NovelToon NovelToon
I LOVE YOU DOSEN KILLER

I LOVE YOU DOSEN KILLER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: aenyn unyu

Nadia sik cantik dan manja sama sekali tidak pernah terfikir untuknya menikah muda, sayangnya, sebuah insiden yang tidak diinginkan membuatnya harus mengambil keputusan dan harus menikah.

Bukan hanya sekedar menikah dengan laki-laki yang tidak dicintainya, tapi bonusnya, Nadia menikah dengan dosen yang mendapat predikat sebagai dosen hot sekaligus kiler bernama Bratayudha Wirasena.

Akankah pernikahan yang tidak dilandasi oleh cinta itu akan bertahan dan akan menumbuhkan benih-benih cinta diantara keduanya.

Yang penasaran, baca saja kisah mereka ya, dijamin seru dan menghibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aenyn unyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUKANG MAKSA

Kehamilan Nadia merupakan berita bahagia dan semua keluarga inti sudah dikabarkan, pastinya semuanya sangat bahagia dengan kehamilan Nadia, bahkan papa Ramapun punya motivasi untuk sehat dan ingin melihat cucunya lahir ke dunia.

Para ibu-ibu memberikan banyak wejangan untuk Nadia, bahkan mereka sudah ngalah-ngalahin dokter Fandi, Nadia gak boleh begini, gak boleh begitu, intinya panjang banget deh larangan-larangan yang gak boleh Nadia lakukan, Nadia sieh iya iya saja biar cepet, dia bahkan tidak terlalu mendengarkan apa yang diocehkan oleh mamanya ataupun oleh mama mertuanya.

Nadia baru saja selesai ngobrol dengan mamanya Saat Yudha masuk ke kamar dengan segelas susu hangat rasa pisang.

Yudha meletakkan susu tersebut dinakas samping tempat tidur.

"Jangan main hp terus Nad, gak baik, apalagi kamu sedang hamil begini." peringat Yudha.

Nadia tidak mengindahkan, wanita itu sibuk berselancar didunia maya.

Kesel karna tidak digubris, Yudha agak menekan suaranya, "Nad."

Barulah Nadia menoleh, "Apa." jawabnya ketus.

"Istirahat, jangan main hp mulu."

"Iya bentar, ini aku lagu balas chatnya Dewi."

Yudha menaiki tempat tidur, kata 'sebentar' yang diucapkan Nadia ternyata hanya alibi doank, buktinya, Nadia masih sibuk dengan ponselnya dan tidak ada tanda-tanda berhenti, karna hal itulah Yudha merebut ponsel istrinya itu yang membuat Nadia kesel.

"Ihhh hp aku balikin pak." Nadia berusaha menjangkau hpnya yang disita paksa oleh Yudha.

Sementara Yudha dengan tangan panjangnya mengangkat tangannya tinggi-tinggi supaya Nadia tidak bisa mengambil ponselnya.

"Istirahat Nadia, kamu harus tidur cukup demi sik bayi."

"Tapi aku belum ngantuk pak, gimana aku mau tidur"

"Paksakan, nanti juga kamu bisa tidur dengan sendirinya."

"Bapak kok tukang maksa banget sieh, harus ini harus itu, dasar diktator."

"Akukan maksa kamu untuk hal yang bener Nadia, coba deh sekali-kali kamu itu jangan mikirin diri kamu doank, fikirin juga kesehatan calon bayi kita."

Nadia manyun, matanya terasa panas karna Yudha mengatakan kalimat tersebut dengan nada tinggi.

Nadia menghempaskan tubuhnya, seperti biasa berbaring membelakangi Yudha, dia beringsut ke tepi, dia ingin jauh-jauh dari Yudha.

Tidak seperti sebelumnya, kali ini Yudha menarik pinggang Nadia dan membawanya sampai tengah tempat tidur, kalau Nadia jatuh gimana, bisa-bisa kandungannya kenapa-napa.

"Apa siehhhh." berontak Nadia reflek memukul tangan Yudha, "Jangan sentuh aku."

"Kamu kenapa sieh."

"Bapak tuh yang kenapa, bukannya bapak tadi maksa-maksa aku untuk istirahat, giliran istirahat bapak nyari gara-gara."

"Astaga, siapa yang nyari gara-gara sieh Nad, aku hanya narik kamu ke tengah, kalau kamu jatuh gimana."

"Biarin aja aku jatuh, kenapa bapak yang repot, kalau aku jatuhkan yang sakit aku."

Ini mereka malah jadi berantem.

"Aku gak mengkhawatirin kamu Nad, aku khawatir dengan bayi aku, kalau kamu sieh terserah."

Mendengar ucapan tersebut lolos begitu saja dari bibir Yudha membuat tangis Nadia pecah.

"Huaaaa....."

Yudha mengerutkan kening heran, barusan istrinya itu rewel dan mendebat dia, eh sekarang malah nangis, nangis.

