Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. Pengusiran
“A.. Apa maksudmu ??? Bu.. Bukankah perjanjiannya, aku akan tetap memberikannya ASI sampai waktunya, baru aku pergi ??”
“Aku berubah pikiran !! Lagipula aku takut, kau hanya akan membawa kesialan pada bayiku yang baru lahir.” Ujar lelaki itu tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Rosalie terdiam sejenak, perasaannya begitu sakit dan sesak. Bukan karena hinaan, tapi karena lelaki itu berusaha memisahkannya dengan anaknya secara paksa. Rosalie tahu, dia di jadikan istri kedua hanya demi melahirkan anak bagi Keluarga Cornelius.
Dan Rosalie sudah menandatangani perjanjian itu, isi dari perjanjian itu juga memastikan jika sang anak akan tetap memiliki hubungan, dan dia di perbolehkan bertemu dengan anaknya, tapi disini..
Di rumah sakit, setelah dia melahirkan, lelaki itu Ernes memberikan surat perceraian, dan juga surat perampasan hak anak itu jatuh pada tangan Keluarga Cornelius. Bukan hanya itu, Rosalie bahkan tidak di perbolehkan bertemu atau sekedar memberikan ASI yang seharusnya menjadi tugasnya.
Rosalie yang berdiam, antara sedih, bingung, bahkan masih terkejut dengan perkataan Ernes yang justru berbanding terbalik dengan isi perjanjian yang sudah mereka sepakati.
Perempuan di belakang Ermes, melangkah maju dengan wajah angkuh dan senyuman sinis.
“Lagipula kau ini dinikahi hanya untuk anak saja, jadi setelah anak ini lahir, maka kau tidak lebih dari sampah bagi keluarga ini !!” Ujar wanita bernama Mabel, istri Ernes.
“Aku tidak.. Aku tidak apa di cerai begitu saja, tapi tolong jangan jauhkan aku dari putraku..” Ujar Rosalie dengan nada memohon dan matanya mulai berkaca-kaca sedih.
Dia tahu kehamilan ini bukan karena cinta, bahkan mereka menggunakan alat untuk proses pembuahan di laboratorium. Tapi Rosalie sudah terlanjur menyayangi anak itu, terlebih proses itu memakai sel telur darinya, yang tetap saja itu juga anaknya sendiri. Tapi Ernes dan Mabel seakan tidak terpengaruh bahkan mereka hanya memberikan tatapan sinis ke arah Rosalie.
"Setelah ini, keluarlah dari sini. Aku hanya membayar proses lahirannya saja, tidak untuk kamarnya. Jangan pernah kembali ke rumahku, karena kau bukan siapapun lagi bagiku.” Ujar Ernes dengan sinis, Rosalie terperangah, dirinya bahkan tidak diberikan sepeser uang sedikitpun.
“La.. Lalu aku harus pergi kemana ??”
“Itu bukan urusanku lagi !! Dan ingat, jangan pernah menghubungi polisi mengenai masalah ini, karena aku sudah membakar surat dokumen perjanjian kita. Sampai jumpa wanita rendahan !!” Ujar Ernes menggandeng Mabel keluar dari ruangan itu, meninggalkan Rosalie yang terus berusaha memanggilnya.
Hingga pintu kamar itu tertutupi, Rosalie hanya bisa menangis. Dirinya tidak bisa berdiri, karena tubuhnya masih terasa kaku. Kemana dia harus pergi sekarang ?? Bahkan pakaian yang dia miliki, sudah di bakar oleh Ernes, kecuali satu pakaian tipis yang di sisakan.
...
Dengan langkah tertatih karena merasa sakit, Rosalie berusaha berjalan melewati jalanan yang begitu sepi dan udara yang sangat dingin di malam hari. Rasanya angin malam menusuk setiap tubuhnya, terlebih setelah proses melahirkan, membuat Rosalie merasa sangat lelah.
Rosalie sempat melihat sekilas wajah bayi yang dia lahirkan, sebelum perawat membawanya untuk memberikan vitamin dan obat. Lalu Ernes datang untuk memberikan surat penyerahan anak yang sudah legal, dan juga surat cerai yang sudah di berikan stempel resmi negara.
Rosalie akhirnya duduk di kursi taman yang sepi, dia menangis di dalam keheningan sendirian. Bukan karena perceraian, tapi karena dirinya kehilangan sosok kecil yang menguatkannya saat masih dalam kandungan.
Menjadi istri kedua demi anak, bukan berarti Rosalie mendapatkan kasih sayang penuh, melainkan hinaan dan cacian dari mertua, dari Ernes, dan juga dari Mabel. Dia hanya di berikan makanan sisa, tidur di gudang, tanpa alas, dan setiap hari mendapatkan perkataan kasar. Tapi Rosalie tetap bertahan demi anak yang sudah dia anggap seperti darah dagingnya sendiri, meski tidak lahir dari pernikahan yang penuh cinta.
