NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:782
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Mereka sudah akan kaya!

Selama sisa tahun ini, mereka sudah tidak perlu kelaparan lagi. Tahun Baru nanti, mereka juga bisa menyantap daging, Warga dusun yang berdiri di luar rumah Kira juga sangat terharu hingga menangis.

Begitu masuk akhir tahun yang sering hujan, bahan pangan mereka akan makin menipis sehingga hidup mereka juga akan bertambah sulit. Ada banyak warga dusun yang saking miskin nya juga bisa mati kelaparan.

Tahun ini, situasi mereka sudah akan membaik. Mereka pasti bisa melewati akhir tahun ini dengan baik

Agus mengerutkan keningnya dan membatin,

'Si Pemboros ini mau kasih gaji yang begitu tinggi? Begitu masuk akhir tahun, curah hujan yang tinggi bakal menyulitkan orang-orang untuk tangkap ikan. Meski kamu punya teknik rahasia menangkap ikan, itu juga nggak berguna. Pada saatnya nanti, kekayaanmu yang tersisa juga nggak bakal bisa menutupi gaji sebulan semua orang yang totalnya 60 ribu rupiah.'

Kira kemudian berucap lagi,

"Pilih saja dulu orang yang mau berpartisipasi dari tiap keluarga. Nanti kita adakan rapat kecil."

Kira lanjut berkata,

"Tony, keluarkan gula cokelat yang dibeli dari ibu kota provinsi tadi. Bagikan sedikit untuk semua orang bersama Danu dan Doddy."

Pada era ini, gula cokelat masih termasuk makanan mewah.

"Gula cokelat cuman bisa dinikmati orang kaya! Kita akan di beri cuma cuma?"

"Buat apa beli gula cokelat, beli gula mentah saja! Harga gula cokelat sudah 200 rupiah per setengah kilo!"

"Sekarang, Kira sudah kaya. Dia pasti makan gula cokelat, dong!"

Warga dusun pun menerima gula dengan gembira meskipun hanya sepotong kecil saja. Karena tidak cukup banyak yang tersisa setelah di bagi dengan paman dan sepupunya.

Danu, Doddy, dan Tony yang sedang membagikan gula cokelat juga sangat senang. Agus juga menebalkan mukanya untuk menerima gula cokelat. Namun, Doddy tidak memberikan nya,

"Gula cokelat itu cuman di kasih ke orang yang membantu, bukan orang yang menyulitkan!"

Agus pun pergi dengan marah.

“Huh! Aku juga nggak sudi!"

Melihat kejadian itu, para warga dusun pun tertawa terbahak-bahak. Tidak ada orang yang memedulikan Agus.

Biasanya, Agus selalu menjilat Budi dan tidak pernah membela warga dusun.

Dulu, warga dusun masih merasa hal itu wajar. Namun, setelah membandingkan nya dengan Kira sekarang, mereka pun merasa kesal.

Setelah semua anggota tim penangkap ikan sudah terkumpul, mereka mengadakan sebuah rapat kecil.

Setelah rapat, semua orang pulang dengan bersemangat. Kira dan Basan juga berdiskusi sebentar secara pribadi sebelum hari yang melelahkan ini berakhir.

Saat ini, Kira yang sedang menikmati pemandangan langit malam pun merasa sedikit lebih tenang. Wulan menatapnya sambil termenung.

Suaminya sudah menenangkan warga dusun hanya dengan kata-katanya. Dia juga membentuk tim penangkap ikan untuk membantu warga dusun. Pada saat yang bersamaan, dia juga mempersatukan kekuatan yang bisa menjamin keselamatan nya.

Suaminya yang sekarang sepertinya sudah mendapatkan hasil dari semua yang dipelajarinya selama ini dan bisa menjadi sukses.

Setelah menikmati pemandangan langit sebentar, Kira mengeluarkan sebuah kotak dan menghampiri Wulan.

"Wulan, Lagi mikirin apa?"

"Ng...nggak kok."

Wulan berkata dengan tersipu,

"Suamiku, istirahatlah! Aku pergi masak!"

"Nggak usah buru-buru! Coba lihat ini! Suka nggak?"

Kira membuka kotak di tangan nya. Di dalam nya, ada gelang giok putih, gelang emas, jepit rambut giok putih yang dihiasi bunga kuning, dan bedak pemerah pipi.

Wulan langsung terkejut, Dia memeluk Kira dan berkata sambil terisak,

"Makasih, suamiku! Kamu baik banget sama aku. Aku merasa kayak lagi mimpi!"

Setelah menikah selama 3 tahun ini, ini adalah pertama kalinya suaminya membelikan hadiah untuknya.

"Sini, biar aku bantu pakaikan!"

Kira juga merasa tidak berdaya dalam menghadapi Wulan. Wulan selalu langsung menangis begitu Kira bersikap baik terhadapnya.

Padahal di dunia modern, tidak peduli seberapa banyak hadiah yang diberikan kepada para pacar dan istri, mereka akan merasa itu adalah hal yang wajar.

Setelah memakai seluruh perhiasan yang di belikan Kira, Wulan pun terlihat makin cantik dan anggun. Dia bertanya dengan lembut,

"Suamiku, cantik nggak?"

“Nggak!"

"Hah?" Wulan terkejut.

"Nggak cuman dikit, tapi cantik banget! Duh, jantungku sudah berdebar nggak karuan!"

"Coba pegang!"

"Hehe... Suamiku, kamu nakal ya!"

"Suka nggak?"

"Emmm!"

"Ayo tidur!"

"Nggak mau makan dulu?"

"Aku mau makan kamu saja!"

"Maaf, suamiku!"

