NovelToon NovelToon
Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa Fantasi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Claire Sophia-- seorang Nona muda yang tidak pernah memikirkan hidup. Baginya untuk apa bekerja toh dia sudah kaya sejak lahir. Namun suatu hari saat dia memberikan pelajaran bagi sang kekasih yang telah berani berselingkuh darinya.

Claire mendapatkan sebuah notifikasi..

[Notifikasi: Tekan YA untuk Masuk!]

Untuk mengubah takdir dan alur hidup nya di drama itu. Claire memutuskan untuk merelakan Suaminya untuk pemeran Protagonis.

Namun satu yang Claire tidak tau-- alur dan peran yang berubah akan mengacaukan jalan cerita--juga mengungkapkan sebuah rahasia yang tidak pernah di sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antagonis VS Protagonis

" Liora, cepat! Dia tidak bisa bernapas!" seru Mika lagi, suaranya naik satu oktav mengikuti ritme jantung semua orang di ruangan itu.

Liora berlutut, tangannya gemetar hebat saat menyentuh nadi leher pria itu. "Aku... aku butuh stetoskop, atau setidaknya senter medis! Wajahnya terlalu merah, ini bisa jadi syok anafilaktik atau obstruksi jalan napas, aku, aku tidak bisa memastikannya tanpa observasi klinis!"

"Lakukan sesuatu!" jerit kekasih pria itu, air mata mulai membanjiri pipinya. "Dia tadi hanya makan steak, lalu tiba-tiba seperti ini!"

Liora menoleh dengan tatapan kosong, keringat dingin mulai membasahi dahinya. "Aku masih asisten, aku butuh tim medis lengkap untuk tindakan invasif, aku tidak bisa sembarangan menebak diagnosa..."

Karena tekanan tatapan publik yang menaruh harapan padanya, ia mulai melakukan CPR dengan panik. Pompa, pompa, pompa. Namun, setiap tekanan pada dada pria itu justru membuat wajah sang korban semakin membiru, tangannya masih mencengkeram tenggorokan dengan kaku.

Claire menyesap sisa minuman nya, memperhatikan gerakan tangan Liora yang serampangan. "Lihat dia," bisik Claire hampir tak terdengar, " Mencoba memompa jantung seseorang yang saluran pernapasannya jelas-jelas tersumbat. Itu bukan penyelamatan, itu mempercepat maut."

"Matilah itu olang," celetuk Michel sambil geleng-geleng kepala, menyadari ironi yang sama.

Liora semakin histeris, peluh membanjiri keningnya. "Kenapa dia tidak bernapas?! Ayo, bangun!" teriaknya, terus menekan dada pria yang malang itu tanpa menyadari bahwa mata pria tersebut mulai memutar ke atas. Di tengah kepanikan massal itu, hanya Claire yang tetap tenang, menanti saat yang tepat untuk menunjukkan perbedaan antara seorang asisten yang panik dan seorang ahli yang sebenarnya.

Akhirnya, Claire melangkah maju. Suaranya dingin membelah kerumunan. "Apa kau berniat membunuhnya?"

Liora mendongak, wajahnya berkeringat. "Diamlah Claire! Aku sedang menyelamatkannya!"

"Bukan menyelamatkannya, tapi mempercepat kematiannya," balas Claire datar.

Grace tak tahan lagi, ia membentak kasar, "Apa yang kau tahu?! Liora lulusan kedokteran terbaik universitas di AS, kau hanyalah jalang murahan!"

Claire hanya tersenyum tipis, kilatan matanya berbahaya. "Kita lihat apa jalang ini bisa menyelamatkannya atau tidak."

Tanpa aba-aba, Claire merenggut tangan Liora hingga wanita itu tersentak jatuh. Dengan gerakan gesit, Claire menarik kerah baju pria itu hingga posisinya setengah berdiri. Semua orang menahan napas, mengira Claire akan melakukan kekerasan.