“A.. Aku bahkan belum memberikannya nama.. Putraku..” Lirih Rosalie dengan air yang membasahi pipi.
Dia sudah mempersiapkan nama yang indah untuk anak laki-lakinya, tapi sayang semua impian itu di hancurkan oleh Ernes yang tega mengkhianati perjanjian mereka sejak awal. Rosalie berkhayal tetap akan menjaga anak itu, mengajarinya berjalan, membaca dan juga berbicara, Rosalie yakin anaknya akan tumbuh sebagai laki-laki yang baik dan kuat.
“Jika kau sudah berhenti menangis, menoleh kemari, aku ingin bicara denganmu.”
Rosalie terdiam, suara siapa itu ?? Tidak itu bukan suara Ernes, tapi itu suara lelaki asing yang terdengar berat dan penuh penekanan. Rosalie kemudian menoleh dan melihat sosok lelaki yang memegang sebuah pistol yang ditodongkan ke arahnya. Rosalie yang sudah lemah dan tidak memiliki apapun, hanya menampilkan raut wajah pucat dan pasrah.
“Aku tidak memiliki uang, percuma saja kau mau merampokku.” Ujar Rosalie tanpa rasa takut.
Lelaki itu tersenyum kecil, “Aku tidak menginginkan uangmu. Aku sudah kaya.” Ujar lelaki itu dengan nada merendahkan, membuat Rosalie hanya bisa menghela nafas berat.
“Jadilah Ibu susu dan perawat untuk anakku, maka aku akan membiarkanmu hidup.” Ujar lelaki itu memberikan tawaran, Rosalie hanya menatap datar, dia merasa tidak tertarik dengan perjanjian omong kosong itu. Ernes yang memakai dokumen resmi saja mengingkarinya, apalagi lelaki ini hanya sekedar omongan semata.
“Tidak..”
“Kekasihku melarikan diri setelah melahirkan anakku. Kau mau, bayiku m*ti ?!” Ujar lelaki itu dengan nada tidak sabaran dan kesal di bagian akhir. Rosalie mengerutkan alisnya, merasa bingung, kenapa harus dia yang bertanggung jawab ??
“Lalu apa urusannya denganku ?? Jika kau mau menembakku, tembak saja.. Aku sudah tidak memiliki semangat hidup.” Ujar Rosalie dengan nada pasrah, lelaki itu mendengus kesal.
Dia memasukkan pistol ke dalam sakunya, membuat Rosalie memalingkan wajahnya, antara masih merasa terpukul, dan sedikit kesal dengan lelaki di sebelahnya yang mencoba menakutinya dengan kata-kata bualan.
“KYAAA !! APA YANG KAU LAKUKAN ?!”
Rosalie merasakan tubuhnya terbang begitu saja, dia berteriak keras dan menoleh melihat lelaki itu langsung menggendong tubuhnya, dia berusaha untuk memberontak di pelukan itu, tapi sayang kekuatan Rosalie sudah terkuras habis saat melahirkan, sehingga dia tidak bisa melepaskan dirinya dari gendongan lelaki asing itu.
Tidak lama, Rosalie di masukkan ke dalam mobil, masih dengan posisi di pangku oleh sang lelaki. Setelah itu, pintu mobil di tutup dengan keras.
“Jalankan mobilnya !!” Ujar sang lelaki memberikan perintah kepada sopirnya.
“Apa-apaan ini ?! Ini namanya penculikan !!!”
“Daripada kau b*n*h d*ri karena tidak punya semangat hidup, lebih baik kau urus anakku dan berikan dia ASI.” Ujar lelaki yang memangkunya dengan santai, membuat Rosalie menghela nafasnya kasar.
Dan akhirnya Rosalie pasrah saja, pada sang lelaki asing yang membawanya pergi begitu saja.
“Jude.”
“Ha ??”
“Itu namaku, Jude Romaro Cath.” Ujar lelaki yang memangku Rosalie, memperkenalkan namanya sendiri.
“Rosalie..” Ujar Rosalie dengan singkat menyebutkan namanya sendiri.
🩷🩵🩷🩵🩷🩵🩷
Hay semua, kembali sama cerita baru Author, mungkin ceritanya enggak bakalan terlalu panjang 😁😁
Semoga kalian suka ya cerita kali ini, salam untuk kalian semua 😉😉😉
tapi kasian juga harret hidup tanpa ayah, jdi gimana nih thor, 😔
anak jude tumbuh sehat karena dipenuhi semua kebutuhan ny lagian rosaline juga bahagia tinggal dsana