, Kamu tidak bisa ikut ke kantor, Sayang . Karena kamu harus pergi ke kampus. Ingat jadwal ujianmu sangat padat minggu ini."

"Tapi aku tidak peduli dengan kuliahku hari ini, Kak! Aku bisa mengurus izin susulan nanti," sanggah Kirana bersikeras, air matanya sudah hampir tumpah di sudut mata. "Aku hanya ingin berada di dekatmu, memastikan Kak Damar terhindar dari bahaya."

Damar terdiam sesaat. Tatapan matanya yang semula hangat perlahan berubah menjadi agak meredup. Ada guratkekecewaan yang samar terpancar dari wajah tegasnya.

"Kiran, apakah sekarang kau sama sekali tidak mempercayai kemampuan suamimu ini untuk menjaga dirinya sendiri?" tanya Damar dengan nada suara yang terdengar sangat pelan namun sarat akan rasa kecewa.

Mendengar pertanyaan menohok dari Damar, pertahanan Kirana seketika goyah. Hatinya mencelos melihat gurat kekecewaan di wajah pria yang dihadapannya itu.

"Kiran percaya kok, sama Kak Damar. Hanya saja..." kalimat Kirana mendadak terhenti di udara.

"Kalau di dalam hatimu masih ada kata hanya saja, itu artinya kamu memang belum seratus persen menaruh rasa percaya padaku, Kiran," potong Damar dengan cepat, menatap lurus ke dalam manik mata istrinya.

Kirana langsung terdiam seribu bahasa. Ia menundukkan kepalanya, menyadari bahwa sikap protektifnya yang berlebihan mungkin telah melukai harga diri Damar sebagai seorang pria dan pemimpin. Setelah menghela napas panjang penuh kepasrahan, Kirana akhirnya mendongak kembali.

"Baiklah, Kak. Hari ini Kiran akan pergi ke kampus. Artinya, Kiran benar-benar menaruh seluruh rasa percaya pada Kak Damar," ucap Kirana dengan tatapan memohon yang teramat dalam. "Tapi, tolong berjanjilah satu hal padaku. Saat kita bertemu sore nanti, Kak Damar harus dalam keadaan baik-baik saja. Tidak boleh ada luka sedikit pun di tubuh Kak Damar."

Damar tersenyum lega mendengar penuturan istrinya. Ia langsung menarik tubuh mungil Kirana ke dalam dekapannya, memeluknya dengan sangat erat demi menyalurkan seluruh kekuatan dan rasa aman yang ia miliki.

"Baiklah, Sayang. Aku berjanji padamu dengan segenap jiwaku. Aku akan menjemputmu di depan gerbang kampus sore ini dalam keadaan baik-baik saja, tanpa ada luka sekecil apa pun," tutur Damar dengan lembut, lalu menunduk untuk memberikan kecupan manis yang lama di dahi Kirana agar istrinya kembali tenang.

Setelah kecemasan Kirana sedikit mereda, Damar akhirnya mengantarkan sang istri menuju kampusnya menggunakan mobil pribadi. Begitu sampai di depan gerbang, Kirana turun dengan langkah yang terasa berat. Ia berdiri mematung di tepi jalan, menatap kepergian mobil sedan hitam milik Damar yang perlahan mulai menjauh.

Kirana terus memandang ke arah jalan raya dengan tatapan kosong, hingga sebuah tepukan cukup keras di pundak sebelah kanannya seketika membuyarkan seluruh lamunannya.

"Serius banget sih melihat kepergian ayang bebnya," ledek Susan yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya dengan senyuman menggoda. "Kaya orang yang tidak rela berpisah begitu. Sejak kapan Kirana si kutu buku kampus berubah menjadi kutunya bucin, hm?"

Kirana mengelus dadanya yang terlonjak kaget. "Huh, Susan! Kamu ini bikin kaget saja sih. Lagipula, aku ini bukan sedang bertingkah bucin seperti yang kamu katakan, tapi aku hanya sedang merasa sangat khawatir."

Susan mengernyitkan dahinya bingung, melihat raut wajah sahabatnya yang memang tampak sangat tegang. "Khawatir tentang apa lagi, Kiran? Hubungan kalian kan sudah membaik."

"Kamu masih ingatkan dengan cerita lamaku kalau di tanggal delapan April ini Kak Damar akan diserang oleh seseorang?" jelas Kirana dengan nada suara yang berbisik serius. "Nah, hari ini itu adalah tanggal delapan April, Susan! Jadi bagaimana mungkin aku bisa tenang dan tidak mengkhawatirkan keselamatan Kak Damar?"

Susan terdiam sejenak, mengingat kembali rangkaian cerita tidak masuk akal yang pernah diucapkan Kirana tempo hari namun terbukti kebenarannya pada kasus Hendi. "Lalu, apakah Kak Damar sendiri sudah tahu tentang peringatan bahaya di tanggal hari ini?"

Kirana langsung mengangguk cepat. "Iya, Kak Damar sudah tahu semuanya."

"Nah, kalau dia sudah tahu, itu tandanya kamu harus menaruh kepercayaan penuh pada dirinya, Kiran," ujar Susan sembari merangkul pundak sahabatnya, berjalan bersama memasuki area koridor kampus. "Aku sangat yakin Kak Damar pasti akan menjadi jauh lebih waspada daripada biasanya."

Kirana mendengarkan ucapan Susan dalam diam, mencoba mencari pembenaran di dalam hatinya sendiri.

"Lagipula, suamimu itu kan seorang bos besar yang memiliki kekuatan, jaringan, dan pengaruh yang jauh lebih banyak daripada pihak lawannya," lanjut Susan mencoba menenangkan hati Kirana yang didera cemas. "Apalagi ini posisinya dia sudah kamu ingatkan jauh-jauh hari, jadi pasti dia akan bisa mengantisipasi segala kemungkinan buruk dan kembali dengan selamat."

"Iya, Susan. Kamu benar," cicit Kirana pelan, jemarinya meremas tali tas ranselnya.

"Dan sekarang, tugas utamamu adalah harus percaya pada kemampuan Kak Damar," tegas Susan lagi, menatap lekat mata Kirana. "Dan satu lagi yang paling krusial, tugas seorang istri di saat seperti ini adalah mendoakannya dari jauh, agar suamimu selalu berada di dalam lindungan Allah."

Setelah mendengar untaian nasihat bijak dari Susan, Kirana seketika merasakan sedikit kedamaian merayap masuk ke dalam hatinya. Ia menoleh ke arah Susan dengan senyuman tulus yang terukir samar.

"Terima kasih banyak ya, Susan. Terima kasih karena telah mau mengingatkan diriku," ucap Kirana dengan tulus.

"Sama-sama, Kiran. Ayo sekarang kita masuk ke kelas sebelum dosen mengunci pintu," ajak Susan.

Sembari melangkah beriringan bersama Susan menuju ruang kuliah di lantai dua, Kirana langsung memejamkan matanya sejenak. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia mulai merapalkan bait-bait doa dengan sangat khusyuk kepada Sang Pencipta, memohon agar suaminya, Damar, selalu dilindungi dari segala macam bentuk marabahaya dan niat busuk orang-orang yang iri di luar sana.

Namun, jauh di belahan kota yang lain, tepatnya di dalam ruang rapat utama perusahaan milik Damar, atmosfer ketegangan justru sedang berada di titik puncaknya. Jam dinding besar di dalam ruangan itu baru saja berdentang menunjukkan pukul dua siang, bertepatan dengan pengumuman resmi pemenang tender proyek raksasa yang menempatkan perusahaan Damar sebagai pemenang mutlak, mengalahkan keluarga Pratama.

Tepat saat Damar berdiri untuk menyalami para rekan bisnisnya, Ricko yang berdiri di dekat pintu mendadak menangkap sebuah pergerakan mencurigakan dari salah satu petugas kebersihan yang membawa benda tajam tersembunyi di balik jas seragamnya, bergerak cepat menuju ke arah punggung sang CEO. Pertaruhan takdir di tanggal 8 April kini benar-benar telah dimulai.

1
Radya Arynda
baby damar otw lah😃😃😃😃
Nia nurhayati
monggo mas damar puas"in dahh🤣🤣🤣
Lia siti marlia
adehhhh kak damar ketagihan nya 🤭🤭🤭itu adik bandel banget 😁😁😁
Lia siti marlia
wis mau unboxing lagi damar 🤗🤗🤗🤗🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
bukannya kemaren udah melebur y apa belum sempat unboxing
Nia nurhayati
semoga Samar selamat ya ..agar Kira na tidak sedih lagii
Lia siti marlia
aduhhh semoga sama damar selamat dari kejahatan c clenning sevice itu 🥺🥺🥺ayo ricko kamu harus gercep lindungi bosmu itu
Lia siti marlia
cie cie masa masa bucin mulai terealisasikan 🤭🤭🤭meskipun bahaya mengintai untumgnya punya asisten yang gercep seperti ricko dan kawan kawan 😁😁😁
Nuzul Lina
seru dan menarik banget cerita nya
Lia siti marlia
semangat buat kiran sama damar untuk mengubah masa depan yang kelam🤗🤗💪💪💪
Radya Arynda
semangaaaat💪💪💪💪
Mira Hastati
bagus
Radya Arynda
semangaaat,,jangan menyerah kirana,,, hadapi semua ber sama damar suami mu,,,kamu harus bisa💪💪💪💪💪
Lia siti marlia
akhirnya terkuak sudah rahasia itu 😁😁semoga kedepannya cinta kalian semakin erat 🤗🤗
Lia siti marlia
akhirnya cinta damar sama kirana terbalaskan juga 🤗🤗🤗 semangat juga buat kiran cari terus sumber malapetaka suamimu 🤗🤗🤗
Radya Arynda
semangaaat💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt thor
GANBATEEE NEE 😁🤗💪
dome🌬️🌀🌀🌀
tengkiyuuu Thor....sudah kasih bab terbaikkk🤗🤗🤗
semangat yaa update nyaa😁😁😁
semoga benang takdir bisa terurai dan dalang dibalik Kematian damar bisa terungkap semuanya . semangat kiran, jaga damar dr takdir tragis nya 💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat update yaa thor. makasih update nyaaa.. jangan lama lama yaa crazy up ok😁a😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya,,,,,.😁kalau ga ada keinginan kuat agar sembuh ga akan bisa lepas rasa trauma nya... hebas kiran demi laki2 yg dicintai dan dikasihi nya. rela kuat melawan rasa traumanya... heemmm semoga takdir buruk bisa berubah🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!