Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1
Aula utama kekaisaran Qian .
Pagi terasa sesak tatkala bau darah masih tercium samar , puluhan orang berzirah besi yang lengkap dengan aura membunuh kuat terlihat tenang menatap ke arah kursi takhta yang di mana tampak kosong .
Tidak terlihat pejabat sipil yang hadir, semuanya para prajurit kuat yang memenuhi aula utama kekaisaran.
Satu persatu memiliki pandangan mata rakus dan kuat , mereka semua seperti menunggu seseorang yang berhak atas takhta naga yang tampak begitu megah dan berat .
Sesekali beberapa prajurit berbincang satu sama lain , dan ada pula yang tampak menyendiri, tidak ingin menarik perhatian para prajurit lainnya .
Zirah besi mereka begitu gagah dan memiliki corak berwarna putih dengan pelindung dada yang kokoh, masing masing diantaranya memakai helm pelindung dengan surai panjang berwarna merah , mereka adalah para jenderal pilihan dari berbagai wilayah dan juga komandan militer yang memiliki posisi penting di beberapa bagian.
Tap
Tap
Tap
Tak lama kemudian suara bising percakapan menghilang dengan sendirinya , tatkala suara langkah kaki yang kokoh terdengar jelas .
Semua jenderal dan komandan militer berdiri , memberi penghormatan kepada sosok yang baru datang itu .
" hormat kami pada Yang Mulia Kaisar...!"
Semua jenderal yang ada di aula utama kekaisaran itu menundukan kepala dengan postur punggung sedikit membungkuk .
Walaupun terlihat masih muda , Kaisar yang baru datang itu tampak sangat dihormati oleh para jenderal dan komandan militer yang hadir di pertemuan aula utama.
Di belakang sang kaisar berbaris iring iringan para pejabat yang tampak sama sekali baru , bukan pejabat lama , melainkan para cendekiawan sipil yang memiliki keterpihakan dengan sang kaisar.
Sedangkan para pejabat lama , sebelumnya sudah disingkirkan dan diganti dengan pejabat baru .
Walaupun begitu, masih ada satu atau dua pejabat lama yang ada di belakang sang kaisar baru , mereka terlihat tua dan memiliki pandangan samar .
Sang kaisar melangkahkan kakinya dengan tegas dan perlahan naik menuju kursi takhta yang sangat agung .
Sedangkan untuk para pejabat sipil yang di belakangnya satu persatu menempati kursi kosong yang sudah diatur sebagaimana mestinya.
Hening .
Tatapan sang kaisar terasa ringan dan dengan segera mulai membuka satu demi satu lembar kertas yang ada di tangannya.
Semua pejabat sipil dan militer tidak ada satupun yang bersuara, mereka semua tahu bahwa hari itu juga posisi penting dan jabatan akan segera di umumkan.
Beberapa bulan yang lalu kejatuhan kaisar Shu menyebabkan berbagai pertumpahan darah, puluhan pejabat loyalitas kaisar Shu dieksekusi, dan takhta kemudian diambil alih oleh pangeran kedua yang dimana merupakan adik kandung dari kaisar Shu .
Sedangkan untuk para putra putri kaisar Shu, diasingkan dan para pangeran di bunuh secara serempak , hal itu bertujuan untuk menghindarkan terjadinya masalah kudeta di masa mendatang.
Untuk para putri dijadikan sebagai komoditas pertukaran pernikahan dengan raja raja atau pangeran asing di negara negara tetangga .
Dinasti Qian sudah berdiri sejak dua ratus tahun, di mana sudah sepuluh generasi kaisar yang memerintah Dinasti Qian, dan sekarang sudah generasi ke sebelas, rata rata para kaisar memerintah selama sepuluh dua puluh tahun sejak berdirinya .
Dan sekarang sudah generasi ke dua belas , generasi kaisar Lin yang baru naik takhta.
Wilayah kekuasaan kekaisaran terbentang dari pegunungan Tibet hingga Liaodong, walaupun begitu , kekuasaan itu tidak terlalu terkontrol dan kerusuhan serta pemberontakan terjadi di mana mana .
Berita jatuhnya kaisar Shu telah menyebar ke seluruh negeri , seperti api membakar jerami , tak terhentikan, para pejabat militer di berbagai daerah mulai mempersiapkan kekuatan , ada yang menghimpun rakyat jelata, ada pula yang membentuk persekutuan dagang.
