Follow IG @samar_jenny1
Zia adalah gadis yang membenci perjodohan, itu menjadi sebuah prinsip yang dijalani. Zia sudah mempunyai kekasih mereka saling mencintai, namun sayang cinta mereka tidak mendapat restu dari orang tua.
Justru tanpa perundingan ia dijodohkan dengan lelaki pilihan sang ayah. Untuk membayar jantung, yang didonorkan seseorang.
Zia bagai menelan pahit di satu sisi ada orang tuanya, di sisi lain ada kekasih yang ia cintai. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya terjerat cinta segitiga. Di dalam perjodohan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aroma tubuh
"Tadi siang? memangnya kenapa dengan tadi siang? Raka bersifat pura-pura tidak mengingat. Raka bersikap dingin terhadap Ziara, karna dia tidak ingin terlihat kalau dia tertarik pada Ziara demi menjaga imect nya.
"Aku tidak akan mencium wanita yang tidak aku cintai kamu mengerti!"
Apa dia bilang tadi? tidak akan mencium wanita yang tidak di cintai . dia tidak mencintai ku lantas yang dia cium kemarin malam itu dinding! ziara
"Kenapa bengong! cepat siap kan makan malam untuk ku aku sangat lapar sejak tadi siang belum makan" perintah Raka.
"Baiklah aku akan menyiap kan untuk mu.."
Ziara segera turun dari tangga munuju dapur karna makanan sudah dingin, dia memanaskan nya terlebih dahulu. Saat dia asik di dapur dia menemukan sebuah kartu terjatuh
dia memeriksa kartu apa itu ternyata adalah kartu mahasiswa dan ada foto Sari di sana.
"Ini kan.. kartu Sari, Sari ternyata masih kuliah rupanya.. tapi kenapa dia mau bekerja menjadi pelayan? entah lah aku akan bertanya besok."
Ziara menyimpan kartu tersebut ke laci
dan kembali menyiap kan makanan ke meja makan dan bolak balik kedapur.
saat dia sedang asik di dapur tiba tiba listrik padam Ziara tidak takut akan gelap namun dia tidak melihat apa apa saat gelap, dia meraba raba-raba benda sekeliling nya untuk menemukan sesuatu yang bisa di buat penerangan. Dia gugup karna lama ke lamaan dia takut, karna badan nya tiba tiba merinding.
Ziara berjalan ke depan tiba-tiba dia menabrak seseorang, dan merangkul nya
bahkan dia merasa nyaman di pelukan seseorang tersebut, wajahnya dibenamkan di dada Orang tersebut.
"Aroma tubuh ini hemmm... wangi sekali membuat aku sangat ingin memeluk nya.." suara dalam hati ziara.
Setelah beberapa lama dia terjatuh dalam pelukan yang membuat Ziara nyaman dan aman akirnya listrik menyala.
Ziara masih hanyut dalam pelukan
hingga tidak ingin melepas kan pelukan nya.
Hingga satu tangan membalas merangkul pinggang Ziara dengan kuat hingga membuat Ziara terkejut dan menongak ke atas dan ternyata dia menatap suami nya yang sedang di pekuk nya.
Raka pun dengan wajah menggoda menaikan kedua alis.
"Oh,,, kamu rupanya," Ziara wajah nya terlihat memerah karna malu dan menggigit bibir bawah nya.
"Kenapa melepaskan ku, sepertinya kau sangat menyukai aroma tubuh ku ini?! " goda Raka.
Ziara malu memalingkan wajahnya.
"Eemm.. Aku sudah selsai menyiapkan makan apa kau mau makan?" Ziara segera pergi untuk mengalihkan wajah nya yang merona.
Raka segera mendekat ke meja makan, dan menarik kursi duduk untuk makan. Dia melihat Ziara yang sedang sibuk menata makanan dari dapur ke meja, Raka tanpa berkedip menatap setiap gerak istri nya itu.
Ziara selsai menata, dia ikut duduk di kursi yang berhadapan dengan Raka.
"Ambil kan aku makan" ucap Raka
"Aku kan sudah menyiapkan nya tuan apa, ada yang kurang?" tanya Ziara
"Aku bilang ambilkan aku!" ucap Raka lagi
"Apa yang kamu maksud aku harus mengambilkan di piring mu?" tanya Ziara
"Hemm!" jawab Raka dengan singkat.
Ziara berdiri mengambil kan makanan untuk Raka.
"Yang Mulia kau mau makan yang mana, biar aku ambil kan." ucap Ziara dengan memasang senyum palsu nya.
"Ambiilkan saja yang kau mau!" ucap Raka
"Baiklah, ini... silahkan," ucap Ziara lagi
dan meletak kan piring di hadapan Raka. " Aku mau yang itu juga" ucap Raka.
Ziara yang hendak duduk pun berdiri kembali dengan wajah kesal,
Raka terlihat senang karna sedang mengerjai Ziara.
Makan malam pun selsai.
Setelah selsai makan Raka berdiri dan pergi menaiki tangga menuju kamar.
Sedangkan Ziara masih membereskan sisa makan dan mencuci piring dia sudah terbiasa melakukan itu jadi dengan cepat mengangkat piring dan membersih kan nya.
Setelah mencuci piring Ziara segera naik kekamar karna ini dudah larut malam.
Dia Masuk ke dalam kamar melihat Raka, sudah tertidur Di Ranjang, Ziara juga sangat ngantuk dia ke sofa dan ikut tertidur.
Pagi pun tiba Ziara segera bersiap siap-siap untuk pergi ke kantor. Terlihat dia sudah memakai Pakaian formal yang biasa ia gunakan untuk bekerja.
