Putra konglomerat Liu ChengYan atau yang memiliki nama panggung A Yan adalah Idola solo baru yang kini tengah naik daun di Shanghai. Dengan kharisma ,ketampanan serta bakat nya mampu memikat para penggemar dalam waktu 1 tahun debutnya. Selain daripada bakat dan ketampanan yang dia miliki, A Yan memiliki rahasia besar terlibat dengan seorang gadis bernama Zhou Xiarui yang merupakan pekerja di perusahaan milik keluarga nya itu.
Bagaimana kisah A Yan Dan Xiarui ? Kita akan melihat bersama keasyikan kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dk_Hiday, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#27 A Yan Marah
Pagi hari nya seperti yang dikatakan A Yan, Dia mengambil cuti untuk membawa Xiarui jalan-jalan.
Pagi hari nya mereka sudah bersiap-siap untuk pergi.
Tujuan mereka Adalah Yu Garden.

Tempat yang bisa di bilang memiliki ke Auntetik annya sendiri. Di era modern tempat ini kaya akan nostalgia Pada zaman China kuno.
Xiarui benar-benar terpana melihat keindahan di depan mata membuat dia tak bisa menghitung berapa kata Woaaaah yang terucap dari bibirnya .
A Yan merasa sangat senang ketika Xiarui benar-benar menikmati perjalanan singkat dan berkesan ini. Terbesit di dalam hatinya ingin membawa Xiarui tenggelam dalam kebahagiaan seperti ini terus nantinya.
Keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak benar-benar pilihan yang tepat, walaupun di satu sisi dia harus beradaptasi dengan dunia Baru dan belajar akan semua hal yang tdak pernah dia pelajari sama sekali.
Demi Kebahagiaan Nya dan keluarga kecilnya, A Yan akan berusaha untuk bisa dalam segala kondisi dan keadaan . Dia ingin memiliki banyak waktu untuk istri dan anak-anaknya nanti walaupun itu benar-benar harus mengorbankan mimpi yang dia inginkan dari dulu untuk kebahagiaan keluarga kecilnya.
" A Yan, Anakmu lapar ingin makan. " rengek Xiarui
A Yan tersenyum puas dan menggandeng tangan istrinya berjalan pelan-pelan .
" Kita makan Hotpot daging mau? " Tawar A Yan
Xiarui Mengangguk cepat dengan senyuman yang merekah. Seperti anak SD yang di suguhi permen.
Tak lama mereka sampai di restoran yang mereka tuju.
Hotpot daging dan berbahagi macam sayuran tersaji di depan mata mereka berdua, serta minuman untuk melegakan dahaga mereka.
Sepasang mata sedang mengintai A Yan dan Xiarui makan.
" Jika aku tidak bisa mendapatkan mu, maka anakmu dan istrimu itu yang harus menanggung akibat nya! "
gumam wanita yang sedang mengintai mereka di depan restoran.
Tak ingin membuat khawatir A Yan, Xiarui diam ketika melihat gerak-gerik aneh seseorang di depan restoran menggunakan baju serba hitam,masker ,topi dan kacamata warna senada.
" A Yan, kita langsung pulang saja setelah makan ya. " Ucap Xiarui yang tak ingin membuat cemas Sang suami.
A Yan mengernyitkan keningnya dengan heran.
" Kenapa sayang? Jalan-jalan kali ini tidak asik apa baby nya rewel? " tanya A Yan dengan cemas.
Xiarui sambil melihat sekitar, ternyata orang tersebut sudah pergi.
" Kau tidak lihat, semua orang di restoran ini menatapmu terus. " Xiarui mencoba memakai alasan lain demi keselamatan mereka .
" Kamu cemburu sayang, " kekeh A Yan dengan percaya diri.
Xiarui hanya bisa menganggukkan kepala agar A Yan bisa di ajak pulang dengan cepat.
" Baiklah cepat habiskan, kita pulang setelah ini sayang. " A Yan menuruti permintaan istri nya dengan penuh perhatian.
Tak beberapa lama mereka berhasil menghabiskan makanan hotpot yang tersaji di meja tadi dan meneguk sisa-sisa air penghilang dahaga mereka. A Yan pergi ke kasir untuk membayar bersama Xiarui.
" A Yan ? benarkah penyanyi itu? " Sang kasir terpesona melihat Pria terkenal di depannya.
Kasir itu melihat wanita yang cantik berdiri dan bergandengan tangan bersama nya, serta perut wanita itu yang sudah membesar.
" Jangan foto istriku yaa, nanti aku akan kasih tanda tangan. " Ucap A Yan pada kasir tersebut .
Dengan cepat kasir itu mengeluarkan sapu tangan untuk A Yan tanda tangan dan membayar pesanan mereka.
