NovelToon NovelToon
Dosen Killer

Dosen Killer

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: mputriniar

Kalian pernah membayangkan gimana kalau jodoh kita berada dideket kita? Mungkin seperti dosen kita sendiri gimana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mputriniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 25 | Siapa wanita itu

Author :" buat kalian yang nanya siapa wanita yang pernah ketemu dengan mas adnan di rumah sakit akan terjawab di part ini tapi pas di bagian mas adnan oke :)".

Aku kembali masuk kuliah. Sebelum pergi Mas Adnan selalu memperingatkan aku untuk sarapan kalau enggak sarapan aku enggak akan diperbolehkan kuliah.

Seperti biasa selama sarapan diantara aku dan Mas Adnan tidak ada yang bersuara hanya bunyi dentingan sendok dan garpu saja.

" Untuk kali ini biar Mas aja yang nyuci ya." Ucap Mas Adnan langsung merebut piring yang ada di tangan, aku yang belum sempat melarangnya.

" Tapi Mas nanti baju aden basah." Ucapku yang sedang berdiri di belakangnya.

Mas Adnan menengok ke arah ku dengan tersenyum dan melanjutkan aktivitas mencuci nya.

Aku melepas celemek ku dan menaruh nya di laci dapur. Mumpung Mas Adnan sedang mencuci piring sebaiknya aku mengambil tas ku dan handphone mas adnan supaya nanti kita langsung berangkat ke kampus saja.

Ketika ingin mengambil handphone nya mas adnan tiba-tiba ada panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenal.

*siapa yang telepon iya*.

Aku berniat ingin mengangkat nya tapi enggak jadi karena aku tau itu privasi mas adnan, aku tidak boleh mengangkatnya. Siapa tau rekan sejawat dia.

Telepon nya sudah mati tapi sebaiknya aku beritahu ke mas adnan saja bahwa tadi ada yang telepon dia.

" Mas. " Panggil ku dari tangga karena wastafel buat cuci piring dekat dengan tangga.

" Iya ada apa?. " Tanya dia.

" Ini Ada telepon. " Ucapku yang kebetulan telepon itu berdering lagi.

Mas Adnan langsung membilas tangan nya yang penuh sabun dan tidak lupa mengeringkannya.

" Sebentar iya mas angkat dulu. " Ucapnya yang langsung menyingkir dari ku.

Aku melihat ke bak cuci piring ternyata masih ada satu piring yang tertinggal belum di cuci oleh mas adnan. Sebaiknya biar aku yang cuci biar cepat selesainya.

" Ko jadi kamu sih?." Tanya mas adnan yang ternyata sudah selesai telepon nya.

" Eh mas, enggak apa-apa ko mas ini tinggal satu piring nanggung." Ucapku.

Aku telah selesai mencuci piring, aku langsung menuju sofa tempat aku menaruh tas aku.

**Adnan Pov**

Ketika aku sedang mencuci piring Fifah menghampiri aku, lalu mengasih handphone aku katanya ada yang telepon. Aku langsung mengangkat nomor yang tidak kenal itu.

*0813*\*\*\*\*\*\*\*\* *call*

***Assalamualaikum adnan***

^^^***Wa'alaikumsalam, maaf ini siapa***?.^^^

^^^~ ***aku***^^^

***Ini aku Nan, Delisa***

Aku langsung diam saat tau yang nelepon aku itu Delisa. Delisa wanita yang sudah membuat aku kecewa, penghianatan dia kepada ku belum bisa ku lupakan.

Delisa,

Dia mantan ku ketika SMA, kita memilih putus lebih tepatnya dia yang mutusin ku ketika kita sedang melaksanakan ujian untuk masuk ke universitas negeri. Delisa mutusin aku dengan alasan dia enggak mau ldr karena dia memilih untuk mengambil kuliah di Australia.

***Hallo Nan, kamu masih disitu***?

^^^***Ah ya, Delisa sorry ya aku mau berangkat dulu***^^^

^^^~ \*\*aku^^^

Oke kalau gitu apa kita bisa ketemu nanti setelah kamu ngajar\*\*?

