NovelToon NovelToon
Darah Dan Rune: Kutukan Kerajaan Gelap

Darah Dan Rune: Kutukan Kerajaan Gelap

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:251
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Di balik megahnya dinding Kerajaan Sanjaya, sebuah takdir kuno mulai terbangun. Pangeran Ares, sang pewaris takhta yang gagah namun menyimpan misteri di balik rajah di lengannya, terikat janji suci sejak balita untuk bersanding dengan Princess Ciara. Perjodohan ini bukan sekadar urusan politik, melainkan segel yang menjaga keseimbangan dua kerajaan besar.
Namun, bayang-bayang masa lalu mulai mengusik saat Naomi, seorang anak pelayan istana yang sederhana, menyimpan rasa yang tak seharusnya pada sang Pangeran. Kehadiran Naomi bukan sekadar bumbu cinta segitiga biasa; ada rahasia gelap dalam darahnya yang perlahan mulai memanggil kekuatan rune terlarang.
Tiga nasib terjalin dalam bayang-bayang masa lalu. Akankah Ares memilih kewajiban demi kedamaian kerajaan bersama Ciara?
Ataukah perasaan tulus Naomi akan menjadi kunci untuk menghancurkan kutukan yang selama ini menghantui Sanjaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia di Balik Altar yang Retak

Ketegangan di dalam Aula Agung Sanjaya merambat bagai rambatan es yang tak kasat mata. Princess Ciara masih mencengkeram lengan zhirah perak Ares dengan jemari yang gemetar oleh amarah, matanya yang biru menatap tajam ke arah Naomi yang masih berdiri tegak dalam balutan nama Putri Naonna.

Namun, Ares seolah tidak merasakan kehadiran wanita di sampingnya itu. Pandangannya kosong, terpaku pada sepasang mata hijau zamrud di hadapannya yang baru saja melontarkan kalimat sedingin musim dingin di perbatasan.

Dia berbohong, batin Ares, merasakan gejolak spiritual di dalam dadanya menolak mentah-mentah ucapan dingin wanita itu. Ada getaran samar dari sisa-sisa rune yang pernah mereka bagi, sebuah resonansi halus yang tidak bisa dimanipulasi oleh sihir ilusi tingkat tinggi mana pun.

Raja Warden yang masih berdiri di atas podiumnya, perlahan menurunkan tangannya dari meja pualam. Matanya yang licik beralih dari Naomi ke arah Ratu Micky Yoochun, lalu ke arah Raja Sanjaya yang tampak mulai kehilangan kendali atas istananya sendiri.

Sebagai seorang penguasa yang licik, ia tahu bahwa berdebat secara terbuka tentang pembantaian masa lalu hanya akan merugikan posisi politiknya di hadapan puluhan kerajaan tetangga yang hadir.

"Sanjaya," Raja Warden membuka suara, suaranya kini melunak, digantikan oleh nada dingin yang penuh intimidasi terselubung.

"Apakah kau akan membiarkan upacara suci ini tertunda lebih lama hanya karena dongeng pengantar tidur dari belahan Selatan? Jika Baitang Sang datang ke sini hanya untuk membawa hantu dan menuntut tanah lama yang sudah menjadi milik Warden, maka aku sarankan kita selesaikan ini setelah sumpah pernikahan anak-anak kita diucapkan."

Ratu Ara dengan cepat menyambar kesempatan itu. "Benar yang dikatakan Raja Warden! Pengawal, tertibkan area altar! Pangeran Ares, kembali ke posisimu di samping Princess Ciara sekarang juga!"

Namun, sebelum para pengawal jubah emas sempat melangkah maju, Ratu Micky Yoochun perlahan kembali duduk di kursi cendananya, melipat tangannya di atas pangkuan dengan santai. Gerakan sederhana itu entah bagaimana menghentikan langkah kaki para prajurit Sanjaya seolah-olah ada dinding tak kasat mata yang menahan mereka.

"Sumpah pernikahan?" Ratu Micky menaikkan sebelah alisnya, seulas senyum meremehkan terukir di bibirnya yang merah benderang.

