Sepahit inikah hidup?
"Lepaskan aku brengsek," teriak seorang gadis sambil meronta-ronta.
Seringai senyum ditorehkan oleh bibir manis seorang pemuda.
Cup.
Kecupan manis dia berikan pada bibir gadis yang ada di hadapannya. Tak lama kemudian kecupan itu berubah menjadi lumatan yang rakus. Tidak butuh waktu yang lama Jino mengakhiri ciuman itu dengan sebuah gigitan kasar pada bibir mungil sang gadis sampai berdarah.
Gadis itu menangis sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah.
"Itulah balasannya jika kamu berani membentak lintangku. Aku tahu aku tak bisa menghentikan perjodohan ini. Tapi aku akan memberimu neraka sampai kau memohon pada orang tuamu supaya mengakhiri perjodohan kita,"
ucap Jino dengan tegas lalu melangkah pergi meninggalkan Kisya yang masih menangis.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Cerita tentang luka dan cinta, tentang persahabatan dan air mata, tentang Jino dan Kisya, tentang mereka yang tidak sadar arti sebuah cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evangelin Harvey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghindar
Jino duduk sambil menggendong buah hatinya . Semua orang sudah siap duduk di meja makan.
"Ini strolernya nak!..
Ucap mama mendorong stroler tepat di samping Jino .
"Makasi ma!..
Lalu Jino menidurkan baby Vano distroler. Mereka Mulai makan. Jino pokus pada makanannya. Sedang Jeff sibuk mengisi piring Kisya dengan lauk.
"Ini terlalu banyak!
Ucap Kisya pelan .
Namun Jeff hanya terkekeh .
"Tidak apa-apa Kisya harus makan yang banyak agar Kisya cepat pulih"
Ucap mama dengan senyuman.
"Iya mama makasi, terkadang luka operasi ini Masi terasa sakit"
Ucap Kisya pelan.
"Biasanya sembuh dalam dua tahun"
Ucap Nami .
"Ya ampun ko bisa selama itu ma?..
"Iya memang begitu"
Ucap mama sambil mengunyah makanannya.
"Apa iya Masi sakit sayang"
Jeff merasa cemas.
"Hmm masih kak, entah kenapa aku baca di artikel untuk usus buntu sendiri biasanya tidak sebesar ini lukanya. Tetapi luka operasi ku begitu besar, seperti luka sesar saja"
Ucap Kisya dan Kisya langsung memakan makanannya.
Semua terdiam ketika mendengar ucapan Kisya tentang luka sesar. Jino sendiri merasa sangat iba dan rasa bersalah itu datang lagi. Karena Jino lah Kisya sampe beberapa kali di operasi. Pertama operasi mis v dan operasi sectio cesarea (SC).
Sesaat Jino melihat Vano yang sedang bermain dengan jarinya.
"Lihatlah mamy kamu Masi sakit bekas melahirkan kamu sayang"
Ucap Jino dalam hatinya. Sambil tak lekat memandangi wajah sang buah hati kesayangan.
"Makanlah yang banyak Jino jangan banyak melamun!..
Ucap sang papa .
"Hmm
Jino datar.
"Ini semua makanan kesukaan kamu jino, mama sengaja membuatnya khusus untuk kamu!
Ucap mama.
"Terimakasih ma, tapi tidak usah merepotkan, Jino bisa makan apapun"
Ucap Jino pelan.
"Abang harus nya berterimakasih sm mama!
Ucap Jeff .
"Kan aku bilang terimakasi, apa kamu tidak dengar Jeff ?..
Ucap Jino sedikit lantang.
Jeff terdiam dengan tatapan kesal .
Jino meminum air putih lalu beranjak dari meja makan dan menggendong baby Vano keluar dari ruang makan .
"Jino mau kemana, kamu belum menghabiskan makananmu!..
Ucap papa .
"Jino mendadak tidak nafsu makan, silahkan lanjutkan makan papa dan semuanya!..
Ucap Jino sambil berjalan meninggalkan ruang makan.
Tuan Geovandra terdiam merasa kesal.
"Jeff , sebaiknya jangan membuat Jino kesal lagi!..
