Tak menyangka, setelah sampai di kota dan belum lagi bekerja . Tini malah salah masuk kamar ,dia tidak tau kalau ternyata kamar yang dia masuki adalah kamar milik tuan muda disana .
"Kau cari mati ya ? "
"Mau menjebak ku ?"
"Siapa yang menyuruh mu?"
Tini jelas ketakutan, pria tinggi besar didepan nya ini begitu menakutkan. Walaupun wajah nya tampan ,tapi hanya dengan satu tangan saja dia bisa mencengkeram leher tini dengan kuat membuat tini sulit bernafas . Apalagi kini wajah mereka sudah cukup dekat ,tanpa memberi kesempatan tini untuk menjelaskan nya. Pria yang memiliki tubuh kekar dan besar itu pun langsung meraup bibir tini ,mencium nya dengan kasar membuat tini kewalahan dan hampir mati karena tak bisa bernafas .
Bagaimana kisah selanjut nya? yuk langsung mampir 💁♀️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SK(Khawatir)
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Gara bangkit dari duduk nya ,dia berjalan memutari meja karena keberadaan mama nya yang menutupi jalan terdekat menuju ratih. Tangan mama nya sudah memegang tangan Gara tapi langsung di hempaskan, terlihat jelas sekali kalau Gara sangat marah pada ratih.
"Gara.....Jangan begitu nak" ucap nyonya besar ,tapi Gara tak perduli dan berjalan mendekati Ratih yang sudah sujud di kaki mama nya Gara
"Nyonya tolong bantu saya ,saya hanya ingin melayani tuan muda tapi tuan muda marah dan tak ingin saya yang melayani nya " ucap Ratih dan Gara baru saja ingin menendang Ratih ,dia merasa kesal karena pelayan didepan nya ini cari muka pada mama nya
Surtini yang melihat hal itu langsung mendekati Gara, dia menahan tubuh Gara agar tak melakukan apa pun pada Ratih . Dia bisa melihat wajah Gara yang marah ,walaupun baru sekali ini dia melihat nya tapi dia tau kalau Gara tak main main dan benar benar marah .
Nyonya besar dan Mina terkejut, mereka takut jika Gara khilaf dan melampiaskan nya pada Surtini karena Surtini menghalangi nya. Nyonya besar pun berdiri ,ingin menarik tangan Surtini agar terlepas dari tubuh Gara begitu juga dengan mina yang tak berani memikirkan hal lain
"Aaawww....." teriak Surtini dengan cukup keras karena ternyata kaki nya masih terasa perih,dia meringis membuat Gara dengan refleks mengangkat nya dan membawa nya ke dalam kamar nya.
Daerah yang selama ini tidak boleh di masuki oleh siapa pun termasuk mama nya, Gara mengangkat nya dengan tenang dan meletakan nya di atas tempat tidur nya . Membuat nyonya besar cendana terbengong bengong,dia seperti tak percaya kalau Gara begitu perhatian pada pelayan di depan nya ini.
Semua nya mengikuti ke kamar ,melihat bagaimana Gara memperlakukan Surtini yang meringis kesakitan sambil memegangi kaki nya yang kembali berdarah. Dia pun menangis hingga akhir nya Gara menatap ke arah Mina, dengan tatapan nya Mina tau harus apa
"Ini tuan muda " ucap Mina sambil meletakan kotak obat yang tadi masih berada di atas meja.
Nyonya besar cendana seolah tau apa yang harus di lakukan, dia yang masih berdiri di depan pintu kamar Gara langsung keluar sambil menatap tajam ke arah Ratih yang ikut melihat ke dalam kamar Gara.
"Kamu di pecat, Jangan pernah kembali ke sini lagi " ucap nyonya besar cendana dengan tegas, dia mengerti kenapa gara sangat marah.
Dari kecil, jika Gara tak suka di bantu atau di layani oleh siapa pun yang tak dia suka . Dia akan marah ,walaupun niat mereka baik tapi sebagai ibu .Nyonya cendana sangat tau bagaimana sikap anak nya dan dia ngak ingin Gara menjadi kembali seperti dulu, dia ingin Gara bisa menerima siapa pun didekat nya dengan baik
Melihat Gara yang begitu perhatian pada salah satu pelayan di paviliun nya, kini dirinya tak lagi merasa khawatir mengenai kehidupan Gara kedepan nya . Ngak masalah jika wanita yang Di sukai Gara merupakan pelayan atau pun status nya lebih rendah dari mereka ,yang penting gara menyukai nya dan mencintai nya .
Dari kecil Gara memang tak pernah bisa dekat dengan siapa pun, baik itu perempuan ataupun laki laki hingga akhirnya sebagai ibu Dia senang karena Gara mau dekat dengan Mahesa juga Lulu. Dia merasa kalau Gara sedikit perhatian ke lulu dan tadi nya dia pikir perhatian itu merupakan tanda tanda cinta, tapi ternyata dugaan nya salah.
Mungkin karena Lulu wanita pertama yang menjadi sahabat nya, wanita yang bisa mendekati nya dengan baik hingga akhirnya ada niat untuk nyonya besar cendana agar bisa menjodohkan kedua nya.
Tapi kini, melihat gara yang perduli dan mengkhawatirkan wanita lain membuat nya yakin kalau anak nya itu sudah jatuh cinta pada pelayan baru itu . Dia jadi penasaran siapa wanita yang bisa meluluhkan hati sang putra,dia tak ingin jika nanti nya pelayan itu hanya ingin mengambil kesempatan dari sang putra.
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