NovelToon NovelToon
Cinta Dan Gairah

Cinta Dan Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa / Model / Obsesi / CEO / Romantis
Popularitas:219
Nilai: 5
Nama Author: Li Qiqiu

Hidup Angel yang semula tenang berubah menjadi menakutkan setelah melihat sesuatu yang tak seharusnya. Setiap malam, tidur nyenyaknya harus terganggu oleh mimpi-mimpi aneh yang membuatnya terbangun tengah malam. Anehnya, mimpi itu hilang setelah ia bertemu William, generasi ke-3 dari Xun Yi Group tempat ia bersekolah dan bekerja. Sebagai tokoh utama di mimpinya, apakah ini ada kaitannya dengan berakhirnya mimpi yang ia alami selama ini? Meskipun William tidak melakukan apapun terhadapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Li Qiqiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Puluhan model muda nan cantik telah memenuhi ruang tunggu. Tak sedikit yang berlatih langkah catwalk di sudut ruangan sementara yang lain memeriksa penampilan melalui layar ponsel.

Suasana semakin menegangkan ketika satu persatu peserta dipanggil namanya. Saat gilirannya tiba, Angel berjalan menuju area casting. Ruangan dengan tirai hitam di setiap sisinya, kontras dengan cahaya lampu putih yang bersinar terang. Tiga orang juri duduk dengan tatapan mata yang seolah menelanjangi dirinya.

"Perkenalkan diri." Juri laki-laki yang duduk di sebelah kiri berkata dengan suara dingin.

"Angelina Christin, 17 tahun," ucapnya sedikit gugup. Bagaimanapun ini pertama kalinya ia casting untuk brand besar, meskipun sudah sering ia tampil di beberapa event untuk brand yang sedang merintis.

"Angelina Christin," ulang laki-laki yang duduk di tengah, kepalanya mangut-mangut sambil membuka map portofolio yang ia serahkan sebelumnya.

"Jalan ke ujung sana lalu kembali," suara wanita yang duduk di sebelah kanan memberi perintah, Angel dengan balutan legging hitam dan tank top berwarna putih berjalan penuh percaya diri sesuai dengan apa yang ia pelajari selama sesi latihan sebelumnya. "Berputar..." Tatapan ketiga juri tak lepas memandang Angel yang mengikuti intruksi. "Oke, terima kasih. Berikutnya...."

Menghela nafas lega, Angel berjalan ke luar ruangan dengan perasaan ringan. Misi akhirnya selesai. Semua hal yang harus ia lakukan sudah dilakukan. Sekarang tinggal menunggu hasilnya.

Salah satu staff yang diminta agensi untuk mendampinginya dan beberapa model junior lainnya duduk dengan tatapan fokus ke ponselnya. Sesekali kaki kanannya bergerak saat ia menerima telepon, juga salah satu tangannya yang selalu membenarkan posisi kacamata.

"Kak Rika...," panggil Angel pelan, ia berdiri di depan Rika yang tak menyadari kehadirannya. "Kau... baik-baik saja?'

Tatapan Rika teralihkan oleh kehadiran sosok dengan stiletto yang ada di depannya. Ia mendongak, bibirnya ia coba kembangkan, lalu mengangguk. "Kau sudah selesai?" Angel mengangguk. "Pulanglah, jangan lupa besok datang ke kantor. Bu Dian ingin mengetahui bagaimana perkembanganmu. Maaf, aku tidak bisa mengantarmu."

"Baiklah, kalau begitu aku pergi. Sampaikan salamku pada Zia." Angel meneruskan langkah kakinya, tapi sebelum itu dilakukan seseorang menginterupsi.

"Beberapa orang ditakdirkan untuk menjadi bintang, sedang yang lainnya hanya bayang-bayang yang tak seorangpun menyadarinya. Sayangnya, ada saja orang yang tidak tahu diri. Mencoba hal-hal kotor untuk mendapatkan apa yang diinginkan."

Kening Angel mengernyit, apakah Vivian membicarakan tentangnya? Ada banyak orang di sini.

"Kak Vivian...," sapa Angel disertai ringisan. "Aku tidak menyangka kakak akan ikut berpartisipasi untuk proyek kali ini." Angel berkata basa-basi hanya untuk memecah kecanggungan yang sempat tercipta.

Vivian menarik salah satu sudut bibirnya. "Aku juga sangat tidak menyangka kau berani melangkah sejauh ini." Vivian mendekat, netranya tak lepas menatap Angel. "Jika aku adalah dirimu, aku akan pergi ke tempat yang tidak seorangpun mengenaliku," bisik Vivian membuat bulu kuduk Angel meremang. "Keberanianmu patut diacungi jempol."

Nafas Angel tertahan, jantungnya berhenti berdetak, sementara tangannya mengepal hingga buku-buku jarinya memutih. Ia balik menatap Vivian. "Aku tidak mengerti apa yang kakak katakan. Tapi... terima kasih atas pujiannya."

