Pagi ini dia akad nikah dengan perempuan pilihannya. Padahal dua minggu lalu dia berjanji akan melamarku. Laki-laki mana lagi yang bisa dipercaya?
Dekat sejak SMA, bahkan Kyara selalu mendukung Bagaskara untuk mencapai cita-citanya. Mulai dari beli sepatu, memberi uang untuk ongkos seleksi, Kyara selalu ada. Namun, sekarang gadis cantik itu membuktikan jika kamu memulai hubungan dengan pasanganmu dari nol, maka kamu akan mendapat pengkhianatan.
Ikuti perjalanan cinta Kyara Athiya hingga mendapat pengganti Bagaskara dengan cinta yang tulus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MANIPULATIF
"Bisa saya bantu?" tanya Kyara dengan sopan, setelah menjelaskan pada Justin, ia pun dipersilahkan untuk menemui Lovy. Sebenarnya Justin curiga, perempuan itu hanya mencari gara-gara saja, daripada reputasi toko dihancurkan ada baiknya Kya menemui Lovy.
Lovy sendiri tersenyum puas, karena merasa mereka bisa digertak. Ia tersenyum sinis sembari menatap Tere dan yang lain, "Saya hanya butuh Kyara di sini, jadi silahkan kalian keluar saja." Kya pun menatap Tere dan yang lain sembari mengangguk, artinya agar mereka menuruti customer rese' ini.
"Awas saja cuma beli satu, tapi rempongnya bikin gemas!" gumam Tere sembari menutup ruang VIP tersebut.
"Silahkan, Nona Lovy ada yang bisa saya bantu?" tanya Kya kembali dengan ramah, dan menahan agar tangan dan mulut tak mengasari si princess ini.
"Saya bisa membeli koleksi di sini sebanyak mungkin, dan kamu pasti tahu aku bisa kan?" Kya mengangguk percaya. "Kalau kamu bisa membeli koleksi sebanyak aku?"
"Koleksi mana saja yang Nona Lovy mau?" tentu saja Kya ingin memperjelas ucapan Lovy terkait kemampuannya membeli koleksi-koleksi toko ini, jangan hanya bicara dan terkesan merendahkan Kya juga. Maka Kya harus memainkan trik agar Lovy membuktikan omongannya.
"Koleksi yang kalian punya mana saja akan aku beli."
"Baik, saya siapkan!"
"Tunggu, aku hanya ingin tahu jawaban kamu, bisa gak beli koleksi emas seperti aku?"
Kya tersenyum, sepertinya Lovy ingin menyudutkan dirinya. "Kita total dulu koleksi Nona Lovy, baru saya bisa mengukur kemampuan saya bisa setara dengan Nona Lovy atau tidak."
Menurut Kya, Lovy sudah menyerang personal, maka Kya akan memainkan gengsi Lovy. Dirinya tak mau terlihat lemah, dan harus mengunci pergerakan Lovy biar tak seenaknya meremehkan orang lain dengan uang. Wajah mantan istru Bagas itu sudah kesal, sampai detik ini Kya tidak masuk jebakannya, malah Lovy yang masuk marketing Kya untuk membeli koleksi emas ini.
Sebenarnya perempuan ini tak ingin membeli koleksi perhiasan, niat awal ingin menunjukkan pada Kya bahwa gadis itu hanya pelayan toko jelas tak sebanding dengan dirinya. Apalah dirinya yang harus mengeluarkan kartu kredit untuk memborong koleksi princess yang terdiri dari liontin, kalung, cincin, gelang, anting dan bros. Sialan, batin Lovy.
Kya menyuruh Tere untuk memproses jual beli dan cek keaslian emas serta menunjukkan berapa karat yang terkandung dalam koleksi ini. Lovy hanya mengiyakan saja dengan wajah angkuh, setelah perhitungan, Tere menyebutkan nominal yang harus ia bayar, sebesar kurang lebih 40 juta.
Lovy menyerahkan kartu kredit dan proses transaksi dan surat pembelian pun diurus oleh Tere. "Sekarang dengan nominal tersebut, kamu bisa membelinya?"
"Tidak!" jawab Kya sembari tersenyum, gak penting dia dihina yang penting sudah closing. Toh, hinaan Lovy juga tak ada pengaruhnya pada Kya.
"Nah, kamu miskin berarti. Gitu Bagas mencari apa di kamu, kaya enggak, cantik juga biasa saja, tapi kecintaan padamu terlalu dalam. Aku yakin sih kamu pakai guna-guna biar Bagas kecantol terus sama kamu!" omel Lovy dengan menatap Kya tajam.
