NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Kapten

Terjerat Cinta Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Kirana, putri seorang menteri yang sedang naik daun, datang ke pedalaman demi meningkatkan citra politik ayahnya. Bersama reporter Carmen dan kameramen Dion, dia membuat konten kemanusiaan mengajar anak-anak desa dan memberi bantuan bersama prajurit TNI.
Kapten Damar ditugaskan mengawal kunjungan itu. sanf kapten menganggap Kirana hanyalah bagian dari panggung politik yang penuh pencitraan.
Semua berjalan lancar, hingga segerombolan pemberontak bersenjata menyerbu desa. Dalam kekacauan dan tembakan yang membabi buta, Damar harus membawa Kirana menyelamatkan diri ke dalam hutan.
Terpisah dari rombongan dan jauh dari sorotan kamera, Kirana untuk pertama kalinya menghadapi dunia tanpa privilese. Di tengah bahaya dan perjuangan bertahan hidup, tumbuh perasaan yang tak seharusnya ada antara seorang perwira yang terikat sumpah dan putri pejabat yang mulai melihat arti ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasi Goreng Yang Bikin Ketagihan.

Saat itu mereka sudah berada di apartemen Damar.

Dapur terlihat rapi namun tetap terasa asing bagi Kirana. Damar membuka laci lemari, mengeluarkan alat masak, lalu menyiapkan bahan-bahan di atas meja.

“Aku bantu siapin dulu,” katanya santai. “Biar kamu nggak bingung.” Kirana hanya mengangguk masih sedikit canggung.

Damar lalu menoleh sekilas. “Aku mandi dulu.”

Kirana tersentak namun akhirnya mengangguk.

“Eh, iya.”

Damar pergi begitu saja meninggalkan Kirana sendirian di dapur, Kirana mulai memasak tangannya bekerja otomatis memotong, mengaduk, menumis. Aroma nasi goreng mulai memenuhi ruangan.

Namun pikirannya tidak sepenuhnya fokus pada Nasi goreng diwajan, beberapa kali dia menghela napas berusaha menenangkan diri.

Tak lama kemudian nasi goreng itu selesai di masak, Kirana mematikan kompor dia mulai menata nasi goreng di piring, namun saat dia berbalik langkahnya terhenti.

Damar sudah berdiri di sana baru selesai mandi rambutnya masih basah dia mengeringkannya dengan handuk.

Kaos putih tipis membungkus tubuhnya celana pendek membuat sosoknya terlihat santai namun justru itu yang membuatnya sulit diabaikan.

Kirana terpaku menatapnya terlalu lama hingga Damar menyadarinya, tatapan mereka bertemu Kirana langsung membalikkan badan cepat jantungnya berdegup kencang wajahnya merona.

Kenapa aku jadi begini guman Kirana dalam hati.

Kirana langsung mengalihkan perhatiannya dengan mencuci apa saja yang ada di sana, meskipun sebenarnya tidak perlu, tangannya bergerak cepat namun pikirannya kacau.

Damar memperhatikan dari belakang, dia tahu Kirana gugup dan entah kenapa hal itu justru membuatnya semakin tertarik.

Perlahan Damar melangkah mendekat tanpa suara, hingga akhirnya dia berdiri tepat di belakang Kirana.

Dan tanpa peringatan Damar mendekapnya Kirana tersentak.

“Damar” Namun suaranya langsung melemah.

Damar meraih kedua tangannya seolah ikut membantu mencuci piring air mengalir busa sabun memenuhi tangan mereka.

Namun gerakan itu tidak benar-benar tentang mencuci piring, tubuh mereka terlalu dekat Damar menundukkan wajahnya sedikit, napasnya terasa hangat di telinga Kirana.

Membuat bulu kuduknya merinding napas Kirana mulai tidak teratur wajahnya memerah Kirana mencoba melepaskan diri namun tidak sepenuhnya berhasil.

“Jangan…” bisiknya pelan namun nada suaranya tidak benar-benar menolak.

Damar mempererat genggamannya lalu perlahan membalikkan tubuh Kirana, kini mereka saling berhadapan sangat dekat tatapan mereka bertemu dalam tanpa kata.

Damar tidak memberi waktu dia langsung menarik Kirana lebih dekat dan menciumnya.

Ciuman itu dalam Penuh tekanan seolah semua yang selama ini ditahan akhirnya lepas, Kirana sempat terkejut namun perlahan dia membalas napas mereka bertabrakan. Detak jantung terasa semakin cepat beberapa detik kemudian mereka terpisah.

Hanya untuk mengambil napas namun jarak itu tidak bertahan lama Damar kembali mendekat mendekapnya lebih erat dan mencium Kirana lagi lebih dalam lebih penuh keinginan yang tak lagi disembunyikan.

Dunia di sekitar mereka seolah menghilang yang tersisa hanya napas yang saling memburu dan perasaan yang semakin sulit dikendalikan.

Kirana mendorong dada Damar pelan. Seolah sadar kalau dia tidak menghentikan ini sekarang, semuanya akan melangkah terlalu jauh.

“Damar…” Suara Kirana pelan namun cukup untuk menyadarkannya.

Damar langsung terdiam napasnya masih berat tatapannya masih tertahan di wajah Kirana beberapa detik, lalu Damar mundur melepaskan dekapannya.

Keduanya berdiri berhadapan canggung dan terlalu sadar dengan apa yang hampir terjadi.

Kirana menundukan sedikit wajahnya masih memerah.

“Nasi gorengnya,” ucap Kirana pelan, mencoba mengalihkan.

Damar mengusap wajahnya sekilas seperti berusaha mengembalikan kendali.

“Iya…” gumamnya dia berbalik berjalan menuju meja makan.

Dua piring nasi goreng sudah tersaji di sana masih hangat.

Kirana menyusul mengambil dua gelas air, tangannya sedikit gemetar meski dia berusaha terlihat tenang.

Kirana duduk di hadapan Damar mereka mulai makan, namun suasan tidak benar-benar kembali normal.

Sunyi hanya terdengar suara sendok yang sesekali menyentuh piring dan detak jantung yang masih belum sepenuhnya tenang.

Beberapa saat berlalu Kirana akhirnya membuka suara.

“Gimana?”Nada suaranya lebih lembut dari biasanya sedikit hati-hati. Damar mengangkat wajahnya menatap Kirana beberapa detik terlalu lama.

“Enak,” jawabnya pelan “Bikin ketagihan.” Sabung Damar. Kirana langsung tersedak.

“Uhuk” Kirana buru-buru meraih gelas lalu minum dengan cepat.

Damar menyandarkan tubuhnya sedikit masih menatap Kirana.

“Nasi gorengnya enak,” ulangnya santai.

“Bikin ketagihan.” Nada suaranya lebih dalam lebih bermakna.

Kirana menunduk tidak berani menatapnya langsung.

Namun sudut bibirnya sedikit terangkat dan dia tau, meskipun tidak diucapkan secara gamblang yang sedang Damar bicarakan bukan tentang nasi goreng.

1
sitanggang
mcnya ternyata goblok🤦🤦
Rosie: Baca J.R.R Tolkien aja cocok buat anda jangan novel online.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!