"Maaf kenapa?"

"Aku lagi datang bulan..."

"Kalau gitu, aku buatkan teh hangat, ya!"

"Hah?"

Saat melihat Kira yang menyiapkan teh untuknya di dapur, hati Wulan pun terasa hangat.

Selesai memasak, makan malam, dan mandi, Kira yang sudah lelah pun berbaring di tempat tidur, Dia langsung tertidur sambil memeluk Wulan.

Setelah tertidur sampai tengah malam, Wulan tiba-tiba membangunkan nya,

“Su...suamiku, ada orang yang lagi cungkil pintu rumah!"

Saat mendengar suara Wulan yang ketakutan, Kira pun bangkit dan mendengarkan nya dengan seksama.

Memang ada orang yang sedang berusaha membuka gerendel pintu rumah mereka, Bulu kuduk Kira juga langsung berdiri. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu berkata,

"Jangan takut, Aku pergi lihat dulu."

Wulan berbisik,

"Apa mungkin itu orang dari pengadilan daerah?"

Kira menggeleng.

"Waktu Budi pergi, gerbang kota sudah tutup. Dia nggak mungkin bisa pergi ke pengadilan daerah. Lagian, kalau itu memang orang pengadilan daerah, mereka pasti langsung mendobrak pintu. Ini perampok, tapi aku nggak tahu ada berapa banyak orang, Kamu sembunyi saja di bawah ranjang!"

Wulan menggeleng.

“Walau aku itu perempuan, aku tetap bisa bantu kamu. Nggak ada yang bisa tahan kalau kepalanya di hantam."

"Oke. Jangan pakai sepatu. Begitu pintunya terbuka, kita langsung hantam kepala mereka!" bisik Kira.

Mereka berdua tidak menghidupkan lampu. Setelah mengeluarkan parang dan tongkat kayu, mereka pun berjalan ke ruang utama tanpa alas kaki.

Dengan cahaya bulan dan bintang yang masuk melalui celah pintu, mereka bisa samar-samar melihat ujung pisau yang digunakan perampok untuk membuka gerendel pintu mereka.

Ckitt... ckitt...

Gerendel pintu mereka perlahan-lahan terbuka. Kira dan Wulan pun menjadi tegang.

Kira ingin langsung mengunci kembali gerendel, lalu berteriak untuk menakut-nakuti perampoknya.

Namun, pintu mereka kurang kokoh. Apabila perampoknya bernyali dan tidak kabur, pintu mereka pasti terbuka begitu didobrak beberapa kali oleh mereka.

Pada saat itu, mereka pasti akan masuk dengan mempersiapkan diri. Dengan begitu, Kira dan Wulan tidak mungkin bisa mengalahkan mereka lagi.

Jika bisa mengejutkan mereka, Kira dan Wulan paling tidak bisa menjatuhkan dua orang, Asalkan jumlah orangnya tidak banyak, yang lainya mungkin akan langsung kabur. Jika mereka tidak kabur, Kira dan Wulan juga bisa bertarung melawan mereka,

Klunting!

Gerendel pintu sudah terbuka. Kira dan Wulan pun mengangkat parang dan tongkat kayu masing-masing.

Ckit...

Pintu terbuka sedikit demi sedikit.

"Ah!"

Tiba-tiba, ada orang yang berteriak kesakitan di luar pintu. Kemudian, ada seseorang yang jatuh ke lantai. Setelah itu, terdengar suara Doddy berteriak,

“Perampok dari mana yang berani menargetkan Kak Kira! Selama ada aku, Zabran Samadi dari Dusun Samadi, jangan harap kalian bisa berhasil! Kalian boleh langsung serang bersama!"

"Doddy..."

Setelah mendengar suara Doddy, Kira langsung tenang. Dia menghibur Wulan,

"Kita sudah nggak perlu takut lagi!"

Wulan juga menarik napas lega.

Semalam, dia sudah melihat Doddy yang bisa menghadapi empat orang sendirian.

"Hei, jangan terlalu sombong!" teriak seseorang di luar pintu.

Kemudian, terdengar suara perkelahian yang tidak berhenti dari luar pintu. Tidak lama setelahnya, seseorang berteriak,

"Dia sangat kuat! Cepat bawa adik ketiga pergi!"

Beberapa saat kemudian, Doddy berteriak lagi,

“Woi! Kalian bertiga mau kabur ke mana!"

"Doddy!"

Wira langsung membuka pintu dan berteriak,

"Jangan kejar lagi! Hari sudah gelap, aku takut ada jebakan!"

Dengan kemampuan Doddy, dia memang bisa mengalahkan tiga orang biasa dengan gampang. Namun, lawan juga jago berkelahi dan bersenjatakan pisau. Mereka sangat berbahaya.

Di bawah cahaya rembulan malam, Doddy pun mengelus kepalanya dan berkata dengan malu,

"Kak Kira, maaf sudah membangunkan tidur mu."

Kira langsung bertanya dengan prihatin,

"Aku sudah bangun dari tadi. Kamu nggak terluka, 'kan?"

"Nggak. Mereka memang cukup hebat, tapi masih belum bisa melukai ku!"

Doddy berkata dengan marah,

"Kalau bukan karena mereka punya pisau, aku pasti nggak biarkan mereka kabur. Tapi meski mereka punya pisau, mereka juga nggak bisa apa-apa. Salah satu dari mereka langsung muntah darah begitu kena tinju ku. Terus, aku juga mencakar bahu orang yang lainnya hingga sepotong bajunya juga langsung koyak. Kalau yang satunya lagi, keterampilan nya lebih tinggi dan dia juga pegang pisau. Kaburnya juga lebih cepat!"

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!