NovelToon NovelToon
Warisan Kitab Inti Jagat

Warisan Kitab Inti Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Mahesa seorang OB culun dan miskin mendapatkan kitab sakti dan merubah hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Insiden di Kampus Alena

Pagi berikutnya, terik matahari menyinari pelataran parkir Universitas Bina Bangsa, sebuah kampus swasta elit tempat anak-anak kalangan atas Jakarta menimba ilmu. Sebuah sedan sport mewah berwarna merah menyala berhenti tepat di depan lobi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pintu mobil terbuka, menampilkan Alena yang turun dengan keanggunan seorang putri mahkota, mengenakan kemeja sutra putih dan rok mini desainer yang sangat modis.

Namun, perhatian puluhan mahasiswa yang sedang nongkrong di selasar lobi langsung teralih ketika sebuah taksi konvensional berhenti tepat sepuluh meter di belakang mobil Alena. Dari dalam taksi, turunlah Mahesa. Sesuai dengan "Aturan Main" ketat yang dibuat Alena, ia tetap profesional menjaga jarak aman. Fisik machonya dibalut setelan jas hitam premium yang sangat pas, menonjolkan pundaknya yang lebar dan postur tubuhnya yang tegap setinggi 180 sentimeter. Rambutnya tersisir rapi ke belakang, dan sepasang mata elangnya yang jernih memancarkan aura dingin yang sangat maskulin tanpa kacamata lamanya.

"Alena! Akhirnya lu dateng juga! Gila ya, kemarin lu absen seharian bikin kita panik tahu nggak!" seru Clarissa, salah satu anggota geng sosialita Alena, yang langsung berlari kecil menghampiri bersama dua teman lainnya, fanny dan kevin.

Alena memaksakan senyum tipisnya, mencoba menyembunyikan sisa trauma penyerangan basement dua hari lalu. "Eh, iya, sori ya guys. Kemarin ada urusan keluarga mendadak yang harus gua selesaikan sama Papa," jawab Alena dengan nada suara manja khasnya.

"Eh, wait... Al, itu siapa di belakang lu?" bisik Fanny tiba-tiba, menyenggol lengan Alena sembari melirik ke arah Mahesa yang berdiri diam laksana patung batu di dekat pilar selasar, memegang tas kuliah Alena dengan satu tangan kekarnya. "Gila, ganteng banget! Cowok baru lu ya? Kok mirip-mirip aktor drakor yang badannya kekar gitu?"

Mendengar pujian Fanny, Kevin, mahasiswa kaya yang sejak lama mengejar cinta Alena namun selalu ditolak, langsung mendengus sinis. Ia melangkah maju dengan angkuh, menatap Mahesa dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan merendahkan. "Cowok baru apaan, Fan! Lu nggak lihat tuh di kupingnya ada earpiece komunikasi? Itu mah palingan cuma babu sewaan, alias anjing penjaga baru keluarganya Alena!" sindir Kevin dengan suara yang penuh nada cemburu dan kesombongan.

Alena agak tersentak mendengar kalimat Kevin. Entah kenapa, ada setitik rasa tidak nyaman di lubuk hatinya yang emosional mendengar Mahesa dihina sekasar itu, padahal kemarin dialah yang paling gencar merendahkan pria itu. Namun, ego gengsinya sebagai anak triliuner membuat Alena memilih diam dan memalingkan wajah. "Dia cuma pengawal pribadi yang dipaksain Papa buat ikut gua hari ini," ketus Alena singkat.

"Oh, jadi beneran cuma pengawal? Hahaha! Pantesan mukanya lempeng banget kayak papan penggilasan," sambung Clarissa, ikut-ikutan tertawa renyah sembari mengibas-ngibaskan kipas kecilnya. "Al, lu kok mau sih dikawal sama cowok yang kelihatan miskin begini? Jasnya palingan hasil sewa di rental jas wisudaan. Hey, anjing penjaga! Sini lu, bawain tumbler gua juga nih, sekalian!" teriak Clarissa kasar ke arah Mahesa dengan tujuan mempermalukannya di depan publik kampus.

