NovelToon NovelToon
Si Jenius Dari Masa Depan

Si Jenius Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah sejarah / Perperangan
Popularitas:771
Nilai: 5
Nama Author: Rizzzz......

Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Ada kemungkinan bahwa ketiga bersaudara ini adalah pencuri yang dipukuli habis-habisan oleh Doddy tadi malam.

Siapa pun yang mencuri lima puluh ribu rupiah milik Tony juga akan sulit ditemukan, karena ruang lingkupnya cukup besar.

Ada lebih dari belasan geng pencuri dalam radius 10 kilometer dari tempat ini. Jadi, sulit menentukan siapa yang menyebarkan kabar tersebut sehingga pencuri itu datang kesini.

Jadi, ketiga pencuri itu harus ditemukan terlebih dahulu agar bisa menemukan siapa informan mereka.

"Kalau pelakunya benar-benar mereka, kita lebih baik merelakan uang ini. Mereka itu orang keji!"

Surya buru-buru berkata,

"Uang bisa dicari lagi Tony, kamu sekarang bisa mendapatkan 3.000 rupiah dalam sebulan. Jadi, kamu bisa mendapatkannya kembali dalam waktu kurang lebih dua tahun. Jangan malah ambil risiko!"

Kak Sinta dan kedua kakaknya juga mengangguk.

Melapor petugas resmi harus mengeluarkan uang, dan mencari pencuri harus mengorbankan nyawa.

Tidak lama kemudian, Basan beserta kedua putranya datang. Lantaran rumah mereka tidak dirampok tadi malam, Kak Sinta pun berkata dengan nada tidak bersahabat,

"Paman Basan, rumah Kira dan kami sudah kemalingan. Kenapa rumahmu nggak?"

Sofyan, said, dan Surya pun menatap Basan dengan curiga. Mereka berlima Kembali bersama-sama. Namun, hanya dua rumah yang kemalingan, sedangkan rumahnya Paman Basan tidak.

50 ribu rupiah adalah uang yang sangat besar bagi masyarakat desa. Jadi, wajar jika orang lain memiliki pemikiran seperti ini.

Sebelum Basan dan anak-anaknya angkat bicara, Tony buru-buru berkata,

"Kak Sinta, omong kosong apa kamu ini? Paman Basan bukan orang seperti itu!"

Kira pun menjelaskan,

"Kak Sinta, kemarin malam, Doddy sendiri yang bertarung melawan empat orang sampai lima orang sendirian. Entah siapa yang ada di sana, orang yang memberi tahu ke pencuri itu pasti salah satu dari orang yang berada di lokasi dan memberi tahu mereka tentang keahlian Doddy. Kalau pencuri itu bodoh dan tetap berani merampok rumah Paman Basan, mereka sudah pasti akan dipukul sampai mati."

Sinta langsung diam tersipu malu. Dia berkata dengan kepala tertunduk,

"Aku... aku nggak bermaksud begitu!"

"Dasar wanita bodoh! Cuma bisa bicara omong kosong!"

Surya memarahi istrinya karena malu, lalu meminta maaf kepada Basan sambil tersenyum!

Basan melambaikan tangannya dengan santai dan berkata,

"Sudahlah. Nggak usah bahas ini lagi, Kira. Apa rencanamu selanjutnya?"

Sorot mata Kira pun menjadi murung dan dia berkata,

"Mencari pelakunya, lalu menyerahkannya ke pihak berwajib!"

Sulit untuk mencegah munculnya pencuri. Jadi, lebih baik tangkap dan hukum pelakunya agar bisa menjadi peringatan bagi orang lain. Tony bergidik, lalu berkata,

"Apa kita akan langsung pergi ke Dusun Garata untuk menangkap Gavin bersaudara?"

"Tentu saja enggak!" ujar Kira sambil menggeleng.

Kemudian, dia berkata dengan sungguh-sungguh,

"Kalaupun Gavin bersaudara adalah pencurinya, orang-orang di dusun mereka nggak akan diam saja kalau kita membawa mereka pergi mereka. Sekalipun Danu dan Doddy bisa bela diri, kita tetap bukan tandingan mereka, mereka satu dusun. Cara yang terbaik adalah meminta bantuan kepada Tuan Jamal agar dia bisa membawa kita untuk menangkap pelaku!"

Jamal Hadari adalah hakim daerah yang bertugas menangkap para pencuri. Dia yang memiliki pasukan khusus ini merupakan sosok yang paling ditakuti oleh seluruh penduduk desa. Penduduk Dusun Garata pasti berani mengadang Kira dan lainnya, tetapi tidak dengan pasukan Jamal.

Basan pun menggeleng seraya berkata,

"Aku khawatir, Jamal nggak akan mau membantu. Kemarin, kamu sudah memukul Budi. Keduanya sudah pasti sekutu, karena mereka adalah pejabat daerah."

Mereka semua pun mengangguk.

Hubungan antara kepala desa, hakim daerah, dan pejabat lainnya sebenarnya tidak terlalu baik.

Namun, sikap mereka terhadap penduduk desa malah konsisten dan mereka bersedia bersatu untuk menekan orang yang berani melawan.

"Mari kita bahas lagi setelah bertemu dengannya!"

Kira pun bangkit berdiri dan berkata,

"Paman Basan, Paman nggak perlu ikut, Ini adalah hari pertama tim penangkap ikan bekerja. Paman harus mengatur semuanya supaya semua berjalan sesuai rencana!"

