NovelToon NovelToon
Selalu Ada Ruang

Selalu Ada Ruang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Tentara / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Persahabatan yang solid dari masa sekolah akhirnya harus berkumpul pada satu Batalyon di sebuah daerah perbatasan karena suatu hal. Situasi semakin kompleks karena mereka harus membawa calon istri masing-masing karena permasalahan yang mereka buat sebelumnya.

Parah semakin parah karena mereka membawa gadis mereka yang sebenarnya jauh dari harapan dan tak pernah ada dalam kriteria pasangan impian. Nona manja, bidadari terdepak dari surga + putri sok tau semakin mengisi warna hidup para Letnan muda.

KONFLIK TINGKAT TINGGI. Harap SKIP bila tidak mampu masuk ke dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Nasib baik.

"Ranti, tenang dulu. Rama tidak bisa menemuimu, Rama cemas cari Dinda. Nanti kita bicarakan ini setelah semua mereda ya?" ujar Sanca sambil coba menenangkan Ranti yang duduk terkulai di lantai, menangis teresak-esak.

"Tidak..!! Aku tidak sabar lagi, Sanca. Aku sudah hamil tujuh bulan, kapan dia mau nikahi aku, aku sudah minta maaf. Aku tidak mau Bang Rama menunda-nunda karena Dinda.. Sekarang Dinda hilang, ini kesempatanku!" teriak Ranti, matanya merah dan bengkak.

"Kamu gila atau sinting????" Omel Bang Jay.

"Sudah tidak penting..!!! Yang penting aku dan anakku butuh dia..!!! Bang Rama itu cinta mati sama aku, Bang." Ranti menoleh, matanya penuh kemarahan.

Di ruangan lain.

Bang Arben masih berusaha membujuk Bang Rama untuk makan. "Ram, kamu sudah dua hari nggak makan apapun. Dinda pasti nggak mau lihat kamu seperti ini."

"Kamu tau apa, Ben? Aku gak bisa bayangkan Dinda sendirian. Bagaimana kalau Dinda terluka??? Aku belum menjelaskan apapun dan dia lari karena mendengar perkataan sepihak dari Ranti." Rama memegang kepalanya, matanya menahan laju air mata.

Tiba-tiba telepon Bang Rama berdering. Tertera nomor ponsel Rico.

Rama langsung mengangkatnya. Ia jelas mendengar suara di seberang sana.

"Iyaa, Dinda istriku.. Kamu menemukan Dinda dimana??? Dimana dia?????" suaranya masih penuh dengan emosi.

"Tenang dulu, Ram. Aku ada sesuatu yang harus saya bicarakan sama kamu. Tapi kamu harus jujur sama saya." Bang Rico berbicara pelan, ia kemudian memastikan Dinda mau makan nasi yang dia bawakan tadi.

"Iyaaaa... Cepat katakan dimana Dinda?" Tanya Bang Rama tidak sabar.

"Aku tidak pernah paham masalahmu. Tapi yang aku dengar Ranti hamil sama kamu?"

Rama terdiam sejenak. "Akuu...........

"Dinda bilang kamu akan menikahi dia, dan Dinda lari karena tau hal itu."

"Jangan beritau Dinda apapun..!!!! Aku akan jelaskan sendiri sama Dinda..!!" teriak Rama, membuat Arben kaget.

"Raam.. Tenang dulu..!!" Bang Arben mengambil ponsel dari tangan Bang Rama. "Ric, ini aku. Ada info apa???" Ucapnya saat melihat nama sahabatnya tertera pada ponsel tersebut.

"Oke.. Jadi begini, dengarkan baik-baik......."

...

Bang Rico melihat speedboat yang ditumpangi sahabatnya bersandar di dermaga.

Setelah speedboat menepi, Bang Rama segera berlari menemui Bang Rico.

"Dimana istriku????" Tanya Bang Rama tidak sabar.

"Kau bisa kecilkan suaramu atau tidak???" Tegur Bang Rico dengan bola matanya yang melotot.

Bang Rama tidak peduli, ia langsung menghampiri Dinda di kamar rawat. Namun saat itu Bang Rico langsung mencekalnya.

"Pelan-pelan..........."

"Apa sekarang kau mau bilang kalau kau jauh lebih mengerti Dinda dan jauh lebih mengerti daripada aku????" Bentak Bang Rama kesal..

"Rendahkan suaramu, atau kau memang ingin Dinda keguguran?????" Suara Bang Rico tak kalah tinggi.

Langkah Bang Rama terhenti, dirinya yang sungguh tak tau apapun jelas kaget mendengarnya.

"Kamu tidak tau istrimu hamil???? Atau jangan-jangan memang kau hanya mengutamakan Ranti???"

Bang Rama kesal mendengarnya, ia terpancing emosi tapi Bang Arben langsung menenangkan keduanya.

"Ini mau selesaikan masalah atau mau geger??????? Kalau mau ribut ya monggo..!!!! Kata Bang Arben menghentikan pertikaian kedua sahabatnya.