Ucap papa sambil beranjak dari meja makan dan pergi meninggalkan ruang makan.
Jeff terdiam sambil menatap mama nya yang terlihat sedih. Sesaat Jeff melihat Kisya dengan wajah kebingungan.
"Kami memang tidak akur sayang!..
Ucap Jeff sambil menggenggam tangan Kisya dengan Lembut.
Dan Kisya hanya terdiam.
"Jeff lain kali sebaiknya kamu diam ketika mama berbicara!..
Ucap mama murni dengan Pelan.
"Tapi memang dia harus berterima kasih pada mama kan sudah masak makanan kesukaan dia"
"Mama tidak butuh ucapan terimakasihnya Jeff, mama sendiri yang ingin menyenangkanya, mama ingin lebih dekat dengannya dan menebus kesalahan mama selama ini!..
Ucap mama murni dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kak, lagian memang kak jino sudah berterimakasih ko sama mama, jd kakak tidak usah berkata seperti itu tadi!..
Ucap Kisya .
"Jadi kamu juga belain dia sayang?..
Ucap Jeff menatap Kisya penuh kekecewaan .
"Bukan begitu sayang , tapi memang tadi kikis dengar sendiri kak Jino berterima kasih"
"Sudahlah kis Kakak tidak mau dengar kamu belain dia !..
Ucap Jeff merasa kesal. Dan pergi meninggalkan kisya .
"Maapkan Jeff sayang!..
Ucap mama sambil mendekati Kisya.
"Tidak apa-apa ko mama"
Kisya tersenyum hangat.
"Terimakasih sayang kamu memang menantu idaman, mama sayang banget sama kamu Kis"
Ucap mama memeluk Kisya dengan lembut.
********
Jino duduk di bangku taman sambil menggendong Vano dengan santai.
Papa datang menghampiri.
"Maapkan Jeff, dia adik kamu Jino "
Ucap papa .
"Kenapa aku harus memaapkan Jeff pa?...Jeff benar ko , aku harus berterima kasih sama mama karena sudah membuatkan Jino makanan kesukaan Jino . Jino terharu karena baru kali ini mama masak makanan kesukaan Jino, biasanya mama selalu masak makanan kesukaan Jeff "
Ucap Jino pelan.
"Jino bukan begitu"
"Jino sadar betul siapa Jino pa, memang Jeff benar, disini Jeff adalah anak mama dan papa, Jino memang harus berterima kasih karena kalian sudah membiarkan Aku hidup nyaman sampai sebesar ini"
"Jino jangan berkata begitu!..
"Terimakasih sudah membiarkan aku tinggal di rumah yang seperti neraka ini"
Ucap Jino sambil pergi meninggalkan papa Geovandra dalam kebingungannya.
"Neraka?.. apakah Jino tidak bahagia ?..
Ucap tuan Geovandra merasa kebingungan.
Dengan segera tuan Geovandra masuk ke rumahnya dan menghampiri sang istri.
"Apa ada masalah selama ini dengan Jino ma?..
"Tidak ada pa , tetapi Jino memang tidak pernah menganggap mama ada!
Ucap mama murni dengan air matanya.
"Apa mama pernah memukul Jino sewaktu kecil?..
"Itu..
Ucap mama gagap.
"Yasudah
Tuan Geovandra lalu pergi meninggalkan sang istri. Dia duduk di taman dengan kebingunganya. Mungkinkan dia salah mendidik anak atau cara mendidiknya yang salah. Sebenarnya dia sangat sayang pada putra nya itu. Tetapi kenapa sepertinya putra nya tidak bahagia.
Tuan Geovandra melihat mobil jino keluar dari garasinya. Dia menghela nafas dalam-dalam. Tuan Geovandra melihat bibi pengasuh Jino dan menghampirinya.
"Bibi, ada yang mau saya tanyakan"
"Iya tuan ada apa?..
"Bagaimana Jino menurut bibi, tolong jujur kepada saya!...
"Tuan , tuan muda Jino anak yang baik, dia selalu mengalah terhadap tuan muda Jeff dan memilih untuk menghindar dari pada bertengkar"
"Lalu bagaimana sikap mamanya terhadap Jino?..
