NovelToon NovelToon
BISIKAN LUKISAN BERDARAH

BISIKAN LUKISAN BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Penyelamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

Bagi Adista, barang antik bukan sekadar benda mati; mereka memiliki jiwa, cerita, dan keindahan tersendiri. Hobinya mengoleksi barang-barang unik dan kuno selalu berhasil membawa kepuasan tersendiri, hingga suatu malam di sebuah ruang pelelangan rahasia, matanya terpaku pada sebuah mahakarya yang unik.
​Sebuah lukisan tua berbingkai emas kusam yang menggambarkan sosok perempuan dengan air mata darah.
​Ada daya tarik magis yang tak kasat mata, seolah lukisan itu sengaja memanggil namanya. Tergiur oleh keunikan dan aura mistisnya, Adista berhasil memenangkan lelang tersebut tanpa tahu harga yang harus ia bayar bukan sekadar uang.
​Sejak lukisan itu tergantung di dinding rumahnya, atmosfer berubah mencekam. Langkah kaki misterius, bau anyir yang menguap di udara, hingga bisikan ghaib yang menyayat hati mulai meneror malam-malam Adista. Sosok perempuan dalam kanvas itu seolah hidup, dan tangisan darahnya perlahan mulai merembes keluar dari bingkai, menuntut balas yang mengerikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 11

Malam yang dingin itu perlahan berubah menjadi malam yang paling indah dalam hidup Bram. Pengaruh sihir dari anggur merah misterius itu telah benar-benar mengunci kesadaran dan logikanya. Di dalam kamar tamu yang remang-remang, Bram melewatkan jam demi jam bersama wanita cantik bergaun merah marun tersebut.

​Semua ingatan menyeramkan tentang teror pagi hari tentang potongan daging manusia di mangkuk soto dan bayangan hantu yang menakutkan ,kini hilang tak berbekas dari kepalanya. Suasana mencekam yang menyelimuti rumah besar itu kini tertutup rapat oleh gelombang gairah yang membakar tubuh Bram. Malam itu, kamar tamu yang sunyi tidak lagi dipenuhi oleh suara garukan kuku yang mengerikan atau detak jantung ketakutan, melainkan dipenuhi oleh suara desahan kenikmatan dan kepuasan yang saling bersahutan.

​Bram benar-benar tenggelam dalam pesona wanita itu. Setiap sentuhan tangan wanita itu yang sedingin es justru terasa seperti candu yang membuatnya tidak ingin menjauh. Wanita misterius itu membelai rambut Bram dengan sangat lembut, menatapnya dengan pandangan mata yang begitu dalam dan mengikat.

​Di tengah keheningan malam yang larut, wanita itu mendekatkan bibir merahnya ke telinga Bram. Napasnya yang sedingin angin malam berembus pelan, disusul oleh sebuah bisikan yang sangat halus namun terdengar begitu nyata di dalam kepala Bram.

​...Jadilah pendampingku, Bram... Tetaplah bersamaku di sini...

​Bisikan itu terdengar seperti sebuah janji manis yang tidak bisa ditolak. Tanpa berpikir panjang, Bram yang sudah kehilangan akal sehatnya hanya bisa mengangguk pasrah. Ia menyerahkan seluruh jiwa dan raganya ke dalam pelukan sosok jelita tersebut, merasa bahwa inilah puncak kebahagiaan tertinggi yang pernah ia rasakan, tanpa menyadari bahwa ia sedang melangkah masuk ke dalam perangkap kematian.

​Waktu terus berputar tanpa memedulikan manusia yang sedang terbuai. Malam yang gelap perlahan berganti menjadi pagi yang cerah. Cahaya matahari pagi mulai bersinar terang, menembus kaca jendela dan menerangi halaman rumah Adista yang luas. Burung-burung kembali berkicau, menandakan aktivitas hari yang baru telah dimulai.

​Namun, di dalam kamar tamu, Bram masih belum menunjukkan tanda-tanda akan terbangun. Ia masih tertidur sangat lelap di atas ranjangnya. Tubuhnya terasa begitu berat karena kelelahan setelah melewati malam yang panjang dan penuh gairah di bawah pengaruh sihir.

​Di luar kamar, Adista sudah rapi dengan pakaian kerjanya seperti biasa. Ia berjalan menyusuri koridor rumah menuju ke arah dapur. Sambil melangkah, Adista melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi.

​"Bram belum bangun juga?" gumam Adista dalam hati, merasa sedikit heran. Biasanya, sepupunya itu adalah orang yang bangun pagi dan selalu bersiap-siap tepat waktu.

​Merasa khawatir dengan kondisi Bram yang kemarin sempat berhalusinasi parah karena stres, Adista memutuskan untuk berbalik arah. Ia melangkah menuju kamar tamu dengan niat untuk membangunkan sepupunya agar tidak kesiangan dan melewatkan waktu sarapan.

​Adista berdiri di depan pintu kamar tamu. Ia mengetuk pintu kayu itu beberapa kali dengan pelan.

​TOK... TOK... TOK...

​"Bram? Sudah pagi. Ayo bangun, kita sarapan dulu," panggil Adista dari luar.

​Tidak ada jawaban dari dalam kamar. Suasana di dalam tetap hening. Karena merasa cemas terjadi sesuatu yang buruk pada sepupunya, Adista perlahan mengulurkan tangan dan memutar gagang pintu. Pintu kamar tamu itu ternyata tidak dikunci dari dalam seperti malam sebelumnya. Pintu itu terbuka dengan suara derit halus.