Sedangkan Raka keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililit kan di pinggang, dengan rambut nya masih basah,
Raka terlihat sangat menggoda.
Ziara yang melihat nya mencoba mengalihkan pandangan nya ke atas atap ruangan.
Raka hanya tersenyum melihat tingkah Ziara dan pergi ke meja rias untuk mengeringkan Rambut.
Ziara mencari ponselnya yang ia tinggal di sofa semalam, dan ketemu
"Aku akan turun lebih dulu ke bawah aku akan menunggumu di meja makan." ucap Ziara karna dia tau kalau Raka akan berganti pakaian.
"Baiklah, tapii.. apa kamu tidak mau disini melihat aku berganti pakaian?" canda Raka.
"Tidak! terima kasih," ucap Ziara dengan cepat langsung keluar kamar.
benar benar membuat aku gila kalau lama lama aku di dalam kamar sana.
Ziara berjalan menuju meja makan dan melihat Sari sedang sibuk di dapur.
Dia Teringat tentang Kartu yang di temukan nya semalam.
"Sari.." Ziara mendekat ke Sari.
"Ada yang saya bantu nona" ucap Sari
"Tidak Sari aku hanya ingin mengembalikan ini padamu, semalam aku menemukan nya terjatuh di lantai dapur" ucap Ziara dan menyodorkan kartu tersebut kepada Sari
dan Sari menerima nya.
"Oh.. Ternyata di sini kartu ku terjatuh, terima kasih nona." ucap Sari
"Ternyata kamu masih kuliah ya?" tanya ziara
"Iya nona saya harus bekerja disini untuk biaya kuliah saya, sebab itu lah saya pulang dari sini lebih awal, Saya lanjutkan pekerjaan Saya nona.." Sari
"Baiklah" ucap Ziara dan menuju meja makan ternyata Raka sudah duduk disana meminum segelas susu.
"Apa kamu sudah selsai!" ucap Raka
"Tentuu." Ziara duduk di kursi yang biasa ia duduki
"Ambil kan aku makan."
"Baiklah" Ziara mengambilkan tanpa membantah dan menaruh piring di hadapan Raka.
"Kamu hari ini pergi kekantor bersama aku, " Raka
"Tapi kenapa Biasanya aku juga menggunakan taxi online," kata Ziara
"Kamu dipindah kan kerja di kantor pusat jadi Asisten pribadi ku! " kata Raka
"Tapii.... aku suka di kantor cabang, yang mulia." Ziara
"Tidak usah membantah! turuti saja aku!" Raka
Apa aku harus jadi asisten nya... kekantor untuk menghilang kan stress gara gara dirumah aku bisa dibuat nya gila tapi belum cukup membuat aku gila di rumah bahkan akan menyiksa ku di kantor hiks..hiks..
Ziara jadi tidak berselera makan setelah mendengar perintah Raka, dan hanya memain kan sendok di kedua tangan nya.
"Ayo kita pergi, Pak Handoko sudah menunggu" Raka berdiri dan berjalan meninggalkan Ziara.
Ziara buru buru mengejar Raka dibelakang.
Dengan cepat tidak juga lari dan tidak juga ketinggalan. Mereka memasuki mobil Raka terlebih dulu masuk dan fi susul Ziara duduk di sebelah nya.
Selama di dalam mibil Ziara terus bertanya kepada Raka
"Yang mulia,,, Apa yang harus aku lakukan
di sana nanti?" tanya Ziara
"Nanti juga Pak Handoko akan menjelaskan padamu apa yang harus kamu lakukan.
Dan rubah lah panggilanmu memanggil ku, aku tidak ingin para orang orang menertawakan nya " ucap Raka.
"Baiklah aku akan memanggil mu tuan," ucap Ziara
Bukan tuan yang ku maksud panggilah aku sayaang..! batin Raka
"Terserah kau saja!" ucap Raka dengan cepat
mobil yang mereka tumpangi pun sampai di depan gedung Sanjaya Grub.
Ziara terperanga melihat gedung yang sangat tinggi menjulang dan plank yang bertulisan Sanjaya Grub
"Waaoooow.. kantor ini sangat besar, bahkan kantorku yang sebelum nya bagai kan semut dan gajah.
Raka berjalan masuk yang di ikuti Pak Handoko, Ziara mengikuti nya berjalan dengan cepat.
"Nona ikut lah dengan saya" ucap Handoko mengajaknya ke salah satu ruangan.
"Nona.. Saya akan menjelas kan pekerjaan nona di sini jadi ini daftar pekerjaan yang tuan perintahkan untuk anda." Handoko memberikan sebuah map yang berisikan daftar pekerjaan yang harus di lakukan Ziara.
Ziara terkejut melihat tulisan yang tertera di dalam sana yaitu Yang bertuliskan Ziara harus melakukan yang diperintah kan Oleh Raka.
"Pak.. bagai mana mungkin aku harus menuruti semua perintah Tuan Raka?" ucap Ziara
"Tanda tangani saja nona. dan pergilah menemui tuan di ruangannya."
"Baiklah" ucap Ziara sambil menutup map lalu berdiri sebetulnya dia belum menanda tangani nya. Dia hanya berpura pura menandatangani saja lalu menutup nya. dan meninggalkan pergi, ke ruangan Raka.
Sesampai nya didepan ruangan Raka dia melihat Mesya sedang memarahi salah satu kariwan perempuan.
Lihat nenek sihir itu berlaga bak nyonya besar saja, ciihh. gumam ziara.
Ziara pun berjalan melewati meysa yang tidak melihat nya dan masuk ke ruangan Raka.