NovelToon NovelToon
Dendam Dan Cinta

Dendam Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:632
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.

Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?

Baca selengkapnya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Diburu di Tengah Hutan

23.11 PM - Hutan Cibiru,

Pinggiran kota hujan, bukan hujan biasa. Ini hujan yang nusuk sampai ke tulang. Dingin, deras. Nabila berlari, napasnya tersengal, pepatunya sudah lepas sebelah karena lumpur yang menghisap, dan kaki kanannya terkilir pas dia loncat dari pagar besi setinggi 2 meter. Sakit tapi dia nggak boleh berhenti, karena.di belakangnya 50 meter ada 3 senter, 3 suara, 3 senjata.

"CEPAT! BOS BILANG MAU HIDUP ATAU MATI! YANG PENTING SI CEWEK ITU KETANGKAP!"

Nabila menoleh dan matanya terasa perih.

"Galen... aku..." Ucap Nabila

Galen langsung menarik tangannya, tanpa banyak kata dia menggendong Nabila.

"Tahan," Bisik Galen di telinga Nabila dengan napasnya berat, tapi tegas.

"Gigit jaketku kalau mau teriak, jangan keluarin suara" Lanjut Galen

Jaket kulit Galen sudah basah kuyup, Nabila menurut. Dia menggigit kerah jaket itu sampai giginya sakit, mereka berbelok masuk ke rimbun pohon bambu.

DOR!

DOR!

2 tembakan peringatan, pecahan bambu menyiprat ke pipi Nabila.

"Aaah!" Nabila menahan.

Refleks Galen langsung menelungkupi tubuh Nabila, melindunginya dengan seluruh badan.

SRET

Nabila merasakan tubuh Galen menegang sesaat.

"Galen?"

"Di... diam" Galen menahan erangan.

"Lanjut lari."100 meter kemudian, Galen menurunkan Nabila di balik batu besar.

Petir menyambar.

Nabila menyalakan senter HP yang retak dan di situ dia melihat lengan kiri Galen yang berdarah, ada goresan panjang dari bahu sampai siku. Kulitnya terbuka. Darah merah gelap mengalir, bercampur air hujan jadi pink.

"YA TUHAN GALEN!!" Nabila langsung menutup mulutnya. Tangannya gemetar.

"Tuhan Yesus... tolong..." Lanjut Nabila

"Ssst... kecilkan suara," Ujar Galen menahan sakit, dan wajahnya sudah pucat.

"Itu cuma goresan, kita harus ke goa. Sekarang." Lanjut Galen

"Goresan?! Ini dalam Galen!" Kata Nabila menangis.

"Kenapa kamu melindungiku?! Kenapa nggak menghindar saja?!" Ucap Nabila sesegukan

Galen tersenyum lemah …

"Karena kalau aku menghindar kamu yang kena, dan aku nggak sanggup lihat itu terjadi padamu." Jawab Galen

Dia berdiri sempoyongan.

"Ayo 200 meter lagi ke barat, aku dulu pernah latihan di sini." Ajak Galen

Perjalanan ke goa itu terasa seperti neraka, Galen gentian 20 langkah menggendong, 20 langkah menyeret dan Nabila beberapa kali jatuh karena engkelnya sementara Galen selalu menangkapnya.

"Kamu berat juga ya," Canda Galen di tengah lumpur.

"Jangan becanda! Kamu kehilangan banyak darah!" Bentak Nabila sambil menangis.

Akhirnya sebuah celah di antara akar pohon besar terdapat goa kecil, gelap, tapi kering.. Galen masuk duluan, meraba dengan tangan.

"Tidak ada hewan, aman. Ayo masuk" Ucap Galen

Begitu di dalam, Galen langsung duduk bersandar ke dinding batu. Dia menghembuskan semua napas yang ditahannya, Nabila panik. Dia menyobek ujung kaos dalamnya, dijadikan perban darurat membuat angannya gemetar. 4 kali gagal mengikat.

"Tuhan... tolong..." Bisik Nabila sambil menangis.

"Kenapa... kenapa kamu melakukan ini untuk aku? Aku tidak layak. Aku yang membawa masalah ini ke hidupmu." Lanjut Nabila menunduk Galen menahan dagu Nabila, jempolnya menghapus air mata di pipi Nabila.

"Nabila, dengar aku ya." Lanjut Galen dengan suaranya pelan, serak tapi setiap kata menancap.

