Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25 Pembuktian.
Letisha masih tidak percaya jika dia terpilih untuk menjadi salah satu kompetisi dalam pelelangan perhiasan.
Rakash yang berada di pojok tampak tersenyum melihat keberhasilan istrinya.
"Letisha, sayangku selamat," Winona sebagai sahabat sudah pasti memberikan support yang begitu besar kepada Letisha atas keberhasilan temannya itu.
"Sungguh, aku terpilih?" tanyanya masih tetap tidak percaya.
"Benar, kamu terpilih dan saingan kamu adalah ibu tiri kamu sendiri," jawab Winona.
Mata Letisha melihat ke arah Liana, sudah dapat dipastikan Liana shock mendengar pengumuman bahwa Letisha adalah temannya dalam bersaing.
Sama dengan Vanilla. Vanila juga tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, dia dan ibunya saling melihat satu sama lain sama-sama tidak yakin dan merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Mata Letisha tertuju pada suaminya, memang tidak tersenyum, tetapi dari tatapan mata itu sudah terlihat jelas bahwa dia sangat bahagia dengan keberhasilan Letisha Letisha.
"Baiklah, kita beri waktu untuk 30 menit ke depan. Kedua desainer yang akan melelang barang hasil karya mereka sendiri akan ditampilkan di depan dan akan dihargai dengan harga yang fantastis. Kita akan melihat barang lelang mana yang akan terjual mahal,"
"Sebelum itu saya ingin mengumumkan hasil pelelangan dari karya desainer Liana akan disumbangkan pada sumbangan amal dan untuk hasil karya dari Letisha Letisha Adelia Putri akan disumbangkan pada yayasan panti asuhan. Masyallah dua designer kita ini ternyata memiliki hati yang luar biasa, semua uang hasil dana lelang akan disumbangkan untuk kepentingan orang lain!"
"Jadi mari para semua pengusaha penikmat perhiasan kita bisa memberikan harga terbaik," ucap sang MC tersebut memberikan pengumuman.
"Letisha selamat dan aku yakin kamu pasti akan memberikan yang terbaik, aku yakin kamu akan berhasil dan saat ini kamu akan membuktikan kepada orang-orang yang meremehkan kamu bahwa kamu Letisha yang tidak pernah dianggap dan dikenang sebelah mata dan sekarang kamu adalah Letisha yang dilihat," ucap Winona.
"Isss, kamu kalau sudah memberi kata-kata membuat tubuhku merinding saja, tetapi apapun itu terima kasih untuk support yang kamu berikan," ucap Letisha dengan tersenyum.
Winona sebagai sahabat sudah pasti sangat bangga kepada Letisha.
Sebelum acara dimulai Letisha berdiri di hadapan Liana dan juga Vanila.
"Tidak disangka, ya. Ma, kita berdua bisa berada di acara seperti ini dan terlebih lagi ternyata kita berdua menjadi bintangnya di acara ini. Kita akan bersanding di sana dan orang-orang akan membandingkan hasil karya kita, sungguh satu kehormatan bagi Letisha jika disandingkan desainer penuh pengalaman seperti Mama," ucap Letisha penuh dengan ejekan.
"Kamu hanya mempermalukan diri kamu sendiri Letisha dan nama baik suami kamu akan hancur di sini, jika kamu melanjutkan semua ini. Jadi alangkah baiknya kamu mundur!" tegas Vanila.
"Hah!"
Letisha sampai mendengus kasar, "Mundur, seorang Letisha akan mundur. Vanila ini adalah kesempatan besar untukku dan untuk apa juga aku harus mundur. Aku justru sangat senang berada dalam posisi ini dan terlebih lagi ini adalah hal yang aku tunggu-tunggu. Jangan karena takut kalah dariku dan menyuruhku untuk mundur," ucap Letisha.
"Jangan terlalu percaya diri Letisha, apa yang kamu lakukan hanya sia-sia saja," ucap Liana.
Letisha menanggapi dengan hanya tersenyum. Liana dan Vanila terlihat begitu kesal dengan mereka berdua saling melihat dan memutuskan untuk berlalu dari hadapan Letisha.
"Huhhhh, aku sudah tahu apa yang dipikiran ibu dan anak itu, mereka memiliki tabiat penuh dengan keirian," gumam Letisha.
Baru saja hendak pergi dan tiba-tiba Maudy menghadang jalannya dan seperti biasa ekspresi Maudy selalu terlihat sangat tidak menyukainya.
"Bu. Maudy, apa ingin mengucapkan selamat kepada saya?" tanya Letisha.
