IG Author @Arumpicill_94
Follow yaaa
Novel ini hanya diterbitkan di noveltoon ya, jika ada yang menemukan kesamaan itu PLAGIAT !!!!
Berawal dari perjanjian perjodohan antara kedua orang tua mereka, mempertemukan Rere si gadis tomboy yg sering berkelakuan konyol dan kocak dengan seorang CEO tampan Deven Williyam Kiel yg terkenal jutek dan super dingin
Keseruan cerita mereka dimulai saat sering nya Deven memarahi karyawannya termasuk Rere karena pekerjaan yang tidak sesuai keinginannya, Namun hanya Rere yang berani melawan bahkan sering membalas mengerjainya, membuatnya semakin kesal
Perjalanan cinta yang romantis dan seru mewarnai kisah mereka,,membuat Deven yang selalu bersikap jutek akhirnya jatuh cinta dan bucin akut pada gadis itu
Penasaran kaaaannn....!!!!
Ikuti keseruan mereka ya....
Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArumPrysillya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Qiu Zueng
Hari hari di lalui seperti biasa,,sesuai kesepakatan, Deven dan Rere akan bersikap seperti biasa layaknya presdir dan karyawan selama di kantor, tidak ada banyak obrolan, hang out ataupun sekedar makan siang, semua tampak biasa saja.
Rere pun masih berkutat dengan tugas barunya, menjadi ketua team lapangan, yg harus kooperatif,, banyak ide dan sinergi dgn karyawan lapangan lain, Rere juga semakin berprestasi, selama Rere pegang kendali omset penjualan makin meningkat, banyak karyawan maupun supervisor yg mengapresiasi kinerja Rere.
" Re.... ada Qiu loleng tuhh mau ke ruangan pak Bos..." tunjuk Candy memanyunkan bibirnya,, Rere yg lagi focus dgn layar laptop mendongak sebentar,, terlihat perempuan cantik dan modis berjalan lenggang menuju ruangan presdir,, ada hati getir menyergap Rere.
" Elu nggak cemburu...???" tanya Candy lagi
" Harus nya si nggak,, pak Deven kan udah pernah ngejelasin kalo dia nggak tertarik sama si Qiu loleng itu..." sahut Rere
" Tapi nyatanya...??? elu bete...???"
" Dikit..." jawab Rere jujur
" Elu nggak pura pura nyamperin gitu,, masa iya elu rela calon suami lu berduaan dgn cwek lain, mana lebih cantik lagi..."
" Terus gue pura pura ngapain..." Rere berfikir
" Apa kek pura pura ngasih minum atau apa kan bisa..."
" Iya juga ya..."
Rere beranjak menuju dapur dan kembali keruang Deven dgn membawa segelas teh manis hangat.
" Ngapain elu caper nganter minum buat pak Dev segala....!!!!" Mia menghardik saat Rere mau membuka pintu,,
" Dihh serah gue dong..." sahut Rere cuek, Mia makin marah,, tapi bodo amat buat Rere
thok thook thoookkk
Pintu Deven diketuk pelan,, Rere masuk sambil membawa nampan berisi gelas
Deven menyerngit,, Rere memasang senyum termanisnya
" Permisi pak Presdir,, ini minum pesanan bapak..." ujar Rere
Deven masih diam menatap Rere bingung,, dia masih berpikir, kapan dia pesan teh
" Tumben karyawan bagian marketing yg kamu suruh honey.... bukannya harusnya bagian office girl..." tanya Qiu
Deven seperti mengerti hal yg dilakukan Rere, Dia sedikit tersenyum melihat kelakuan Rere
" Tadi pak Boss kebetulan nyuruh saya nona..." sahut Rere sambil meletakkan gelas di meja Deven
" Cepat diminum bos mumpung masih anget, kalo udah dingin nggak seger lagi..."
Qiu mengerut jidatnya, seperti nggak suka dgn sikap Rere barusan
Deven mengerti langsung menyruput teh buatan Rere
" Bagaimana pak bos pas...???" tanya Rere
Deven tersenyum, sepertinya memang teh buatan Rere cukup enak,, ini real bukan sedang berdrama seperti yg dilakukan Rere.
" Enak,, boleh juga kamu buat teh..." puji Deven sambil kembali menyruput teh
Rere langsung duduk didepan Deven, tentunya di samping Qiu Zueng,, Cuek aja dia dgn tatapan tdk suka dari mata sipit si Qiu loleng ini.
" Itu teh nya ada campuran melatinya pak boss,, juga airnya benar benar mendidih,, saya nggak pakai teh celup..." seringai Rere
Entah kenapa Deven seolah menikmati drama Rere,, seolah dia terbantu untuk sedikit menghindar dari manja lebay si Qiu.
" Siapa yg mengajarimu...???" tanya Deven membalas obrolan Rere
" Almarhumah ibu boss..."
