NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Action / Wanita perkasa / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Siti Alesia, anak jawara silat yang tewas konyol, terbangun di tubuh Permaisuri Alessia—wanita lemah yang dijadikan "mesin pembuat anak" dan ditindas hingga mati oleh selir licik.
​Tapi mereka salah sasaran. Alesia bukan wanita yang bisa menangis! Dengan mulut pedas dan jurus Golok Seliwa, ia mengobrak-abrik aturan kolot istana. Selir yang meracuninya? Dibanting sampai encok! Ibu Suri yang galak? Dibuat kicep lewat diplomasi sambal terasi!
​Raja Magnus yang sedingin es dan sekaku kanebo kering pun dibuat meleyot. Sang penguasa kini sadar; istrinya bukan lagi pajangan, melainkan macan betina yang siap membelah siapa pun yang berani menyentuh harga dirinya.
​"Bang Magnus, jangan kaku-kaku amat! Mending latihan silat sama gue, biar otot lu kaga karatan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Menantu Idaman Rawa Belong Vs Ibu Suri

​Suasana taman yang tadinya hangat karena aroma sambal korek mendadak berubah menjadi sedingin es kutub utara. Dari kejauhan, serombongan pelayan dengan pakaian serba putih dan abu-abu berjalan dengan langkah yang sangat teratur. Di tengah mereka, seorang wanita paruh baya dengan mahkota perak yang menjulang tinggi berjalan dengan dagu terangkat.

​Itu adalah Ibu Suri Beatrice. Wanita yang dikenal sebagai "Tangan Besi" di balik takhta Orizon.

​"Waduh, Bang... itu Emak lu? Jalannya kaku bener, apa kaga pegel tuh punggung?" bisik Alesia sambil menyikut pinggang Magnus yang sudah berdiri tegak.

​Magnus tidak menjawab. Wajahnya kembali ke setelan pabrik: dingin dan tanpa ekspresi. "Diamlah, Alessia. Jaga bicaramu jika kau masih ingin melihat matahari besok pagi."

​Ibu Suri Beatrice berhenti tepat lima langkah di depan mereka. Matanya yang tajam langsung tertuju pada kain beludru di atas rumput, bakul nasi, dan... tangan Magnus yang masih ada sedikit bekas minyak sambal.

​"Apa-apaan ini, Magnus?" suara Ibu Suri terdengar tenang, tapi tajam seperti sembilu. "Kau adalah seorang penguasa, bukan pengemis jalanan yang makan di atas tanah bersama wanita... yang tidak punya urat malu ini."

​Alesia yang tadinya mau mencoba bersikap sopan langsung menaikkan sebelah alisnya. Wah, belum apa-apa gue udah dikatain kaga punya urat malu, batinnya panas.

​"Maafkan kami, Ibu. Permaisuri sedang dalam masa pemulihan dan saya hanya menemaninya," jawab Magnus dengan nada bicara yang sangat formal.

​Ibu Suri beralih menatap Alesia dari ujung kaki sampai ujung kepala. "Pemulihan? Aku mendengar kau membanting Selir Rose sampai pinggangnya bergeser. Aku juga mendengar kau mengancam koki istana dengan pisau. Dan sekarang... kau menyeret putraku untuk bertingkah seperti rakyat jelata di depan umum?"

​Alesia melangkah maju satu langkah, mengabaikan tarikan kecil di jubahnya oleh Magnus. Ia memberikan hormat, tapi bukan hormat ala bangsawan yang membungkuk dalam, melainkan hormat ala pesilat: telapak tangan kanan menempel di kepalan tangan kiri di depan dada.

​"Eh, salam kenal ya, Ibu... eh, Ibu Suri maksudnya," sapa Alesia dengan senyum yang dipaksakan manis. "Denger-denger Ibu baru pulang dari kuil ya? Pasti capek tuh di jalan. Mau nyobain ayam suwir saya kaga? Masih anget nih, lumayan buat nambah tenaga biar kaga marah-marah mulu. Marah-marah pas lagi laper itu kaga enak, Bu, ntar kena asam lambung."