"Aku sudah 29 tahun hidup, bekerja, mengejar proyek tapi aku tidak pernah merasa hidup. Sampai kamu datang sampai kamu memarahiku karena telat meeting, sampai kamu menyuapiku waktu aku sakit maag" Tambah galen, Nabila menggeleng

"Jangan bicara begitu..." Ucap Nabila terpotong

"Kenapa? Karena ini mungkin terakhir kali?" Tanya Galen tersenyum miring

"Justru karena itu, ku harus bicara" Lanjut Galen lalu dia menarik napa dan dadanya naik turun.

"Kalau kita keluar dari hutan ini, kalau Arvin dipenjara, kalau kita bebas. Kamu mau nggak Nabila?" Tambah Galen

"Mau apa?" Tanya Nabila tidak mengerti

"Mau jadi rumahku" Jawab Galen membuat Nabila terdiam.

"Rumah yang kalau aku pulang, tidak ada tuntutan, tidak ada topeng. Cuma ada kamu, teh hangat, dan kamu yang cerewet nyuruh aku makan." Ujar Galen tertawa kecil.

"Aku capek jadi Galen yang kuat terus. aku mau jadi Galen yang boleh lemah. Di depan Tuhan... dan di depan kamu" Lanjut Galen

Air mata Nabila jatuh ke luka di lengan Galen.

"Galen..." Ucap Nabila

"Iya aku tahu. aku bodoh. Bodoh karena jatuh cinta sama sekretaris sepupuku sendiri." Ujar Galen, Nabila mengangguk

"Mau, aku mau jadi rumahmu. Rumah yang menunggumu. Rumah yang tidak akan pernah mengunci pintunya untukmu."Galen menghela napas lega.

Dia mengulurkan kelingkingnya yang berlumur darah dan lumpur.

"Janji?" Tanya Galen

Nabila mengaitkan kelingkingnya

"Janji, janji di atas luka ini. Di hadapan Tuhan" Jawab Nabila

Mereka diam saling bersandar, untuk pertama kalinya sejak 5 bulan mereka merasa aman.

KRETEK…

Suara ranting patah dan Nabila langsung tegang, senter 2 endekat.

"Di sini! Aku dengar cewek menangis!"

Galen langsung bangun, meski kakinya lemas. Dia mendorong Nabila ke paling dalam, menutupinya dengan tubuhnya.

"Jangan keluar, apapun yang terjadi. Kalau aku berteriak, kamu lari ke arah timur. Ada jalan desa di sana” Ujar Galen

"Galen aku tidak mau-" Jawab Nabila terpotong

"JANJI!" Bentak Galen pelan

Langkah kaki. 3 meter, 2 meter, 1 meter. Cahaya senter sudah menyorot ke mulut goa, dan saat itu juga...

WIIIIIW WIIIIIW WIIIIIW

SIRENE!

"INI POLISI! LETAKKAN SENJATA! KALIAN DIKEPUNG!" Teriak Polisi

Anak buah Arvin panik, ada suara lari, tembakan ke udara, lalu hening membuat Galen langsung lemas. Dia jatuh ke pelukan Nabila.

"Nabila... kita... kita berhasil..." Ujar Galen terbata-bata

Nabila langsung menangis sambil mengikat perban lebih kencang.

"Iya, kita berhasil dan kita akan berhasil terus. Sampai kita menikah di hadapan Tuhan, ingat ya!" Ucap Nabila membuat Galen mengangguk lemah, dia mencium kening Nabila terakhir kali sebelum matanya terpejam.

"Deal... Janji di Atas Luka..." Jawab Galen

00.04 AM. Suara helikopter dan mobil polisi mulai terdengar dari kejauhan, Nabila memeluk Galen erat sambil berbisik doa.

"Tuhan Yesus... terima kasih engkau masih menjaga kami malam ini, tolong sembuhkan Galen" Ucap Nabila

1
Ilfa Yarni
itu orang ga ada kapok2nya ya lagian polisi knp diam aja klo tau orang yg didalam sel merencakan kejahatan yg barublg
Ilfa Yarni
aduh Galen jgn lengah Bram duluan beraksi tuh
Rima Rismawati
Lanjut thor makin seru ceritanya 🙏🏻😊
indah Mayaddah f: Di tunggu ya kak 🙏😊
total 1 replies
Rima Rismawati
Ternyata bu RT dan kedua orang tua Nabila kocak juga 🤣
Rima Rismawati
Ada ya keluarga seperti itu, kepada saudara kandungnya sendiri 😡
Ilfa Yarni
seru jg ceritanya sebuah kluarga yg memperebutkan harta warisan
indah Mayaddah f: Terima kasih 🙏
total 1 replies
Rima Rismawati
Nkvel aru thor
indah Mayaddah f: Iya kak, semoga suka ya 🙏
total 1 replies
indah Mayaddah f
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!