Rika yang merasakan ketegangan di depannya pun tak bisa berkutik. Tak ada yang bisa menyentuh Vivian, ia adalah aset perusahaan. Pun begitu dengan Angel, tak ada yang boleh mengganggunya. Rika sebenarnya sudah mendengar desas-desus tentang Angel, namun ia menahan diri untuk mengorek lebih lanjut demi pekerjaan. Namun, jika situasi sudah seperti ini artinya, Vivian sebagai kesayangan perusahaan sudah mengibarkan bendera perang kepada Angel. Vivian tak ingin tahtanya direbut, sementara Angel bisa dipastikan langkahnya akan melaju cepat tanpa hambatan. Pertanyaannya adalah apakah Angel menyadari apa yang sedang dialaminya?

***

Angel duduk di balik kemudi, jantungnya berdegup tak beraturan dan tremor pada tangannya belum juga berhenti. Meski sudah beberapa menit berlalu, namun aura intimidasi yang dikeluarkan Vivian masih berefek pada tubuhnya. Ini adalah kali pertama ia bertemu dengan Vivian dan entah apa yang sudah ia lakukan pada supermodel itu sehingga sangat memusuhinya.

Angel meraup udara sebanyak-banyaknya dan menghembuskannya perlahan, hal yang sudah ia lakukan beberapa kali sejak masuk mobil.

Tangannya mengobrak-abrik tas mencari ponsel. Menggulir dan mencari kontak seseorang yang sejak tadi ia pikirkan.

"Halo sayang...." Suara William terdengar di seberang telepon.

"Sayang...," sahut Angel sambil menahan kegugupannya.

"Kau kenapa? Apa yang terjadi padamu?" tanya William, nadanya penuh kekhawatiran.

"Aku... baik-baik saja. Apa kau sibuk sekarang?"

"Ada apa? Katakan kau dimana, aku akan menemuimu."

"Emm... aku...." Angel berkata ragu-ragu. Entah apa yang membuatnya ragu, padahal ia terbiasa bertemu dengan William. "Aku baru saja selesai.... Kau lanjutkan saja pekerjaanmu."

"Kau yakin?"

Angel mengangguk. Sadar lawan bicara tak bisa melihatnya, ia kemudia berdehem.

"Baiklah... kau sebaiknya pulang ke apartemenku. Aku akan menemuimu sebentar lagi. Bagaimana?"

"Aku menunggumu...."

"I love you," ujar William mengakhiri sambungan.

"I love you too," balas Angel. Wajah yang semula tegang perlahan luntur seiring dengan pembicaraannya dengan William. Tremor di tangannya juga berhenti. Angel menghidupkan mobilnya, memasukkan gigi, mengeluarkan mobil dari area parkir, Lalu melaju meninggalkan gedung tempat casting dilakukan.

***

"Aku masih tidak menyangka kau menyukai gadis kecil sepertinya."

Laki-laki dengan jas hitam berjalan memasuki ruangan yang William gunakan untuk memantau jalannya audisi. Tatapannya fokus menatap layar laptop yang memutar video Angel saat Audisi.

"Dia sangat bukan tipemu," lanjutnya, matanya menyipit mencoba memancing informasi. "Jangan katakan bahwa kau akan merusaknya Will. Sama seperti yang kau lakukan pada Sandra."

"Aku tidak merusak Sandra." William memusatkan perhatiannya pada sosok di sebrangnya. "Dia yang merusak dirinya sendiri."

Tawa Louis pecah. "Kau berkata seolah-olah tidak pernah berhubungan dengannya saja."

William mengedikkan bahu, ia tersenyum sinis pada Louis teman dekatnya sejak kecil. Seseorang yang mengerti dirinya dan kegelapan di dalam hatinya.

"Dia masih terlalu muda untuk kau manfaatkan, Will. Sebaiknya kau berhenti."

"Aku tidak bisa. Dia... dia sangat berharga. Sampai matipun aku tidak akan melepaskannya," ujar William penuh tekat. Ketekatan yang membuat Louis merinding.

"Semoga Angel selamat dari sosok iblis sepertimu," gumamnya yang tak didengar oleh William.

Kehadiran Louis di audisi kali ini hanya karena permintaan sahabat biadabnya ini. Dia harus mengosongkan jadwal dan datang langsung untuk melihat gadis yang membuat William tergila-gila hingga meminta bantuannya untuk membuat Angel tampil di fashion show brand yang ia investasikan. Padahal, sebelumnya ia tak perlu hadir untuk pemilihan model atau hal remeh sejenisnya. Semua sudah ada yang bertanggung jawab. Namun, untuk pertama kalinya William memohon demi seseorang kepadanya, bagaimana mungkin ia tidak penasaran, bukan? Lagipula, William sering membantunya, maka ia akan membalas kebaikan William dengan sepenuh hati. Meskipun kekhawatiran ia rasakan terhadap 'kesehatan' Angelina Christin.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!