Zahra Syariah zalza Bila adalah seorang anak broken home, ia anak yg di besarkan oleh ibunya sebatang kara, akibat orang tuanya yang berpisah di usia dimn anak lain masih mendapatkan peran kedua orang tua nya, Zahra harus mencari peran itu dari orang² terdekat nya, namun sifat Zahra yang selalu susah di atur dan selalu membuat masalah bagi ibunya di tambah ibu nya juga yg sudh tua, ibunya pun harus menikah kan Zahra dengan seorang duda yang bernama Ansar zuliyan kerna menurut nya Ansar akan mampu mendidik Zahra di dalam proses menuju dewasa.....
di bacaa ya teman teman biar tau Gimn kelanjutan kisahnya Zahra dan Ansar.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bini pond, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menemani sahabat...
Zahra yang tak tahan dengan menghilangkan nya kabar Ansar selama seminggu lebih, Dia merasa ingin memutuskan pertunangan nya biar orang itu tau rasa.
"kake kak Ansar menghilangkan entah kemana".ucap Zahra yang memberikan tau kakek dan nenek nya.
Tentu saja mereka yang mendengar itu kaget.
"apa kalian ada berkelahi nak". tanya nenek Siti. Zahra menggeleng kepala kerna mulutnya masih mengunyah makanan.
"emm bolehkah pertunangan ini kita batalkan saja kek". tanya Zahra yang melirik tipis kakeknya.
kakek yang mendengar itu hanya menghela nafas berat."mungkin dia ada urusan keluarga nak".ucap kakek yang tak tau kebenaran nya kalau Ansar sudah menghilangkan selama seminggu lebih.
Sedang kan di Amerika Serikat.
Seorang pria berjalan santai dengan outfit kasualnya, ya Ansar. Saat ini Ansar berada di Amerika Serikat. Dia berada di Amerika Serikat sudah 1 Minggu lebih.
dia pergi tanpa di ketahui sama keluarga atau pun calon istri nya, bukan tak mau memberi tau, tapi hp Ansar hilang waktu sampai tepat di Amerika Serikat. saat Menganti hp ku dia tak memiliki nomor Zahra ataupun kerabatnya.
Hampir seminggu lebih juga Ansar menemani sahabat lama nya yang mengandung anak pertama. Seminggu itu Ansar habis kan untuk membeli barang-barang yang mungkin nanti menjadi maskawin nya.
Dia juga membeli cincin nikah yang memiliki permata di tengah nya Dan perhiasan lainnya.
Ansar masih bisa tersenyum senyum senang melihat barang² yang akan di ambil sebagai maskawin nya nanti, tanpa dia tau keadannya Zahra sedang kacau balau.
sebelum pergi ke Amerika juga Ansar benar' menyempatkan diri untuk bertemu dengan Calista.
Flashback,
Ansar yang baru saja membuka pesan yang dikirim Calista ke Zahra, langsung mengambil nomor itu memindah kan nya ke nomor nya sendiri.
"Masalah kita sudah selesai, jangan ganggu calon istriku ta".Ansar mengirimkan pesan seperti itu ke Calista yang hanya centang dua biru.
Ansar menghela nafas sebelum Calista kembali mengirim pesan.
"mari kembali seperti dulu".balas Calista yang membuat Ansar kaget.
"mari ketemu di kafe Gen z prima". sambung Calista mengirim alamat nya.
Ansar yang ingin menyelesaikan masalah nya pun, mengiyakan kan ajakan Calista itu.
Ansar menuju alamat kafe yang Calista berikan tadi.
dia melihat seorang wanita yang sudah duduk tak jauh dari pintu masuk.
Ansar mendekatinya perlahan. "masalah kita sudah selesai ta".ucap Ansar tanpa basa basi.
Calista memandang Ansar sebentar."aku sudah merelakan kamu menikah dengan Azizah an, aku ga mau ngerelain kamu nikah sama perempuan lain lagi". ungkap Calista menggenggam tangan Ansar.
Perlahan Ansar menarik tangan nya, "kamu sebentar lagi nikah ta, aku juga begitu".ucap Ansar yang membuat Calista kaget, kerna Calista tak ada memberi kabar kalau dia sudah mau menikah bahkan tak ad memosting foto nya bersama pasangan nya.
"calon suami kamu, teman aku di Amerika ta".jelas Ansar yang melihat wajah kaget Calista.
"te_teman mu".tanya Calista yang memastikan dia tidak salah dengar.
"iya, dan mungkin aku akan ke Amerika kerna mba putri mau lahiran anak pertamanya".jelas Ansar.
tambah kaget Calista saat Ansar menyebut nama 'mba putri', kerna mba putri adalah kakak calon suami nya, kakaknya Gilang.
"aku cuma mau bilang jangan sampai calon istri ku kau hina lagi ta, ingat itu".ucap Ansar yang berdiri dari kursinya.
langkah Ansar terhenti saat tangan lembut menahan nya."maaf kan aku an, aku mohon mari kembali lagi".ucap Calista dengan berkaca kaca.
Ansar menarik tangan nya lagi."kau yang meninggalkan ku dulu ta, dan sekarang hatiku hanya untuk calon istri ku, jadi ku mohon lupakan semuanya dan jangan ganggu aku".jelas Ansar yang melangkah pergi.
Grepp.
Calista memeluk Ansar dari belakang dan di saat itu lah seseorang mengfoto mereka.
"maafin aku an, aku saat itu masih meraih cita-cita ku". Calista memeluk erat tubuh Ansar, Air matanya benar' jatuh Ansar merasakan nya saat setetes air membasahi baju nya.
"lepaskan ta".ucap Ansar yang mengabaikan permintaan maaf Calista.
