NovelToon NovelToon
Jangan Sentuh Anak-anakku

Jangan Sentuh Anak-anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / CEO / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Biah merupakan seorang Single parent yang membesarkan ke-tujuh orang anak, dan diantaranya adalah anak dari adiknya sendiri yang meninggal dalam kecelakaan.

Hidupnya yang dulu bisa berada dirumah setiap hari kini harus berjuang seorang diri untuk membesarkan mereka.

Suaminya meninggal karena menolong seorang perempuan yang hendak diperkosa oleh beberapa orang, dia meninggal sehari sebelum adiknya meninggal dunia dan menitipkan kedua putranya kepadanya

Mampuka dia membesarkan mereka dengan segala himpitan ekonomi dan juga penghinaan orang-orang??

Novel terbaru kami yang penuh kisah inspiratif dan juga tangis

Silahkan dukung kami🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Suster itu tertegun sejenak melihat banyaknya luka yang ada ditubuh perempuan kuat ini

"Anda ibu yang kuat komandan, anda bahkan menerjang bahaya untuk menyelamatkan putra anda, saya sangat mengagumi anda saat melihat aksi anda di televisi tadi".

Dia sengaja mengalihkan pembicaraan karena ingin berbicara baik dnegan idolanya itu.

"Saya hanya ibu biasa suster, suamiku sudah meninggal dalam tugasnya, aku tentu saja harus berjuang ekstra untuk melindungi anak-anakku apalagi itu kejahatan yang dilakukan orangtuaku sendiri".

Biah menghembuskan nafas lelah, sebenarnya dia ingin mengakhiri segalanya tapi ayahnya selalu mencari masalah dengannya dan mengusik keluarganya.

"Saya seorang ibu dan saya yakin jika suster juga seorang ibu pasti akan melakukan hal yang sama ketika suster terdesak seperti yang saya alami dan tidak punya pilihan lain, sejujurnya saya sedikit Tidka nyaman direkam seperti itu tapi saya melakukan hal itu untuk membongkar para mafia hukum yang ikut terlibat bersama ayahku, aku yakin mereka akan sengaja menutup mulut kamu setelah ini tapi jika media dan masyarakat terlibat, saya yakin presiden akan turun tangan".

Suster mengangguk dan tersenyum, aktivitasnya telah selesai dan menatap idolanya itu dengan lembut

"Oh iya Bu Nurbiah, aku punya cadangan baju dan jilbab, ibu seperti nya harus mengganti semuanya agar para wartawan tidak mengenal ibu, dan jangan pakai masker karena mereka pasti akan tahu jika itu adalah ibu, wartawan sedang berkerumun didepan rumah sakit sedang mencari berita".

Biah tersenyum lembut, kemudian mengangguk menyetujuinya.

"Aku pasti akan membalas kebaikanmu suster suatu hari nanti, oh iya aku akan memberikan suster voucher makanan ekslusif jika mampir ke kedai, suster tidak perlu bayar makanan pesanan suster selama sebulan penuh dan apa saja suster beli itu gratis".

Wajah suster langsung berbinar mendengar hal itu, dia memang sangat menyukai makanan dikedai sederhana milik komandan cantik ini.

"Ya ampun terima kasih loh komandan, tapi komandan tidak rugi?, aku kan memesan makanannya 4 kali sehari, gimana dong?".

Biah terkekeh geli melihat tingkah random sang suster sambil mengerjakan tugasnya itu

"Tenang saja suster, aku tidak akan bangkrut kok". Ucapnya sambil tertawa pelan.

"Ist komandan mah begitu amat, aku baru tahu komandan satu ini narsis juga".

Biah tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya menatap suster itu yang sedang cemberut.

"Tidak apa suster, apa ini sudah selesai semua?, dokternya tidak datang?".

Dia baru saja ingin menjawab tapi sang dokter masuk langsung tertegun sejenak melihat siapa yang berada dihadapannya itu.

"Nurbiah?, kamu kah itu?". Tanyanya pelan berusaha mengenali perempuan didepannya itu.

"Benar dokter Melda, kawanmu ini sedang terluka". Cicitnya dengan senyum lebar dan membuka tangannya bersiap dipeluk.

Melda langsung memukul jidatnya pelan melihat tingkah sahabatnya itu, dia terluka tapi masih bisa menggodanya.

"Kamu ini tidak ada kapoknya terluka begini, terus bagaimana keadaan anak-anak mu, aku tadi lihat berita, aku tahu itu kamu karena wajah ayahmu terpampang jelas".

"Aduh dokter jangan galak-galak sakit tahu". Biah mengelus jidatnya yang dipukul dan disentil oleh sahabatnya itu.