"Nyonya baik tuan, tetapi nyonya selalu mendahulukan tuan muda Jeff ketimbang tuan muda Jino "
"Benarkah?
"Iya tuan besar"
"Jadi Jino merasa tersisihkan?..
"Iya tuan , bahkan tuan Jino selalu menyendiri daripada bergabung dengan nyonya dan tuan Jeff, saya sering melihat tuan Jino menangis sendiri di kamarnya"
"Benarkah putraku tidak bahagia?..
"Begitulah tuan"
"Yasudah bi, terimakasih"
Lalu bibi pengasuh pun pergi. Tuan Geovandra terdiam dengan rasa bersalahnya karena telah membuat Jino tidak bahagia .
"Ini salah papa Jino!..
Ucapnya dengan air mata yang menetes.
******
Jino membawa baby Vano ke sebuah taman dengan wangi bunga yang menyengat. Jino merasa sangat sesak berada didalam rumah. Apa iya dia harus selalu berterima kasih setiap hari , bahkan harus berterima kasih karena sudah di besarkan. Padahal Jino adalah pewaris yang sah di rumah itu. Tetapi dia sendiri merasa dirinya hanya sekedar menumpang.
Beberapa kali Jino ingin pindah dari rumah yang membuatnya selalu rendah dan sesak. Namun papa nya tidak mengijinkan. Jino selalu pergi untuk menghindari pertengkaran. Karena dia bosan harus terus menerus bertengkar dengan Jeff . Sedari kecil mereka tidak pernah akur . Selalu ada persaingan antara mereka. Walau tidak di ucapkan tetapi dirasakan.
Jeff memang adik yang baik. Tetapi kalo menyangkut nama nya Jeff selalu tidak mau berbagi. sedangkan Jino sendiri selalu merasa tersisihkan. Papa Geovandra yang jarang ada di rumah dan setiap pulang selalu bertanya dimana Jeff bukan bertanya dimana Jino. Itu selalu membuat Jino merasa sakit dan perih. Jino selalu menghindar agar hatinya tidak sakit. Berenang adalah hal yang akan membuatnya melupakan rasa sakit dalam hati.
Sesaat dirinya melihat putra kesayangannya tengah tersenyum padanya. Hati galaunya hilang seketika. Perasan sedihnya menjadi sebuah senyum hangat untuk sang putra.
"Hai sayang , mau minum susu nak?..
Ucap Jino dengan senyum mekarnya
Baby Vano hanya tersenyum dengan lucunya . Jino mencubut pipi buah hatinya dengan gemas.
"Ah kamu selucu ini sayang, kamu adalah kekuatan Daddy Vano "
Ucap Jino sambil mengecup kening sang buah hati.
Jino kini sudah bulat akan hidup terpisah dengan keluarganya. Dia ingin tinggal di sebuah mansion yang jauh dari keluarganya. Dia ingin hidup dengan tenang dan menghindari pertengkaran. Tak usah pedulikan rasa sakit dalam hatinya. Tetapi keyakinan untuk bisa hidup tenang membuatnya mencoba untuk pergi dan menghindar.
Jino tidak membenci papanya. Namun, Jino membenci kenapa dia tidak bisa menarik perhatian sang papa. Apa kekuranganya?.. sehingga bahkan papanya tidak perduli denganya. Jino merasa dirinya tak berguna jikalo mengingat batapa papanya tak peduli dengannya.
Rasa cemburunya pada Jeff sangat menyiksanya. Dia begitu cemburu karena Jeff memiliki ibu yang sayang padanya . Sedang dirinya serasa sebatang kara. Jino menitikan air matanya tanpa dia sadari.
"Sudah lama tidak menangis karena hal seperti ini "
Ucap Jino menyeka air matanya. Jino menatap Vano dengan lekat.
"Terimakasih Kisya, telah memberikan aku anak selucu ini, hatiku yang sakit serasa terobati dengan kehadiran anak kita"
Ucap Jino dalam hatinya. Merasa sangat beruntung karena memiliki baby Vano.
Bersambung
kan masih ad solusi lain .
masih berharap Jeff selamat
love you Jeff😍😍