Wasabi seorang mahasiswa pintar dan tampan. Ketika berumur 12 tahun, dia menjadi bahan bullyan karena namanya. Saat itulah, Ia menemukan kekuatan aneh yang tiba-tiba muncul dalam dirinya yaitu dapat berteleportasi, berpindah dari suatu tempat ke tempat lain.
Kedua orang tuanya seorang detektif. Kematiannya mencurigakan. Tampak seperti dibunuh. Tapi tak ada bukti, tak ada saksi kasus pun ditutup.
Orang tuanya meninggal saat dia berumur 12 tahun. Sejak saat itulah Wasabi menjadi seorang yang dingin dan terobsesi menjadi detektif untuk mengungkap misteri kematian orang tuanya.
Akankah Wasabi dapat mengungkap misteri kematian orang tuanya?
Dan dapatkan ia menjadi Detektif muda yang terkenal?
Dari manakah kekuatannya berasal?
Misteri demi misteri akan terungkap di tangan Wasabi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kilas Balik
Flash Back
"Aku janji Mayang... Apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkan mu,. Aku mencintai mu," ucap Paldo
"Aku pegang janjimu Paldo. Aku juga mencintaimu," sahut Mayang
Mayang lalu bertemu orang tua Paldo. Mereka ingin meminta restu untuk menikah. Tetapi yang terjadi hanya hinaan yang di dapatkan Nyonya Mayang, karena dia berasal dari orang yang tidak berada
"Rendah sekali seleramu Paldo. Gadis miskin dari mana dia? Kamu pungut dimana?" tanya Nyonya Renchon, Orang tua Paldo.
Paldo hanya diam
"Sama sekali tidak sebanding dengan keluarga kita," cibir Nyonya Renchon kemudian bangkit dari duduknya.
"Tinggalkan dia dan menikah dengan gadis pilihan Ibu," ucap Nyonya Renchon sambil menunjuk Mayang
"Tapi Bu, Aku mencintainya. Aku tidak akan meninggalkannya," ujar Paldo
"Kamu ingin Ibumu malu hah... Lihat saja Orang tuanya. Yang satu tuli dan yang satu gila," desis Nyonya Renchon dengan sarkas
"Maaf Nyonya Renchon. Saya memang miskin. Tapi saya tidak serendah itu. Jika memang Nyonya tidak suka terhadap saya. Ya sudah, saya akan pergi. Tapi, jangan hina orang tua Saya!" ucap Mayang dengan nada yang sedikit meninggi.
"Mayang....jangan pergi," teriak Paldo
"Kau melangkah pergi mengejarnya, maka Aku akan mencabut namamu dari hak waris! Mengerti!" Ancam Nyonya Renchon kemudian pergi ke meninggalkan Paldo yang masih terduduk di ruang tengah
Saat itu Paldo juga mengundang orang tua Mayang untuk makan malam dengan keluarganya sekaligus mengenalkannya pada orang tuanya. Tak disangka mulut pedas Nyonya Renchon mengiris hati Mayang dan orang tuanya
Mayang dan kedua orang tuanya pun pergi meninggalkan rumah Paldo yang seperti istana. Paldo sendiri hanya diam ketika orang tua Mayang dihina. Dan tidak mengejarnya kembali
Ada dendam di hati Mayang. Dia bersumpah suatu saat akan membuat keluarga Paldo menderita.
Flash Back End
Nyonya Mayang menangis dan melamunkan kisahnya dengan Paldo. Setelah itu Paldo menikah dengan pilihan Ibunya. Namun Istrinya meninggal.
Mendengar kabar tersebut Mayang langsung mendekati Paldo dan menikah dengannya untuk membalaskan dendam
Apakah aku tak pantas dicintai...batin Mayang
Baru saja dia berkata menyesal menikahiku gumam Mayang berbicara dengan dirinya sendiri
"Bodohnya aku masih mengharapkan cintanya!" pekik Nyonya Mayang kemudian ia meneguk secawan anggur lalu melemparnya hingga pecah berkeping-keping membentur dinding
"Aku akan membuat anakmu menjadi gila Paldo... Aku membencimu! Hahaha...," desisnya
"Permisi Nyonya Mayang.... Ada telephone dari Ratu Ratih," ucap Wisnu
"Ya Hallo,"
"Hallo Mayang sayang...Kamu tidak lupa kan? Akan janjimu...," ucap Ratu Ratih
"Kita membutuhkan dana itu sekarang. Tolong tepati janjimu atau....," ucapan Ratu Ratih terputus
"Ya Ya...Aku tahu... Aku akan mentransfer nya sekarang," sambung Mayang
"Ok Aku tunggu sayang," sahut Ratu Ratih dengan nada bicara lemah lembut dan kemayu
Mayang menutup telephonenya kemudian menghubungi Aprilya
"Hallo April, bukankah aku sudah memberikanmu jadwal kapan saja kamu harus mentransfer ke Ratih?" tanya Mayang
"Oh ya maaf Nyonya Mayang. Ada masalah dana perusahaan. Dan kami tidak bisa mengirimkan sekarang hingga waktu yang tidak bisa ditentukan," ujar Aprilya
"Apa kamu bilang! Apa kamu tahu, sekarang saya yang berkuasa atas perusahaan itu. Sudah ada surat kuasa dari tuan Paldo kan?" ucap Mayang yang telah memalsukan surat tersebut
"Maaf Nyonya, saya hanya menjalankan perintah. Mungkin Anda bisa kemari untuk menyelesaikannya," ujar Aprilya dan langsung menutup sambungan teleponnya.
Tut Tut tut
"Sialan," pekik Mayang sambil membanting telephone