Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby²⁹
Alexander melangkah menuju ruang kerjanya dan menghubungi asisten Roky. "iya tuan"
"Roky, suruh seluruh pelayan yang bekerja dimension ke ruang kerjaku sekarang"
"baik tuan"
Asisten Roky menghubungi kepala pelayan dan menyuruh semuanya menuju ruang kerja Alexander. Para pelayan sempat kebingungan, biasanya jika disuruh kumpul seperti ini Alexander akan menyampaikan sesuatu yang penting.
Alexander kini duduk di kursinya dan menatap semua pelayan yang masuk termasuk asisten Roky. "tuan ini semua pelayan yang kau minta" Alexander menatap tajam. para pelayan yang menunduk ketakutan.
"apa kesalahan kalian hari ini?" mereka masih diam, mencari kesalahan apa yang telah mereka lakukan. Melihat mereka semua diam, semakin membuat Alexander kesal. "kau" tunjuk Alexander pada kepala pelayan.
"y-ya tuan..."
"mengapa kau membiarkan nyonya keluar dari mension tanpa izinku? kau sudah bosan bekerja disini?"
"m-maaf tuan, tadi setelah nyonya selesai mengantar anda, saya hanya melihat nyonya berlari menuju kamar, setelah itu saya kembali melanjutkan pekerjaan"
Alexander mengamati wajah pelayan² yang lain. "apa tidak ada yang ingin buka suara disini? sepertinya aku tidak pernah memperkerjakan pelayan bisu disini" sinis Alexander melihat mereka semua diam.
Alexander berdiri dari kursinya "Roky, panggil penjaga gerbang itu kemari"
"baik tuan" Asisten Roky kemudian menghubungi para pengawal yang bertugas di gerbang depan menuju ruang kerja Alexander. Ruang kerja pria itu sangatlah luas sehingga puluhan pelayan pun masih bisa masuk didalam, karena memang Alexander lebih suka ruang kerja nya luas sejauh mata memandang.
tak lama para pengawal itu datang "maaf tuan, kami datang terlambat "
"kalian, siapa yang menyuruh kalian membiarkan Nyonya keluar dari mension?"
"N-nyonya bilang sudah mendapatkan izin dari anda tuan, maka dari itu kami tidak berani menolak permintaan nya" jawab penjaga gerbang itu dengan jujur. Alexander memijat keningnya yang sakit. 'wanita itu....'
"mulai sekarang aku akan menetapkan peraturan baru, silahkan kalian pelajari benar-benar, jika ada yang tidak suka bisa keluar dari mension ini"
"salah satunya ialah, kalian harus selalu memantau pergerakan nyonya selama dimension kemudian jika ia pergi kemana yang ia mau pastikan sudah mendapatkan izin dari saya dan terakhir, jika salah satu dari kalian menyakiti Nyonya, maka kalian akan menanggung akibatnya"
bagi Alexander, siapapun tidak boleh melukai miliknya kecuali dia sendiri yang melakukannya. Karena Serafina hanya boleh meneteskan air mata dihadapannya, bukan orang lain.
pelayan wanita yang berdiri paling belakang tampak mengepalkan tangannya kuat-kuat. Rasanya ia ingin berteriak dan mengatakan bahwa Alexander seharusnya menikahinya, bukan wanita miskin itu. 'cihh, bahkan dia mendapatkan perlakuan khusus seperti ini? aku sudah tidak tahan lagi ingin menyingkir kan wanita itu dari hidup Alexander!' ucapnya pada dirinya sendiri.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
dikamar,
Serafina kini tengah duduk dibibir ranjang mengenakan A-Line Dress berwarna Lilac dengan motif bunga pada ikatan bahu. Rambutnya dibiarkan tergerai indah dan wajahnya hanya dipolesi make up tipis namun menonjolkan kecantikan nya.
pintu kamar terbuka menunjukkan Alexander yang kini berada disana. Sejenak pria itu diam dan mengamati penampilan istrinya dari atas sampai bawah. 'mengapa dia terlihat begitu cantik? apa dia ingin mencuri perhatian pria diluaran sana? cih, tidak akan aku biarkan!' pikirnya sembari berjalan mendekat.
"ganti pakaian mu"
"apa?"
"aku bilang ganti pakaian mu, apa kau tuli?" kesal Alex menatap istrinya yang masih duduk itu. "apakah ada yang salah dengan pakaian ku, tuan?"
"kau bertanya apakah masih ada yang salah? kau sengaja kan ingin menarik perhatian para pria diluaran sana! heh, tidak akan aku biarkan! barang yang sudah menjadi milikku tidak boleh dinikmati oleh orang lain!"
"maaf tuan, tapi saya bukanlah sebuah barang yang diperlakukan seperti itu" tegas Serafina sudah tak tahan dengan perendahan ini.
"seperti apa? kau nyatanya memang pantas diperlakukan seperti ini, berbeda dengan wanita lain, kau terlihat bodoh dan sangatlah lemah! sudah lemah, murahan pula"
Serafina mengepal kan tangannya, matanya merah berkaca kaca, ia menatap tajam kearah Alexander. "perkataan mu selalu menyakitiku tuan" lirih Serafina menahan emosinya yang meledak ledak.
"heh," tawa Alex sinis, "memangnya kau pantas mendapatkan soft spoken?"
Serafina berdiri dan melangkah menuju ruang ganti karena ia sudah malas meladeni perkataan pria bermulut pedas itu. Alexander tampak tersenyum puas melihat gadis itu selalu kalah telak padanya. Membayangkan tubuh gadis itu dinikmati pria lain benar benar membakar amarahnya.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
maklumlah udah Bangkotan
siapa tau kakak tertarik
mau lihat sebengis paa sih tuan Alex kalau jiwa mafia muncul pas istri di sakiti oleh kedua Kunti bogel itu
insting mafia kuat loh kalau ga tau pergerakan musuh fikk Alex kamu mafia kadaluarsa 🤣🤣
Seraphina lagi bahaya