Kya tak menggubris, hanya tersenyum saja. Sudah bisa ditebak, niatan Lovy sebenarnya. Ia hanya ingin mempermalukan Kya saja. Tapi apakah Kya mau membalas ucapannya. Tentu saja tidak, buang-buang waktu.
"Saya juga heran kenapa Bagas bisa begitu. Kalau pun saya memakai guna-guna juga buat apa targetnya Bagas, pasti saya lebih memilih Dylan Wang (artis Cina) agar dia menjadi pacar saja bukan. Tenang saja Nona Lovy Anda lebih baik dari saya kok, tak perlu minder!" ucap Kya lembut tapi serasa menusuk di hati Lovy. Bisa-bisanya Kya insecure tapi masih bisa tersenyum dan kepalanya terus diangkat, seolah ia tak takut berhadapan dengan Lovy.
"Semua transaksi dan surat pembeliannya sudah," ucap Tere sembari menyerahkan paper bag berisi satu set perhiasan tema princess, karfy kredit Lovy juga.
Merasa tak puas, dan tak bisa mengintimidasi Kya, Lovy langsung mengambil paper bag tersebut, lalu pergi dengan wajah angkuh. Kya dan Tere hanya menahan tawa.
"Kok bisa orang sesombong itu, padahal dapat uangnya palingan modal ngangkang!" cetus Tere tak suka, namun Kya segera menyenggolnya.
"Suudzon, kan Bapaknya kaya!"
"Ya elah, Mbak. Harta orang tuanya saja dibanggakan terus, belum tentu saat orang tuanya meninggal dia masih kaya!"
"Biarin saja kali, Ter, yang penting kita hari ini sudah ada penjualan 40 juta!" ucap Kya girang, dan disambut bahagia Tere juga.
"Tapi Mbak gak sakit hati, dikatain gak bisa beli!"
"Halah, omongan dia gak usah dimasukkan hati. Sejak dia merasa aku saingannya karena diduga merebut perasaan Bagas, di situ saja sudah terlihat dia kalah, dia minder bersaing sama aku. Jadi percaya diri saja, pesonaku lebih bervalue daripada polesan make up dan harta Lovy."
"Keren!"
"Lagian yang diributkan dia hanya Bagas bukan pangeran yang punya kerajaan!" makin ngakak saja Tere, benar juga lah ngapain menurunkan harga diri hanya karena Bagas, seperti tak ada laki-laki lain saja.
Justin tersenyum bangga mendapat laporan dari Tere soal transaksi dengan Lovy, "Pantas Bagas lebih cinta sama Kya, Lovy gak punya otak cerdas!" ceplos Justin yang membuat Tere melongo, tak menyangka bos yang ia anggap kalem dan bijak bisa setajam itu memberi komentar.
Pihak Kya merasa menang karena transaksi itu, ternyata dibalas dengan kelicikan Lovy. Dia mengunggah sebuah foto, saat Kya bertatapan dengannya, tak lupa ia menambahkan caption untuk memancing para netizen.
Bukan orang kaya, hanya pelayan toko, tapi mau bersaing sama aku. Jelas kalah lah.
Tak butuh waktu lama, unggahan itu direpost oleh salah satu akun gosip dengan tag akun Lovy dan Kyara. Jari netizen mulai bergerak cepat.
Cantikan Kyara sih, lebih natural.
Memang dia gak kaya, tapi dia punya otak cerdas, terlihat dari tatapan dan cara berpakaiannya.
Kya lebih baik dari lo, Vy. Dan itu Fakta.
Kayaknya masih mengintai Kyara, masih sakit hati kayaknya si Lovy.
Ramainya netizen malah menyudutkan Lovy, niat hati ingin menjelekkan Kyara justru gadis itu dibela oleh netizen. Yang lebih menghebohkan, Bagas tiba-tiba nimbrung di komentar tersebut.
Stop dong, Vy. Jangan ganggu orang yang gak salah.
Jelas saja netizen kembali nimbrung dengan komentar Bagas.
Bang Bagas terlihat membela Kyara nih.
Ya wajar membela, emang mantan istrinya saja suka pancing perkara.
Balikan om?
Tak hanya Bagas, Tere ternyata tak terima dengan narasi yang ada, benar-benar manipulatif banget.
Percaya deh yang kaya seperti Mbak Lovy, tapi Mbak Kya gak pernah loh meremehkan orang lain apalagi sampai bertanya kamu bisa gak beli perhiasan sebanyak aku? Dia memang tidak kaya, tapi kaya hati, dan mungkin itulah yang membuat Mbak Kya dicintai terus sama seseorang. Komentar Tere inj diberi love banyak oleh netizen.