NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

" Aku dimana, kenapa tempatnya begitu asing " ucap Alisha pelan. Dibawah alam bawah sadarnya saat ini Alisha berada disebuah taman bunga yang begitu luas. Ditengah tengah taman ada sebuah kolam ikan dan air mancur. Suara gemericik air mancur terdengar menenangkan hati ditambah banyak ikan koi berukuran cukup besar berenang cantik menghiasi kolam tersebut.

Alisha memetik setangkai bunga mawar putih lalu ia hirup aroma wangi bunga mawar tersebut. "Sangat wangi dan aromanya sangat menenangkan, aku suka bunga mawar putih" gumam Alisha pelan tersenyum lembut.

"Jika kamu menyukainya aku akan memberikan taman bunga ini untukmu" ucap seseorang yang tiba-tiba mengejutkan Alisha. Alisha langsung membalikkan badannya dan nampak pria tampan berdiri tidak jauh darinya. "Siapa kamu?" tanya Alisha penasaran dengan pria asing tersebut. Pria tersebut tidak menjawab ia hanya tersenyum kecil dengan wajah begitu tenang. "Tidak lama lagi kita akan bertemu" ucapnya tenang. Setelah itu pria tersebut pergi meninggalkan Alisha begitu saja tanpa menghiraukan panggilan Alisha yang berulang kali memanggil dirinya. "Pria aneh" gumam Alisha pelan.

Alisha...

Alisha...

Terdengar suara seseorang yang begitu familiar memanggil namanya. "Santa...

San, kamu dimana" teriak Alisha memanggil nama sahabatnya yang bagitu ia rindukan. Alisha berlari mengelilingi taman tersebut namun tetap tidak menemukan sahabatnya tersebut. "Santa kamu dimana San" Alisha berjalan mengelilingi taman tersebut mencari sahabatnya seraya memanggil namanya namun nihil tidak satupun orang yang ia temui ditaman tersebut. Alisha duduk dibawah pohon yang cukup rindang, Alisha menangis terisak entah mengapa hatinya begitu sedih bercampur rindu setelah mendengar suara sahabatnya. "Mama papa Santa, aku rindu kalian.." Alisha terisak kecil seraya memeluk kedua lututnya.

"Sayang pulanglah nak .." tiba tiba terdengar suara lembut mamanya.

"Mama dimana, Alisha takut sendirian disini ma" isakan tangis Alisha semakin menjadi.

Sedangkan didunia nyata tubuh Alisha masih terbaring diatas ranjang pasien. Kedua matanya sudah basah oleh air mata. Mama Alena yang melihat itu menghapus air mata putrinya. "Sayang kamu menangis nak, apakah ada yang sakit nak..?? sebentar mama panggilkan dokter dulu" ucap mama Alena begitu kawatir melihat putrinya menangis dalam keadaan masih belum sadar. Mama Alena langsung menekan tombol untuk memanggil suster. Tak lama kemudian pintu terbuka rombongan dokter dan beberapa suster masuk kedalam ruang ICU. "Dokter kenapa putri saya menangis padahal dia belum bangun dari komanya" ucap Mama Alena kepada dokter tersebut. "Sebentar nyonya saya periksa dulu putri anda, tolong anda keluar sebentar nyonya" jawab dokter tersebut langsung memeriksa kondisi Alisha. Mama Alena mengangguk singkat lalu keluar meninggalkan ruangan tersebut dengan perasaan kawatir. "Ya Allah semoga putriku baik baik saja, semoga Alisha segera sadar" ucap mama Alena penuh harap.

Sesaat mama Alena sudah keluar dari dalam tiba tiba Santa berjalan mendekati wanita paruh baya tersebut. "Tante apa yang terjadi, kenapa dokter dan suster datang terburu-buru?" tanya Santa kawatir. Mama Alena yang ditanyai hanya menggeleng pelan "Tante juga tidak tau San, tadi saat tante didalam tiba tiba sudut mata Alisha keluar air mata. Seolah olah Alisha sedang menangis, tante langsung memanggil dokter. Tante berharap semoga ini pertanda baik dan Alisha segera sadar" jawab mama Alena penuh harap. "Amin..

Semoga saja ya tante, Santa juga berharap semoga Alisha segera bangun dari komanya" ucap Santa seraya mengelus lembut pundak mama Alena. Tanpa disadari mereka berdua ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka berdua. Sudut bibirnya tersenyum begitu tipis" Saya yakin tidak lama lagi gadis kecil itu akan segera sadar" ucapnya tenang lalu pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.

Saat baru sampai apartemen David bertemu dengan Gerry asistennya yang kebetulan baru keluar dari dalam apartemennya. Sekarang Gerry sudah membeli apartemen yang sama dengan Santa. Awalnya Gerry akan membeli menggunakan uang David namun Gerry berubah pikiran. Sepertinya Gerry ingin berjuang mendapatkan hati gadis pujaan hatinya yang tak lain adik dari bosnya sendiri yaitu Santa Aurora. "Anda dari mana tuan tadi saya mencari anda namun tidak ada didalam apartemen?" tanya Gerry ingin tau, karena sudah beberapa hari ini David keluar tanpa mengajak dirinya. "Ada urusan lain dan kamu tidak perlu tau urusan saya kecuali masalah pekerjaan" jawab David dingin. Setelah itu pria tampan tersebut langsung masuk kedalam apartemennya meninggalkan asistennya yang masih berdiri mematung didepan apartemennya. "Huft.. selalu saja dingin auranya, aku sampai lupa kapan terakhir kali aku melihat tuan muda tertawa bahagia. Semoga saja suatu saat nanti ada seorang gadis yang bisa mencairkan kebekuan tuan muda" gumamnya pelan.

\>\>\>\>\>\>\>\>

Dirumah sakit saat ini dokter baru saja selesai memeriksa kondisi Alisha. Setelah suster selesai mengganti infusnya barulah rombongan dokter dan suster keluar dari dalam ruangan tersebut. Mama Alena dan Santa masih menunggu diluar hingga saat pintu ruang ICU terbuka perlahan mama Alena dan Santa langsung berjalan mendekati dokter paruh baya tersebut. "Dokter bagaimana keadaan putri saya dok, apakah ada sesuatu yang terjadi padanya dokter?" tanya mama Alena. Dokter Naya tersenyum lembut lalu menjawab "Alhamdulillah kondisi pasien semakin membaik semoga tidak lama lagi nona Alisha segera bangun dari komanya. Nyonya perbanyak berdoa semoga putri anda segera sadar kembali" jawab dokter Naya tersenyum lembut. Mama Alena dan Santa yang mendengar kabar tersebut langsung tersenyum senang mereka berharap semoga apa yang dikatakan oleh dokter adalah salah satu jawaban dari doa doa mereka selama ini. "Alhamdulillah ya Allah terimakasih dokter Naya, semoga putri saya segera sadar dan bisa berkumpul bersama kami lagi" ucap mama Alena tersenyum haru dengan mata berkaca-kaca. Dokter Naya tersenyum lalu mengangguk "Sama sama nyonya Alena sudah menjadi tugas kami, kalau bagitu saya permisi mau kembali memeriksa pasien lainnya" pamit dokter Naya sebelum pergi meninggalkan dua wanita tersebut diikuti 2 suster dibelakangnya.

"Santa kamu dengar kan nak, Alisha keadaannya semakin membaik semoga Alisha segera sadar dan bisa berkumpul bersama kita lagi" ucap mama Alena tersenyum senang langsung memeluk Santa begitupun Santa ikut senang mendengar kabar tersebut.

Malam harinya jam menunjukkan pukul 10 malam, ruang ICU sepi hanya ada Alisha yang masih terbaring di ranjang pasien. Suster yang berjaga sedang pergi entah kemana, tiba-tiba ada seseorang yang menyelinap masuk kedalam ruangan tersebut. Orang tersebut langsung duduk di kursi samping ranjang pasien menatap wajah cantik Alisha yang masih terbaring lemah. Wajah cantiknya sudah tidak begitu pucat lagi karena kondisinya sudah mulai membaik. "Kenapa kamu begitu lama tidurnya hem, aku sudah menunggu kamu cukup lama gadis kecil. Entah mengapa sejak pertemuan pertama kita waktu itu hatiku semakin ingin mengenalmu lebih dekat. Sebelumnya aku tidak pernah merasakan perasaan ini kepada seorang wanita manapun. Hanya kamu yang mampu mengalihkan perhatianku. Hidupku hanya bekerja bekerja dan bekerja selebihnya perhatianku, hanya aku curahkan kepada adikku satu satunya. Namun sejak bertemu denganmu malam itu duniaku seolah berubah. Awalnya aku tidak memperdulikan perasaan itu tapi saat aku kembali ke Rusia aku pikir dengan tidak bertemu denganmu aku akan melupakan kejadian itu tapi nyatanya pertemuan itu menjadi awal dari rasa yang mulai tumbuh dihatiku tanpa aku sadari. Dan sekarang aku yakin bahwa kamu memang ditakdirkan untukku Alisha Azura Bastara nama yang cantik secantik orangnya. Alisha kamu membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama maka kamu harus tanggung jawab dengan perasaan ini. Aku akan pastikan kamu akan segera menjadi milik David Cullen" bisik David Cullen tersenyum kecil. Sebelum keluar dari ruangan tersebut David mencium bibir mungil Alisha.

"Cup.." David mencium sekilas bibir Alisha sebelum pergi dan kedatangan suster yang menjaga ruangan ICU tersebut. David tidak langsung pulang setelah dari rumah sakit ia sengaja mampir ke mini market untuk membeli minuman dingin.

Sedangkan di apartemen Santa tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena merasa haus. Saat melihat ke arah nakas ternyata gelas yang berisi air minum kosong. Akhirnya Santa bangun dengan membawa gelas kosong tersebut ke dapur. Saat melewati kamar kakaknya pintu sedikit terbuka, Santa merasa heran tidak biasanya kakaknya tidur tidak mengunci pintu kamar. Namun Santa hanya melewatinya saja ia ingin segera minum karena tenggorokan terasa kering. Sesaat setelah minum dan mengambil air minum Santa berniat menutup pintu kamar kakaknya namun saat akan menutup pintu ternyata kamar kosong kakaknya tidak berada didalam kamar. "Kak David pergi kemana tumben pergi enggak pamit" gumam Santa heran. "Ah mungkin kakak sedang ada keperluan sama kak Gerry" pikir Santa. Santa kembali masuk kedalam kamarnya tidak lupa menutup pintu kamar dan ingin kembali tidur. Namun entah mengapa tiba tiba Santa kepikiran dengan kakaknya. "Tapi masak iya mereka jam segini masih bahas pekerjaan sih. Hem mending aku telfon kak Gerry aja deh buat mastiin kak David bersamanya apa tidak" gumam Santa seraya mengambil ponselnya diatas nakas.

Tut...

Tut...

Tut ...

Cukup lama panggilan tak terjawab Santa berniat menutup panggilan namun tiba-tiba terdengar suara serak Gerry khas orang bangun tidur.

"Hallo ini siapa..." tanya Gerry yang belum mengetahui siapa yang menghubunginya.

Deg...

Jantung Santa tiba-tiba berdegup kencang saat mendengar suara Gerry yang terdengar sexy sekaligus menggoda. Kedua mata Santa mengerjap sesaat entah mengapa tiba tiba otaknya oleng sesaat mendengar suara Gerry. "hais apa apain sih gue, kak Gerry kan memang tidak tau nomor telepon gue pantasan ia tidak tau kalau ini gue yang telfon dia" ucap Santa dalam hati.

"Halo kak Gerry ini aku Santa, maaf ganggu sebentar mau tanya disitu ada kak David apa tidak?" tanya Santa.

"Eh ini beneran nomor nona muda, maaf nona saya tidak tau kalau ini nomor nona muda" sahut Gerry terdengar gelagapan dari sebrang telfon.

"Enggak apa apa kak santai saja, aku cuma mau tanya disitu apa ada kak David. Karena kak David enggak ada di kamarnya" ucap Santa.

"Maaf nona, tuan David tidak bersama saya saat ini" jawab Gerry jujur.

"Hais... kemana lagi nih orang malam malam, masak iya sedang berburu janda tengah malam gini" gerutu Santa dari sebrang telfon yang masih dapat didengar oleh Gerry. Gerry yang mendengar gerutuan Santa bibirnya terseyum lebar. Bagi Gerry nona mudanya ada aja kata kata random yang keluar dari bibir mungilnya yang bisa mengundang tawa seseorang termasuk dirinya.

"Hem yaudah aku matikan telfonnya, kakak lanjutin tidurnya jangan sampai mimpiin aku kak bahaya nanti kakak kena sawan loh hehehe .." tut panggilan langsung dimatikan sepihak oleh Santa. Gerry yang mendengar ucapan Santa barusan menggelengkan kepalanya bibirnya kembali tersenyum kecil. "Menggemaskan" gumam Gerry pelan.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!