Namun, apa yang di lakukan Claire selanjutnya membuat semua orang mematung. Claire melakukan gerakan memutar tubuh yang presisi. Bukan pelukan Heimlich biasa, ia justru melayangkan tendangan terukur tepat di punggung pria itu.

BUAGH!

Seketika, potongan besar makanan menyembur keluar dari mulut pria itu. Ia langsung terbatuk hebat, menghirup udara rakus seolah itu adalah emas. Restoran itu hening seketika--- semua orang melongo melihat metode "barbar" Claire yang justru jauh lebih efektif daripada gelar medis Liora.

Claire merapikan gaunnya yang sedikit berantakan seolah baru saja melakukan hal sepele.

"Lain kali, Liora," bisik Claire sambil menatap tajam ke arah sang Protagonis yang mematung, " Bedakan antara henti jantung dan tersedak sebelum kau membunuh seseorang dengan gelar konyolmu itu."

Liora menggertakkan gigi, hatinya terbakar. Ia tidak percaya bahwa Claire—wanita yang ia anggap licik dan hanya bermodal tampang—bisa membuatnya merasa sekecil ini hanya dengan sebuah kalimat. Di bawah tekanan orang - orang dan sorot mata dingin Claire, harga diri Liora perlahan hancur berkeping-keping.

Namun, tanpa disadari oleh siapa pun, di sudut keremangan restoran, Ares menyaksikan drama tersebut dengan binar kekaguman yang berbahaya, terkesima pada efektivitas tindakan Claire yang meski tampak kasar, tersimpan keahlian yang jauh melampaui ekspektasinya, memicu obsesi baru dalam benaknya untuk segera memiliki wanita itu.

"Luar biasa," gumam Ares dengan senyum tipis yang berbahaya." Dia bahkan belum mengeluarkan setengah dari kemampuan nya."

Sinar matahari sore yang mulai meredup menyelinap masuk melalui jendela ruang tamu, menyinari Claire yang terkapar lemas di sofa dengan napas berat yang tertahan.

Perjalanan ke mal kali ini bukan sekadar urusan belanja biasa, melainkan sebuah medan tempur yang menguras seluruh energinya--- mulai dari menghadapi drama amukan dua teman Liora yang memekakkan telinga hingga aksi heroik mendadak menyelamatkan nyawa orang asing yang tersedak di tengah hiruk-pikuk restoran.

Namun, atmosfer kelelahan itu seolah memantul balik begitu melihat Michel yang justru tampak sangat bertenaga, duduk bersila di atas karpet sambil membongkar kantong belanjaannya dengan mata berbinar.

"Nah ini dia, kembalan na cih Acuki, nama na balbie platinum!" seru Michel dengan mata berbinar-binar, mengangkat sebuah boneka tinggi-tinggi.

Mikael yang sedang meluruskan kaki di lantai menoleh dengan dahi berkerut heran. "Apa pula barbie platinum dan siapa pula Acuki?" tanya Mikael sinis.

"Acuki itu nama nya balbie pangelan na, nah ini balbie platinum, belum Micel temui nama na," jawab Michel serius, seolah sedang menjelaskan silsilah kerajaan yang sangat krusial.

Mikael mendengus remeh sambil menyandarkan punggung ke kaki sofa. "Kau itu memang agak laen, nama lah Acuki... yang keren dikit kek. Terdengar seperti nama cemilan ikan."

Michel langsung mengerucutkan bibirnya, menatap kakaknya dengan tatapan tajam yang menggemaskan. "Cuka-cuka Micel, cilik caja!" semprotnya kesal, lalu kembali sibuk menata "pasukan" bonekanya tanpa memedulikan ejekan Mikael lagi.

Claire hanya bisa tersenyum tipis melihat kelakuan si kembar.

"Kalian mainlah berdua, Mommy akan istirahat di kamar," pamit Claire sambil beranjak pelan, meninggalkan dua kepribadian kontras itu bertarung dengan imajinasi mereka masing-masing.