Calista tak mendengar ucapan Ansar, dia tetap memeluk erat tubuh Ansar hingga akhirnya Ansar yang menarik paksa tubuhnya dari pelukan Calista.
"kau yang meninggalkan ku ta, sejak awal kau memang tidak pernah memikirkan perasaan ku".ucap Ansar yang langsung pergi begitu saja.
"aku pastikan kamu kembali lagi ke aku an".ucap Calista yang memandang bahu Ansar yang semakin menjauh.
Ansar yang baru saja duduk di kursi menyetir mendapatkan telpon dari Gilang.
"An sini mba putri ngidam pengen di elus perut nya sama lo!".ucap Gilang yang sedikit nyari.
Mba putri dan Ansar memang dekat, itu kerna mba putri sahabat Ansar dari zaman dia masih smp hingga lulus SMA, kerna mba putri yang melanjutkan kuliahnya di Amerika mereka pun berpisah.
"Sini an, anak gue pengin di elus sama lu, cepat lu kesini!!"ucap suami mba putri 'dipta' saat mendengar Ansar belum menjawab ucapan Gilang.
"otww mas Dipta".sahut Ansar sembari mengemudi mobil, menuju bandara langsung. Dia berpikir akan membeli baju dan hal-hal lainnya saat sampai di Amerika nanti.
"bawa calon istri mu juga ya an, mba pengen ketemu".ucap mba putri yang mengambil alih hp itu.
"yah mba calon istri saya sedang sakit mba". ucap Ansar yang mengingatkan kalau Zahra tadi sempat berkata sakit kepala.
"hmm yasudah hati' lah ".ucap mba putri yang terdengar sedikit kecewa sebelum hubungan telepon itu terhenti.
Ansar berangkat ke Amerika, dia sampai tepat jam 1 malam.
Dia di jemput langsung oleh suami mba putri.
"apa kabar an".ucap Dipta berjabatan tangan dengan Ansar.
"baik mas, mba putri gimna".balas Ansar.
"Alhamdulillah baik juga".ucap Dipta yang masuk lebih dulu ke dalam mobil di susul Dengan Ansar.
Ansar pun sampai di rumah mba putri, dia menghabiskan waktu dengan menemani mba putri membeli peralatan buat lahiran anak nya nanti.
Bukan cuma dia sendiri ada juga mas Dipta, Gilang dan dirinya.
masalahnya dan Calista juga sudah dia beri tau kan ke Gilang, Ansar juga meminta Gilang untuk segera menikahi Calista..
Dan hari ini tepat setelah seminggu lebih Ansar di Amerika, dia pun akan pulang ke tempat asal nya.
"mas, mba saya pulang ya, saya sudah rindu dengan calon istri saya".ucap Ansar malam hari nya sebelum besok pagi di pulang. Dia tak berbohong dia memang rindu dengan Zahra nya itu.
"iya an, makasih ya udah mau main main disini". Ucap mas Dipta dengan mengendong anak pertamanya.
"pulang lah an, mba juga ga enak banget nanti sama calon istri kamu, mba sudah susain banget kamu ini". Ucap mba putri yang baru saja melahirkan anak pertama nya.
Skipp...
Keesokan paginya Ansar sudah berada di dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Sebelum ke rumah Zahra dia ingin mandi dulu.
setelah sampai di rumah nya, Ansar terkejut saat pegawai perempuan nya yang di tugas kan sebagai mengurus keuangan memberi tau nya bahwa beberapa hari yang lalu Zahra ada datang mencari nya.
"maaf pak beberapa hari yang lalu dek Zahra ada kesini cari bapak".ucap perempuan itu.
Ansar yang mendengar itu meminta pegawai membagi oleh-oleh yang memang ingin dia bagi kan sendiri tadi.
"tolong kamu bagikan ke yang lain juga ya".ucap Ansar sebelum kembali masuk ke mobilnya. niat ingin mandi dia urungkan, dia ingin langsung ke rumah Zahra.
"ini semua gara' hp itu".ucapnya yang merasa kesal, kerna hp nya hilang dan semua data nya Masih ada lengkap di hp itu.
Kakek Hasan yang duduk sembari meminum kopi di teras melihat mobil hitam memasuki area rumah nya, dia tau itu Ansar.
Dan benar saja, Ansar keluar dari mobil itu dengan ngos-ngosan.
"kakek Zahra ada di mana kek". tanya Ansar yang berjalan begitu cepat ke arah kakek Hasan.
"dia ada di kolam ikan belakang, ka_".ucap kakek Hasan terpotong saat Ansar yang mendengar di mana Zahra berada, dia langsung meninggalkan kakek Hasan di depan teras sana.
"maafin aku ra".guman nya yang berjalan menuju kolam ikan belakang yang berada tak cukup jauh dari dapur.
sesaat Ansar mematung, menatap bahu perempuan yang memiliki rambut pendek itu.
'apa Zahra potong rambut' batinya.
Ansar berdiri tepat di samping perempuan itu.
Zahra merasa sinar matahari sore itu seakan terhalang, dia memandang tetap kesamping nya, dimana Ansar berdiri, menatap nya dalam.
Tatapan mereka sempat ketemu, sebelum Zahra memutuskan nya.
"Aku rindu kamu ra".ucap Ansar yang duduk di dekat dirinya.
Zahra memandangi Ansar, Zahra tertegun melihat tatapan Ansar yang sangat dalam itu, seakan akan takut ke kehilangan Zahra, padahal yang harus nya takut kehilangan itu Zahra kan?.
"kau yang meninggalkan ku om". ucap Zahra berdiri meninggalkan Ansar yang mematung di sana.
nenek Siti yang melihat itu marasa kasihan dengan Ansar, namun dia juga merasa tak tega cucu nya di tinggalkan begitu saja oleh Ansar tanpa kabar sama sekali.