Bang Rama mengesampingkan rasa kesalnya, ia pun langsung menemui Dinda.

Saat masuk ke dalam ruang rawat tersebut, sudah banyak luka dan lebam. Hati pria mana yang tidak teriris perasaannya melihat wanita yang dicintainya terluka apalagi kini sedang dalam keadaan hamil.

Dinda pun mulai membuka mata dan terkejut melihat Bang Rama ada disana.

"Abang???? Kenapa sampai kesini???"

"Kamu kenapa pergi dari Abang?? Kenapa tidak mau dengar penjelasan Abang dulu???" Tanya Bang Rama. Ia menunduk, badannya lemas, tenaganya sudah habis.

"Mbak Ranti........."

"Cukuupp..!!!!!!!!! Yang di perutnya bukan anak Abang. Lantas kenapa kamu juga tidak bilang kalau kamu hamil????" Bang Rama kembali menaikan nada suaranya.

"Dinda nggak tau kalau Dinda hamil." Jawab Dinda.

"Astaghfirullah, kau ini perempuan...!!!!!" Omel Bang Rama geram.

Dinda tersentak karena merasa tersentak, hatinya tiba-tiba terasa nyeri padahal selama ini dirinya tidak pernah sesedih ini mendengar nada tinggi.

"Ramaaaa..!!!!!!!" Suara keras Bang Rico kembali mengingatkan Bang Rama.

"Bisakah kalian menahan emosi. Kalian itu sama-sama capek." Akhirnya Bang Arben menegur keras kedua sahabatnya.

Bang Rama akhirnya menyadari suaranya yang bernada tinggi. Ia menghela nafas dalam-dalam dan duduk pelan di sisi ranjang Dinda. Tangannya coba menggenggam tangan Dinda yang dingin, tapi Dinda sedikit menarik tangannya kembali.

"Maaf... maaf Abang sampai terbawa emosi." ujar Rama dengan suara lemah. Matanya tidak berani melihat wajah Dinda yang masih berlelehan air mata. "Abang hanya sedih kamu pergi tanpa bilang apapun, Dan... Abang tidak menyangka kamu hamil. Kenapa kamu tidak memberitau Abang?"

"Dinda juga baru tau kemarin, saat Bang Rico bawa Dinda ke sini. Dinda sempat merasa pusing dan pingsan, baru tau karena ternyata karena kehamilan. Dan... saat Dinda mendengar Mbak Ranti bilang hamil anak Abang, dan Abang akan menikahi dia... Dinda... terlalu bingung harus berbuat apa."

"Apa tindakanmu bisa di benarkan?? Bagaimana kalau kamu ketemu bandit di luar sana. Bagaimana kalau bukan Rico??" Balas Bang Rama.

.

.

.

.

1
Tanti
ikatan batin seorang ayah...🥹🥹

pada gelut ga niii kalau ketemu...
makin penasaran mba Nara👍
dyah EkaPratiwi
hampir ketemu, gimana kelanjutannya semoga g ada pertengkaran
Tanti
haduuuhhh.....gek piye iki....aq ae sing moco ae melu ketar ketir...tp penasaran😄😄 lanjut mba Nara
Maysuri
kok aq yg dag dig dug y,gimana kalau nanti ketemu am bang rico ini si kinan membayangkannya aj aq dah serem.....🤭🤭
dyah EkaPratiwi
ketemu nanti gmn ya
dyah EkaPratiwi
sehat2 debay, lancar lahirannya
Maysuri
engk terasa dah mau lahiran aj si nira...semangat mbak nara💪💪
Dwi Juteck0204
msh penasaran Mbk Nara
tetap💪💪🙏
Tanti
pagi pagi udah deg degan lho ini mba Nara🤭🤭
Tanti
syukurlah Kinan, kamu dikelilingi orang baik dan aman dr ancaman bahaya...
Aduuh...piye to bang Ric....🥹
lanjut mba Nara
Ella
Semoga kalian cepat bertemu yah Dinda sm bang riko
Tanti
apakah ini tanda-tanda???
Tanti
disana akan lebih aman.tp....kasian bang rico
kalea rizuky
Rico ttep aja glblok hanna ini kayak lacur mungkin bukan anak mu rik
kalea rizuky
dinda kayak bocah pdhl bukan anak SMP heran
Bojone_Batman: Pengennya yang dewasa kah kak?
total 1 replies
kalea rizuky
dinda ini kebanyakan drama lebay g kayak fia ma dira yg bisa menyesuaikan
kalea rizuky
dinda ini kok menye2 ya.
Bojone_Batman: Please..!!
total 1 replies
Maysuri
untungnya ketemu orang baik,kalau ketemu ama orng jahat abiss tu wasalam.....semangat mbak nara 💪💪
Tanti
🥹🥹bingung mau komen apa huaa😭😭
Tanti
Tambah seru aja ni cerita mba Nara👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!