Aku cukup lama terdiam, sejujur nya aku sudah malas dengan urusan yang menyangkut Delisa karena bagiku dia hanya masa lalu. Tapi aku mengiyakan ajakan dia supaya dia tidak menganggu kehidupan ku lagi.

^^^***Baiklah kita ketemu di cafetaria***^^^

^^^~ ***aku***^^^

Setalah mengucapkan itu aku langsung memutuskan panggilan nya dan aku tidak ingin Afifah tau kalo aku akan bertemu dengan Delisa.

" *Maafkan aku fifah untuk pertama kali nya aku bohong ke kamu. " ucap ku dalam hati*.

Aku kembali kedalem dengan rasa sedikit bersalah karena tidak memberitahukan ini ke Afifah.

*back to afifah pov*

Aku melihat Mas Adnan diam saja sehabis dia menerima telepon itu.

Ada apa dengan mas?, ah sudah lah mungkin urusan pekerjaan mas adnan. Aku tidak boleh begini, aku harus percaya sama suami ku sendiri

Mas Adnan mengeluarkan kunci dari dalam saku celana nya lalu dia meninggalkan ku, dia berjalan menuju garasi.

Aku segera mengambil tas ku dan menyusul mas adnan.

\# Di mobil

Selama perjalanan kita saling diam.

Tak terasa kita sudah sampai diparkiran kampus. Aku tidak lupa mencium tangan Mas Adnan, dan Mas Adnan tidak mengucapkan apapun.

Aku merasa Mas Adnan tidak seperti biasanya, Mas Adnan sedikit berubah hari ini. Sediam-diamnya mas adnan tapi tidak seperti ini. Hari ini diamnya mas adnan seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari ku.

Ah sudah lah fah kamu tidak boleh begini.

Aku langsung berjalan menuju lorong.

Aku mengikuti materi ini.

" Fah makan siang di luar yuk sekali-sekali bosen tau di kantin terus." Ajak Anum.

Aku harus izin ke mas adnan karena bagaimana pun dia tetap suami ku.

" Iya sudah tapi aku harus ngasih tau Mas Adnan dulu ya. " Ucapku sambil mengambil handphone ku didalam tas. Aku mencari kontak Mas Adnan, aku langsung mengirim pesan ke Mas Adnan.

![](contribute/fiction/1561628/markdown/15449644/1606601816873.jpg)

Seperti itu kurang lebih chattan aku sama mas adnan.

Aku tidak membalas nya. Aku dan Anum langsung pergi ke cafetaria yang berada dekat dengan kampus ini.

Aku dan Anum memilih duduk di dalam saja. Aku hanya memesan Ice blend coklat dan roti bakar keju.

Aku asik memainkan handphone begitu juga Anum. Namun tak sengaja pandangan aku teralihkan ke sosok Mas Adnan yang berada di cafe itu tapi dia berdua dengan wanita.

Loh bukannya mas adnan tadi bilang rapat iya. Ah mungkin itu rekan dia juga kali.

Tapi mereka terlihat akrab sekali.

" Siapa wanita itu?. " Tanya ku dalam hati.

Aku langsung mengalihkan pandangan ku sengaja agar Anum tidak melihat Mas Adnan.

Aku segera menghabiskan makanan dan aku mengajak anum untuk segera pergi dari sini. Kita langsung keluar dari cafe ini.

Aku melewati Mas Adnan aku melihat Mas Adnan sedikit terkejut ketika melihat aku keluar dari cafe yang sama. Aku pura-pura tidak melihatnya dan aku jalan melewati Mas Adnan begitu saja.

" Fah itu bukan nya Kak Adnan ya?." Tanya Anum

" Eum iyah." Aku menjawab nya dengan sangat tidak bersemangat.

" Loh ko dia disini? Sama cewek lagi!." Tanya Anum.

" Entahlah mungkin sedang rapat kali." Ucapku membohongi Anum dengan bilang Mas Adnan sedang rapat walaupun aku juga dibohongi Mas Adnan dia bilang rapat namun dia malah pergi dengan wanita tanpa sepengetahuan aku.

" Udah yuk pulang badan aku lelah sekali." Ucapku

Aku sengaja tidak menghubungi Mas Adnan dan aku pulang menggunakan ojek online.