"Bagaimana bisa sebuah pernikahan dianggap suci jika altar yang kalian gunakan berdiri di atas fondasi kebohongan dan penawanan? Raja Warden, kau berbicara tentang menyelesaikan urusan setelah pernikahan, seolah-olah kau yakin hari esok masih menjadi milikmu."

Ratu Cici dari Warden menyipitkan matanya. "Apa maksudmu, Micky? Jangan menggertak kami di tanah utara!"

Naomi, yang merasakan cengkeraman David di pinggangnya menguat sebagai bentuk dukungan, melangkah satu tindak ke depan. Langkah kakinya yang anggun kini memancarkan aura intimidasi yang persis sama dengan Ratu Micky. Ia menatap lurus ke arah Raja dan Ratu Warden, mengabaikan tatapan memohon dari Ares yang berada di sisi kirinya.

"Yang Mulia Ratu Micky tidak sedang menggertak," ujar Naomi, suaranya jernih dan bergema di langit-langit aula yang tinggi. "Kami datang ke sini bukan hanya untuk menyaksikan pernikahan yang dipaksakan ini. Kami datang untuk menanyakan di mana keadilan bagi dua jiwa tak bersalah yang kalian sekap di bawah tanah istana Warden sejak malam kemarin."

DEGG!

Pertanyaan itu menghantam aula bagaikan gada besi. Wajah Raja Warden seketika mengeras, sementara Ratu Cici refleks menarik napas panjang. Mereka mengira penyekapan Martha dan Ingdrit di labirin bawah tanah Warden adalah rahasia paling senyap yang tidak diketahui oleh siapa pun, bahkan oleh intelijen Sanjaya sekalipun.

"Dua orang pelayan dari Sanjaya, ayah dan ibu angkat dari pelayan bernama Naomi yang kalian benci," lanjut Naomi, matanya kini berkilat tajam, memancarkan wibawa murni dari darah Dewanti Yang dan Tang Yang yang mengalir di nadinya. "Raja Warden membawa mereka secara paksa dari wilayah tak bertuan, mengurung mereka di sel bawah tanah yang dingin sebagai umpan. Apakah itu cara Kerajaan Warden yang agung dalam menjalin aliansi? Menggunakan pelayan domestik sekutu kalian sendiri sebagai sandera?"

Mendengar hal itu, Pangeran Ares berbalik dengan cepat menghadap Raja Warden, matanya membelalak penuh amarah. "Apa?! Kau menyandera pelayan Ingdrit dan pelayan Martha?!"

"Ares, diam!" bentak Raja Sanjaya, yang wajahnya kini ikut memerah karena terkejut sekaligus malu. Ia menatap Raja Warden dengan pandangan menuntut penjelasan. "Warden, apakah apa yang dikatakan permaisuri Selatan ini benar? Kau menahan pelayan istanaku tanpa seizinku?"

Raja Warden mengepalkan tinjunya di balik jubah peraknya, menyadari bahwa ia telah masuk ke dalam jebakan retorika yang dipasang oleh Baitang Sang. Siasatnya untuk menggunakan orang tua Naomi sebagai umpan kini berbalik menjadi senjata yang menelanjangi borok kerajaannya di depan seluruh sekutu.

Princess Ciara yang merasa kendali atas hari pernikahannya runtuh sepenuhnya, berteriak histeris. "Ini semua fitnah! Wanita ini sengaja mengarang cerita untuk menggagalkan pernikahan kita, Ares! Jangan dengarkan dia!"

David melangkah maju, berdiri di samping Naomi dengan tangan yang kini bertumpu pada hulu pedang naga emasnya. "Baitang Sang tidak pernah berbicara tanpa bukti, Princess Ciara. Saat ini juga, ratusan prajurit berbaju zirah hitam kami telah mengepung perbatasan barat Warden. Jika dalam waktu tiga tarikan napas Ayahanda Rajamu tidak memberikan perintah untuk membebaskan kedua pelayan itu, maka sumpah yang akan diucapkan di altar ini bukan sumpah pernikahan, melainkan maklumat perang dari belahan Selatan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!