Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby²⁵
Serafina mengangguk, ia mendorong trolinya perlahan karena dia yang membawa makanan berat, sedangkan Alya dan Joni hanya makanan ringan seperti dessert dan lain-lain.
"permisi tuan" ucap Serafina sopan agar tidak mendapatkan bintang 1 dari customer nya. Serafina menatap orang-orang didalam dan tersenyum manis, namun senyuman itu perlahan menghilang, saat bertemu dengan Alexander dan juga asisten Roky.
'nyonya? kenapa dia bisa ada disini?' batin asisten Roky benar-benar terkejut dan tak menyangka, berarti sosok yang ia lihat tadi beneran Serafina. Tatapan Alexander tajam, mampu membuat gadis itu menunduk dan nyalinya menciut. "ini pesanan nya, silahkan dinikmati" ucap Serafina terus menunduk sembari menghidangkan makanannya.
tangannya sedikit bergetar, namun ia terus mencoba bersikap tenang. 'bagaimana bisa monster menyeramkan ini ada disini? habislah aku saat di mension nanti' pikirnya.
"terimakasih nona, ngomong - ngomong kau sangat cantik, bisa aku tahu namamu?" ucap tuan Xavier sopan. Serafina menatap kearah Alexander sekilas sebelum akhirnya menatap Xavier "Fina" jawab Serafina singkat dan dibalas anggukan oleh Xavier. Tatapan Alexander semakin tajam saat mengamati gerak gerik istrinya. Diam diam tangannya mengepal dan asisten Roky bisa menangkap semua itu.
'habislah kau, nyonya' ucapnya dalam hati. "k-kalau begitu saya permisi tuan" ucap Serafina dan dibalas anggukan oleh Xavier, ia ingin segera keluar dari ruangan yang penuh dengan hawa mistis ini.
setelah Serafina keluar, tuan Xavier melanjutkan pembicaraannya kembali. "bisa kita lanjut tuan?" Alexander masih diam, Xavier menatap asisten Roky dengan bingung. "saya terima kerja sama ini, besok suruh saja 3 artis itu datang ke perusahaan saya, nanti akan di urus oleh staf saya" jelas Alexander.
"ah, baiklah tuan Alexander, senang sekali bisa bekerja sama dengan anda" ucap tuan Xavier penuh terimakasih. Sementara Alexander masih diam, pikirannya masih tertuju pada Serafina.
Alexander berjalan meninggalkan ruangan lebih dulu tanpa mengucapkan apapun, ia tidak peduli akan dianggap sombong dan tidak sopan yang terpenting sekarang, ia ingin cepat-cepat pulang.
Serafina kini berada dikamar mandi setelah menaruh troli tadi, ia memegangi jantungnya yang kini berdetak lebih cepat. "matilah aku, dia pasti akan sangat marah" Serafina tampak panik, namun ia bisa apa sekarang? semua sudah terjadi dan dia tidak bisa menghindarinya.
Di mobil.
Alexander mengirim pesan pada kepala pelayan, apakah Serafina ada di mension. Kepala pelayan menjawab bahwa Serafina ada dikamar, namun disaat yang bersamaan, Konsultan etiket mengirim pesan pada Alexander bahwa Serafina sampai saat ini belum juga turun, padahal ini sudah waktunya berlatih.
rahang Alexander saat itu juga tampak mengeras, ia mencengkram ponselnya hingga hampir menghancurkannya. "gadis bodoh....kau akan menyesalinya..." Geram Alexander menatap tajam. Asisten Roky baru saja memasuki mobil "Kirim pesan pada gadis itu, jika ia belum kembali sekarang, maka aku akan membunuhnya"
Asisten Roky menelan salivanya dengan susah, tangannya ikut bergetar saat meraih ponsel nya. 'nyonya, tidak bisakah anda tidak mencari masalah'
*
*
*
Ting*
bunyi pesan masuk di ponsel Serafina, saat ia membuka pesan tersebut, ia hanya menghela nafas berat karena sudah menduga hal ini pasti akan terjadi. "aku akan pulang setelah kamar terakhir aku layani" ucap Serafina bersemangat.
namun, pesan masuk kembali membuatnya lesu. "akhhh, dasar monster menyebalkan! bisanya hanya mengancam!" Serafina memaki cermin dihadapannya.
Serafina keluar kamar mandi, akan tetapi ia melihat 3 staf wanita yang memang terkenal dekat dengan Bu manager tengah berdiri menghalangi jalannya. "Bagus ya Lo, sudah kerja malas malasan, jarang masuk, sekarang Lo sembunyi dikamar mandi buat menghindari tanggung jawab Lo? mikir dong pake otak, atau ga punya otak ya?"
"apa maksudmu? aku baru libur 2 hari karena suatu keperluan!" ucap Serafina dengan bingung. "terus ngapain Lo dikamar mandi? asal Lo tahu ya, gara gara Lo, kita - kita ini yang membersihkan kamar nomor 405! padahal kan ini perkejaan Lo!" kesal wanita itu.
"aku minta maaf, kita bisa membicarakan nya nanti, hari ini aku ada urusan mendesak" Serafina menggeser untuk mencari jalan lain, namun wanita itu malah menarik lengannya dan mencengkram nya dengan kuat, sehingga kuku-kuku itu menancap sempurna di pergelangan tangannya.
Serafina tak tinggal diam, satu kali hentakan ia membanting tubuh wanita itu ke lantai, membuat 2 wanita yang lain terkejut. "sudah aku bilang, aku ada urusan" kesal Serafina kemudian berjalan menjauh dari mereka.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang