NovelToon NovelToon
PELET LAKNAT

PELET LAKNAT

Status: tamat
Genre:Horor / Misteri / Kutukan / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: HERMAWAN 505

kisah pemuda yang terobsesi cinta
memutuskan untuk mengambil jalan lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HERMAWAN 505, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JALAN YANG MENYESATKAN

(BAB 2: Jalan yang Menyesatkan)

Malam amat sangat hening hingga hanya terdengar suara jangkrik dan hembusan angin yang saling bersahutan. Hawa dingin menusuk sampai ke sumsum tulang, membuat bulu kuduk merinding bukan main. Kegelapan hutan seolah merapat, mengepung mereka berdua di bawah cahaya rembulan yang tertutup rapat oleh rimbunnya dedaunan.

Mereka saling berpandangan. Keheningan itu kini terasa menyesakkan, menciptakan tembok ketidakpercayaan yang tebal di antara mereka. Apakah harus maju menanggung risiko, atau mundur sebelum hutan ini benar-benar memakan mereka hidup-hidup?

"Dra, kayaknya kita harus putar balik," suara Agus bergetar hebat, bukan hanya karena dingin, tapi karena ketakutan. Ia merapatkan jaketnya yang terbuka sedikit sekuat tenaga. "Pikirkan logikanya... di tengah hutan begini mana mungkin ada bengkel? Kita cuma buang waktu!"

Indra diam. Matanya menatap lurus ke arah kegelapan yang pekat di depan, seolah ada panggilan misterius yang hanya bisa didengarnya.

"Iya, kamu benar, Gus. Mana mungkin ada bengkel di tempat terkutuk begini," sahutnya pelan, suaranya datar, dingin, dan tanpa emosi.

"Terus gimana dong? Balik nggak bisa, lanjut juga mustahil. Aku bahkan nggak tahu tujuan pastinya ke mana!" Agus mulai putus asa. "Masa kita harus tidur di sini? Dinginnya bisa membunuh kita!"

Indra sempat bimbang sesaat. Logikanya hampir terkalahkan oleh rasa takut Agus. Ia hampir saja membatalkan niatnya menemui paranormal itu.

Namun tiba-tiba... kilatan kenangan pahit melesat cepat di kepalanya. Wajah wanita itu, tatapan menghinanya, rasa sakit saat cintanya diinjak-injak hingga hancur lebur. Rasa perih itu seketika berubah menjadi api yang membakar habis segala keraguannya.

"Tidak!" bentak Indra tiba-tiba, membuat Agus terlonjak kaget. "Kita harus tetap lanjut!" tegasnya sambil membenarkan ransel yang sedikit melorot. "Lagipula tempatnya sudah sangat dekat, tinggal beberapa ratus meter lagi dari sini!"

"Tapi Dra! Naik apa kita?! Motor ini sudah tidak bisa dipakai lagi!" protes Agus tak terima, ia memukul body motor dengan keras karena kesal dan takut.

Indra menoleh, wajahnya kini terlihat aneh, campuran antara tekad bulat dan kegilaan. "Sudah, biarkan saja motor sampah ini! Kita jalan kaki!"

"Hah? Jalan kaki?! Kamu sudah gila ya, Dra?!" Agus melotot lebar, matanya terbelalak menatap sahabatnya seolah sedang melihat orang asing. Tatapannya tajam menusuk, napasnya memburu menahan emosi yang meledak-ledak. "Kamu sadar nggak sih kita ada di mana?!"

"Sudah kamu diam saja, kamu gak bakalan mengerti." Bentak Indra cepat

"Oke... aku turuti mau kamu," ucap Agus dengan nada rendah yang bergetar karena emosi. "Tapi, beri tahu aku sekarang. Sebenarnya, apa tujuan kita ke tempat itu?"

Indra merasa tersudut. Pertanyaan Agus menghantamnya tepat di titik paling lemah. Ia sadar, di tengah kegelapan hutan ini, kejujuran adalah satu-satunya jalan keluar sebelum segalanya menjadi semakin kacau.

Indra mengubah posisinya. Dari duduk, ia perlahan bangkit hingga berdiri tegak, membelakangi lampu motor yang mulai meredup. Cahaya dari belakang membuat sosoknya hanya tampak sebagai siluet hitam yang menjulang. Seolah-olah ia bukan lagi sahabat yang Agus kenal, melainkan sosok asing yang mengancam.