" Terimakasih, Kak A Yan jangan bosan datang kesini bersama istrimu ya. " Kasir itu melambai kepada A Yan yang sudah beranjak keluar dari restoran.
Xiarui memasang wajah cemberut saat di dalam mobil.
" Bagus ya, senyum-senyum sendiri centil banget jadi cowok. " Sinis Xiarui pada lelaki yang sedang diam di sampingnya.
" Apasih sayang, itu hanya penggemar saja. " Tutur nya dengan cepat.
" Sepertinya di dunia ini yang bukan penggemar mu hanya aku saja! " Dengan nada sinis Xiarui mencari-cari kesalahan A Yan.
" Benarkah kau tidak menyukaiku? Katanya kemarin cinta padaku! " Ledek A Yan dengan senyum centilnya.
" Itu gara-gara kau menanam benih di rahimku sekarang jadi bayi sebesar ini! " Kesal Xiarui
A Yan tersenyum puas dan mendekat kan wajah mereka .
" Lalu? " A Yan kembali meledeknya.
" Lalu apa boleh buat, aku terpaksa menyetujui mu menikah i ku karna bayi ini. " Jawab spontan Xiarui.
" Eumm.. jadi kau menikah karena terpaksa denganku? Baiklah kalo seperti itu. " A Yan memasang wajah datar sembari menyalakan mobil nya dan melaju ke arah jalan pulang.
Bukannya tenang, Xiarui merasakan hal yang mengganjal di hatinya. Rasa tak puas hati mengungkapkan perasaannya tapi A Yan hanya mendiamkan nya sepanjang perjalanan pulang. Jadi, Xiarui pun tak enak hati mau berbicara dengan nya dan membenarkan kata-kata tak enaknya tadi.
Bukan maksud Xiarui terpaksa, awalnya memang Xiarui hanya menyetujui hanya dasar tanggungjawab sebagai ayah anaknya. Tapi, setelah melihat pengorbanan A Yan melawan kluarganya sendiri demi dirinya dan anaknya mulailah Xiarui menaruh harapan dan cinta yang besar pada A Yan untuk saat ini dan selamanya. Tapi, kekesalan nya hari ini membuat nya bicara yang tak jelas, bahkan bicaranya setengah- setengah saja hingga suasana menjadi canggung begini.
Sesampainya di rumah Xiarui turun sendiri dan A Yan menerima telepon yang seperti nya dari Qiaofeng di halaman. Xiarui yang tak ingin mengganggu lalu masuk ke dalam kamarnya dan memikirkan kesalahan nya tadi.
Setelah selesai menelepon, A Yan menyusul istrinya ke dalam kamar masih dengan wajah yang dingin dan datar.
" A Yan... aku ingin ...! "
" Aku akan pergi sebentar, nanti jika aku pulang malam tidur saja dulu. " tutur A Yan yang menyela bicaranya membuat Xiarui semakin tak karuan baik secara hati maupun pikiran.
Xiarui menghela nafas panjang dan mengangguk . Kini ia tak berani bicara lagi melihat A Yan berwajah dingin dan datar seperti itu.
Tak Lama mobil Qiaofeng datang menjemput A Yan di sore hari. Entah , kemana mereka pergi A Yan pun tak memberitahukan nya pada istrinya.
" Antar aku ke tempat kak Chenghao, Dan tolong selidiki Nanzhe kali ini. Wanita itu benar-benar tidak bisa di kasih keringanan sampai terbukti dia yang menyuruh para penjahat itu. " Ucap A Yan dengan Geram.
" Baik tuan muda, anak buah ku sudah berpencar menyelidiki nya tinggal tunggu informasi mereka saja. " sahut Qiaofeng.
Chenghao dan Huajin sudah pindah ke villa sejak keributan A Yan dan Tuan besar Liu saat itu , tetapi Sang ibu masih sering datang kesini seperti biasanya.
Sesampainya di rumah Villa milik Chenghao A Yan langsung merebahkan diri di sofa milik Sang kakak.
" Loh A Yan, Mana istrimu? " Huajin terkejut ketika A Yan tiba-tiba ada di ruang tamu.
" Dirumah! " Jawabnya dengan malas
Chenghao datang membawa sebotol minuman.
" Ada kala nya suami istri pasti bertengkar. Jangan terlalu frustasi begitu. " Ungkap Chenghao sembari menuangkan minuman dalam gelas.
" Istriku, istirahat lah ke kamar biar aku menemani bocah ingusan ini . " Sambungnya kembali.
Huajin pun pergi ke kamar tak ingin mengganggu dia manusia ini bertukar pikiran.
BERSAMBUNG