Mahesa yang mendengar teriakan kasar itu sama sekali tidak mengedipkan mata atau mengubah posisi berdirinya. Aliran hawa murni Kitab Inti Jagat di bawah pusarnya berputar lambat, memancarkan gelombang ketenangan mutlak yang menjaga jiwanya tetap sedingin es di puncak gunung. Secara profesional, ia tahu tugasnya hanya melindungi Alena dari ancaman fisik berdarah, bukan meladeni ocehan bocah-bocah kaya yang belum tahu kerasnya dunia.

"Maaf, Kak. Tugas saya murni hanya membawa barang milik Nona Alena dan memastikan keselamatan beliau," balas Mahesa dengan nada suara berat yang sangat mantap, terdengar sangat berwibawa dan berkelas di telinga orang-orang di lobi.

Fanny yang berada di kelompok itu mendadak menahan napas, dadanya berdegup agak kencang mendengar getaran suara Mahesa yang begitu seksi dan maskulin. "Ih, Clarissa, lu jangan galak-galak napa! Suaranya aja cowok banget gitu lho. Dan lagian, lihat deh cara dia berdiri... cool banget, berwibawa. Kalau dia pakai baju kasual pasti langsung dikira model papan atas," bisik Fanny ke telinga Clarissa, terang-terangan menunjukkan rasa simpati dan pesonanya pada ketampanan misterius Mahesa.

Beberapa mahasiswi dari fakultas lain yang sedang duduk di tangga lobi juga mulai berbisik-bisik heboh, mata mereka tidak lepas dari postur tegap Mahesa. "Eh, itu pengawalnya Alena ya? Ganteng parah, jantan banget kelihatannya! Mau dong punya anjing penjaga kayak begitu, rela gua bayar mahal tiap bulan," celos salah satu mahasiswi berambut panjang dengan pandangan mata yang terpesona.

Kevin yang merasa pamor kekayaannya tersaingi oleh pesona fisik Mahesa yang tegap, menjadi semakin naik pitam. Ia berjalan mendekati Mahesa, lalu dengan sengaja menabrakkan bahunya ke dada tegap Mahesa. Namun, tubuh Mahesa yang sudah ditempa ilmu tingkat tinggi sekeras baja membuat Kevin justru terpental mundur dua langkah karena syok.

"Sialan! Lu sengaja ya nantangin gua?!" bentak Kevin malu, wajahnya memerah di depan Alena dan teman-temannya. Ia merogoh dompetnya, mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan, lalu melemparnya ke arah sepatu kets Mahesa. "Nih, ambil duit! Lu tuh cuma rakyat jelata yang kerja jadi pesuruh karena butuh makan kan? Nggak usah sok belagu pasang muka sok keren di kampus ini! Level lu itu di bawah kaki kita semua, paham?!" amuk Kevin dengan kalimat hinaan verbal yang sangat sarkas dan tidak manusiawi.

Suasana di selasar lobi mendadak senyap. Semua orang menunggu reaksi Mahesa. Alena sendiri menahan napasnya, matanya menatap lekat ke arah Mahesa dengan perasaan yang campur aduk antara gengsi dan rasa bersalah yang mulai merayap di dadanya.

Mahesa melirik lembaran uang di lantai semen sejenak, lalu kembali menatap Kevin dengan tatapan mata elangnya yang sangat teduh namun penuh dengan kedalaman makna yang mengintimidasi batin. Ia tidak membungkuk untuk mengambil uang itu, melainkan tetap berdiri tegap laksana batu karang di tengah hempasan ombak badai.

"Uang Anda terjatuh, Kak. Sebaiknya disimpan kembali untuk membeli tata krama yang tampaknya belum sempat Anda beli di kampus semahal ini," ucap Mahesa dengan intonasi suara yang sangat tenang, santai, namun menghunjam tepat ke dalam harga diri Kevin.

Pfff...! Fanny spontan menutup mulutnya, menahan tawa kagum melihat bagaimana cara Mahesa membalas hinaan itu dengan sangat elegan dan dewasa tanpa menggunakan kekerasan fisik sedikit pun. Beberapa mahasiswa di sekitar lobi juga ikut bersorak kecil, kagum akan mental baja sang pengawal pribadi.

"Lu... lu berani ngatain gua nggak punya tata krama?!" teriak Kevin histeris, tangannya sudah mengepal bersiap memukul wajah tampan Mahesa karena emosinya yang meledak-ledak.

"Kevin, stop! Cukup!" bentak Alena tiba-tiba, melangkah maju memotong di antara Kevin dan Mahesa. Wajah cantiknya tampak sangat kesal dan manja karena merasa waktu kuliahnya terganggu oleh keributan ini. "Gua mau masuk kelas sekarang! Kevin, jangan bikin malu gua di kampus ya! Dan lu, OB... tetep di tempat lu, jarak sepuluh meter di belakang gua, jangan berani-berani masuk ke dalam gedung fakultas!" perintah Alena dengan tegas, mengalihkan perhatian agar keributan tidak meluas lebih jauh.

"Baik, Nona Alena. Saya akan menjaga area luar gedung ini dengan tingkat kewaspadaan penuh," sahut Mahesa sembari membungkukkan sedikit tubuh tegapnya secara profesional, memberikan penghormatan terakhir sebelum Alena berjalan masuk.

Alena segera membalikkan tubuhnya dan berjalan cepat memasuki koridor gedung kuliah bersama gengnya, meninggalkan Kevin yang masih mendengus penuh dendam di pelataran lobi. Sembari berjalan, Alena sempat melirik ke belakang sekali lagi melalui pintu kaca, melihat siluet tubuh tegap Mahesa yang kembali berdiri diam di bawah terik matahari, siap menjalankan tugas pengawalannya dengan kesabaran jiwa yang tiada banding. Batin emosional Alena kini mulai menyadari satu hal secara perlahan, tidak peduli seberapa keras dunia mencoba merendahkan status sosial Mahesa, pria bertubuh tegap itu memiliki martabat dan kekuatan jiwa tingkat tinggi yang tidak akan pernah bisa dibeli dengan tumpukan uang seberapa banyak pun di dunia ini.

1
anggita
ikut dukung like👍aja.
Dewa Naga 🐲🐉
pandai Mahesa bermain kata..kata...👍
Dewa Naga 🐲🐉
mantap..seru...👍👍👍
Dewa Naga 🐲🐉
seru...
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp....👍
Agus Susilo
💪💪💪💪
Agus Susilo
makin terkenal musuh makin banyak dan kuat Thor MC nya harusnya dibekali ilmu beladiri serta kekuatan magis untuk pengobatan kronis dan jaga diri dari musuh yg mengancam
Gege
kaaan...kaaan... ketebak Thor jalan ceritamu..🤣🤭..ulur teroos sampai ratusan episode Thor..💪
Gege
ceritanya menghibur mirip sinetron ikan terbang
Gege
aku ga kepancing Thor sama narasimu.. paling juga Alena mabok di club trus terjadilah adegan dewasa tanpa disengaja.. trus ada plot wanita lain menyukai Mahesa dan Alena cemburu.. tarik teruus sampe episode berjilid Thor..🤣🤣🤭
Gege
yaah gaji OB 4jt All in, dikalikan 20 baru 80jt Thor.. pikir ditawari gaji 200jt gitu si Sasa Mahesa...🤭🤣
Paksu82: sisanya buat author boskyu... 🤭🤭🙏
total 1 replies
Gege
apakah MC bakalan dapat gaji ratusan juta? yoooklah gass updatenya 10k kata thor
Paksu82: di bayar pakai cinta boskyu...🤭🙏
total 1 replies
Gege
pikir Mahesa mau jadi tukang pijet dengan keahlian kita warisan kuno, eeeh malah mau jadi tukang kawal a.k.a bodyguard...🤭🤣
Paksu82: 🤭 idenya tadinya dari film jetli boskyu, kemren lihat filemnya jadi aja keluar ide ini, semoga suka boskyu...
total 1 replies
Gege
bahas padi ada pepatah Thor dijaman sekarang. ilmunya seperti padi tapi berasnya import...🤣
Paksu82: beras lokal mahal boskyu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Hentri Gunawan
lanjut kn thor
Gege
Yoo gass lagi Thor..ide ceritanya keren ini... bikin enteng saja, yang penting ngalir Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!