"Selamat untuk apa? Apa kamu sudah merasa menang? Letisha ini baru saja dimulai dan kamu sudah sangat percaya diri dengan kesombongan kamu. Hati-hati karena biasanya sifat bahagia yang terlalu berlebihan akan menimbulkan hal-hal tidak terduga," ucap Maudy.
"Terima kasih untuk peringatannya. Bu, Maudy. Tetapi saya memang wanita yang penuh dengan ekspresi dan ketika mendapat kesempatan dan bersaing dengan orang yang cukup dipandang merupakan hal yang paling menantang bagi saya dan siapa yang tidak berhasil jika saya berada di ujung sana," ucapnya sembari menunjuk podium tempat pelelangan.
"Karya dari desainer pemula seperti saya akan terpajang di sana dan akan diperebutkan banyak orang dan bagaimana tidak bahagia karena belum tentu desainer yang memiliki banyak pengalaman karyanya tidak berada di sana," ucap Letisha memberi sindiran kepada Maudy yang belum tentu seperti dirinya.
"Hmmmm, sudahlah, saya harus mempersiapkan diri lagi. Jadi Bu Maudy mohon untuk bekerja sama hari ini dan siapa tahu saja memberikan harga terbaik untuk perhiasan saya," ucap Letisha langsung berlalu dari hadapan Maudy.
"Sombong sekali, tetapi tidak apa-apa untuk bahagia sesaat," batin Maudy tersenyum penuh dengan maksud.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu telah tiba, dua perhiasan mewah milik Letisha dan Liana sudah terpajang di dalam kaca persegi. Semua tamu undangan sudah duduk di tempat masing-masing di meja bulat.
Letisha akan melelang perhiasan gelang tangan yang menarik perhatian banyak orang dan sementara Liana perhiasan yang dia lelang berupa kalung.
Letisha terlihat begitu deg-degan berdiri bersebelahan dengan Liana dengan perhiasan karya mereka masing-masing.
"Baiklah! Kalau begitu kita mulai semuanya!"
"Untuk pembukaan harga pertama hasil karya dari nyonya Liana, silahkan!"
"100 juta!" satu orang pengusaha sudah mengangkat papan yang memberikan harga pada kalung tersebut.
"Wau cukup mahal di harga pertama ada selanjutnya?"
"200 juta!"
Para pengusaha berlomba-lomba memberikan harga untuk perhiasan tersebut membuat Liana sejak tadi tersenyum dan sudah pasti hal seperti ini sudah sangat biasa baginya dengan harga perhiasan yang terjual begitu mahal.
"Baiklah ada yang ingin menambah lagi dari 700 juta?" pembawa acara tersebut menunggu-nunggu dengan kepala berkeliling melihat para tamu di meja undangan.
"1, 2, 3, bagaimana apa ada lagi yang ingin menambah?"
"Baiklah kita putuskan harga perhiasan dari nyonya Liana kalung berlian dengan senilai 700 juta!" pembawa acara tersebut mengetuk palu yang memberikan tanda bahwa perhiasan tersebut sudah laku dengan 700 juta dan mendapatkan sambutan tepuk tangan yang meriah.
"Hanya 700 juta karyaku di beri harga," batin Liana sepertinya kurang puas dengan hasil pelelangan tersebut tetapi tetap memberikan ekspresi tersenyum seolah-olah bersyukur dengan apa yang dia dapatkan.
"Baiklah untuk selanjutnya kita akan melelang karya pertama dari Nona Letisha Adelia Putri, kita akan berikan harga pertama siapa yang ingin memberi harga pertama?" pembawa acara kembali membuka harga pertama.
"300 juta!" seorang pria mengangkat tangan atau memberikan harga membuat Letisha tampak shock dengan harga tersebut.
"Sungguh dia akan memberikan 300 juta untuk harga perhiasanku?" batin Letisha sudah pasti tidak akan percaya dengan harga tersebut.
"What, pembukaan harganya justru jauh lebih tinggi dibandingkan perhiasanku," batin Liana sudah pasti terkejut.
Sementara mata Rakash melihat pria yang memberikan harga perhiasan untuk istrinya, pria itu tidak terlalu tua dan seperti pengusaha muda yang tampan dan berkarismatik.
"Wauhhh, 300 juta, bagaimana apakah masih ada yang ingin menambah dari pembukaan harga yang sudah sangat fantastis?" tanya pembawa acara.
"500 juta," salah seorang wanita memberikan harga dengan menaikkan harga perhiasan tersebut.
Letisha tidak henti-hentinya kaget dengan penawaran yang semakin fantastis, ekspresi wajahnya benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Bersambung....