​Adista melangkah masuk satu langkah ke dalam ambang pintu. Kamar itu tampak remang-remang karena gordennya masih tertutup rapat, menghalangi cahaya matahari pagi. Pandangan mata Adista langsung tertuju pada ranjang tempat tidur, di mana Bram tampak sedang mendengkur halus, tertidur dengan posisi telentang dan selimut yang berantakan.

​Adista hendak melangkah lebih dekat untuk menggoyang bahu Bram. Namun, langkah kakinya mendadak terhenti ketika matanya menangkap sesuatu di atas meja kecil di samping tempat tidur Bram.

​Di atas meja tersebut, terdapat sebuah botol kaca berkilau dan dua buah gelas . Di dalam salah satu gelas, masih tersisa sedikit cairan berwarna merah pekat yang tampak seperti bekas minuman anggur. Aroma harum yang manis dan tidak asing,seperti perpaduan wangi bunga mawar masih samar-samar tercium di udara kamar tersebut.

​Adista tertegun menatap pemandangan itu. Pikirannya langsung berspekulasi sendiri.

​"Ah... ternyata dia minum anggur semalam," batin Adista dalam hati.

​Adista menduga bahwa Bram sengaja meminum anggur itu sendirian di dalam kamar untuk menenangkan pikirannya yang sedang kacau dan stres berat sejak kemarin. Ia berpikir mungkin rasa frustrasi karena duka dan halusinasi mengerikan tadi pagi membuat Bram kesulitan tidur, sehingga sepupunya itu terpaksa mencari pelarian dengan minum hingga mabuk dan tertidur lelap.

​Melihat pemandangan gelas bekas minuman itu, Adista seketika mengurungkan niatnya untuk membangunkan Bram. Ada rasa iba di hatinya. Ia tidak ingin mengganggu waktu istirahat sepupunya yang tampaknya baru bisa mendapatkan ketenangan setelah melewati hari-hari yang berat.

​"Mungkin dia memang terlalu lelah dengan pikiran-pikirannya sendiri. Biarlah dia tidur lebih lama hari ini," pikir Adista sambil tersenyum maklum.

​Dengan gerakan yang sangat pelan agar tidak menimbulkan suara bising, Adista memundurkan langkahnya keluar dari kamar tamu. Ia menarik daun pintu kayu itu dengan hati-hati hingga kembali tertutup rapat, membiarkan Bram tetap terlelap di dalam dunianya.

​Adista berjalan kembali ke arah pintu depan untuk berangkat ke kantor sendirian. Ia merasa lega karena setidaknya Bram tidak lagi berteriak ketakutan seperti kemarin pagi. Namun, yang tidak diketahui oleh Adista adalah, gelas adengan cairan merah di kamar tamu itu sama sekali bukan berisi anggur biasa . Dan wanita yang semalam memeluk sepupunya bukanlah manusia hidup, melainkan makhluk yang sedang perlahan-lahan menyedot sisa kehidupan dari dalam tubuh Bram yang kini sudah sepenuhnya tak berdaya.

1
Ungkar Aj
maaf ya suy untuk saat ini author belum bisa update ,hape author rusak ,tunggu seminggu lagi insyaallah author up sampai tamat /Sob/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
aduh piye sih di ulur3 mkin lama makin menjadiw saja
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
sesulit itukah berkata jujur

krn dosa lama kai skrg menempuh apa yg kau tabur

tp.setidaknjya klo berani mengakui dn bertibat akan lenih enteng tp ini tak ada niat ya sudah lah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ininlah akibatnya klo salah g mau ngaku salah jd ya di hantui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kenapa g mengku saj biar g di hamtui rasa bersalah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduhh ini knp rupanya lukisan itu smpe ke adista krn ada dalam li gakran keluarganya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi ini rupanya anak nya di bantai padahal anak nya tak tau apa2
apakah dgn riyan juga ya
nahhh ini jadi misteri
Iis Dawina
iya kali om Harun terlibat pembunuhan laras
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha jadi ada kaitanya ya
weehhh kira2 apa ya
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
lha apakah ada kaaitanya dgm rian
aduh entah lah
andhig Rosdiana
kita lupa tuntas apa yang sebenarnya om harun lakukan pada Laras , terimakasih udah like dan koment 👍😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ini dia yg bikin penasaran
total 1 replies
Iis Dawina
apa om Harun salah satu yg sudah membunuh Laras . trs Laras bls dendam ke bram
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahhh sekarang gmn kek buntu gitu sih
aduh kira2 kmn lagi akan melangkah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi belum di ceritakan ya perempuan iru

knp.sih susah sekali nyebut namanya hadeh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
nahh kan semakin rahasia nya terkuak akhirnya akan bertemu di alam berbeda damar dan perempuan itu jgn bilang nama permouan itu nawang wulan/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wow akan terkuak lah apa yg selama ini terpendam

tp setifak nya g ada yg mati dlu deh kasihan jiwa adista terguncang hebat dgn kejadian kematian yg tak wajar
andhig Rosdiana
tenang tahan nafas kita kupas tuntas ya dik ...🤭 terimakasih selalu setia di karya aku ,😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apa mungkin lukisan itu minta di kemabalikan di rumah itu ya
waduh gmn dong
yg pasti kukisan nya g minta tumbal lagi
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh bahayakah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
jadi pere.puan itu tidak meneror karna akan menemukan apa kebenaran yg akan menguak sebuah misteri wow su guh perjalanan yg tak mudah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!