Alih-alih merebahkan tubuhnya yang penat setelah seharian menyusuri lorong pertokoan mewah, Claire justru duduk tegak di depan meja riasnya yang kini beralih fungsi menjadi pusat komando digital. Kamar itu sunyi, namun di balik layar laptop Claire, sebuah peperangan sunyi sedang berlangsung.

Claire menolak tunduk pada rasa kantuk setelah perjalanan belanja yang melelahkan--- baginya, menjelajahi data jauh lebih memacu adrenalin. Barisan perintah perintah bypass mengalir dari ujung jarinya yang menari lincah, menembus firewall berlapis milik Lergan Corp.

Ia bergerak seperti bayangan di dalam sistem, tak terdeteksi dan tanpa riak. Tujuannya bukan untuk menyabotase atau menyerang, melainkan sebuah misi observasi pribadi. Dengan satu tekanan tombol enter terakhir, ia berhasil mendarat tepat di pusat keuangan perusahaan suaminya.

Matanya memicing, memindai saldo rekening yang muncul di layar, mencari tahu seberapa besar jumlah uang yang masih tersedia untuk menyelamatkan perusahaan Lergan atas kekacauan karena membuat Maxime meledakkan amarah nya.

"Kalian ingin aku pergi dari keluarga Lergan?" gumamnya pelan, suaranya sedingin es. "Maka itulah yang akan terjadi. Tapi jangan berharap aku akan menjadi gelandangan. Justru kalianlah yang akan merangkak di bawah kakiku. Aku akan mengambil alih Lergan dengan caraku sendiri."

Satu per satu dinding pertahanan sistem perusahaan Lergan runtuh tanpa suara. Claire tidak berniat menghancurkannya sekarang--- ia hanya ingin melihat seberapa lama perusahaan yang akan ia runtuhkan bisa bertahan. Angka-angka di rekening perusahaan itu terpampang jelas, namun fokusnya segera beralih. Ia butuh memutus semua urat nadi bantuan yang mungkin menghampiri Julian.

"Keluarga Winston memang terlalu kuat, "Claire menyipitkan mata, menganalisis data mitra bisnis. "Pasti ada celah. Perusahaan yang bersih dari pengaruh Winston... dan itulah yang di incar oleh Julian."

Layar laptopnya menampilkan sebuah profil yang membuatnya tertawa kecil. "Keluarga Louis? Bukankah itu marga Liora? Aku bertaruh nyawa Julian akan merengek meminta bantuan pada mantan tunangannya itu."

Ia menggeser kursor ke profil lain yang lebih masif. "Dan ini... Global Raksasa. Dipimpin oleh si misterius 'Mr. A'. Julian tidak akan punya akses ke sana, pria itu terlalu jauh di atas jangkauan serangga seperti Julian. Jadi, tumpuan terakhirnya pasti Liora."

Claire tersenyum miring. Jari-jarinya bergerak lebih cepat, mengeksekusi barisan kode rumit yang mulai merambat masuk ke sistem keamanan Louis Group.

"Maaf, Liora. Untuk sementara waktu, perusahaan keluarga mu harus tidur siang," bisik Claire saat menekan tombol Enter dengan mantap. "Aku hanya membekukan aset perusahaan Louis sedikit dan mengirimkan beberapa hadiah kecil, virus yang tidak akan membunuh sistem perusahaan Louis, tapi cukup membuat teknisi terbaik kalian frustrasi selama berhari-hari."

Ia menyandarkan punggungnya ke kursi, memperhatikan layar yang kini menunjukkan indikator proses enkripsi yang berhasil.

BERSAMBUNG

1
Murni Dewita
double up lah thor
Sulati Cus
knp g cb tes DNA dg si twins🤔
Murni Dewita
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Murni Dewita
👣
Siti Sa'diah
wah jangan2 clair iniii
Musdalifa Ifa
WOW
Musdalifa Ifa
seru banget, selalu suka sama peran wanita yg kuat, tegas dan punya banyak kelebihan begini👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!