Benar-benar gadis manja

Dengan masih terisak Nadia berkata, "Bapak benar-benar kejam, jadi bapak hanya menjadikan aku sebagai penghasil anak saja gitu, gak benar-benar ingin menikahi aku, gak peduli kalau aku kenapa-napa gitu."

Yudha sampai menganga mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Nadia, sumpah dia tidak bernah berfikir seperti apa yang dikatakan oleh Nadia, dia hanya kesel dengan Nadia yang rewel sampai membuatnya reflek mengatakan hal tersebut.

"Astagaaa, bukan begitu Nadia, aku tentu saja mengkhawatirkan kamu juga bukan hanya bayi kita saja."

"Bohong, bapak bohong, bapak itu adalah laki-laki paling egois yang pernah aku kenal, aku heran, kenapa mama dan papa menjodohkanku dengan pak Yudha."

Yudha menarik nafas panjang, Nadia selalu saja membuat emosinya naik sampai ke ubun-ubun, Yudha berusaha untuk maklum, fikirnya mungkin Nadia masih sangat muda, jadi masih labil, apalagi mereka menikah karna perjodohan, dan sekarang Nadia juga tengah hamil anaknya, jadi sepertinya sebagai suami dan juga laki-laki dewasa dan waras, dia harus berusaha mengontrol emosinya dan harus banyak mengalah.

Yudha meraih tangan Nadia menatap Nadia tepat dimanik matanya, Nadia yang masih terisak salting dan menarik tangannya, "Apaan sieh pak pegang-pegang."

Yudha tidak membiarkan Nadia menarik tangannya begitu saja, dia kembali meraih tangan itu dan menggenggamnya erat supaya tidak terlepas.

"Maafkan aku."

Yudha sebelumnya tidak pernah minta maaf, jadi saat mendengar permintaan maaf Yudha membuat Nadia reflek berhenti terisak, dia menatap Yudha seolah-olah Yudha tengah mengidap penyakit mematikan.

"Bapak mengidap penyakit mematikan, bapak sebentar lagi bakalan mati ya." ucapnya menyuarkan isi hatinya.

Yudha lagi-lagi mengerutkan keningnya heran, Nadia tidak bisa ditebak, sebentar-bentar rewel, sebentar-bentar nangis, dan sebentar lagi mengatakan hal yang tidak masuk akal.

"Maksud kamu."

"Bapak minta maaf, mana pernah bapak minta maaf seperti itu sebelumnya meskipun bapak salah, bapakkan tingginya selangit."

"Emang aku gak salah, tapi aku rela minta maaf supaya kamu gak ngambekan dan dikit-dikit nangis." jujur Yudha.

Nadia mendengus, "Ihhh, siapa yang ngambekan sieh, udah ahh, aku mau tidur, ngantuk."

"Minum dulu susunya."

"Gak suka susu."

"Demi bayi kita Nadia, jangan rewel."

"Hmmm." dengan ogah-ogahan Nadia meraih susu dinakas, menyecapnya terlebih dahulu, kalau gak enak gak akan diminum, tapi anehnya, dia yang gak doyan susu menyukai susu yang saat ini berada ditangannya, tanpa terasa dia meminum susu itu sampai habis.

"Susu ini kok enak sieh, rasa apa."

"Rasa pisang."

"Ohhh."

"Udah sana tidur."

Nadia tidur membelakangi Yudha, tapi kali ini tidak menggeser tubuhnya.

Yudha juga membaringkan tubuhnya disamping Nadia, dia ingin sekali memeluk Nadia, mengelus perut istrinya yang disana tengah bertumbuh buah hatinya.

"Nad." panggilnya namun tidak ada sahutan, "Boleh aku memelukmu." tanyanya meminta izin.

Tidak ada sahutan, itu membuat Yudha berfikir kalau Nadia sudah terlelap, oleh karna itu meskipun tidak mendapatkan izin, dia melingkarkan tangannya dipinggang Nadia dan meletakkan tangannya diperut Nadia.

"Selamat malam istriku dan calon bayiku, mimpi yang indah bisiknya."

Nadia bisa mendengar dengan jelas karna dia belum tidur, sungguh, bisikan itu membuatnya merinding, apalagi nafas Yudha menggelitik tengkuknya, bahkan dia juga mendengar saat Yudha meminta izin saat memeluknya, dia seharusnya menolak saat Yudha memeluknya begini, tapi entah kenapa, dia suka dan merasa nyaman dan membiarkan tangan kekar itu memeluknya.

Aku kenapa, apa yang terjadi denganku, kenapa aku membiarkan laki-laki menyebalkan ini memelukku, seharusnya aku menepis tangannya

Nadia merasa heran dengan dirinya sendiri, sampai pada akhirnya dia terlelap juga dan terbang ke alam mimpi.

********

1
Reni Anjarwani
lama upnya
Reni Anjarwani
lama bgt upnya
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lama bgt upnya
Anonim
Bagus
Anonim
😍
Anonim
Up nya thor bikin penasaran
Anonim
😍
Anonim
Suka
Anonim
😍
Anonim
Kok nggak up riap hari thor
Anonim
Up date nya thor
Anonim
Up date thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!