"Kamu tanya tujuanku, Gus?" suara Indra terdengar berat, berbeda sekali dengan nada bicaranya saat di rumah tadi.

Agus membulatkan mata, menatap tajam siluet di depannya. Meski kakinya gemetar, ia berusaha tetap tampak kokoh.

"Iya, aku ingin tahu! Apa sebenarnya yang kamu rahasiakan dariku selama ini?" sahut Agus, suaranya sedikit pecah karena rasa takut yang bercampur dengan rasa penasaran yang memuncak.

Indra menarik napas panjang. "Aku tidak bermaksud merahasiakannya, Gus. Aku hanya takut kamu akan menganggapku gila jika aku mengutarakannya di rumah," ucapnya perlahan, suaranya kini tenang namun dingin. Ia menoleh sedikit, sisa cahaya lampu motor menonjolkan garis rahangnya yang kaku.

"Tujuanku ke sini hanya satu: untuk meminta bantuan pada seorang praktisi. Aku ingin dia mengobati luka yang sudah terlalu lama membekas di hati ini. Luka yang perlahan menyiksaku sampai habis," ucap Indra dengan nada yang menyayat hati, seolah setiap kata yang keluar adalah tetesan darah dari luka yang ia maksud.

"Hah! Praktisi katamu?!" Agus berseru, emosinya memuncak hebat. "Kamu benar-benar sudah gila, Dra! Ini musyrik, ini jalan sesat!"

Agus melangkah maju, mencengkeram bahu sahabatnya itu dengan keras. "Jangan karena seorang wanita kamu rela melakukan hal sehina ini! Ayo balik. Kita cari pertolongan ke mana saja, asal jangan ke tempat itu. Ini bukan solusi, Dra. Ini laknat!"

Indra hanya terkekeh hambar, sebuah tawa yang terdengar kosong. "Mungkin aku memang sudah gila, Gus. Tapi maaf, keputusanku sudah bulat. Tekadku tak akan goyah lagi."

Agus terdiam terpaku. Mendengar ketegasan yang sedingin itu, ia meremas tangannya sendiri dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih, sebuah upaya sia-sia untuk meredam gejolak amarah dan ketakutan yang meluap-luap di dadanya.

"Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Agus, suaranya meninggi, bergetar hebat. "Mengapa kamu tega menyeretku ke lubang hitam ini?"

Indra tidak langsung menjawab. Ia hanya tersenyum tipis, sebuah lengkungan bibir yang sinis. Ia menoleh, menatap Agus dengan pandangan tajam yang tak lagi hangat. Itu adalah tatapan seorang predator yang sedang mengunci mangsanya.

1
HERMAWAN 505
jadi kebahagian indra itu di singkat, jatuhnya indra bahagia cuma 3 bulan bersama Mira, kalau sakitnya karena ilmu pelet yang di pakai, kini berbalik menggerogoti tubuhnya sendiri. begitu kaka.👍
makasih atas koreksinya, ini sangat membantu buat kedepannya.🙏
Mega Arum
semoga karya kedepanya lbh bagus lg y Thor...
HERMAWAN 505: gimana pendapatmu tentang novel pertama saya? dan bagai mana perasaan kamu saat membaca novel pelet laknat ini?
total 2 replies
Mega Arum
msh tanda.tanya kak...knp.Indra bs tau2 sakit, blm juga ada bahagianya dg Mira.. ceritanya monoton tntg pertempuran dg dukun
Mega Arum
dr awal krg jelas..dr mana Indra tau keberadaan paranormal di tengah hutan itu, dan skt hati berlebihan sprti apa sbrnya Indra
HERMAWAN 505: makasih Mega Arum sudah mengikuti alur cerita saya sampai sejauh ini.
total 1 replies
Mega Arum
kasihaan Aguuus 😀
ÑIÇÃ
di tunggu lanjutannya💪
Wulandari Ayuningtyas
halo kak
mampir y ke novelku 😁
HERMAWAN 505: makasih sudah berkunjung ke novelku
total 1 replies
Aswad Us
kerennn👍
Raihan
di tunggu lajutan nya bang
HERMAWAN 505: makasih atas kunjungannya.
total 1 replies
Raihan
kak mampir juga la di novel ku 😄
Aswad Us
👍👍
Aswad Us
di tunggu bab berikutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!