" Boleh juga,, baru kali ini aku minum teh seenak ini..." Deven kembali memuji, membuat Qiu mendengus sebal
" Kalo memang enak buatkan saya satu juga donk... mau tau seberapa enaknya..." Qiu memotong dgn nada ketus
" Maaf nona Qiu jika anda mau minum teh silahkan suruh Office girl..." sahut Rere cuek
" Ehhh you...!!! beraninya you membantah ku...!!!" Qiu marah
" Maaf nona bukan membantah,,tapi memang bukan tugas saya membuatkan teh untuk tamu..." jelas Rere
" Apa bedanya,, kamu juga kan hanya karyawan disini,, kamu tdk tau siapa saya...!!!! saya bisa aja usir kamu..."
" Maaf sekali lagi nona,, bos saya itu pak Dev bukan nona,, selepas siapa nona ya itu bukan urusan saya,, saya memang karyawan tapi karyawan pak Dev..."
" honey your employees are stupid...!!!!" Qiu seolah mengadu dgn Deven,sedikit protes juga karena Deven hanya diam saja.
" Qiu... Rere ada benarnya juga, jika kamu mau minum minta lah sama office girl..." sahut Deven membela Rere,, Qiu makin naik pitam
" Whatt??? kamu membela dia...!!!" tuding Qiu
" Stop Qiu... please hargai karyawan ku.. kamu disini tamu... kalo kamu mau semaumu itu dikantor Daddy mu,, ini kantor ku... ikuti aturanku..." hardik Deven
" honey... kamu lupa... aku ini calon tunanganmu..."
" Maaf Qiu... berapa kali ku bilang,, aku hanya menganggapmu teman baik,, karena your Daddy itu patner bisnis Daddy ku.. tidak Lebih..."
Ucapan Deven begitu membuat Qiu tak berkutik,, wajah putih nya memerah antara marah dan malu
" Eee boss kayaknya saya permisi deh..." Rere beranjak keluar
" Tunggu...!!!!" hardik Qiu,, membuat langkah Rere terhenti.
" Dev... apa istimewa nya perempuan ini ketimbang aku...???" tanya Qiu nanar
" Cukup Qiu jangan berlebihan,, aku sedang sibuk,, banyak urusan yg lebih penting..." sahut Deven dgn muka dingin dan santai.
Tiba tiba Qiu menarik tangan Rere,, membuat Rere hampir terjatuh,, Refleks Deven meraih tubuh Rere,, membuat Qiu makin marah
" Jangan kasar dgn nya,, dia karyawan marketing terbaik disini,, aku sangat mengapresiasi kinerjanya..." ucap Deven datar
" Lalu kau memberinya kebebasan untuk nglunjak....!!!! berbicara semaunya dia padaku...!!!" protes Qiu
" Apa yg salah dari ucapannya... dia hanya menyampaikan apa yg sebenarnya..."
Rere hanya diam,, melihat dua orang kaya didepannya tengah ribut,, Rere masih berada dipelukan Deven.
" Ehh you....you bukan level ku... kita beda kasta... you harus tau batasan berbicara dgn ku...!!!" tuding Qiu ke Rere.
Ini lah yg membuat Deven sama sekali tdk tertarik dgn Qiu Zueng,, meskipun dia cantik, berpendidikan, anak orang ternama, dan berkali kali mengungkapkan cinta padanya tapi sifatnya yg selalu merendahkan orang lain, tidak bisa menghargai orang lain, dan perangainya yg kasar membuat Deven sama sekali tdk tertarik,, selain itu dia lebay, sok ngartis,, hobby shoping, nyalon seharian membuat Deven harus mengantar dan menungguinya, membuang buang waktu yg tak ada faedahnya.
" Cukup Qiu...!!!!" bentak Deven,, rasanya dia tak rela Rere direndahkan seperti itu.
" belajar untuk menghargai orang lain,, tdk semua kasta diukur dengan kekayaan..."
" Why Dev... kenapa kamu membela nya...!!!"
" Diaaaammmm!!!!!"
Suara Deven menggelegar,, membuat Rere menciut,, bahkan Reza yg mau masuk keruangan Deven terdiam di balik pintu.
" Sudah saya bilang,, dia karyawan terbaik ku,, dia penting bagiku...." lanjut Deven geram
Qiu terdiam menatap Rere dgn sengit.
" Boss jangan marah marah..." Rere mengusap dada Deven, membuat Qiu menarik kasar tubuhnya terlepas dari pelukan Deven
" Jangan ngimpi kamu sama Deven...." cibir Qiu
Rere hanya melengos,, andai si Qiu loleng ini tau jika beberapa hari lagi mereka menikah,, bisa nangis guling guling dia,, treak treak mungkin.
" Boss boleh saya permisi saja...???"
" Pergilah,, lanjutkan kerjamu,, terimakasih buat teh nya..." ucap Deven pelan,, Rere tersenyum lalu keluar dari ruangan Deven.
Deven kembali duduk dgn sengit di kursinya....
Sudah author ganti panggilan manis buat Nona Qiu ya
Maaf jika ada yang merasa tersinggung, semoga setelah ini semua kembali Happy...
***♥️***
cape dch
jgn ber tele2 lah alur ceritanya..
maaf cm masukan .. btw ttp semangatt thorrr