Anindya Wijaya, seorang mahasiswi lanjutan jurusan kebidanan. Anak yatim piatu yang harus bekerja keras demi kebutuhan hidupnya. Semua pekerjaan rela dia lakukan termasuk menjadi pacar ataupun tunangan bayaran. Pekerjaan itulah yang membuatnya bertemu dengan Bagas Ardhitama, seorang tentara pasukan khusus yang dikejar deadline oleh orang tuanya untuk membawa pacarnya ke rumah.
Apakah ini awal yang baik untuk memulai sebuah hubungan?
Akankah kebohongan mereka menjadi petaka? Ataukah akan bahagia?
Akankah pekerjaan Bagas sebagai tentara pasukan khusus membuat hidup Anindya terancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak Nyak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menenangkan Diri
Tari duduk di tepi pantai. Anin berada di sampinya. Bagas memilih untuk agak menjauhkan diri.
"Ri, sebenarnya gue mau selidikin dulu"
"Percuma lo jelasin sekarang"
"Dengerin dulu Ri, gue tau trauma lo, waktu itu kita lagi keluar dari mall. Gue ijin sama lo mau ke toilet. Gue denger tante Nam manggil kak Adit sayang dan sebaliknya. Gue belum cukup bukti waktu itu. Saat gue berangkat ke kampus gue lihat mobil nyokap di gerbang kampus. Gue lihat kak Adit turun dari situ. Saat gue tanya sama kak Adit apa kenal sama nyokap dia bilang gak kenal"
"Tadi pas gue masuk ke mall gue lihat nyokap lengket kayak perangko sama kak Adit. Gue mau ngomong sama lo. Tapi waktunya selalu gak tepat"
"Dan akhirnya gue tau sendiri? Gue malu Nin. Kenapa lo sembunyiin dari gue? Kenapa lo gak cerita dari awal?"
"Gue gak mau trauma lo kembali. Gue gak bakalan siap kalo lo pergi ninggalin gue. Gue cuma punya lo. Gak ada yang gue punya Ri. Gue sayang sama lo. Gue niatnya mau bongkar dan ancam mereka"
"Udahlah, nasi udah jadi bubur. Gue gak mau tinggal bareng nyokap. Kalo dulu bisa gue maafin dan gue tutupin dari Bokap. Untuk kali ini udah cukup"
"Bangun yuk, teriak sampai suara kita habis. Dan janji, lo gak bakalan tinggalin gue ya Ri"
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, aaaaaaaaaaaaaaaaaaa, aaaaaaaaaaaa" Anin dan Tari berteriak bersamaan. Tari terduduk lemas dan menangis lagi. Anin memeluk sahabatnya dan menenangkannya kembali.
Tak terasa matahari ingin meninggalkan singgasana nya. Semburat jingga yang indah itu meninggalkan rasa pilu untuk Tari.
"Ri, lo mau pulang kemana?" Anin dan Tari mendekat ke arah Bagas
"Gak tau, ingin rasanya gue minggat dari kota ini sekarang juga"
"Jangan dong, bentar lagi wisuda. Bentar lagi gue ujian SKB. Emang lo gak mau nemenin gue?"
"Yeee, mikirin diri sendiri lo. Gue lagi kayak gini juga"
"Udah baikan Ri?" Bagas mencoba bertanya
"Doain aja cuma gini ya mas, soalnya gue orangnya nekat"
"Jangan dong, hidup itu pilihan. Kalo mau maju ya maju sekalian. Kalo mau mundur kenapa gak dari dulu"
"Ngomong apa sih mas? puyeng kita dengernya" Anin masih bingung dengan kata Bagas
"Ya inti nya, jangan menyerah sama keadaan. Bangkit tatap ke depan semoga Allah selalu menguatkan kita. Gitu lho Yank"
"Yank? Kalian ni sebenernya pacaran beneran apa bohong sih?" tanya Tari sedikit melupakan kesedihannya
"Gue sih mulai jatuh hati sama temen lo, tau deh Anin nya gimana" Bagas melihat Anin dan ingin mendengarkan jawabannya
"Tuh kan bener, gue ni ngerasa emang dari awal ketemu kalian ni ada feel satu sama lain"
"Hilih, kayak peramal aja sih lo Ri. Ayok pulang"
"Gue gak mungkin pulang ke tempat lo ataupun ke rumah Nin"
"Ya sudah pulang ke rumah mas aja kalian berdua"
"Mas yakin? Emang ibu ngebolehin?"
"Bentar ya, ijin ibu dulu" Bagas meninggalkan Anin dan Tari untuk menelpon ibunya
.
"Nin, perasaan lo ke dia gimana?"
"Dia siapa?"
"Jangan belagak bodoh deh Nin, ya Bagas lah"
"Tau ah Ri, jalanin aja dulu"
"Lo ni susah kalo disuruh terbuka sama perasaan lo sendiri"
"Gue baru kenal 3 minggu Ri"
"Hilih, alibi. Udah sambet aja ngapa"
Anin melihat Bagas dari kejauhan. Bagas berbalik menghampiri Anin dan Tari. Cepat cepat dia mengalihkan pandangannya.
"Ibu bilang boleh, ayok pulang"
Mereka meninggalkan pantai yang masih menyisakan deburan ombak. Kata pantai kembalilah kemari saat kalian butuh kami.
bibirnya lebih gentle yaa 😂👍
Sedangkan klo tari lagi sedih anin selalu ada di sampingnya 😏
Klo cuma tristan mah gak cukup kan lagi ada misi merebut hati papanya tari tristan nya 😁