​Ibu Suri Beatrice tertegun. Ia belum pernah melihat Alessia yang berani menatap matanya, apalagi menawarkan makanan "kotor" seperti itu dengan gaya bicara yang begitu... ajaib.

​"Berani sekali kau bicara padaku tanpa menundukkan kepala!" bentak Ibu Suri. "Dimana tata kramamu, Alessia? Apakah keguguranmu yang kelima benar-benar sudah merusak kewarasanmu?"

​Mendengar soal keguguran disebut dengan begitu enteng, rahang Alesia mengeras. "Denger ya, Ibu Suri yang terhormat. Soal tata krama, di tempat saya, orang tua itu dihormati kalau dia juga bisa menghormati yang muda. Soal janin... itu bukan salah saya. Itu salah lingkungan istana Ibu yang isinya racun semua! Ibu tahu nggak kalau bini-bini simpanan anak Ibu itu hobi naruh dupa beracun di kamar saya? Ibu tahu, atau Ibu pura-pura merem?"

​"KAU...!" Ibu Suri mengangkat tangannya, hendak menampar wajah Alesia.

​Tapi, Alesia bukan Alessia yang dulu. Dengan gerakan yang sangat halus, ia menangkap pergelangan tangan Ibu Suri di udara. Ia tidak meremasnya, hanya menahannya dengan teknik kuncian lembut namun tidak bisa dilepaskan.

​"Jangan maen tangan, Bu. Nanti encoknya kambuh, saya juga yang repot," bisik Alesia dengan nada bicara yang sangat tenang. "Saya ini menantu Ibu, bukan samsak tinju. Saya menghormati Ibu karena Ibu yang ngelahirin Magnus. Tapi kalau Ibu dateng-dateng cuma buat ngehina harga diri saya... jangan salahin saya kalau saya lupa cara jadi menantu yang manis."

​"Lepaskan aku! Magnus! Lihat istrimu ini! Dia sudah dirasuki iblis!" teriak Ibu Suri histeris.

​Magnus maju, memegang pundak Alesia. "Alessia, lepaskan. Dia ibuku."

​Alesia melepaskan tangan Ibu Suri dengan gerakan sekali sentak yang elegan. "Gue lepasin karena Bang Magnus yang minta, bukan karena gue takut ya, Bu."

​Ibu Suri mundur beberapa langkah, napasnya memburu karena emosi. "Magnus! Masukkan dia ke penjara bawah tanah! Dia sudah berani menyentuh Ibu Suri dengan kasar! Perbuatannya ini adalah penghinaan bagi seluruh leluhur Orizon!"

​Magnus menatap ibunya, lalu menatap Alesia. Ia melihat keberanian di mata istrinya—keberanian yang tidak pernah ia lihat pada siapa pun di istana ini, bahkan pada jenderalnya sekalipun.

​"Ibu," suara Magnus terdengar berat dan tegas. "Permaisuri benar soal dupa beracun itu. Tabib pribadiku sudah mengonfirmasinya. Dia bukan gila, dia hanya sedang membela diri. Dan soal makan di taman... aku yang memintanya karena masakan Permaisuri jauh lebih baik daripada apa pun yang pernah disajikan Chef Gustaff selama sepuluh tahun terakhir."

​Ibu Suri Beatrice melongo. Putranya yang selalu patuh dan kaku, kini membelanya? Di depan puluhan pelayan?

​"Kau... kau membela wanita barbar ini di depan ibumu sendiri?" tanya Ibu Suri tak percaya.

​"Saya membela kebenaran, Ibu. Sebaiknya Ibu masuk ke paviliun dan beristirahat. Perjalanan dari kuil pasti membuat pikiran Ibu lelah," ucap Magnus dingin, memberikan isyarat pada pengawal Ibu Suri untuk membawanya pergi.

​Ibu Suri pergi dengan wajah merah padam, menyumpah-nyumpah dalam hati bahwa ia akan menyingkirkan Alesia dengan cara apa pun.

​Setelah rombongan itu menjauh, Alesia langsung lemas dan duduk kembali di atas tiker. "Gila... jantung gue mau copot, Bang. Emak lu galaknya ngalahin emak-emak yang motornya sen kiri tapi belok kanan."

​Magnus duduk di sampingnya, menghela napas panjang. "Kau benar-benar cari mati, Alessia. Tidak ada yang pernah berani memegang tangan Ibu Suri seperti itu. Kau baru saja mendeklarasikan perang dengan orang paling berkuasa di harem ini."

​"Ya habisnya dia songong banget! Masa gue dikatain sampah?" Alesia cemberut, lalu mengambil sisa potongan ayam. "Eh, tapi makasih ya udah belain gue tadi. Gue kira lu bakal jadi anak mami yang diem aja pas bininya mau digampar."

​Magnus menatap Alesia dengan dalam. "Aku tidak membelamu. Aku hanya bicara fakta."

​"Halah, gengsi mulu lu kayak onderdil motor tua!" tawa Alesia kembali pecah. "Sini, makan lagi. Anggap aja ini perayaan karena kita berhasil bikin Ibu Suri 'darah tinggi'."

​Magnus hanya bisa geleng-geleng kepala. Namun dalam hatinya, ia merasa sebuah tembok besar di antara dirinya dan istrinya mulai runtuh. Dan anehnya, ia merasa lebih hidup saat bersama "Ratu Barbar" ini.

​"Besok," kata Magnus tiba-tiba.

​"Besok apaan?"

​"Gudang senjata. Aku akan memberimu golok terbaik yang ada di kerajaan ini. Karena sepertinya... kau akan membutuhkannya untuk menghadapi ibuku dan intrik-intrik selanjutnya."

​Alesia nyengir lebar, memperlihatkan deretan giginya yang rapi. "Gitu dong! Itu baru laki gue! Siapkan goloknya, Bang. Gue bakal tunjukin kalau Ratu Orizon itu kaga cuma pinter dandan, tapi juga pinter 'nyukur' musuh!"

1
Ika Fitri Ana
lanjut....👍👍👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Pawon Ana
si Siti ini devinisi genius jalanan...,🥰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Muft Smoker
aduuuuh koq ibu suriii begini amat sifat ny jelek ,, kaya sofa lama Blum di ganti kulit ny ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: /Grin//Proud//Proud/
total 2 replies
Muft Smoker
awaas ekoor ny terbang alessia🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
enk banget kasih nama orang ,, kasihan si naga takut gx terima jenggot ny di samain ma si kael ikan ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx bnr ad aja ide nama yg selalu muncul di luar kepala ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
astgaaa permaisuri senjata ny goloook ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,, siap2 jdi kurus anda gustaf🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,, permaisuri gx bisa d tindas lgiiii😏😏😏😏
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
ni nama ny permaisuri jaman emansipasi🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
gx da lembut2ny ,, tp mantap laa Alessia ,, aq suka gaya muuu 🤟🤟🤟🤟🤟
Muft Smoker
lanjuut kak
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Muft Smoker
raja di panggil abank🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, catatan baru dlm sejarah ini ,,
Muft Smoker: bnr kak ,, anak abaaah di lawan 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
kak baru bab awal loo tp udh seruuu liat tingkat alessi yg apa adany ,,
semangat trus ya kak nulis ny
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
💯 buat lily🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
duuh korban tabrak lari gerobak gorengan🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣


hai kak ,,
aq mampir ksniii
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Hasnawiyah Ansar
iya bener sekali tebakan anda
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lucuk, keren, gerrrrr banget /Joyful/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
baru bab satu aja udah kocaggh banget🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih,
stay read kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Pawon Ana
ini krakter anak Betawinya positif thinking ya tipenya....jadi asyik orangnya...🤭✌️
Ariska Kamisa: dia anak bae bae kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ika Fitri Ana
semua ceritanya bagus..simpel tidak berbelit...jadi tidak membosankan cerita2nya....rekomend banget.
Ika Fitri Ana
semangat ..bagus ceritanya..semoga tetap menarik seperti cerita lainnya thor...👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!