\# Rumah

Setelah di rumah aku sengaja mematikan handphone dan meletakkan nya di atas nakas kamar.

Aku memilih mandi saja untuk menyegarkan pikiran ku. Ketika aku selesai mandi, aku terkejut mendapati mas adnan sudah duduk di tepi ranjang dan memandang ke arah ku.

" Fah kamu udah pulang? Naik apa kamu? Kok enggak hubungi aku minta jemput?." itulah sederat pertanyaan yang dilontarkan Mas Adnan.

" Naik ojek online, lagian Mas kan sedang rapat sama rekan dosen mas. Aku enggak mau ganggu Mas yang sedang rapat. " Ucapku yang sengaja menyindir Mas Adnan.

Aku melihat Mas Adnan yang langsung diam tanpa mengucapkan kata-kata lagi. Aku segera mengeringkan rambut aku yang basah.

Mas Adnan langsung masuk kamar mandi dan aku menuju dapur setelah rambut aku kering, dan tidak lupa aku mengambil hijab aku.

Aku membantu Mbok Sum masak untuk makan malam, setelah selesai memasak aku memanggilkan Mas Adnan untuk makan karena bagaimana pun dia tetap suami sudah kewajiban ku menyiapkan keperluan dia.

" Mbok makan disini aja iya sama fifah. " Ucapku mengajak mbok untuk mencairkan suasana tapi tetaplah makan malam berjalan hanya di selimuti suasana canggung dan diam-diaman satu sama lain.

Setelah selesai aku merapikan piring aku melihat Mas Adnan masih duduk dimeja makan dengan tatapan kosong.

Aku telah selesai mencuci piring nya aku langsung masuk ke kamar begitu saja meninggalkan Mas Adnan yang diam dan masih duduk dimeja makan.

Ketika masuk kamar aku langsung naik ketempat tidur dan tidur karena sudah sangat lelah.

1
Hetnawati Simbolon
ceritaya kurang greget masa gitu aja permasalahanya
Neti Susana
kok aneh andnan sering ngebentak
Dapur Penyet
kenapa g keluar jalan2 nenangin diri dr pada diem aja dikamar setidaknya angin luar bikin kita tenang katanya suka ketaman
yatiek lima sembilan
menurut saya ndak perlu lah komentar² yg kayak gitu itu thor... malah nyebelin krn bbrp kali diulang lagi di ulang lagiii...
yatiek lima sembilan
disini kata "tapi" lebih pas jika diganti dg menggunakan kata "tolong"... gimana thor...
yatiek lima sembilan
selalu terulang ya... sebutan kak dan mas dalam satu kalimat... aneh menurut saya... meski ini cuman cerita novel rasanya akan lbh berkesan jika tidak seperti itu...
Ayu Oktaviana
👍👍👍👍👍
Althhar Amfairuz
visualnya bikin menggigil..ademmmm😍😍😍
Veronica Maria
ceritamu ini banyak babnya krn cerita berulang2. mmg g dicek sblm diposting ya ? 😊
Veronica Maria
ceritamu diulang2 mulu. hadehhh
Veronica Maria
mknya delisa, jdi cewe jgn gatel. bgtu bunting mlh nyari laki org. yg hrsnya lo cri itu laki yg ngebuntingin eli. dasar jalang. entah gmn ceritanya msh cri2 adnan jg
Veronica Maria
lah elo goblok. dasar laki2 banci. jalang lo ladenin
Veronica Maria
jdi laki kok goblok. elo itu udah kawin, ngapain jg msh ngurusin mantan. aplgi sdh ngianatin elo. tar dtggal afifah bru tau rasa lo
Veronica Maria
kok ceritanya berulang2 ???
Alanna Th
aq zuka yg pertama, thor 👍😘😍
Alanna Th
paling zebel sm swami yg dikit" bentak" trus cuek"! 😱😫😩😥😞
Al fatih
wanita impian adnan tu. tapi ga kesampaian. ujung2nya ntar jadi orang ke3 buat huru hara 😠😠😠🍗👊👊👊
Maura
visual afifah ko blm kak
Devi Sihotang Sihotang
mosok baru sekali mp langsung hamil...
Siti Nurhana51a
kok udh segitu lama nya nikah baru. satu x tahan jg tu s adnan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!