Basan pun mengangguk seraya berkata,

"Aku pasti akan mengawasi semuanya dengan baik!"

Kemarin malam, keduanya telah mendiskusikan hal ini,

"Tim penangkap ikan akan dibagi menjadi empat tim, Tim pertama akan menggali akar tanaman, tim kedua menumbuk akarnya, tim ketiga membawa hasil tumbukan itu dan pergi menangkap ikan, dan tim yang terakhir membawa ikan untuk dijual di pasar kabupaten. Kerjakan tugas masing-masing dan tak perlu banyak tanya."

Namun, hal ini tidak dapat dirahasiakan selamanya. Beberapa hari ke depan, semua orang pasti akan tahu bagaimana cara menangkap ikan.

Pasti akan ada orang yang melanggar perjanjian kerahasiaan, lalu meninggalkan tim untuk mencari ikan sendiri dan menjualnya. Namun, karakter seseorang dapat terlihat dengan cara ini.

Orang yang memiliki pemikiran dangkal, akan melupakan moralitas demi keuntungan pribadi. Jadi, mereka akan pergi menangkap ikan demi mendapatkan keuntungan sendiri.

Sementara itu, orang yang memiliki karakter baik akan menepati janji dan mengajak yang lain untuk menghasilkan uang bersama-sama. Hanya saja, setelah menerima keuntungan dari ini, mereka semua tidak akan menganggap serius metode rahasia menangkap ikan lagi.

Setelah menyelesaikan sarapan dengan tergesa-gesa, Kira berganti pakaian dengan jubah sutra, lalu membawa Tony yang mengenakan pakaian satin, serta Danu dan Doddy yang membawa tongkat jujube panjang ke kediaman Jamal yang berjarak 10 kilometer jauhnya.

Tempat tinggal Jamal di Desa Randu dengan rumah bata yang memiliki delapan kamar dan ada dua patung singa yang menghiasi kedua sisi gerbangnya. Di pedesaan, hanya tuan tanah atau pejabat yang bisa tinggal di sana.

Kemudian, dua penjaga yang berjaga di salah satu sisi singa batu segera berlari ke kediaman dan melapor kepada Jamal bahwa Kira dan rombongannya datang mencarinya.

Tidak lama kemudian, seorang pria paruh baya jangkung yang berjanggut berjalan ke luar dengan ekspresi garang.

Dia mengenakan pakaian yang penuh dengan tulisan-tulisan dan ada pisau lengkung yang tergantung di sisi pinggangnya.

Begitu melihat Kira, dia langsung berujar,

"Aku dengar, kamu telah memukul Budi kemarin?"

Insiden di Desa Samadi kemarin malam telah tersebar.

Hubungan Jamal dengan Budi memang tidak baik, tetapi mereka semua adalah pejabat pemerintahan yang termasuk dalam satu kelompok yang memiliki kepentingan yang sama.

Kemarin, bocah ini berani memukul kepala desa. Di masa depan, pasti akan berani memukul dirinya. Oleh karena itu, Jamal harus memberi kesan yang garang dan memberi pelajaran kepada Kira, agar Kira tidak berani macam-macam dengannya.

Menghadapi Jamal yang galak ini, Kira pun melambaikan tangannya dan berkata,

"Lebih baik kita bahas masalah Tony terlebih dahulu."

Tony pun memandang Jamal dengan takut-takut, lalu berujar,

"Tuan Jamal, kemarin malam ada orang yang merampok 50 ribu rupiah ku."

"Apa?" seru Jamal sembari memandang Tony dengan

curiga.

Ekspresinya seolah-olah tidak percaya bahwa Tony bisa mendapatkan 50 ribu rupiah.

Alhasil, Tony yang ditatap seperti ini, merasa sangat tidak nyaman. Dia pun berkata dengan lantang,

"Tuan Jamal, ada orang yang merampok 50 ribu rupiah ku. Aku ingin kamu membantuku menangkap pencurinya."

"Kalaupun kamu benar-benar kehilangan 50 ribu rupiah, mana bisa aku menemukan pencurinya!"

Jamal memutar bola matanya dengan malas, lalu berkata,

"Bukannya Tuan Kira kalian sangat cakap? Tuan Budi saja berani dipukulnya. Kenapa kamu nggak memintanya untuk mencari pencurinya?"

Tony yang mendengar ini mengerutkan alisnya dan wajahnya tampak sedih.

Dia sudah menyiapkan mental sebelum datang ke sini dan sudah bisa menebak bahwa Jamal tidak mungkin memedulikan hal ini.

Kira pun berkata,

"Tuan Jamal, bisakah aku berbicara denganmu sebentar?"

"Katakan saja secara langsung di sini! Jangan berbelit-belit." bentak Jamal dengan raut wajah mencemooh.

Dia tahu jelas perkataan semacam ini. Itu adalah perkataan orang yang ingin menyogoknya. Jamal akan terima jika orang lain yang berkata demikian. Namun, dia harus bersikap tegas kepada Kira.

Di sisi lain, keempat pengikut Jamal juga tampak sangat dingin. Kepala desa saja berani Kira pukul. Jadi, mereka juga tidak akan sungkan.

Kemudian, Kira berujar tanpa ekspresi,

"Apakah kamu ingin tahu, bagaimana Tony bisa mendapatkan 50 ribu rupiah ini?"

1
Aisyah Suyuti
good
I Am Riza
kerajaan Nayara itu kerajaan yang berdiri sendiri.
Ahmadi 241215
kerajaanya itu masih wilayah nusantara gak gak sih bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!