Namun rencana para tokoh masyarakat untuk membentuk gerakan mendapatkan rintangan dari para gubernur daerah mereka itu sendiri, sehingga kekacauan yang datang seperti tertahan dan tidak bisa dengan lancar mengalir deras.
Perlahan tapi pasti suara keheningan terus berlanjut hingga sepuluh menit lamanya , tidak ada yang mengeluh ataupun mengutuk suasana lengang itu , mereka dengan sabar menunggu jabatan atau posisi yang akan mereka emban.
" para menteri yang setia, Yang Mulia ini telah memutuskan untuk menaikkan dan memindahkan beberapa menteri yang luar biasa !"
Suara sang kaisar terasa berat , namun semua jenderal militer tidak merasakan tekanan sama sekali, mereka menunggu dengan tenang apa yang akan dikatakan oleh sang penguasa Dinasti .
" menteri pertahanan Song Jiwei sudah mangkat , yang menjadi penggantinya jenderal harimau utara Qiu Yongneng "
Dari barisan depan, seorang pria tua dengan janggut dan cambang lebat berwarna hitam berdiri , lalu membungkukan badannya ke arah sang kaisar.
" rahmat Yang Mulia sangat besar , menteri rendahan ini menerima mandat dari Yang Mulia surga !"
Mata sang kaisar hanya menatap sekilas, lalu kembali membaca titah yang ada di tangannya.
" menteri pertanian, Jiang Nudi, dipindahkan menjadi Penasihat utusan kekaisaran Qian, jabatan menteri pertanian dipangku oleh jenderal veteran Liang Shaochu!"
" perdana menteri kiri , Yu Yang dan perdana menteri kanan , Shu Boyu tetap menjabat sebagai kepala dua menteri...!"
Selama dua jam , jabatan demi jabatan terus bergulir, ada yang merasa bersyukur ada pula yang tidak menampilkan ekspresi apapun.
Di sudut sebelah kanan dari barisan para jenderal, seorang pria berwajah sangar terlihat sedikit mengantuk , penampilannya tidak mencerminkan seorang Jenderal gagah yang tampan melainkan mirip seperti preman jalanan yang profesinya tukang pukul para pedagang .
" jenderal harimau kiri, Yan Qin diangkat menjadi gubernur provinsi Bingzhou ,dianugerahi gelar marquis Tianqi, karena jenderal Qin belum memiliki selir, Yang Mulia ini dengan hati tulus menganugerahkan putri Yongning yang sudah berusia matang ..!"
Pria berwajah sangar itu terjaga dari rasa kantuk , ia menatap ke arah depan dengan linglung.
" ada apa ini , di mana ini ?"
" kenapa mereka memakai pakaian tentara kuno dan ada juga yang memakai pakaian pejabat kuno , apakah ini sedang syuting film ..!"
Yan Qin terlihat kebingungan dan bertanya kepada seorang yang ada di dekatnya.
" bro sekarang kita ada di mana ?"
Pria yang ditanya tampak memiliki wajah dingin dan pucat, kemudian sedikit menjauh dari Yan Qin yang kebingungan.
" jenderal Harimau kiri Yan Qin terima titah Yang Mulia ini ..!"
" hah ... hamba menerima titah..!"
Ia terkejut mendengar suaranya yang sama sekali berbeda , terdengar keras dan kasar serta menggelegar.
Para pejabat dan jenderal militer hanya melirik sekilas dan kembali mengurus diri mereka sendiri, sedangkan Yan Qin masih diliputi kebingungan yang sangat besar.
Kemudian ia mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi.
" aku adalah seorang Jenderal Harimau kiri yang ganas dan tangguh , tidak memiliki keluarga , hanya lima ratus prajurit pribadi yang ada di bawah komando Harimau kiri, ternyata aku menyeberang , ini zaman Dinasti Qian yang tidak ada di dalam sejarah Tiongkok manapun , tapi mengingat bahwa ada dua posisi perdana menteri , sepertinya ini sangat mirip dengan Dinasti Qin kuno yang agung , tapi kenapa struktur pemerintahan mirip dengan Dinasti Jin Barat, ahh sudahlah , ...!"
" sial aku tertipu ...!"