Sang suster kini bengong melihat keakraban keduanya sambil terkekeh pelan .

"Suster ada racun tidak, biar aku kasih racun dia, dia nyebelin banget".

"Jahat banget, mati dong aku". Jawabnya mendramatisir keadaan.

Sang suster langsung tertawa terbahak-bahak melihat tingkah keduanya yang sangat random apalagi sang komandan yang ternyata punya sikap jahil kepada temannya.

"Biarin, habis kamu nyebelin, jadi diamlah anak monyet". Kesalnya sambil memeriksa tubuh sahabatnya itu.

"Monyet?". Biah mendengus kesal melipat kedua tangannya kesal

"Cantik begini kamu bilang monyet, kamu dokter rabun yah, dasar ikan paus". Balasnya dengan kesal.

Tuk..Melda menyentil jidat Biah sekali lagi.

"Sakit ikan paus". Dia mengusap jidatnya yang terasa sakit

"Biarin aku suntik mati kamu baru tahu rasa". Jengkelnya

Suster itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat keduanya bertengkar layaknya anak kecil padahal mereka sudah tua.

"Oh iya kedua anak yang ada di UGD itu adalah anakmu bukan?".

Biah mengangguk pelan sambil tersenyum sendu, memikirkan kedua anaknya membuatnya langsung teringat kejadian tadi.

Melda melihat sahabatnya murung langsung mengelus pundak sahabatnya itu untuk memberi dukungan.

"aku sudah menangani mereka tadi di luar, mereka dirawat dulu yah untuk pemulihan, aku suruh suster siapin ruangan VIP untuk mereka agar mereka bisa satu kamar termasuk kamu, supaya kamu bisa bawah sekecil untuk merawat mereka".

Biah mengangguk dengan mata berkaca-kaca, dia tersenyum kepada sahabatnya sejak kecil itu.

"Makasih yah".

Melda hanya mengangguk kemudian mengalihkan pandangannya kepada suster yang berada disampingnya itu.

"Tolong suster urus yah, dia pasien VIP kita, dia punya BPJS negara jadi tolong daftar kan dia, kamu bawah identitas mu Biah?".

Biah menggeleng pelan karena memang tidak membawa identitas diri saat dia menghadapi ayahnya.

"Aku punya foto KTP mu, aku akan suruh bagian BPJS untuk mencari datamu melalui itu, tidak apa kan?".

Biah mengangguk pasrah mengikuti apapun yang dikatakan sahabatnya itu.

"Tolong siapkan suster dan tolong bangsalnya dikasih tiga ranjangnya agar mereka bisa bersama didalam".

Sang suster tersenyum lembut dan langsung keluar dari ruangan itu untuk mempersiapkan apa yang diminta dokter yang merupakan wakil direktur rumah sakit itu.

"Terus bagaimana ayahmu, dia sudah tertangkap?". Tanyanya sambil mengerjakan tugasnya

"Belum, dia sedang menjadi buronan sekarang aku yakin istrinya itu pasti akan memakai senjata terakhir nya untuk membuang ayahku disaat genting seperti ini".

Biah tersenyum sinis, dia sangat tahu bagaimana watak ibu tirinya itu karena dia tahu perempuan itu hanya memanfaatkan ayahnya karena harta ibunya untuk bisa membuat rumah sakitnya itu berjaya.

"Lalu kamu akan memperkarakan semua ini?".

"Aku tidak punya pilihan lain, kamu tahu kan aku seorang abdi negara dan kamu sangat tahu aku orang yang berpegang teguh dengan janjiku".

Melda menghela nafas, dia jelas mengenal Biah lebih dari siapapun karena mereka sudah bersahabat sejak masih kecil dan yang dikatakan sahabatnya itu benar adanya.

"Lakukan yang menurut mu benar, setidaknya jangan lihat kehancurannya karena aku tahu kamu tetap saja terluka karena biar bagaimana pun dia ayahmu".

Biah hanya mengangguk kosong dan memeluk sahabatnya yang sudah seperti saudara untuknya.

"Kamu beruntung karena memakai masker dan memakai kacamata bagaimana jika wajahmu terekspos dengan sempurna, rumahmu pasti diserbu wartawan". Gerutunya dengan kesal

Biah tertawa pelan mendengar gerutuan kawannya itu, yang dikatakan memang benar adanya.

"Iya kamu benar, tadi saja aku dikerubungi seolah aku ini aktris besar"

"Kamu ini sempat-sempatnya bercanda". Kesalnya memukul pelan tangan sahabatnya itu

"Oh iya bagaimana suamimu, kamu sudah mendapatkan kabar dimana keberadaan lelaki itu?".

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!